Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

YANG TERPINGGIRKAN
Naira Tanggung Jawab Masyarakat Aceh Tim.....
12/04/2015 | Tengku Nasruddin

KOPI, ACEH TIMUR – Bocah perempuan berusia 3 tahun, Naira Azura, semakin menderita ketika divonis  [ ... ]


GELORA SEPEDA
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Opini Pers Terus Dilibas

Pers Terus Dilibas

 

Pers Terus Dilibas

(Sebuah Refleksi Kebebasan Pers)

Rosihan Anwar pernah bilang bahwa Indonesia tidak mengenal tradisi kebebasan pers. Pernyataan ini disampaiakan saat diskusi panel bertajuk “Refleksi Peranan dan Posisi Pers Nasional dalam 50 Tahun RI” yang ditaja PWI Pusat ditahun 1995. Rosihan Anwar merupakan pemimpin redaksi harian Pedoman, sempat rasakan pembredelan dua kali, tahun 1961 dan 1974. Pernyataan Rosihan ini semakin nyata dirasakan saat deretan kisah pembungkaman pers terus terjadi hingga hari ini.

Kisah terakhir terjadi di Riau. Wartawan “digebuk” saat meliput jatuhnya pesawat hawak 200 milik TNI AU. Tindak kekerasan dilakukan oleh oknum TNI AU yang berjaga dilokasi jatuhnya pesawat.

Coba lihat fakta kekerasan yang dialami wartawan di Riau yang belum lama terjadi ini. Dalam catatan sedikitnya ada 6 wartawan yang dianiaya petugas di lokasi jatuhnya pesawat buatan British Aerospace, Inggris tersebut. Pesawat itu jatuh pada 16 Oktober lalu, di perumahan warga RT 04/02 Dusun Becah Rimbat, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten kampar. Salah satu wartawan yang dianiaya adalah Didik Herwanto wartawan foto Riau Pos (Grup JPNN).

Akibatnya Didik mengalami luka parah di bagian telinga hingga keluarkan darah. Kamera Didik pun dirampas paksa. Peristiwa ini sempat tertangkap kamera. Didik dijatuhkan, dipukul serta dicekik. Bahkan Didik sempat ditahan di dalam mobil. Bukti video peristiwa pemukulan yang terekam kamera tentu membuat oknum TNI AU Letkol Robert Simanjuntak tak bisa mengelak lagi telah lakukan pemukulan.

Sebenarnya saat itu yang jadi korban pemukulan bukan hanya wartawan, warga-pun ada yang jadi korban pemukulan, salah satunya mahasiswa UIR. Ini sudah keluar dari pakem tugas tentara tentunya. Apapun alasannya kekerasan tidak dibenarkan oleh aturan manapun. Termasuk kekerasan terhadap wartawan. Mau jadi apa pers di Indonesia kalau dibiarkan?

Pada tahun 2003 lembaga Kajian Informasi, Pendidikan dan Penerbitan Sumatera (KIPPAS) lakukan riset pelaku kekerasan terhadap wartawan di Sumatera. Hasilnya 21 persen kekerasan terhadap wartawan dilakukan Polisi dan TNI.Sebuah angka yang cukup besar tentunya.

Fenomena kekerasan terhadap wartawan kalau boleh saya katakan merupakan satu dari sekian modus pembungkaman pers yang terjadi di Indonesia. Peristiwa demi peristiwa menyuburkan apa yang dikatakan Rosihan Anwar; Indonesia tidak mengenal tradisi kebebasan pers. Pers terus dilibas, lagi dan lagi sepanjang masa. Kekerasan wartawan, pemberedelan, penyengsoran berita, lalu apa lagi nanti?

Menyikapi pemukulan wartawan di Riau tersebut, insan pers tak tinggal diam. Kita lihat solidaritas dan kecaman demi kecaman bergulir bak bola salju yang makin membesar. Aksi unjuk rasa terjadi di berbagai daerah, tak hanya di Riau. Wartawan Purwokerto, menggelar aksi keprihatinan di halaman Gedung RRI Purwokerto. Di Padang wartawan gelar aksi teaterikal di tugu perjuangan. Aksi solidaritas juga dilaksanakan di Jakarta, Medan, Bandung, Manado, Makasar, Ambon, Pontianak, juga Jombang. Semua mengutuk kekerasan terhadap wartawan,ribuan wartawan turun ke jalan. Menuntut agar kasus ini di selesaikan bahkan meminta Letkol Robert Simanjuntak diberhentikan.

Fenomena aksi masa ini mengingatkan pada peristiwa ditahun 1994. Saat itu wartawan menentang pembungkaman pers yang dilakukan pemerintah. Hanya beda modus saja yang jadi pemicu wartawan turun ke jalan secara besar-besaran. Kalau sekarang persoalan adalah kekerasan terhadap wartawan, sedang dulu adalah pemberedelan oleh pemerintah.

Usai pemberedelan tiga mingguan berita, Tempo,majalah Editorial dan tabloid politik Detik, ribuan wartawan bahkan bukan-wartawan turun ke jalan di sedikitnya 21 kota selama lebih dari satu tahun. Atmakusumah mencatat ini adalah demontrasi terbesar dan terpanjang anti pemberedelan dalam sejarah pers di Indonesia. Ini adalah pergerakan bola salju yang digelindingkan dan dibesarkan oleh kondisi pengekangan, pembungkaman pers melalui pemberedelan oleh pemerintah.

Kenapa tidak kita ulang sekali lagi sejarah itu? Agar wartawan tak lagi jadi korban kekerasan. Sebelumnya di Padang juga terjadi kekerasan oleh oknum tentara saat meliput penggusuran warung di tepi pantai. Di Riau sendiri tahun ini juga pernah terjadi pemukulan wartawan foto Riau Pos saat meliput kericuhan di kampus UR, walau bukan aparat pelakunya tapi tetap kekerasan juga namanya. Sudah cukuplah Didik dan kawan-kawan yang terakhir.

Kalau kita tarik sejarah lahirnya pers di Indonesia, ada fakta bahwa pembungkaman pers adalah awan hitam yang terus mengikuti pers itu sendiri. Berawal pada tahun 1712 masa VOC berkuasa melarang rencana menerbitkan surat kabar pertama di Batavia. Surat kabar pertama di Negara ini baru lahir 32 tahun setelah itu. Tahun 1744 ini tonggak sejarah pers dengan munculnya surat kabar pertama Bataviasche Nouvelles en Politique.Tapi dua tahun kemudian dilarang terbit. Pertanyaan selanjutnya mau sampai kapan kita di ikuti awan hitam bernama pembungkaman pers dengan berbagai modus?

Saya berpendapat apapun bentuk pembungkaman pers harus dilawan. Pemukulan Didik dan kawan-kawan ini harus jadi titik balik pers yang bebas dari pembungkaman apapun bentuknya. Pelaku kekerasan terhadap wartawan harus ditindak tegas. UU No 40 tahun 1999 tentang kebebasan pers dalam pasal 4 ayat 2 disebutkan “Tehadap pers nasional tidak dikenakan penyengsoran, pemberedelan atau pelarangan penyiaran,”. Suatu ketentuan hukum yang sudah amat jelas. Kalau pemukulan terhadap wartawan yang sedang meliput dapat dikatakan sebagai bentuk pelarangan, maka Letkol Robert Simanjuntak dapat dikenakan sanksi Pidana dua tahun dan denda 500 juta atas pelanggaran pasal ini.

Mau tidak mau kasus ini harus diproses secara hukum agar insan pers di Indonesia tidak berkabung atas matinya kebebasan pers itu sendiri. Sekali lagi teriakan lawan kekerasan terhadap wartawan

Oleh Puput Jumantirawan

Pemimpin Umum LPM AKLaMASI UIR

 

Oknum Perwira Menengah TNI AL Terlibat Kasus Pencucian Uang dari Bisnis Minyak
Jumat, 22 Mei 2015

KOPI, Pekanbaru- Pengamat Ajisutisyoso menyatakan  yang merusak nama institusi TNI (Tentara Nasional Indonesia) bukan berasal dari eksternal /luar, melainkan dari internal oknum anggota TNI tersebut. Kami meminta kepada Panglima TNI oknum anggota yang terlibat bisnis terlarang, pembeking , terlibat Bandar narkoba, pemakai narkoba, criminal, disersi, bisnis pengoplosan gas elpiji, pembeking bisnis minyak CPO/ minyak mentah,dll . Tangkap dan... Baca selengkapnya...

KPK Telusuri Surat Pengaduan Sengketa Pilkada Kuansing
Kamis, 21 Mei 2015

KOPI, Jakarta – Carut marut sengketa Pilkada semasa Akil Mochtar memimpin Makamah Konstitusi (MK) dulu. Berimbas kepada pasangan calon Kepala Daerah kabupaten Kuansing yakni Mursini-Gumpita. Mantan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuansing Mursini-Gumpita, melaporkan pengusaha berinisial IP ke KPK. Kasus ini terkait dugaan suap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang pernah ditangani Akil Mochtar, sewaktu masih menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi... Baca selengkapnya...

Alumni Maroko Selenggarakan Seminar Bertema Toleransi Beragama
Kamis, 21 Mei 2015

KOPI, Jakarta - Himpunan Alumni Maroko-Indonesia (Himami) menyelenggarakan seminar dalam rangka pertemuan tahunan ke-4 Himami bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (19/05/2015). Tema utama yang diusung dalam seminar kali ini adalah seputar toleransi dan moderasi Rakyat Maroko dalam kehidupan beragama dan sosial. Seminar yang dihadiri Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, H.E. Mr. Mohamed Majdi, Konsuler Kedubes Maroko, H.E.... Baca selengkapnya...

Peringati Harkitnas, Mahasiswa Blitar Kritisi Kinerja Jokowi-JK
Rabu, 20 Mei 2015

KOPI, Blitar - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam PC.PMII dan HMI Blitar, turun kejalan mengadakan aksi unjuk rasa dan mengadakan orasi memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2015. Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti berbagai kebijakan pemerintah diantaranya pelaksanaan Pemilukada yang diwarnai money politik,profesionalitas penyelenggara Pemilu, aparat hukum yang masih melakukan jual beli hukum, dan program-program dalam pemerintahan... Baca selengkapnya...

FAM Lakukan Kegiatan Literasi di Batusangkar, Ciamis dan Bandung
Selasa, 19 Mei 2015

KOPI, Tanah Datar – Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia melakukan kegiatan literasi di tiga daerah, Ahad (17/5) kemaren. Ketiga daerah itu, adalah Kabupaten Tanah Datar -  Batusangkar (Sumatera Barat), Ciamis dan Bandung (Jawa Barat). Di Batusangkar, Pegiat FAM Indonesia Muhammad Subhan berbagi kiat menulis novel untuk kalangan pelajar dan mahasiswa di kota itu. Pelatihan tersebut digagas Lembaga Keterampilan & Pelatihan (LKP) D’Best... Baca selengkapnya...

Berakhirnya Pelarian Tiga orang Mantan Pejabat Sekwan DPRD Propinsi Riau
Selasa, 19 Mei 2015

KOPI, Pekanbaru – Mantan Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau Drs. H. M. NAZIEF SOESILA DHARMA, mantan Kabag Keuangannya ZUHANDA AGUS, SH. MH dan mantan Bendahara pengeluarannya M. NASIR. Kasus ini sudah bergulir selama empat tahun lebih yang anehnya ketiga orang tersangka ini selama empat tahun bebas padahal status tersangka sudah melekat belum juga ditahan. Akhirnya pelarian ketiga orang ini terhenti pada hari... Baca selengkapnya...

Jemper Desak KPK Segera Tangkap dan Periksa Plt Gubernur Riau Andi Rahman
Senin, 18 Mei 2015

KOPI, Jakarta – Jemper (Jaringan Pemuda Penggerak) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung KPK, Senin (18/5/2015). Puluhan orang masa Jemper dalam orasinya meminta Plt. Gubernur Arsyadjuliandi Rahman segera tangkap dan periksa oleh KPK kasus dugaan suap di SKK Migas. Saat Plt Gubernur Riau menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014. Sedangkan teman sejawatnya Sutan Bhatoegana sudah ditahan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)... Baca selengkapnya...

INTERNASIONAL

Mulai Rabu, Raja Maroko Kunjungi Senegal.....
21/05/2015 | Anggi Pratama Lalengke
article thumbnail

KOPI, Rabat - Raja Maroko HM Raja Mohammed VI akan memulai kunjungan kerja dan persahabatan ke Republik Senegal, Republik Pantai Gading dan Republik G [ ... ]



NASIONAL

Rasio Elektrifikasi Sarolangun, Baru 78 .....
19/05/2015 | Mardinal

KOPI,Sarolangun,- Ukuran Tingkat Ketersediaan Listrik di suatu daerah atau lebih dikenal dengan Rasio Elektrifikasi (RE) di Kabupaten Sarolangun [ ... ]



DAERAH

Yon 31 Grup 3 Kopassus Lakukan Kerja Bh.....
23/05/2015 | Tito Anrianto
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Dalam rangka Program Karya Bhakti TNI-AD Tahun 2015 di Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur, Batalyon 31 Grup 3 Kopassus yang m [ ... ]



PENDIDIKAN

Astaga, Riyati 10 Tahun Guru Honor di Me.....
21/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Selatpanjang Inilah potret tenaga pendidik yang mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Dikota guru PNS sudah pada senang-senang mendapat uang s [ ... ]



EKONOMI

Persis Ajak Warga Jihad di Sektor Ekonom.....
21/05/2015 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung - Persatuan Islam (Persis) mengajak warga masyarakat supaya melakukan jihad di sektor ekonomi untuk mengatasi masalah sosial karena seja [ ... ]



HANKAM

Mabes Polri Mutasi Jajaran Perwira Ting.....
15/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru- Berdasarkan telegram rahasia (TR) dari Trunojoyo I (red. Kapolri) beberapa perwira diantaranya berpangkat Komisaris Besar Polisi ( [ ... ]



OLAHRAGA

TVOne Siarkan Pertarungan Akbar Tinju Ma.....
28/04/2015 | Zohiri Kadir

KOPI, Jakarta - Penantian dan rasa penasaran panjang penggemar tinju dunia, kini mendapatkan jawaban, sebentar lagi dua pendekar kelas welter akan ber [ ... ]



PARIWISATA

Inilah 5 Besar Negara Penyumbang Kunjung.....
05/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Objek wisata di Indonesia yang terkenal yakni pulau dewata terletak di Propinsi Bali, Raja ampat, candi Borobudur, Sumatera barat t [ ... ]



HUKUM & KRIMINAL

Izin Perkebunan Diduga Illegal, Aparat D.....
22/05/2015 | Sumardi

KOPI, Aceh Timur - Aparat penegak hukum di Kabupaten Aceh Timur didesak segera menghentikan operasi perusahaan perkebunan yang izinnya cacat prose [ ... ]



POLITIK

Anggota Komisi IV DPRD Inhil, Yuliantini.....
21/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Tembilahan Carut marut dunia pendidikan di kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum juga mendapat respon dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) I [ ... ]



OPINI

Vagina Street Heboh di Dunia Maya Indone.....
26/04/2015 | Ir. Syarifuddin Simanjuntak
article thumbnail

KOPI - Dua minggu menjelang KAA ke 60 Bandung Indonesia, dunia maya dikejutkan dengan merebaknya vagina street. Lokasi persisnya terletak di Tebet Ut [ ... ]



PROFIL

Oknum Perwira Polda Riau Bertindak Berin.....
07/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Oknum aparat keamanan harusnya memberikan contoh tauladan kepada masyarakat, tidak boleh bertindak beringas dan main hakim sendiri. [ ... ]



SOSIAL & BUDAYA

OSIS MAN Simpang Ulim Bersama Posko PPWI.....
22/05/2015 | Sumardi

KOPI, Aceh Timur - Muslim Rohingya asal Myanmar dan Bangladesh kembali terdampar di Provinsi Aceh, Rabu (20/5/2015) dinihari pukul 02:20 WIB. Kali in [ ... ]



ROHANI

Sambut Trisuci Waisak 2559, Sangha Thera.....
11/05/2015 | Yeni Herliani

KOPI - Menyambut Tri Suci Wesak 2559, Sangha Theravada Indonesia menggelar tradisi “Pindapata Gema Wesak Nasional 2559”, bertempat di Taman Museum [ ... ]



RESENSI

Jangan Dengerin Sendiri.....
27/04/2015 | UG DANI
article thumbnail

Resensi Buku Judul :Jangan Dengerin Sendiri
Penulis : Naomi Angelia Sea
Tebal. : 200
Penerbit : Bukune Juli 2014
Harga. : Rp 41 [ ... ]



CERPEN & CERBUNG

Dolar Singaporeku Berserak Tiada Arti.....
27/03/2015 | Ndoro Ayu

KOPI, BATAM - "Pokoknya aku harus pergi, biar banyak uang. Aku dah malas hidup di kampung hanya begini-begini saja!" Siti bertekad dan berpikir tiba-t [ ... ]



PUISI

Namun.....
18/05/2015 | Ratu Sintanggu
article thumbnail

Aku ingin bebas, namun banyak hal yang harus kujaga
Aku ingin lepas, namun ada titik yang harus kupelihara
Aku ingin bahagia, namun ada koma yang berm [ ... ]



CURAHAN HATI

Beras Miskin bagi Warga di Kendal Tak La.....
22/05/2015 | Bastomi
article thumbnail

KOPI, Kendal - Keberhasilan Program Raskin diukur berdasarkan tingkat pencapaian indikator 6T, yaitu: tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat  [ ... ]



HIBURAN

KFC Sponsori Peluncuran Album Rio Febria.....
14/05/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Bekerjasama dengan KFC Indonesia dan Swara Sangkar Emas, Rio Febrian meluncurkan album terbarunya “Love Is”, yang digelar di KFC, Kemang, [ ... ]



KULINER

McDonald’s Tingkatkan Layanan Melalui .....
01/04/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Kini menikmati McDonald’s terasa lebih nyaman dan menguntungkan dengan hadirnya layanan terbaru “Online McDelivery Cashless Promo”. Pel [ ... ]



HIDUP SEHAT

Waspadai Penyakit Demam Berdarah.....
06/05/2015 | Mardinal

KOPI,Sarolangun,- Penyakit Demam Berdarah (DBD) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai Virus Dangue. Virus dang [ ... ]



SERBA-SERBI

Mustika Macan Loreng Jadi Incaran Pengge.....
21/05/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang - Keunikan Batu Akik terus menjadi incaran para gamstone, seiring  bermunculanya temuan-temuan bongkahan batu baru yang dijadikan bahan  [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.