Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

YANG TERPINGGIRKAN
Ketika Rasisme Dekat dengan Para Punggaw.....
26/06/2015 | Maulana Muhammad

“Il Club Più Titolato Al Mondo” merupakan sebuah ungkapan dalam bahasa Italia yang mengandung  [ ... ]


GELORA SEPEDA
Tiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Opini Mengikis Narkoba dari Aceh, Mungkinkah?

Mengikis Narkoba dari Aceh, Mungkinkah?

KOPI - Narkoba bukan lagi barang aneh di ‘Nanggroe Syariat’ Aceh.  Setiap tahun terjadi peningkatan kasus, tersangka dan barang bukti. Sepanjang tahun 2012, tercatat 999 kasus narkoba dengan 1.131 tersangka serta miliaran rupiah barang bukti.

 

Mengejutkan. Hampir setiap hari media di Aceh menyuguhi kita dengan berita tentang narkoba. Tidak nyaman memang, apalagi jika kita kaitkan dengan status Aceh yang terbalut bingkai syariat Islam.

Kasus penyalahgunaan narkoba di Aceh mengalami peningkatan yang signifikan sepanjang tahun 2012. Data dari Polda Aceh, dari 605 kasus pada 2011, meningkat menjadi 999 kasus pada 2012. Terjadi peningkatan 394 kasus atau 76 persen.

Kepolisian juga berhasil mengamankan 1.131 orang tersangka, dengan rincian 13 orang bandar, 85 pengedar dan 1.036 orang tersangka pengguna narkoba. Jumlah tersangka juga mengalami peningkatan dari 2011 yang berjumlah 864 orang.

Sedangkan barang bukti yang disita berupa ganja 5.931 kilogram dengan nilai Rp.4,7 miliar, sabu-sabu 3,57 kilogram senilai Rp.5,3 miliar, heroin 1,99 kilogram senilai Rp.1,59 miliar serta ekstasi dan putaw mencapai Rp.208,9 juta.

Tak hanya pengguna, Aceh belakangan juga dijadikan pintu masuk peredaran narkoba ke Indonesia. Berulangkali petugas Bea dan Cukai Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar berhasil menggagalkan penyeludupan sabu-sabu dari Malaysia dengan memanfaatkan jasa kurir, warga lokal.

Tak hanya itu, berita penemuan hektaran ladang ganja juga menjadi santapan harian warga Aceh, di samping tertangkapnya para kurir dengan berbagai jenis narkoba yang dibawa, termasuk status sosial mereka yang beragam.

Pertengahan tahun lalu Bireuen dan Aceh Utara sempat menjadi perhatian Badan Narkotika Nasional (BNN). Pasalnya puluhan hektare ladang ganja ditemukan di daerah pemekaran Kabupaten Aceh Utara ini. Belum lagi temuan narkotika jenis sabu-sabu di kabupaten yang sama.

Satu di antara sekian banyak news maker Bireuen dan Aceh Utara saat itu adalah M Nasir, 28 tahun, warga Dusun Lhok Drien, Desa Seumirah, Nisam, Aceh Utara. Polisi menemukan ladang ganja seluas 400 meter miliknya di desa tersebut, dengan 700 batang tanaman ganja siap untuk dipanen.

Temuan ini dilanjutkan dengan temuan berikutnya. Ahad (28/4), Tim gabungan Kepolisian Resort (Polres) Bireuen mencabut dan memusnahkan ganja di ladang seluas 1,5 hektare, di kawasan Krueng Meusagop, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen. Sayang, tidak seorangpun pelaku yang berhasil diamankan.(prohaba/29/4/2012)

 

Kok mereka mau?

MA misalnya, warga Desa Tulang, Serbajadi, Aceh Timur ini mengaku terpaksa menjadi kurir ganja karena desakan ekonomi. Pria 24 tahun yang berprofesi sebagai petani ini, mengaku mendapat bayaran menggiurkan, Rp.500 ribu untuk tiap paket yang berhasil dibawanya. Sayangnya, belum tiba ditujuan, MA terjaring razia polisi di Simpang Desa Karang Inong, Ranto Peureulak, Selasa (4/9/2012) dinihari. Padahal Nopember dia akan menikah. (prohaba/5 September 2012)

Nasib yang sama juga dialami Hanum Farida. Upah Rp.500 ribu membuat wanita 30-an tahun ini nekad membawa enam kilogram ganja ke Jakata. Mengaku disuruh seorang wanita di Aceh, Hanum terpaksa menginap di sel Mapolres Binjai, setelah tertangkap razia di kawasan Binjai. Sumatera Utara.

Kabupaten Langkat memang jadi kawasan razia polisi, khususnya terhadap kendaran yang datang dari Aceh. Dan lagi-lagi razia yang dilakukan jajaran kepolisian setempat berhasil menggagalkan penyelundupan ganja ke luar Aceh.

 

Kali ini Nurpati pelakunya.

Wanita 31 tahun asal Aceh itu kedapatan membawa 10 kilogram ganja kering, Ahad (16/12/2012), saat menumpang minibus menuju Medan. Lagi-lagi tersangka mengaku hanya sebagai kurir. Janji bayaran yang menggiurkan, menjadi alasan utama mereka nekad membawa barang terlarang tersebut.(sumutpos/17/12/2012)

 

Alternative Development

Menilik alasan para tersangka, meski terdengar klise, rasanya kita perlu segera mengoreksi program pembangunan yang diusung Pemerintah Aceh. Alasan ekonomi yang digaungkan ini membuat kita urut dada. Pasalnya, daerah yang mendapat kucuran dana hingga Rp.11,7 triliun ini tak mampu menjauhkan rakyatnya dari keterlibatan dengan narkoba, baik sebagai pengguna, terlebih sebagai pengedar dan petani.

Jika pernyataan para tersangka ini jujur, kita patut bersedih. Begitu sulitkah mencari nafkah di negeri ini? Atau memang pemerintah kita yang tidak peduli? Atau memang rakyat kita yang selalu ingin menggunakan jalan pintas?

Mungkin kita harus mengakui, semua itu tidak benar. Dan Pemerintah Aceh memang harus segera bertindak menggagas program yang berbasis kerakyatan sebagai program alternative development untuk menangkal anggapan miring tersebut.

Minimnya industri di Aceh sama artinya minim lapangan kerja yang berakibat pada tidak tertampungnya tenaga kerja produktif. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi hal ini. Tapi pada umumnya tidak berbasis kerakyatan sehingga tidak memberikan hasil yang signifikan. Lagi-lagi, mereka yang butuh ‘makan’ mengambil jalan pintas.

 

Tapi benarkah ada petani ganja? Lalu mengapa mereka memilih menanam Ganja?

Ganja (Cannabis sativa) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena zat narkotika, Tetrahidrokanabinol (THCtetra-hydro-cannabinol) yang dikandungnya dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana.

Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai dua meter. Berdaun menjari dan hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini ditemukan hampir di setiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.

Di Indonesia, ganja dibudidayakan secara ilegal di Provinsi Aceh. Biasanya ganja ditanam pada awal musim penghujan, menjelang kemarau sudah bisa dipanen hasilnya. Hasil panen ganja berupa daun beriut ranting dan bunga serta buahnya berupa biji-biji kecil. Campuran daun, ranting, bunga, dan buah yang telah dikeringkan inilah yang biasa dilinting menjadi rokok mariyuana. Kalau bunga betinanya diekstrak, akan dihasilkan damar pekat yang disebut hasyis(http://id.wikipedia.org/wiki/Ganja)

Jauh sebelum ganja masuk dalam kategori narkotika, bagi masyarakat Aceh, tanaman ini merupakan bagian dari bumbu dapur. Khususnya bagi masakan daging. Selain menjadi penyedap rasa—yang digunakan umumnya bijinya— ganja juga menjadi bahan untuk melunakkan daging yang dimasak. Kuah beulangong,nama hidangan yang menjadi masakan wajib pada setiap acara kenduri di Aceh, umumnya menggunakan bumbu yang ditambah biji ganja.

Lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI/MPU) Aceh mengeluarkan fatwa yang mengharamkan ganja, tahun 1982. Sejak itu, ganja bukan lagi bagian bumbu dapur. Haram, yang berarti tidak diizinkan dalam agama, menjadi alasan mengapa mereka meninggalkannya, di samping masuk dalam kategori narkotika dan terlarang dalam hukum negara.

Pilihan petani (jika boleh disebut demikian) untuk menanam ganja, sebenarnya tidak terlalu benar. Ganja umumnya tumbuh dengan sendirinya di Aceh, tanpa harus dibudidayakan. Meskipun ada sebagian yang membudidayakan tanaman ini. Sehingga sangat jarang pemilik ladang ganja yang berhasil diamankan aparat keamanan dalam setiap operasi pemusnahan. Bukan karena kebocoran informasi, tapi memang karena umumnya ladang ganja ini tanpa pemilik.

Logikanya begini. Dalam setiap operasi pemusnahan ladang ganja, aparat selalu melakukan pemusnahan dengan cara mencabut dan membakar tanaman haram tersebut di lokasi. Hanya beberapa batang yang dibawa ke markas sebagai barang bukti. Nah, saat dicabut, butiran biji ganja ini rontok dan menyebar di luasan areal ladang. Lalu tunggu empat sampai lima bulan ke depan, di areal yang sama akan ditemukan lagi tanaman ganja, siap panen.

Warga yang berdekatan dengan lokasi ini, yang kemudian disebut petani ganja, hapal betul dengan siklus tersebut. Tak harus merawat, yang nekad, kemudian mencoba memanen ‘anugerah alam’ Aceh. Kalau selamat, untung di depan mata. Kalau lagi sial, tertangkap saat memanen, ya bui tempatnya.


Lalu apa solusinya?

Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mengikis narkoba (ganja) dari bumi Aceh. Yang penting ada komitmen semua pihak di Aceh, dari Pemerintah Daerah, Kepolisian, hingga SKPA yang ada serta warga masyarakat Aceh sendiri.

Pertama, mengembangkan program alternative development. Mengganti tanaman ganja dengan tanaman produktif dan berusia muda, seperti kedelai, jagung, singkong, cabai, dan tanaman produktif lainnya, seperti buah naga dan rosella. Harapannya, para petani dan petani ganja kagetan ini beralih dari tanaman haram tersebut ke tanaman yang lebih produktif dan aman.

Namun pemerintah harus proaktif. Tidak sekedar memberi imbauan, apalagi ancaman. Sosialisasi, penyuluhan hingga penyediaan bantuan bibit, pupuk dan modal kerja serta dana untuk pengadaan pagar mutlak harus dilakukan. Yang terpenting, Pemerintah Aceh melalui SKPA yang ditunjuk terus-menerus melakukan pemantauan. Tidak sekedar melepaskan mereka tanpa memberi tanggungjawab apapun. Pemerintah Aceh juga harus menyediakan lembaga atau unit usaha yang siap menampung hasil panen mereka. Sehingga tidak terjadi permainan harga, apalagi sampai hasil panen membusuk, karena harga jual yang anjlok.

Kedua, dengan menempatkan warga transmigrasi asal luar Aceh di lahan eks ladang ganja. Pemahaman akan bentuk tanaman canabis sativa (ganja) yang masih minim bahkan cenderung nol ini akan dapat membantu mengikis habis tanaman haram tersebut dari bumi Aceh. Para transmigran yang umumnya petani murni ini tentu tidak akan membiarkan adanya tanaman liar yang tumbuh di sela-sela tanaman pertanian mereka.

Dengan semakin seringnya tanaman baru ganja ini dicabut, maka akan semakin cepat tanaman yang menyebabkan aparat keamanan repot dan generasi muda kita hancur, hilang dari Bumi Iskandar Muda ini.

Bagaimana Pemerintah Aceh? Solusi mana yang akan diambil? Bisa satu diantaranya, bisa juga kedua-duanya. Hanya kemauan kita semua yang menentukan apakah ini akan berhasil atau tidak.

Semoga harapan kita untuk mengikis narkoba dari Aceh bisa tercapai.

*****

 

M Arief Rahman

Wartawan Warta Aceh

Sekretaris SIWO PWI Aceh 2010-2015


 

 

Pengamat : Plin Plan, Pecat Zulkifli, Memalukan Organisasi wartawan dan Pekerja Pers
Minggu, 02 Agustus 2015

  KOPI, Pekanbaru- Pada Kamis (30/7-2015) Zulkifli melaporkan kepada Kapolres Inhu bahwa telah terjadi dugaan pemukulan wartawan pelakunya Bupati Inhu (Indragiri Hulu) Yopi Arianto. Pernyataan Zulkifli Panjaitan ini bertolak belakang dengan apa yang disampaikannya pada Kamis (30/7/15) kepada beberapa wartawan ia mengaku telah ditampar Bupati Yopi sebanyak tiga kali di depan kantor PWI Inhu.‎ "Wajah saya ditamparnya tiga kali, usai... Baca selengkapnya...

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan KPN Tanjungpinang dan KPN Batam
Sabtu, 01 Agustus 2015

KOPI, Pekanbaru- Usai sholat Jum’at (31/7-15) bertempat di aula kantor Pengadilan Tinggi Pekanbaru, Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Pekanbaru Yohannes Ether, SH. M.Hum melantik dan pengambilan sumpah Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Pinang dari Parulian Lumban Toruan kepada Jufriyadi SH, M.Hum. Serta Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Pulau Batam dari KHairul Fuad SH.M.Hum kepada Aroziduhu Waruwu, SH. M.Hum. Dalam kata sambutanya Ketua... Baca selengkapnya...

Berkas Perkara DBS Yang Dilimpahkan Ke Kejaksaan Dikembalikan Lagi
Jumat, 31 Juli 2015

§ KRPK Tuding Kejaksaan Main Mata Dengan Kepolisian KOPI, Blitar, - Kasus penipuan investasi bodong PT. Dua Belas Suku (DBS), yang mengakibatkan kerugian puluhan ribu anggota DBS hinga mencapai ratusan miliar rupiah, hingga kini penangannannya dinilai lamban. Pasalnya berkas perkara yang menjadikan kelima direksinya yakni, JF, Komisaris Utama PT. DBS, NY Komisaris,  RDR, Direktur Utama, YSK, Direktur Income dan NRR, Direktur Keuangan menjadi... Baca selengkapnya...

Pengamat : Kerjasama PT.Telkom dengan Sing Tel = Membocorkan Rahasia Negara
Jumat, 31 Juli 2015

KOPI, Jakarta – Ajisutisyoso mengatakan Menteri BUMN Rini Soemarno menyerahkan proyek E-Budgeting Telekomunikasi kepada Singapura melalui kerjasama Telkom dan Singtel (Temasek), sama sekali tidak bisa disebut sebagai langkah korporasi, namun merupakan tindakan membantu intelijen asing dalam menguasai, memata matai, dan memporak porandakan negeri ini, Dunia Intelijen barat hanya mengandalkan perangkat elektronik canggih , alat komunikasi... Baca selengkapnya...

Akhirnya Kapolda Papua diganti oleh Brigjen Paulus Waterpaw.
Kamis, 30 Juli 2015

KOPI, Jakarta- Kapolri Jendral (pol) Badrodin Haiti melakukan pencopotan terhadap Kapolda Papua Irjen Yotje Mende. Posisi Yotje digantikan Kapolda Papua Barat Brigjen Paulus Waterpaw. Kepala Bagian Penerangan Umum Div Humas Mabes Polri, Kombes Pol Suharsono, membenarkan mutasi tesebut. Ia menerangkan, pada Jumat 31 Juli 2015 akan dilaksanakan serah-terima jabatan kepada ketiga perwira tinggi itu. “Betul, besok pagi akan dilaksanakan sertijab... Baca selengkapnya...

Pemkab Blitar Mutasi 215 Eselon III, IV Dan V
Kamis, 30 Juli 2015

KOPI, Blitar - Setelah mutasi/promosi pejabat struktural terakhir dilakukan pada 28 Februari 2014 lalu, kini Pemerintah Kabupaten Blitar, kembali lakukan mutasi/promosi Pejabat Struktural sebanyak 285 PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar, yang meliputi 215 pejabat Eselon III, IV dan V, 57 Kepala Sekolah dan 13 Pengawas.   Sebanyak 285 PNS Pejabat Struktural Eselon III, IV dan V, juga Kepala Sekolah dan  Pengawas tersebut... Baca selengkapnya...

Pilkada Kabupaten Blitar Terancam Gagal
Selasa, 28 Juli 2015

KOPI, Blitar - Sampai hari terakhir pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar di KPU Kabupaten Blitar, baru pasangan Rijanto – Marhainis Urip Widodo ( Rido ) yang mendaftarkan diri. Pasangan Rido dengan dihantarkan oleh partai pengusungnya yakni, PDI Perjuangan dan Partai Gerindra juga para relawan dan tim pemenangan, secara resmi mendaftarkan diri ke kantor KPU Kabupaten Blitar pada Selasa (28/7) sekitar pukul 02.05 wib. yang... Baca selengkapnya...

INTERNASIONAL

Diskriminasi Tarif Disneyland Paris.....
30/07/2015 | Ramses Rajagukguk

KOPI - Disneyland Paris tengah menghadapi penyelidikan harga menyusul adanya tuduhan bahwa pengunjung dari Inggris dan Jerman diberikan harga paket ku [ ... ]



NASIONAL

Pengurus Pusat PPWI Kutuk Dugaan Pemukul.....
02/08/2015 | Didi Ronaldo
article thumbnail

KOPI, Bangkinang -Puluhan orang wartawan dari berbagai organisasi yaitu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar, FWK, GWI dan Komnas WI. D [ ... ]



DAERAH

Zulkifl Panjaitan Bantah Dirinya Ditampa.....
02/08/2015 | Didi Ronaldo
article thumbnail

KOPI, RENGAT- Zulkifli Panjaitan melaporkan aksi dugaan tamparan tiga kali dilakukan oleh Bupati Inhu Yopi Arianto, ia mengadukan kasus tersebut ke P [ ... ]



PENDIDIKAN

Pentingnya Tes Psikologi Bagi Siswa Dan .....
31/07/2015 | Mardinal

KOPI,Sarolangun,- Psikotes merupakan serangkaian tes yang dilakukan oleh Psikolog (profesional) untuk memberikan gambaran utuh tentang aspek psiko [ ... ]



EKONOMI

Sikap Rini Perpanjang JICT Dipertanyakan.....
30/07/2015 | Hari Soeprijanto

KOPI, JAKARTA - Pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) mempertanyakan sikap Menteri BUMN Rini Soemarno yang akan melanjutkan perpanja [ ... ]



HANKAM

Berdirinya " Media Center " Kodam Jaya.....
31/07/2015 | Hartoyoindrajaya Panggabean

KOPI - Mendukung pelaksanaan tugas untuk Kodam Jaya khususnya Penerangan, maka dibangunlah Media Center yang diresmikan oleh Pangdam Jaya/Jayakarta Ma [ ... ]



OLAHRAGA

Polres Meranti Gelar Turnament Badminton.....
14/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, SELATPANJANG - Polisi Resort (Polres) Kepulauan Meranti menggelar Open Turnamen Badminton perdana, turnamen ini diselenggarakan di Gedung Ocean  [ ... ]



PARIWISATA

Disbudparpora Bengkalis Adakan Festival .....
27/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Bengkalis – Ribuan orang wisatawan dan masyarakat pulau Rupat berbaur menyaksikan Festival Pantai Rupat tahun 2015 berlangsung selama dua  [ ... ]



HUKUM & KRIMINAL

Dirut Pelindo II Dinilai Arogan Dan Beri.....
02/08/2015 | Hari Soeprijanto

KOPI — Direktur Utama Pelindo II RJ Lino dituding memberikan keterangan bohong terkait perpanjangan konsesi dan pendapatan besar karyawan JICT seper [ ... ]



POLITIK

Cabup Oking Kampanyekan Mitigasi Bencana.....
02/08/2015 | Dona Moza

KOPI, Pesisir Barat - Calon Bupati Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Oking Ganda Miharja mengatakan, program mitigasi bencana menjadi salah satu prior [ ... ]



OPINI

Manfaat belajar dari dan melestarikan s.....
31/07/2015 | Agus Siroj Hudi

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4  [ ... ]



PROFIL

Mengenal Lebih Dekat Tri Erri Astoety, D.....
28/07/2015 | Arifin

KOPI - Prof. Drg. Tri Erri Astoety, MKes dikenal dengan keahliannya di bidang kedokteran gigi. Memahami pentingnya meningkatkan kesadaran akan masalah [ ... ]



SOSIAL & BUDAYA

Festival The 9Th China- Asean Youth Danc.....
02/08/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru- Beberapa negara Asean mempersembahkan seni tari dalam The 9 Th China- Asean Youth Dance exhibition. Ratusan orang penari berasal dar [ ... ]



ROHANI

MUI mendorong pemerintah “Untuk memben.....
01/08/2015 | Iyan Sofyan

KOPI – Menurut MUI, penyelenggaraan jaminan sosial oleh BPJS Kesehatan, terutama yang terkait dengan akad antar para pihak, tidak sesuai deng [ ... ]



RESENSI

Jangan Dengerin Sendiri.....
27/04/2015 | Ug Dani
article thumbnail

Resensi Buku Judul :Jangan Dengerin Sendiri
Penulis : Naomi Angelia Sea
Tebal. : 200
Penerbit : Bukune Juli 2014
Harga. : Rp 41 [ ... ]



CERPEN & CERBUNG

Mbah Sarlan dan Gerojokan Sewu.....
24/07/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang - Bendosari adalah satu di antara Desa yang berada di Kecamatan Pujon Malang Barat dan telah di tetapkan sebagai salah satu Desa Wisata u [ ... ]



PUISI

Bermimpi Terjaga.....
24/07/2015 | Agus Siroj Hudi
article thumbnail

  Di ranah sendiri aku bisu aku tuli... Aku sendiri  tak mengerti.... dalam kebekuan ku coba mendekati... dalam keangkuhan ku coba mengerti..... [ ... ]



CURAHAN HATI

Operasional Fee.....
28/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Jakarta Perilaku Presiden Jokowi tidak mencerminkan seorang pemimpin yang baik kenapa ingin membantu rakyat berikan “kail” jangan beri [ ... ]



HIBURAN

Rr Eka Aslyhatin Saudiyah Putri : Pili.....
30/07/2015 | Edo Jaya

    Jakarta, 30 Juli 2015- Faika Puteri salah satu penyanyi yang sedang booming lewat lagu “masih nmencintai’ memberikan pernyataan, dia lebih [ ... ]



KULINER

McDonald’s Tingkatkan Layanan Melalui .....
01/04/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Kini menikmati McDonald’s terasa lebih nyaman dan menguntungkan dengan hadirnya layanan terbaru “Online McDelivery Cashless Promo”. Pel [ ... ]



HIDUP SEHAT

Pola Hidup Sehat, Berpuasa Saat Ramadhan.....
16/06/2015 | Mardinal

KOPI, Sarolangun - Puasa merupakan suatu kewajiban bagi Umat Islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt firmanNYA: “Hai orang-orang beriman d [ ... ]



SERBA-SERBI

LMR-RI Berbagi Keceriaan dengan Memberik.....
01/08/2015 | M. Samasi

LMR-RI Berbagi Keceriaan dengan Memberikan Santunan Media: Bengkalis, 10 Juli 2015: LMR-RI (Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia) adalah sal [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.