Lele Jakarta Usung Konsep Sistem Kerjasama Kemitraan
KOPI, Lele Jakarta muncul pertama kali dengan nama Lele Kemangi. Setelah berkembang, berubah menjadi Lele Jakarta. Strategi memunculkan slogan “AHLINYA PECEL LELE”, benar-benar ampuh, menjadikan Lele Jakarta banyak diminati.
Yang membuat unik kedai pecel Lele Jakarta ini, tentu kreatifitas inovasi pemiliknya. Arsitek, sebut begitu, kedai ini terus memunculkan variasi menu pecel lele. Terutama, resep beda dalam penyajian sambel. Memang, sambel yang nikmat merupakan harga mati bagi pecel lele ini. Rasa lelenya sendiri gurihnya juga khas.
Di Lele Jakarta, pengunjung dapat memilih 6 jenis pecel lele. Mulai yang original, cabe ijo, sambel bawang, asem manis, kapau, dan yang menjadi menu spesialnya (paling mahal sendiri) adalah lele asap. Bagi yang tak doyan lele, ayam goreng dengan berbagai pilihan sambel di atas bisa menjadi alternatif. Selain itu, tempe, tahu dan sayur asem, juga siap menjadi pelengkap.
Berawal dari kesukaan sang suami yang gemar memakan lele sampai lidahnya ‘brrrr…’. Maka, tercetuslah ide untuk membuat sebuah usaha yang berasal dariikan lele. Itulah sepintas gambaran terciptanya rumah makan Lele Jakarta.
Pemilik usaha alias “owner” Lele Jakarta ini, ternyata seorang “Srikandi” berjiwa wirausaha. Selvie susanti, sang pemilik mengatakan, awalnya suaminya dan dia sama–sama menyukai lele sebagai menu makan sehari-hari.
“Dari situ, suami saya melihat peluang usaha makanan yang berasal dari lele. Saya langsung praktikan. Awalnya, membuka usaha di daerah Puri Kembangan, Jakarta Barat,” jelasnya di kantor Lele Jakarta, Kamis (5/01/12).
Tidak dinyana, perkembangannya pesat. Ada beberapa konsumen tertarik dan ingin bergabung untuk membuka usaha ini. “Maka, saya berpikir kenapa tidak saya ambil kesempatan ini menjadi sebuah franchise,” cerita Selvie.
Kecermatan Selvie menangkap peluang tidak sia-sia. Sehingga dalam waktu satu setengah tahun ini, dia sudah bisa membuka lima buah cabang yang berada di Jabodetabek. “Belakangan, ada orang di Bangka yang berniat ingin bergabung bersama kami,” ujar Selvie.
Dalam mengembangkan usahanya, Lele Jakarta mengusung konsep sistem kerjasama KEMITRAAN. Selvie memilih ini, karena mitra usaha hanya dibebankan royalti fee atau pembagian hasil. Mitra usaha hanya perlu membeli bahan baku yang sudah ditentukan dan disiapkan oleh principal.
“Dengan sistem usaha yang kami bangun, memungkinkan para calon mitra dengan mudah dapat menduplikasikan sistem kami tanpa perlu repot membangunnya lagi. Sehingga, para calon mitra dapat lebih mudah mengembangkan usahanya tanpa perlu memiliki pengalaman tertentu,” katanya.
Harga pecel lele di sini memang terbilang sedikit lebih mahal dari kedai tenda-tenda lain yang juga menyajikan menu pecel lele. Satu porsi pecel lele dilengkapi nasi, sambel dan lalapannya dihargai Rp.11.000,-. Lele asap special yang dihargai Rp.20.000,-).
Jika menu ayam yang dipilih, maka harganya Rp.12.000,-. Jika memesan tempe atau tahu, maka perlu menambah Rp.1500,-. Bagi yang pesan sayur asem seabagai pelengkap, mesti merogoh kocek lagi Rp.4000,-. Pokoknya, cukup Rp.15.000,-, lidah bergoyang.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- “Jarkom” Buat Tim Jadi Kompak
- Bisnis Makanan, Prospek Terbaik di Tahun Naga 2012
- Ayam Penyet Pak Ulis Buka di Pekanbaru
- "Pragede Angek" dari Padang Panjang
- Gurihnya Jagung Goreng Telah Sampai ke Makkah
- Bakso Urat Sebesar "Tinju" Telah Memikat Hati Pencandu Bakso
- Es Cendhol Pasar Kliwon Kudus, Rasanya Mak Nyus!
- WARUNG TENDA : Pilihan Hidup nan Menghidupi
- Aneka Kuliner di Benhil
- Angkringan Lik Man


























