Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

YANG TERPINGGIRKAN
Ketika Rasisme Dekat dengan Para Punggaw.....
26/06/2015 | Maulana Muhammad

“Il Club Più Titolato Al Mondo” merupakan sebuah ungkapan dalam bahasa Italia yang mengandung  [ ... ]


GELORA SEPEDA
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

 

Inspirasi Opini Pers Terus Dilibas

Pers Terus Dilibas

 

Pers Terus Dilibas

(Sebuah Refleksi Kebebasan Pers)

Rosihan Anwar pernah bilang bahwa Indonesia tidak mengenal tradisi kebebasan pers. Pernyataan ini disampaiakan saat diskusi panel bertajuk “Refleksi Peranan dan Posisi Pers Nasional dalam 50 Tahun RI” yang ditaja PWI Pusat ditahun 1995. Rosihan Anwar merupakan pemimpin redaksi harian Pedoman, sempat rasakan pembredelan dua kali, tahun 1961 dan 1974. Pernyataan Rosihan ini semakin nyata dirasakan saat deretan kisah pembungkaman pers terus terjadi hingga hari ini.

Kisah terakhir terjadi di Riau. Wartawan “digebuk” saat meliput jatuhnya pesawat hawak 200 milik TNI AU. Tindak kekerasan dilakukan oleh oknum TNI AU yang berjaga dilokasi jatuhnya pesawat.

Coba lihat fakta kekerasan yang dialami wartawan di Riau yang belum lama terjadi ini. Dalam catatan sedikitnya ada 6 wartawan yang dianiaya petugas di lokasi jatuhnya pesawat buatan British Aerospace, Inggris tersebut. Pesawat itu jatuh pada 16 Oktober lalu, di perumahan warga RT 04/02 Dusun Becah Rimbat, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten kampar. Salah satu wartawan yang dianiaya adalah Didik Herwanto wartawan foto Riau Pos (Grup JPNN).

Akibatnya Didik mengalami luka parah di bagian telinga hingga keluarkan darah. Kamera Didik pun dirampas paksa. Peristiwa ini sempat tertangkap kamera. Didik dijatuhkan, dipukul serta dicekik. Bahkan Didik sempat ditahan di dalam mobil. Bukti video peristiwa pemukulan yang terekam kamera tentu membuat oknum TNI AU Letkol Robert Simanjuntak tak bisa mengelak lagi telah lakukan pemukulan.

Sebenarnya saat itu yang jadi korban pemukulan bukan hanya wartawan, warga-pun ada yang jadi korban pemukulan, salah satunya mahasiswa UIR. Ini sudah keluar dari pakem tugas tentara tentunya. Apapun alasannya kekerasan tidak dibenarkan oleh aturan manapun. Termasuk kekerasan terhadap wartawan. Mau jadi apa pers di Indonesia kalau dibiarkan?

Pada tahun 2003 lembaga Kajian Informasi, Pendidikan dan Penerbitan Sumatera (KIPPAS) lakukan riset pelaku kekerasan terhadap wartawan di Sumatera. Hasilnya 21 persen kekerasan terhadap wartawan dilakukan Polisi dan TNI.Sebuah angka yang cukup besar tentunya.

Fenomena kekerasan terhadap wartawan kalau boleh saya katakan merupakan satu dari sekian modus pembungkaman pers yang terjadi di Indonesia. Peristiwa demi peristiwa menyuburkan apa yang dikatakan Rosihan Anwar; Indonesia tidak mengenal tradisi kebebasan pers. Pers terus dilibas, lagi dan lagi sepanjang masa. Kekerasan wartawan, pemberedelan, penyengsoran berita, lalu apa lagi nanti?

Menyikapi pemukulan wartawan di Riau tersebut, insan pers tak tinggal diam. Kita lihat solidaritas dan kecaman demi kecaman bergulir bak bola salju yang makin membesar. Aksi unjuk rasa terjadi di berbagai daerah, tak hanya di Riau. Wartawan Purwokerto, menggelar aksi keprihatinan di halaman Gedung RRI Purwokerto. Di Padang wartawan gelar aksi teaterikal di tugu perjuangan. Aksi solidaritas juga dilaksanakan di Jakarta, Medan, Bandung, Manado, Makasar, Ambon, Pontianak, juga Jombang. Semua mengutuk kekerasan terhadap wartawan,ribuan wartawan turun ke jalan. Menuntut agar kasus ini di selesaikan bahkan meminta Letkol Robert Simanjuntak diberhentikan.

Fenomena aksi masa ini mengingatkan pada peristiwa ditahun 1994. Saat itu wartawan menentang pembungkaman pers yang dilakukan pemerintah. Hanya beda modus saja yang jadi pemicu wartawan turun ke jalan secara besar-besaran. Kalau sekarang persoalan adalah kekerasan terhadap wartawan, sedang dulu adalah pemberedelan oleh pemerintah.

Usai pemberedelan tiga mingguan berita, Tempo,majalah Editorial dan tabloid politik Detik, ribuan wartawan bahkan bukan-wartawan turun ke jalan di sedikitnya 21 kota selama lebih dari satu tahun. Atmakusumah mencatat ini adalah demontrasi terbesar dan terpanjang anti pemberedelan dalam sejarah pers di Indonesia. Ini adalah pergerakan bola salju yang digelindingkan dan dibesarkan oleh kondisi pengekangan, pembungkaman pers melalui pemberedelan oleh pemerintah.

Kenapa tidak kita ulang sekali lagi sejarah itu? Agar wartawan tak lagi jadi korban kekerasan. Sebelumnya di Padang juga terjadi kekerasan oleh oknum tentara saat meliput penggusuran warung di tepi pantai. Di Riau sendiri tahun ini juga pernah terjadi pemukulan wartawan foto Riau Pos saat meliput kericuhan di kampus UR, walau bukan aparat pelakunya tapi tetap kekerasan juga namanya. Sudah cukuplah Didik dan kawan-kawan yang terakhir.

Kalau kita tarik sejarah lahirnya pers di Indonesia, ada fakta bahwa pembungkaman pers adalah awan hitam yang terus mengikuti pers itu sendiri. Berawal pada tahun 1712 masa VOC berkuasa melarang rencana menerbitkan surat kabar pertama di Batavia. Surat kabar pertama di Negara ini baru lahir 32 tahun setelah itu. Tahun 1744 ini tonggak sejarah pers dengan munculnya surat kabar pertama Bataviasche Nouvelles en Politique.Tapi dua tahun kemudian dilarang terbit. Pertanyaan selanjutnya mau sampai kapan kita di ikuti awan hitam bernama pembungkaman pers dengan berbagai modus?

Saya berpendapat apapun bentuk pembungkaman pers harus dilawan. Pemukulan Didik dan kawan-kawan ini harus jadi titik balik pers yang bebas dari pembungkaman apapun bentuknya. Pelaku kekerasan terhadap wartawan harus ditindak tegas. UU No 40 tahun 1999 tentang kebebasan pers dalam pasal 4 ayat 2 disebutkan “Tehadap pers nasional tidak dikenakan penyengsoran, pemberedelan atau pelarangan penyiaran,”. Suatu ketentuan hukum yang sudah amat jelas. Kalau pemukulan terhadap wartawan yang sedang meliput dapat dikatakan sebagai bentuk pelarangan, maka Letkol Robert Simanjuntak dapat dikenakan sanksi Pidana dua tahun dan denda 500 juta atas pelanggaran pasal ini.

Mau tidak mau kasus ini harus diproses secara hukum agar insan pers di Indonesia tidak berkabung atas matinya kebebasan pers itu sendiri. Sekali lagi teriakan lawan kekerasan terhadap wartawan

Oleh Puput Jumantirawan

Pemimpin Umum LPM AKLaMASI UIR

 

Terdakwa Pembunuh Ambalat Divonis 20 Tahun
Selasa, 30 Juni 2015

§ Keluarga korban tidak terima putusan hakim, karena bukti-bukti lain dihilangkan Blitar, KOPI - Kasus pembunuhan almarhumah Yuswanto, suami dari Nanik Yuswati (53), warga jalan Ambalat Nomor 8 Kota Blitar, korban pembunuhan pada 21 Januari 2015 lalu, akhirnya pada Selasa (30/6) sekitar pukul 12.48 kemarin, sidang putusannya dibacakan Majelis Hakim.   Sidang kasus pembunuhan Yuswanto tersebut dipimpin oleh Hakim Ketua, Yohanes Priyana,... Baca selengkapnya...

Korupsi Dana Bansos, Bupati Inhil H. Wardan Diminta Bersaksi
Senin, 29 Juni 2015

KOPI, Pangkalan Kerinci - Jajaran Polres Pelalawan satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan akan melakukan pemanggilan terhadap Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan pada 3 Juli 2015 mendatang. Hal ini disampaikan Kepala Polres Pelalawan, AKBP Ade Johan Hasudungan Sinaga, hari Rabu (24/6/15), orang nomor satu di Inhil yakni Bupati Inhil Haji Muhammad Wardan akan dipanggil dalam kasus... Baca selengkapnya...

Pererat “Sling Silaturahmi”, Grup 3 Kopassus Buka Puasa Bersama Wartawan
Sabtu, 27 Juni 2015

KOPI - Media sebagai salah satu unsur potensial yang menguatkan semangat kebersamaan dan memiliki fungsi strategis, diharapkan dapat menjadikan prajurit khususnya di Grup 3 semakin cerdas, serta dapat memperluas wawasan, karena berita yang disampaikan bersifat edukatif dan informatif.     Hal tersebut disampaikan Komandan Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus, Kolonel Inf Richard TH Tampubolon, saat acara buka puasa bersama wartawan se Jabodetabek,... Baca selengkapnya...

Kader Partai PAN Soetrisno Bachir Bakal Jabat Mentri
Kamis, 25 Juni 2015

KOPI, Jakarta – Pengamat negara ini dibangun dari unsur  elemen partai politik . Bagaimanapun masing-masing partai politik koalisi akan mendukung calon kadernya yang akan menjadi Mentri dalam Kabinet Kerja pemerintahan Jokowidodo dengan Jusuf Kalla. Menurut Pengamat Politik Indonesia Ajisutisyoso berikan juga tawaran jatah kursi mentri kepada partai oposisi seperti PAN, PKS, Gerindra, Demokrat, Golkar. Mari kita bangun Indonesia... Baca selengkapnya...

Maksud Logo “Naga Merah” Hut DKI ke- 488
Kamis, 25 Juni 2015

KOPI, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan logo resmi HUT DKI Jakarta ke-488 Senen 22 Juni 2015 . Dalam logo yang bisa dilihat di situs resmi Pemprov DKI Jakarta, Jakarta.go.id, tersebut bercokol gambar ‘Naga Merah’. Naga tersebut bersebelahan dengan ‘duo ondel-ondel’ asli Jakarta tradisi budaya betawi. Ditempat Lain Pengamat Politik Indonesia Ajisutisyoso mengatakan Gambar ‘Naga Merah’ yang tercantum di logo resmi HUT... Baca selengkapnya...

Tangkap ,Tahan Bupati dan Sekda Meranti Terlibat Pembangunan Pelabuhan Internasional Selat Panjang
Selasa, 23 Juni 2015

KOPI, Pekanbaru – Pengamat Korupsi Riau (PKR) Ajisutisyoso mengatakan propinsi Riau pusat percontohan korupsi nasional ini buktinya. 3 (Tiga) orang mantan Gubernur Riau merasakan dinginnya lantai rumah tahanan alias penjara akibat tersandung kasus korupsi dan suap. Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk daerah Kulim penghuninya ada mantan Gubernur, mantan Bupati ,mantan Kepala Dinas (Kadis), serta mantan Pejabat propinsi/... Baca selengkapnya...

Diduga PEMKO Langsa Menyelewengkan DBH PBB MIGAS
Selasa, 23 Juni 2015

KOPI, LANGSA - Tim Asitensi Monitoring Transfer Daerah (Montada) mempertanyakan dana bagi hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Minyak dan Gas Bumi sebesar Rp 53 miliar yang disalurkan kepada Pemerintah Kota Langsa tahun anggaran 2010 s/d 2013. Uang tersebut bersumber dari dana perimbangan disalurkan melalui Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah c/q Kementerian Keuangan RI yang dialokasikan untuk Pemko Langsa. Demikian penjelasan dari Tim... Baca selengkapnya...

INTERNASIONAL

Dinasti Bush yakni Jeb Bush Ikut Pilpre.....
17/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Washington - Pemilihan Presiden (Pilpres) negara Amerika Serikat (AS) dijadwalkan   pada November 2016, para capres dari Partai Republik m [ ... ]



NASIONAL

Artha Graha Peduli Gelar Pasar Murah Ter.....
29/06/2015 | Muhyi

KOPI, Jakarta – Sebanyak hampir 2000 titik pasar murah digelar Artha Graha Peduli di seluruh Indonesia. Pasar murah yang digelar 29 Juni – 16 J [ ... ]



DAERAH

Penyakit Ambeien Pada Kucing.....
01/07/2015 | Mardinal

KOPI,Sarolangun,- Wasir atau ambeien Pada kucing apabila tidak segera diobati akan menjadi gejala timbulnya penyakit wasir. Wasir atau ambeien p [ ... ]



PENDIDIKAN

HarukaEdu Siapkan Talenta Muda Terbaik d.....
23/06/2015 | Zohiri Kadir

KOPI, Jakarta - Pesatnya perkembangan teknologi di Indonesia banyak melahirkan talenta-talenta baru dalam berbagai bidang, terutama teknologi informas [ ... ]



EKONOMI

Arabian Night Festival Jabodetabek Membe.....
28/06/2015 | Zohiri Kadir
article thumbnail

KOPI, Tangrang Selatan  South City,Pengembang, terkemuka yang saat ini sedang mengembangkan sebuah kawasan seluas 62 hektar di Pondok Cabe, [ ... ]



HANKAM

Komandan Lanud Halim Perdanakusama Pecat.....
01/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Jakarta – Yang merusak nama institusi TNI (Tentara Nasional Indonesia) bukan dari eksternal melainkan  internal oknum anggota TNI tersebut. i [ ... ]



OLAHRAGA

Polres Meranti Gelar Turnament Badminton.....
14/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, SELATPANJANG - Polisi Resort (Polres) Kepulauan Meranti menggelar Open Turnamen Badminton perdana, turnamen ini diselenggarakan di Gedung Ocean  [ ... ]



PARIWISATA

TACIDO, Tas Keren Pengganti Pengunaan Ka.....
18/06/2015 | Achmad Budianto
article thumbnail

  KOPI - Tas adalah benda yang tidak asing lagi bagi manusia. Dari semua kalangan, tua, muda, pelajar, dan mahasiswa pun membutuhkan tas untuk mem [ ... ]



HUKUM & KRIMINAL

Toko Asia Baru Foto Disatroni Maling, P.....
30/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru – Bagaimana nih Komandaaaaaaan, maling merajalela di wilayah kerja Polresta Pekanbaru. kemana tim Patroli Komandaaaaaan. Ini buktiny [ ... ]



POLITIK

Deklarasi Pasangan Gusti (Agus – Tito.....
26/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Dumai - Pasangan Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Dumai, Agus Widayat (red.incumbent wakil walikota ) dan A Tito Gito kader Partai PDIP [ ... ]



OPINI

Renungan Tentang Korupsi Pajak.....
27/06/2015 | Subagyo

KOPI- Tulisan ini adalah pemikiran saya, renungan tentang sebuah kasus korupsi di pengadilan. Saya bukan mau adu pinter ilmu hukum, tapi adu kepekaan  [ ... ]



PROFIL

Kuartal Pertama Th 2015 Propam Polda Ri.....
06/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru Enam belas orang oknum aparat kepolisian jajaran Polda Riau dan Polres se Riau terlibat narkoba dan di pecat urai AKBP Budi Sant [ ... ]



SOSIAL & BUDAYA

Prosesi Pernikahan Anak Jokowi Gibran de.....
13/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Solo Kabar duka menyelimuti pernikahan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda. Sutamin seorang tukang becak  [ ... ]



ROHANI

Sempena Hari Bhakti Adhyaksa ke-55 Keja.....
16/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru — Dalam rangka menyambut Hari Bhakti Adhyaksa yang ke -55, dan ulang tahun  Ikatan Adhyaksa Dharma Karini Ke- XV serta ulang tahun  [ ... ]



RESENSI

Jangan Dengerin Sendiri.....
27/04/2015 | UG DANI
article thumbnail

Resensi Buku Judul :Jangan Dengerin Sendiri
Penulis : Naomi Angelia Sea
Tebal. : 200
Penerbit : Bukune Juli 2014
Harga. : Rp 41 [ ... ]



CERPEN & CERBUNG

Soekarno: Mien Hessels “Bunga Tulip Be.....
19/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Tiga setengah abad atau 350 tahun negara Indonesia dijajah Belanda, berbagai penderitaan rakyat Indonesia zaman penjajah dahulu. Berbagai macam [ ... ]



PUISI

Akik.....
15/06/2015 | Agus Siroj Hudi
article thumbnail

Bongkahan batu terbelah menjadi irisan berarti... Di kedalamanpun kau digali... Di keruhnya sungai kau dicari... Di tebing, di hutan, di manapun ka [ ... ]



CURAHAN HATI

KDRT dan Terlantar Anak , H. Supian Hadi.....
27/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Kota Waringin- Kemarin (Senin, 22/6), Hj. Iswanti melaporkan suaminya yakni H Supian Hadi Bupati Kota Waringin ke Polda Kalimantan Tengah atas [ ... ]



HIBURAN

Konser Galang Dana, Raisa dengan Andre H.....
21/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Kuta Bali - Bersama dengan Yayasan Sole Men Indonesia yang berlokasi di Tabanan, Bali, malam ini (Sabtu, 20/6) Dua artis senior papan atas Ind [ ... ]



KULINER

McDonald’s Tingkatkan Layanan Melalui .....
01/04/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Kini menikmati McDonald’s terasa lebih nyaman dan menguntungkan dengan hadirnya layanan terbaru “Online McDelivery Cashless Promo”. Pel [ ... ]



HIDUP SEHAT

Pola Hidup Sehat, Berpuasa Saat Ramadhan.....
16/06/2015 | Mardinal

KOPI,Sarolangun,- Puasa merupakan suatu kewajiban bagi Umat Islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt firmanNYA “ Hai orang - orang beriman [ ... ]



SERBA-SERBI

Berrybenka.com dan Bilna.com Prakarsai J.....
20/06/2015 | Yeni Herliani

KOPI - Jakarta Great Online Sale  (JGOS) sebagai bagian dari perayaan HUT DKI Jakarta ke 488, akan kembali digelar pada 22 - 30 Juni 2015. Penyelengg [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.