Klarifikasi Masalah dengan Wartawan Pewarta Indonesia, Yeni Herliani
KOPI - Setelah saya melaporkan ke Dewan Pers dan Ke Pihak Yang Berwajib atas prilaku Yeni Herliani yang merupakan bentuk kesalahpahaman dimana pada peliputan Seminar Budaya Bulungan tanggal 04 April 2012 panitia kurang berkoordinasi maka atas inisiatif Ketua Umum Gerakan Kebangkitan Nusantara maka telah diselesaikan masalah antara panitia seminar Budaya Bulungan dengan Yeni Herliani selaku wartawan Pewarta Indonesia.
Bahwa:
- Yeni Herliani adalah benar wartawan Pewarta Indonesia.
- Bahwa terjadi kesalahpahaman dimana Panitia Seminar Budaya hanya mengundang Yeni Herliani tapi pada kenyataannya Yeni membawa rekan rekan dari media lain yang tidak diundang tetapi telah kami klarifikasikan dan selanjutnya semoga hal ini tidak terjadi lagi.
- Bahwa saya selaku Panitia acara Seminar Bulungan 2012 meminta maaf atas kesalahpahaman dengan Yeni Herliani selaku wartawan Pewarta Indonesia.
- Bahwa telah disepakati jika tulisan yang memfitnah saya sebagai panitia Seminar Budaya Bulungan (Andri Susiawan) pada Pewarta Indonesia yang ditulis Yeni Herliani harus dicabut dan saya juga akan menghapus semua tulisan saya yang merupakan hak jawab pada forum tentang permasalahan Yeni Herliani. - Bahwa saya selaku panitia Seminar Budaya Bulungan meminta maaf atas kejadian yang tidak mengenakkan ini.
Demikian jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan maka masing masing pihak akan mengajukan permasalahan ini ke jalur hukum.
Hormat saya,
Andri Susiawan, S.Sos
Pengurus Gerakan Kebangkitan Nusantara
Sumber:
1. Kompasiana : http://hukum.kompasiana.com/2012/04/19/klarifikasi-masalah-dengan-wartawan-pewarta-indonesia-yeni-herliani/ (diakses hari Kamis, 19 April 2012, pukul 13.10 WIB);
2. Forum Detik : http://forum.detik.com/showthread.php?p=16696927#post16696927 (diakses hari Kamis, 19 April 2012, pukul 13.25 WIB);
Tambahan informasi: Redaksi, atas persetujuan penulis/pewarta Yeni Herliani, telah menurunkan artikel terkait pemberitaan di KOPI tentang Sdr. Andri Susiawan tersebut. Terima kasih.
| Comments |
|
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Rindu
- Pelayanan Publik Jangan Dicampuri Urusan Pribadi
- Awas! Wartawan Gadungan Catut Tempo Interaktif !
- Kebudayaan Minangkabau Tinggal Nama
- Kembalikan Senyum Ica, Bocah Penderita Kanker Leukemia
- Benar, Polisi Suka Menyiksa Rakyat...!
- Chevron Pilih-pilih Kasih
- Aceh, Ayo Tinggalkan Kekerasan untuk Berangkat ke Era Kejayaan
- Sengkarut Tanah 'Negeri Junjungan'
- Kompasiana Sering Dicatut Wartawan Gadungan
- Curhat: K2i
- Kegelisahan Karyawan Migas di Duri
- Nama Kompasiana Kerap Dicatut oleh Wartawan Gadungan, Waspadalah!
- Tanah Milik Dasimun Dicaplok PT. Sarana Indah Perkasa Abadi
- Beruntungnya Ikut Pelatihan Santri


























