Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

YANG TERPINGGIRKAN
Aksi damai menolak penggusuran Komplek M.....
30/08/2015 | Ahmad Syarip

Ratusan keluarga Purnawirawan dan Warakawuri yang menamakan diri Forum Warga Mabad Bersatu (FWMB) me [ ... ]


GELORA SEPEDA
Tiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Opini Pers Terus Dilibas

Pers Terus Dilibas

 

Pers Terus Dilibas

(Sebuah Refleksi Kebebasan Pers)

Rosihan Anwar pernah bilang bahwa Indonesia tidak mengenal tradisi kebebasan pers. Pernyataan ini disampaiakan saat diskusi panel bertajuk “Refleksi Peranan dan Posisi Pers Nasional dalam 50 Tahun RI” yang ditaja PWI Pusat ditahun 1995. Rosihan Anwar merupakan pemimpin redaksi harian Pedoman, sempat rasakan pembredelan dua kali, tahun 1961 dan 1974. Pernyataan Rosihan ini semakin nyata dirasakan saat deretan kisah pembungkaman pers terus terjadi hingga hari ini.

Kisah terakhir terjadi di Riau. Wartawan “digebuk” saat meliput jatuhnya pesawat hawak 200 milik TNI AU. Tindak kekerasan dilakukan oleh oknum TNI AU yang berjaga dilokasi jatuhnya pesawat.

Coba lihat fakta kekerasan yang dialami wartawan di Riau yang belum lama terjadi ini. Dalam catatan sedikitnya ada 6 wartawan yang dianiaya petugas di lokasi jatuhnya pesawat buatan British Aerospace, Inggris tersebut. Pesawat itu jatuh pada 16 Oktober lalu, di perumahan warga RT 04/02 Dusun Becah Rimbat, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten kampar. Salah satu wartawan yang dianiaya adalah Didik Herwanto wartawan foto Riau Pos (Grup JPNN).

Akibatnya Didik mengalami luka parah di bagian telinga hingga keluarkan darah. Kamera Didik pun dirampas paksa. Peristiwa ini sempat tertangkap kamera. Didik dijatuhkan, dipukul serta dicekik. Bahkan Didik sempat ditahan di dalam mobil. Bukti video peristiwa pemukulan yang terekam kamera tentu membuat oknum TNI AU Letkol Robert Simanjuntak tak bisa mengelak lagi telah lakukan pemukulan.

Sebenarnya saat itu yang jadi korban pemukulan bukan hanya wartawan, warga-pun ada yang jadi korban pemukulan, salah satunya mahasiswa UIR. Ini sudah keluar dari pakem tugas tentara tentunya. Apapun alasannya kekerasan tidak dibenarkan oleh aturan manapun. Termasuk kekerasan terhadap wartawan. Mau jadi apa pers di Indonesia kalau dibiarkan?

Pada tahun 2003 lembaga Kajian Informasi, Pendidikan dan Penerbitan Sumatera (KIPPAS) lakukan riset pelaku kekerasan terhadap wartawan di Sumatera. Hasilnya 21 persen kekerasan terhadap wartawan dilakukan Polisi dan TNI.Sebuah angka yang cukup besar tentunya.

Fenomena kekerasan terhadap wartawan kalau boleh saya katakan merupakan satu dari sekian modus pembungkaman pers yang terjadi di Indonesia. Peristiwa demi peristiwa menyuburkan apa yang dikatakan Rosihan Anwar; Indonesia tidak mengenal tradisi kebebasan pers. Pers terus dilibas, lagi dan lagi sepanjang masa. Kekerasan wartawan, pemberedelan, penyengsoran berita, lalu apa lagi nanti?

Menyikapi pemukulan wartawan di Riau tersebut, insan pers tak tinggal diam. Kita lihat solidaritas dan kecaman demi kecaman bergulir bak bola salju yang makin membesar. Aksi unjuk rasa terjadi di berbagai daerah, tak hanya di Riau. Wartawan Purwokerto, menggelar aksi keprihatinan di halaman Gedung RRI Purwokerto. Di Padang wartawan gelar aksi teaterikal di tugu perjuangan. Aksi solidaritas juga dilaksanakan di Jakarta, Medan, Bandung, Manado, Makasar, Ambon, Pontianak, juga Jombang. Semua mengutuk kekerasan terhadap wartawan,ribuan wartawan turun ke jalan. Menuntut agar kasus ini di selesaikan bahkan meminta Letkol Robert Simanjuntak diberhentikan.

Fenomena aksi masa ini mengingatkan pada peristiwa ditahun 1994. Saat itu wartawan menentang pembungkaman pers yang dilakukan pemerintah. Hanya beda modus saja yang jadi pemicu wartawan turun ke jalan secara besar-besaran. Kalau sekarang persoalan adalah kekerasan terhadap wartawan, sedang dulu adalah pemberedelan oleh pemerintah.

Usai pemberedelan tiga mingguan berita, Tempo,majalah Editorial dan tabloid politik Detik, ribuan wartawan bahkan bukan-wartawan turun ke jalan di sedikitnya 21 kota selama lebih dari satu tahun. Atmakusumah mencatat ini adalah demontrasi terbesar dan terpanjang anti pemberedelan dalam sejarah pers di Indonesia. Ini adalah pergerakan bola salju yang digelindingkan dan dibesarkan oleh kondisi pengekangan, pembungkaman pers melalui pemberedelan oleh pemerintah.

Kenapa tidak kita ulang sekali lagi sejarah itu? Agar wartawan tak lagi jadi korban kekerasan. Sebelumnya di Padang juga terjadi kekerasan oleh oknum tentara saat meliput penggusuran warung di tepi pantai. Di Riau sendiri tahun ini juga pernah terjadi pemukulan wartawan foto Riau Pos saat meliput kericuhan di kampus UR, walau bukan aparat pelakunya tapi tetap kekerasan juga namanya. Sudah cukuplah Didik dan kawan-kawan yang terakhir.

Kalau kita tarik sejarah lahirnya pers di Indonesia, ada fakta bahwa pembungkaman pers adalah awan hitam yang terus mengikuti pers itu sendiri. Berawal pada tahun 1712 masa VOC berkuasa melarang rencana menerbitkan surat kabar pertama di Batavia. Surat kabar pertama di Negara ini baru lahir 32 tahun setelah itu. Tahun 1744 ini tonggak sejarah pers dengan munculnya surat kabar pertama Bataviasche Nouvelles en Politique.Tapi dua tahun kemudian dilarang terbit. Pertanyaan selanjutnya mau sampai kapan kita di ikuti awan hitam bernama pembungkaman pers dengan berbagai modus?

Saya berpendapat apapun bentuk pembungkaman pers harus dilawan. Pemukulan Didik dan kawan-kawan ini harus jadi titik balik pers yang bebas dari pembungkaman apapun bentuknya. Pelaku kekerasan terhadap wartawan harus ditindak tegas. UU No 40 tahun 1999 tentang kebebasan pers dalam pasal 4 ayat 2 disebutkan “Tehadap pers nasional tidak dikenakan penyengsoran, pemberedelan atau pelarangan penyiaran,”. Suatu ketentuan hukum yang sudah amat jelas. Kalau pemukulan terhadap wartawan yang sedang meliput dapat dikatakan sebagai bentuk pelarangan, maka Letkol Robert Simanjuntak dapat dikenakan sanksi Pidana dua tahun dan denda 500 juta atas pelanggaran pasal ini.

Mau tidak mau kasus ini harus diproses secara hukum agar insan pers di Indonesia tidak berkabung atas matinya kebebasan pers itu sendiri. Sekali lagi teriakan lawan kekerasan terhadap wartawan

Oleh Puput Jumantirawan

Pemimpin Umum LPM AKLaMASI UIR

 

Anggota MPR Tabrani Maamun Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMPN 7
Jumat, 28 Agustus 2015

KOPI, Pekanbaru - Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan,  merupakan kegiatan dan kewajiban bagi seorang anggota DPR/MPR-RI, empat pilar itu yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar negara 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika. Kedatangan anggota DPR/MPR RI Tabrani Maamun ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 pada hari Jum’at (28/ 8-15) untuk menerangkan kepada siswa-siswi tentang empat pilar kebangsaan. Ratusan orang siswa-siswi duduk bersimpuh di... Baca selengkapnya...

Diskannak Sarolangun Laksanakan Kegiatan Kesehatan Hewan
Jumat, 28 Agustus 2015

KOPI, Sarolangun - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sarolangun memberikan pelayanan kepada masyarakat tepatnya di Dusun Kebun Kelapa Desa Sindai Kelurahan Sukasari. Adapun pelayanan yang diberikan yakni tiga jenis pelayanan kesehatan hewan. Di antaranya, pemeriksaan penyakit dan kesehatan hewan, pemeriksaan kebuntingan pelayanan inseminasi buatan, pelayanan berbagai macam vaksinasi serta pelayanan pemberian surat keterangan... Baca selengkapnya...

Puluhan Wartawan Blitar Sesalkan Sikap Humas Pemkab
Kamis, 27 Agustus 2015

§ Humas Pemkab Blitar Tidak Tanggap terkait dalam hal publikasi gunung Kelud Blitar, KOPI - Sedikitnya 50 wartawan  Cetak, Radio mapun Televisi yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Blitar ( KWB ) menyatakan sikap Peduli terhadap keberadaan Gunung Kelud yang akhir-akhir ini memanas kembali. Hal tersebut kembali mencuat, karena Putusan Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya yang memenangkan Pemerintah Kabupaten Kediri... Baca selengkapnya...

KRPK Pertanyakan Komitmen Kejaksaan Tangani Kasus Korupsi di Blitar
Kamis, 27 Agustus 2015

§ Kejaksaan Diduga Kecipratan Dana PT.DBS Blitar, KOPI - Sejumlah aktifis anti korupsi Blitar yang tergabung dalam Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK), mendatangai Kantor Kejaksaan Negeri Blitar Kamis (27/8). Kedatangan mereka mempertanyakan keseriusan penanganan beberapa kasus korupsi yang telah dilaporkan oleh KRPK ke Kejaksaaan Negeri Blitar.   Menurut Triyanto, Ketua Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK), ada beberapa... Baca selengkapnya...

Berkolaborasi dengan Jajaran Polsek, Polresta Pekanbaru Menangkap 7 Penjahat
Kamis, 27 Agustus 2015

KOPI, Pekanbaru- Tujuh orang oknum penjahat berhasil di ringkus oleh jajaran Kapolresta Pekanbaru, mereka ada yang berprofesi spesialis (C3) Curat (Pencurian dengan Pemberatan) , Curas (Pencurian dengan kekerasan) , Curanmor (pencurian kendaraan bermotor) . Keempat orang itu melakukan perlawanan saat digerebek, petugas menembak kakinya. Hal ini diungkapkan oleh kapolresta Pekanbaru Kombes (Pol) Aries Syarief Hidayat saat ekpose dengan... Baca selengkapnya...

Kejagung : Tangkap Segera Walikota Pekanbaru Dugaan Terlibat Kasus Korupsi
Rabu, 26 Agustus 2015

KOPI, Pekanbaru – Kita mengetahui Propinsi Riau sebagai pusat kebudayaan melayu, juga pusat percontohan korupsi di Indonesia. Propinsi Riau “lumbungnya koruptor” tiga orang Gubernurnya terlibat kasus suap dan izin kehutanan, bertempat Lapas Sialang Bungkuk tersebut sudah bisa didirikan satu propinsi sudah ada mantan Gubernur, mantan Bupati, mantan kepala dinas, serta mantan anggota dewan sudah menjadi narapidana he…he… Prilaku oknum... Baca selengkapnya...

Kabag Humas Pemkab Blitar Ajarkan Wartawan Jadi Plagiat
Rabu, 26 Agustus 2015

Puguh Humas : Sudah Kami Sampaikan Melalui Website, Wartawan Tinggal Ambil Joko GPI : Jika Demikian Bubarkan Saja Humas, Karena Kami Anggap Tidak Berfungsi Blitar, KOPI - Putusan Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya yang memenangkan Pemerintah Kabupaten Kediri dalam sengketa lahan Gunung Kelud, dalam sidang PTUN Surabaya yang diketuai Hakim Anna L. Tewernusa pada tangga 12 Agustus lalu, kini berbuntut diprotesnya Pemkab... Baca selengkapnya...

INTERNASIONAL

Mesir Siap jadi yang Terdepan di Kawasan.....
20/08/2015 | Maruli Ferdinand

KOPI, Moskow - Tak lama lagi, Mesir bakal mewujudkan impiannya untuk menjadi pemimpin di kawasan Afrika Utara dalam industri nuklir. Impian ini akan t [ ... ]



NASIONAL

Cinta Produk Dalam Negeri Bisa Menyelama.....
28/08/2015 | Muhyi

KOPI, Jakarta – Nilai tukar rupiah yang semakin merosot hingga mencapai Rp. 14 ribu perdolar menjadi keprihatinan bangsa Indonesia. Kondisi ini m [ ... ]



DAERAH

Polemik Ijen Post vs HRC Ham Menjadi Per.....
30/08/2015 | Sukri

KOPI, BONDOWOSO - Pasca tersebarnya selebaran surat edaran yang ditujukan kepada HRC Ham tertanggal 19 Agustus 2015, perihal klarifikasi Tabloid Mi [ ... ]



PENDIDIKAN

Slamet: Bukan Hanya Prestasi Pembangunan.....
28/08/2015 | Mardinal

KOPI, Sarolangun - Prestasi SMAN 2 Sarolangun selama ini kerab diraih.Hal itu justeru belum memuaskan bagi Slamet Budianto, S.Pd, M.Pd selaku kepala  [ ... ]



EKONOMI

APTI 2015 Umumkan 26 Perusahaan TBK Terb.....
28/08/2015 | Yeni Herliani

KOPI - Majalah Economic Review untuk kedua kalinya menggelar Anugerah Perusahaan Terbuka (Tbk) APTI 2015, event ini terselenggara sebagai bentuk Apres [ ... ]



HANKAM

Koordinator Parkir Babak Belur Kena Kero.....
29/08/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Yang merusak nama institusi TNI, bukan dari eksternal melainkan oknum anggota TNI tersebut yang merusak nama kesatuan. ini buktinya  [ ... ]



OLAHRAGA

Turnamen Danrem Cup, Empat Tim Wilayah B.....
22/08/2015 | Tarmizi Abdul Ghani

KOPI, BIREUEN, ACEH - Empat tim dari empat kabupaten/kota di Aceh yang berada di grup C, akan berlaga dalam turnamen sepakbola Danrem 011/ LW Cup I, y [ ... ]



PARIWISATA

Tiga Taman Surga di Puncara Pujon.....
29/08/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang - Pemerintah Kabupaten Malang saat ini sedang gencar menggali segala sumber daya alam yang ada di berbagai aspek untuk meningkatkan taraf [ ... ]



HUKUM & KRIMINAL

Ini Hasil Investigasi Kabid Intelijen da.....
30/08/2015 | Ari Muzakki
article thumbnail

KOPI, JAKARTA - Berdasarkan hasil pantauan dan investigasi oleh Kabid Intelijen dan Investigasi PWRI Santos, maka berdasarkan fakta bukti-bukti yang d [ ... ]



POLITIK

KPU Kota Semarang Sampaikan LADK Pasanga.....
29/08/2015 | Sukarno

KOPI, Semarang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menyampaikan pers release Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) pada Jumat, 28 Agustus di sekre [ ... ]



OPINI

Integritas Perjalanan Pertumbuhan Kebang.....
26/08/2015 | Syaiful Anshori

KOPI - Perjalanan tegaknya suatu negara tidak terlepas dari peran seorang pemuda. Sehingga pantaslah, sebuah kalimat magis yang telah melegenda menyeb [ ... ]



PROFIL

Pejuang Kemerdekaan Tanpa Pamrih, Hanya .....
20/08/2015 | Bambang Suwarno

KOPI, Nganjuk - Siapa sangka ada lelaki tua berusia kurang lebih 93 tahun Namanya Moastro/Sarimah,hidup di Dusun Turi, Desa Nglundo,Kecamatan Sukomoro [ ... ]



SOSIAL & BUDAYA

Tari Binies, Budaya Suku Gayo.....
25/08/2015 | Syaiful Anshori

KOPI, Aceh Utara - Indonesia memiliki beraneka ragam budaya dan kesenian. Terutama di wilayah Aceh sendiri yang memiliki beraneka ragam suku dan bahas [ ... ]



ROHANI

Kapolda Lampung Lepas Keberangkatan Jema.....
21/08/2015 | Feri Agustian

KOPI, Lampung - Kapolda Lampung Brigjen Pol Drs. EDWARD SYAH PERNONG, SH.melepas calon jamaah haji keluarga besar jajaran Polda Lampung, pelepasan  [ ... ]



RESENSI

Jangan Dengerin Sendiri.....
27/04/2015 | Ug Dani
article thumbnail

Resensi Buku Judul :Jangan Dengerin Sendiri
Penulis : Naomi Angelia Sea
Tebal. : 200
Penerbit : Bukune Juli 2014
Harga. : Rp 41 [ ... ]



CERPEN & CERBUNG

Mbah Sarlan dan Gerojokan Sewu.....
24/07/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang - Bendosari adalah satu di antara Desa yang berada di Kecamatan Pujon Malang Barat dan telah di tetapkan sebagai salah satu Desa Wisata u [ ... ]



PUISI

Puisi 'Mataku Menyertaimu' Karya : Sonny.....
13/08/2015 | Sonny H.Sayangbati
article thumbnail

  ______Mataku Menyertaimu________ By:Sonny H.Sayangbati   hi kawan aku melihatmu dari jauh sungguh aku selalu khawatir tentangmu sebab aku ja [ ... ]



CURAHAN HATI

Kepala Anjungan NTB Kecewa terhadap Peng.....
24/08/2015 | Dody Muhamad

KOPI, Jakarta - Kepala Anjungan Nusa Tenggara Barat (NTB) Drs, Syahril merasa kecewa atas Sikap pengelola tiket masuk Taman Mini Indonesia Indah (TMII [ ... ]



HIBURAN

Film “Jenderal Soedirman” Tayang Se.....
25/08/2015 | Yeni Herliani

KOPI - Berangkat dari rasa penasaran dan kepedulian tentang mengapa jalan protokol di berbagai ibukota provinsi tersemat nama Jenderal Soedirman tetap [ ... ]



KULINER

McDonald’s Tingkatkan Layanan Melalui .....
01/04/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Kini menikmati McDonald’s terasa lebih nyaman dan menguntungkan dengan hadirnya layanan terbaru “Online McDelivery Cashless Promo”. Pel [ ... ]



HIDUP SEHAT

Pola Hidup Sehat, Berpuasa Saat Ramadhan.....
16/06/2015 | Mardinal

KOPI, Sarolangun - Puasa merupakan suatu kewajiban bagi Umat Islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt firmanNYA: “Hai orang-orang beriman d [ ... ]



SERBA-SERBI

Hembusan Wangi Gegerkan Warga Kelapa Saw.....
30/08/2015 | Sukri

KOPI, BONDOWOSO - Kejadian aneh yang terjadi di Dusun Kelapa Sawit, Desa Wonosari Kabupaten Bondowoso. Satu makam warga yang diduga makam almarhumah I [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.