Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDATiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Opini Mengikis Narkoba dari Aceh, Mungkinkah?

Mengikis Narkoba dari Aceh, Mungkinkah?

KOPI - Narkoba bukan lagi barang aneh di ‘Nanggroe Syariat’ Aceh.  Setiap tahun terjadi peningkatan kasus, tersangka dan barang bukti. Sepanjang tahun 2012, tercatat 999 kasus narkoba dengan 1.131 tersangka serta miliaran rupiah barang bukti.

 

Mengejutkan. Hampir setiap hari media di Aceh menyuguhi kita dengan berita tentang narkoba. Tidak nyaman memang, apalagi jika kita kaitkan dengan status Aceh yang terbalut bingkai syariat Islam.

Kasus penyalahgunaan narkoba di Aceh mengalami peningkatan yang signifikan sepanjang tahun 2012. Data dari Polda Aceh, dari 605 kasus pada 2011, meningkat menjadi 999 kasus pada 2012. Terjadi peningkatan 394 kasus atau 76 persen.

Kepolisian juga berhasil mengamankan 1.131 orang tersangka, dengan rincian 13 orang bandar, 85 pengedar dan 1.036 orang tersangka pengguna narkoba. Jumlah tersangka juga mengalami peningkatan dari 2011 yang berjumlah 864 orang.

Sedangkan barang bukti yang disita berupa ganja 5.931 kilogram dengan nilai Rp.4,7 miliar, sabu-sabu 3,57 kilogram senilai Rp.5,3 miliar, heroin 1,99 kilogram senilai Rp.1,59 miliar serta ekstasi dan putaw mencapai Rp.208,9 juta.

Tak hanya pengguna, Aceh belakangan juga dijadikan pintu masuk peredaran narkoba ke Indonesia. Berulangkali petugas Bea dan Cukai Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar berhasil menggagalkan penyeludupan sabu-sabu dari Malaysia dengan memanfaatkan jasa kurir, warga lokal.

Tak hanya itu, berita penemuan hektaran ladang ganja juga menjadi santapan harian warga Aceh, di samping tertangkapnya para kurir dengan berbagai jenis narkoba yang dibawa, termasuk status sosial mereka yang beragam.

Pertengahan tahun lalu Bireuen dan Aceh Utara sempat menjadi perhatian Badan Narkotika Nasional (BNN). Pasalnya puluhan hektare ladang ganja ditemukan di daerah pemekaran Kabupaten Aceh Utara ini. Belum lagi temuan narkotika jenis sabu-sabu di kabupaten yang sama.

Satu di antara sekian banyak news maker Bireuen dan Aceh Utara saat itu adalah M Nasir, 28 tahun, warga Dusun Lhok Drien, Desa Seumirah, Nisam, Aceh Utara. Polisi menemukan ladang ganja seluas 400 meter miliknya di desa tersebut, dengan 700 batang tanaman ganja siap untuk dipanen.

Temuan ini dilanjutkan dengan temuan berikutnya. Ahad (28/4), Tim gabungan Kepolisian Resort (Polres) Bireuen mencabut dan memusnahkan ganja di ladang seluas 1,5 hektare, di kawasan Krueng Meusagop, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen. Sayang, tidak seorangpun pelaku yang berhasil diamankan.(prohaba/29/4/2012)

 

Kok mereka mau?

MA misalnya, warga Desa Tulang, Serbajadi, Aceh Timur ini mengaku terpaksa menjadi kurir ganja karena desakan ekonomi. Pria 24 tahun yang berprofesi sebagai petani ini, mengaku mendapat bayaran menggiurkan, Rp.500 ribu untuk tiap paket yang berhasil dibawanya. Sayangnya, belum tiba ditujuan, MA terjaring razia polisi di Simpang Desa Karang Inong, Ranto Peureulak, Selasa (4/9/2012) dinihari. Padahal Nopember dia akan menikah. (prohaba/5 September 2012)

Nasib yang sama juga dialami Hanum Farida. Upah Rp.500 ribu membuat wanita 30-an tahun ini nekad membawa enam kilogram ganja ke Jakata. Mengaku disuruh seorang wanita di Aceh, Hanum terpaksa menginap di sel Mapolres Binjai, setelah tertangkap razia di kawasan Binjai. Sumatera Utara.

Kabupaten Langkat memang jadi kawasan razia polisi, khususnya terhadap kendaran yang datang dari Aceh. Dan lagi-lagi razia yang dilakukan jajaran kepolisian setempat berhasil menggagalkan penyelundupan ganja ke luar Aceh.

 

Kali ini Nurpati pelakunya.

Wanita 31 tahun asal Aceh itu kedapatan membawa 10 kilogram ganja kering, Ahad (16/12/2012), saat menumpang minibus menuju Medan. Lagi-lagi tersangka mengaku hanya sebagai kurir. Janji bayaran yang menggiurkan, menjadi alasan utama mereka nekad membawa barang terlarang tersebut.(sumutpos/17/12/2012)

 

Alternative Development

Menilik alasan para tersangka, meski terdengar klise, rasanya kita perlu segera mengoreksi program pembangunan yang diusung Pemerintah Aceh. Alasan ekonomi yang digaungkan ini membuat kita urut dada. Pasalnya, daerah yang mendapat kucuran dana hingga Rp.11,7 triliun ini tak mampu menjauhkan rakyatnya dari keterlibatan dengan narkoba, baik sebagai pengguna, terlebih sebagai pengedar dan petani.

Jika pernyataan para tersangka ini jujur, kita patut bersedih. Begitu sulitkah mencari nafkah di negeri ini? Atau memang pemerintah kita yang tidak peduli? Atau memang rakyat kita yang selalu ingin menggunakan jalan pintas?

Mungkin kita harus mengakui, semua itu tidak benar. Dan Pemerintah Aceh memang harus segera bertindak menggagas program yang berbasis kerakyatan sebagai program alternative development untuk menangkal anggapan miring tersebut.

Minimnya industri di Aceh sama artinya minim lapangan kerja yang berakibat pada tidak tertampungnya tenaga kerja produktif. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi hal ini. Tapi pada umumnya tidak berbasis kerakyatan sehingga tidak memberikan hasil yang signifikan. Lagi-lagi, mereka yang butuh ‘makan’ mengambil jalan pintas.

 

Tapi benarkah ada petani ganja? Lalu mengapa mereka memilih menanam Ganja?

Ganja (Cannabis sativa) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena zat narkotika, Tetrahidrokanabinol (THCtetra-hydro-cannabinol) yang dikandungnya dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana.

Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai dua meter. Berdaun menjari dan hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini ditemukan hampir di setiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.

Di Indonesia, ganja dibudidayakan secara ilegal di Provinsi Aceh. Biasanya ganja ditanam pada awal musim penghujan, menjelang kemarau sudah bisa dipanen hasilnya. Hasil panen ganja berupa daun beriut ranting dan bunga serta buahnya berupa biji-biji kecil. Campuran daun, ranting, bunga, dan buah yang telah dikeringkan inilah yang biasa dilinting menjadi rokok mariyuana. Kalau bunga betinanya diekstrak, akan dihasilkan damar pekat yang disebut hasyis(http://id.wikipedia.org/wiki/Ganja)

Jauh sebelum ganja masuk dalam kategori narkotika, bagi masyarakat Aceh, tanaman ini merupakan bagian dari bumbu dapur. Khususnya bagi masakan daging. Selain menjadi penyedap rasa—yang digunakan umumnya bijinya— ganja juga menjadi bahan untuk melunakkan daging yang dimasak. Kuah beulangong,nama hidangan yang menjadi masakan wajib pada setiap acara kenduri di Aceh, umumnya menggunakan bumbu yang ditambah biji ganja.

Lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI/MPU) Aceh mengeluarkan fatwa yang mengharamkan ganja, tahun 1982. Sejak itu, ganja bukan lagi bagian bumbu dapur. Haram, yang berarti tidak diizinkan dalam agama, menjadi alasan mengapa mereka meninggalkannya, di samping masuk dalam kategori narkotika dan terlarang dalam hukum negara.

Pilihan petani (jika boleh disebut demikian) untuk menanam ganja, sebenarnya tidak terlalu benar. Ganja umumnya tumbuh dengan sendirinya di Aceh, tanpa harus dibudidayakan. Meskipun ada sebagian yang membudidayakan tanaman ini. Sehingga sangat jarang pemilik ladang ganja yang berhasil diamankan aparat keamanan dalam setiap operasi pemusnahan. Bukan karena kebocoran informasi, tapi memang karena umumnya ladang ganja ini tanpa pemilik.

Logikanya begini. Dalam setiap operasi pemusnahan ladang ganja, aparat selalu melakukan pemusnahan dengan cara mencabut dan membakar tanaman haram tersebut di lokasi. Hanya beberapa batang yang dibawa ke markas sebagai barang bukti. Nah, saat dicabut, butiran biji ganja ini rontok dan menyebar di luasan areal ladang. Lalu tunggu empat sampai lima bulan ke depan, di areal yang sama akan ditemukan lagi tanaman ganja, siap panen.

Warga yang berdekatan dengan lokasi ini, yang kemudian disebut petani ganja, hapal betul dengan siklus tersebut. Tak harus merawat, yang nekad, kemudian mencoba memanen ‘anugerah alam’ Aceh. Kalau selamat, untung di depan mata. Kalau lagi sial, tertangkap saat memanen, ya bui tempatnya.


Lalu apa solusinya?

Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mengikis narkoba (ganja) dari bumi Aceh. Yang penting ada komitmen semua pihak di Aceh, dari Pemerintah Daerah, Kepolisian, hingga SKPA yang ada serta warga masyarakat Aceh sendiri.

Pertama, mengembangkan program alternative development. Mengganti tanaman ganja dengan tanaman produktif dan berusia muda, seperti kedelai, jagung, singkong, cabai, dan tanaman produktif lainnya, seperti buah naga dan rosella. Harapannya, para petani dan petani ganja kagetan ini beralih dari tanaman haram tersebut ke tanaman yang lebih produktif dan aman.

Namun pemerintah harus proaktif. Tidak sekedar memberi imbauan, apalagi ancaman. Sosialisasi, penyuluhan hingga penyediaan bantuan bibit, pupuk dan modal kerja serta dana untuk pengadaan pagar mutlak harus dilakukan. Yang terpenting, Pemerintah Aceh melalui SKPA yang ditunjuk terus-menerus melakukan pemantauan. Tidak sekedar melepaskan mereka tanpa memberi tanggungjawab apapun. Pemerintah Aceh juga harus menyediakan lembaga atau unit usaha yang siap menampung hasil panen mereka. Sehingga tidak terjadi permainan harga, apalagi sampai hasil panen membusuk, karena harga jual yang anjlok.

Kedua, dengan menempatkan warga transmigrasi asal luar Aceh di lahan eks ladang ganja. Pemahaman akan bentuk tanaman canabis sativa (ganja) yang masih minim bahkan cenderung nol ini akan dapat membantu mengikis habis tanaman haram tersebut dari bumi Aceh. Para transmigran yang umumnya petani murni ini tentu tidak akan membiarkan adanya tanaman liar yang tumbuh di sela-sela tanaman pertanian mereka.

Dengan semakin seringnya tanaman baru ganja ini dicabut, maka akan semakin cepat tanaman yang menyebabkan aparat keamanan repot dan generasi muda kita hancur, hilang dari Bumi Iskandar Muda ini.

Bagaimana Pemerintah Aceh? Solusi mana yang akan diambil? Bisa satu diantaranya, bisa juga kedua-duanya. Hanya kemauan kita semua yang menentukan apakah ini akan berhasil atau tidak.

Semoga harapan kita untuk mengikis narkoba dari Aceh bisa tercapai.

*****

 

M Arief Rahman

Wartawan Warta Aceh

Sekretaris SIWO PWI Aceh 2010-2015


 

 

Awali Tugas, Kolonel Czi Dheni Herman Lakukan Perkenalan
Sabtu, 06 Pebruari 2016

KOPI, Surabaya (04/02) - Mengawali masa dinas di Korem 084/BJ tahun 2016, Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Czi Dheni Herman memberikan Jam Komandan kepada seluruh prajurit dan PNS Korem 084/Bhaskara Jaya, yang berlangsung di Aula Bhaskara Jaya Korem 084/Bhaskara Jaya. Kesempatan pertama Danrem menceritakan riwayat masa dinas dan tugas sebelum menjabat sebagai Danrem 084/Bhaskara Jaya dengan luwes dan santai serta diselingi dengan candaan... Baca selengkapnya...

HUT Kampar Ke-66, Jefri Noer: Saya Berdoa Kampar Berkembang Lebih Baik Lagi
Jumat, 05 Pebruari 2016

KOPI, Kampar - Berbagai macam kegiatan diadakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar bersempena perayaan hari jadinya ke-66 tahun yang jatuh pada hari Sabtu (6/2-16). Pemkab Kampar mengadakan kegiatan untuk menyemarakan HUT (Hari Ulang Tahun) ke -66 tahun dengan berbagai macam perlombaan yakni Bakti sosial di berbagai kecamatan yang terdiri dari penyerahan bantuan sembako, donor darah, pengobatan massal, khitanan dan gotongroyong, jalan... Baca selengkapnya...

Kebersamaan Dandim Lamongan di Tengah Anggota
Kamis, 28 Januari 2016

KOPI, Lamongan (27/01/2016) - Memasuki minggu militer, kali ini anggota Kodim 0812 dipimpin langsung Komandan Kodim 0812/Lamongan Letkol Inf Jemz Andre R.E,S.Sos melaksanakan latihan pembinaan fisik berupa lari jalanan di sekitaran wilayah Kota Lamongan. Pada Rabu 27 Januari 2016.   Kebersamaan Dandim Lamongan Seperti yang disampaikan Komandan Kodim 0812/Lamongan bahwa kegiatan ini janganlah dianggap sebagai siksaan bagi prajurit... Baca selengkapnya...

Pencalonan Sofyan Dawood Akan Membuat Pilkada Aceh 2017 Semakin Seru
Rabu, 27 Januari 2016

KOPI, ACEH TAMIANG - Meskipun pilkada Aceh baru akan dilaksanakan pada tahun 2017 mendatang, namun saat ini mulai terlihat, satu persatu calon Pemimpin Aceh yang awalnya malu-malu menyatakan akan bertarung memperebutkan suara rakyat, kini mulai terbuka dan ini merupakan dinamika politik yang sangat baik bagi perkembangan demokrasi Aceh.     Di Warung Kopi Skala Coffe, Gampong Pango Kecamatan Ulee Kareng Kota Banda Aceh, Mantan Juru Bicara... Baca selengkapnya...

Mendagri Titip Pesan Kepada Kepala Daerah di Riau Jangan ada Monopoli Proyek
Sabtu, 23 Januari 2016

KOPI, Pekanbaru - Kunjungan Kerja (Kunker) Menteri Dalam Negeri (Mendagri)Tjahjo Kumolo ke propinsi Riau , hari Jum’ at (22/1-16) . Kunjungan kerja mendagri dihadiri oleh seluruh Bupati dan Walikota sekabupaten/kota se Riau. Unsur Muspida, Forkompimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) bertempat diruangan Serindit gedung daerah. Dari pantauan wartawan www.pewarta-indonesia.com banyak yang diungkap oleh Mendagri dari nostalgia saat buk... Baca selengkapnya...

Kejati Riau Tandatangani MoU dengan Bank Riau-Kepri
Kamis, 21 Januari 2016

KOPI, Pekanbaru - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Susdiarto Agus Praptono, SH, MH menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau kesepakatan bersama mengenai penanganan masalah hukum bidang perdata dan Tata Usaha Negara (TUN) dengan Bank Riau-Kepri hari Kamis (21/1-2016) bertempat di hotel Pangeran,Pekanbaru.   Dari Bank Riau Kepri langsung ditandatangani oleh Irvandi Gustari selaku Direktur utama. Berhubung daerah... Baca selengkapnya...

Menteri Ristek Dikti Apresiasi Pelatihan Peningkatan Kewibawaan Akademik oleh IMARC dan FEB UNDIP
Senin, 18 Januari 2016

KOPI, Semarang - Tak diduga dan tak disangka, Menteri Nasir langsung meninggalkan rombongan setelah peresmian Sekretariat ISEI Semarang. "Saya mau keatas dulu" Sebut Menteri Nasir kepada rombongan dan  beranjak pergi menuju lantai 2 mendatangi Indonesian Scopus Project.  Belakangan baru diketahui bahwa kedatangan tersebut diluar agenda selama Menteri Ristek Dikti berada di Semarang. Tempat  tersebut merupakan pelatihan penulisan jurnal... Baca selengkapnya...

DAERAHDukungan Pencalonan Irwandi Yusuf Dari T.....
06/02/2016 | Sumardi


KOPI, Aceh Tamiang
. Mantan kombatan GAM dari Aceh Tamiang menyatakan siap mendukung pencalonan Irwandi Yusuf sebagai Gubernur Aceh 2017. Hal ini disa [ ... ]



PENDIDIKANTingkatkan Ketrampilan Guru, USAID PRIOR.....
05/02/2016 | Syamsul Kamal

KOPI, Aceh Jaya - Guna meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru dalam menerapkan praktik pembelajaran yang baik dan berkualitas USAID PRIORITAS g [ ... ]



EKONOMIKeberadaan Transplanter Sangat Membantu .....
06/02/2016 | Mikhael Markus
article thumbnail

KOPI, KEDIRI - Keberadaan transplanter sebagai alat bantu di sektor pertanian, cukup terasa baik dilihat dari segi waktu maupun segi tenaga kerja. Sep [ ... ]



HANKAMTim Penilai Lomba Rumah Sehat dari Korem.....
05/02/2016 | Mikhael Markus
article thumbnail

KOPI, BOJONEGORO - Tim penilai lomba dari Korem 082/CPYJ, tiba di Kodim 0813 Bojonegoro, Jalan HOS Cokroaminoto No. 51-52 Bojonegoro dalam rangka Pen [ ... ]



OLAHRAGAEmrizal Pakis Lantik H. Amran Tambi seba.....
03/02/2016 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) propinsi Riau Emrizal Pakis melantik dan mengukuhkan H. Amran Tambi sebagai ketu [ ... ]



PARIWISATAKurnia Illahi Calon Putri Indonesia 2016.....
23/01/2016 | Didi Ronaldo

KOPI, Duri – Dukungan mengalir kepada Nia, tidak hanya dari pemerintah daerah. Tapi juga dari masyarakat dan pihak swasta, seperti Hotel Grand Zur [ ... ]



HUKUM & KRIMINALPengedar Sabu Dihadiahi Timah Panas.....
06/02/2016 | Mardinal

KOPI, Sarolangun - Satuan Narkoba Polres Sarolangun dan Polsek kota berhasil menangkap dua orang yang diduga pengedar barang haram jenis sabu barna [ ... ]



POLITIKIKAMBA Menggelar Diskusi Wawasan Kebangs.....
05/02/2016 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI, Jakarta - Kita sudah memasuki awal tahun 2016. Disana-sini terjadi kerusakan moral para pemuda. Untuk itulah Ikatan Mahasiswa Banda Aceh (IKAMBA [ ... ]



OPINITiga Mitos Keliru Tentang Menulis.....
05/02/2016 | Denni Candra

KOPI - Setiap pribadi sebenarnya mempunyai potensi serta kemampuan untuk menulis. Dalam rangkaian kisah hidup yang dijalani, setiap orang tentunya mem [ ... ]



PROFILAsisten II Walikota Sabang Hilang Tengge.....
02/02/2016 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI,Jakarta-Tidak terasa waktu terus berlalu dan kini sudah 20 tahun lamanya kapal KMP Gurita yang melanyari penyebrangan antara pelabuhan Malahayati [ ... ]



SOSIAL & BUDAYATim Penggerak PKK Kabupaten Kampar Hj. E.....
05/02/2016 | Didi Ronaldo

KOPI, Kampar - Ketua tim penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) kabupaten Kampar Hj. Eva Yuliana SE, saat memimpin rapat persiapan menyambut [ ... ]



ROHANIMaling-maling di Mesjid Kita.....
05/02/2016 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI, Jakarta - Mesjid adalah tempat utama untuk menjalankan ibadah bagi umat Islam. Dimana mesjid juga sebagai sarana pendidikan, menuntut ilmu, peny [ ... ]



RESENSIApakah Dunia Akan Lebih Baik Tanpa Islam.....
17/12/2015 | Saepullah

Judul film : Bulan Terbelah di Langit Amerika Produksi : Maxima Pictures Sutradara : Rizal Mantovani Pemain : Acha Septriasa sebagai Hanum Abimana  [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKutitip Ginjal Ini.....
07/01/2016 | Nova Ibun

KOPI - Air mukamu sudah bisa ku lihat jelas, walaupun sedikit itupun karena kau paksakan untuk membersihkannya dengan air tajin yang sengaja kau olesk [ ... ]



PUISIDaun Kawa.....
07/01/2016 | Nova Ibun

Tak pakai gula Da tiap ku pesan sepulang dari rumah keduaku di Bukittinggi, bukan rumah tetuaku, juga bukan rumah hasil wasiat buyutku, na [ ... ]



CURAHAN HATIIronis, Dua Wanita Calon TKI Asal BLK Ma.....
05/02/2016 | Maulana Hasanuddin
article thumbnail

KOPI - Jakarta, Telah ditemukan 2 orang wanita calon TKI yang telah tersesat di ibukota jakarta dalam keadaan terlantar serta amat memperihatinkan kea [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.