Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

YANG TERPINGGIRKAN
Ketika Rasisme Dekat dengan Para Punggaw.....
26/06/2015 | Maulana Muhammad

“Il Club Più Titolato Al Mondo” merupakan sebuah ungkapan dalam bahasa Italia yang mengandung  [ ... ]


GELORA SEPEDA
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

 

Inspirasi Opini Mengikis Narkoba dari Aceh, Mungkinkah?

Mengikis Narkoba dari Aceh, Mungkinkah?

KOPI - Narkoba bukan lagi barang aneh di ‘Nanggroe Syariat’ Aceh.  Setiap tahun terjadi peningkatan kasus, tersangka dan barang bukti. Sepanjang tahun 2012, tercatat 999 kasus narkoba dengan 1.131 tersangka serta miliaran rupiah barang bukti.

 

Mengejutkan. Hampir setiap hari media di Aceh menyuguhi kita dengan berita tentang narkoba. Tidak nyaman memang, apalagi jika kita kaitkan dengan status Aceh yang terbalut bingkai syariat Islam.

Kasus penyalahgunaan narkoba di Aceh mengalami peningkatan yang signifikan sepanjang tahun 2012. Data dari Polda Aceh, dari 605 kasus pada 2011, meningkat menjadi 999 kasus pada 2012. Terjadi peningkatan 394 kasus atau 76 persen.

Kepolisian juga berhasil mengamankan 1.131 orang tersangka, dengan rincian 13 orang bandar, 85 pengedar dan 1.036 orang tersangka pengguna narkoba. Jumlah tersangka juga mengalami peningkatan dari 2011 yang berjumlah 864 orang.

Sedangkan barang bukti yang disita berupa ganja 5.931 kilogram dengan nilai Rp.4,7 miliar, sabu-sabu 3,57 kilogram senilai Rp.5,3 miliar, heroin 1,99 kilogram senilai Rp.1,59 miliar serta ekstasi dan putaw mencapai Rp.208,9 juta.

Tak hanya pengguna, Aceh belakangan juga dijadikan pintu masuk peredaran narkoba ke Indonesia. Berulangkali petugas Bea dan Cukai Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar berhasil menggagalkan penyeludupan sabu-sabu dari Malaysia dengan memanfaatkan jasa kurir, warga lokal.

Tak hanya itu, berita penemuan hektaran ladang ganja juga menjadi santapan harian warga Aceh, di samping tertangkapnya para kurir dengan berbagai jenis narkoba yang dibawa, termasuk status sosial mereka yang beragam.

Pertengahan tahun lalu Bireuen dan Aceh Utara sempat menjadi perhatian Badan Narkotika Nasional (BNN). Pasalnya puluhan hektare ladang ganja ditemukan di daerah pemekaran Kabupaten Aceh Utara ini. Belum lagi temuan narkotika jenis sabu-sabu di kabupaten yang sama.

Satu di antara sekian banyak news maker Bireuen dan Aceh Utara saat itu adalah M Nasir, 28 tahun, warga Dusun Lhok Drien, Desa Seumirah, Nisam, Aceh Utara. Polisi menemukan ladang ganja seluas 400 meter miliknya di desa tersebut, dengan 700 batang tanaman ganja siap untuk dipanen.

Temuan ini dilanjutkan dengan temuan berikutnya. Ahad (28/4), Tim gabungan Kepolisian Resort (Polres) Bireuen mencabut dan memusnahkan ganja di ladang seluas 1,5 hektare, di kawasan Krueng Meusagop, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen. Sayang, tidak seorangpun pelaku yang berhasil diamankan.(prohaba/29/4/2012)

 

Kok mereka mau?

MA misalnya, warga Desa Tulang, Serbajadi, Aceh Timur ini mengaku terpaksa menjadi kurir ganja karena desakan ekonomi. Pria 24 tahun yang berprofesi sebagai petani ini, mengaku mendapat bayaran menggiurkan, Rp.500 ribu untuk tiap paket yang berhasil dibawanya. Sayangnya, belum tiba ditujuan, MA terjaring razia polisi di Simpang Desa Karang Inong, Ranto Peureulak, Selasa (4/9/2012) dinihari. Padahal Nopember dia akan menikah. (prohaba/5 September 2012)

Nasib yang sama juga dialami Hanum Farida. Upah Rp.500 ribu membuat wanita 30-an tahun ini nekad membawa enam kilogram ganja ke Jakata. Mengaku disuruh seorang wanita di Aceh, Hanum terpaksa menginap di sel Mapolres Binjai, setelah tertangkap razia di kawasan Binjai. Sumatera Utara.

Kabupaten Langkat memang jadi kawasan razia polisi, khususnya terhadap kendaran yang datang dari Aceh. Dan lagi-lagi razia yang dilakukan jajaran kepolisian setempat berhasil menggagalkan penyelundupan ganja ke luar Aceh.

 

Kali ini Nurpati pelakunya.

Wanita 31 tahun asal Aceh itu kedapatan membawa 10 kilogram ganja kering, Ahad (16/12/2012), saat menumpang minibus menuju Medan. Lagi-lagi tersangka mengaku hanya sebagai kurir. Janji bayaran yang menggiurkan, menjadi alasan utama mereka nekad membawa barang terlarang tersebut.(sumutpos/17/12/2012)

 

Alternative Development

Menilik alasan para tersangka, meski terdengar klise, rasanya kita perlu segera mengoreksi program pembangunan yang diusung Pemerintah Aceh. Alasan ekonomi yang digaungkan ini membuat kita urut dada. Pasalnya, daerah yang mendapat kucuran dana hingga Rp.11,7 triliun ini tak mampu menjauhkan rakyatnya dari keterlibatan dengan narkoba, baik sebagai pengguna, terlebih sebagai pengedar dan petani.

Jika pernyataan para tersangka ini jujur, kita patut bersedih. Begitu sulitkah mencari nafkah di negeri ini? Atau memang pemerintah kita yang tidak peduli? Atau memang rakyat kita yang selalu ingin menggunakan jalan pintas?

Mungkin kita harus mengakui, semua itu tidak benar. Dan Pemerintah Aceh memang harus segera bertindak menggagas program yang berbasis kerakyatan sebagai program alternative development untuk menangkal anggapan miring tersebut.

Minimnya industri di Aceh sama artinya minim lapangan kerja yang berakibat pada tidak tertampungnya tenaga kerja produktif. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi hal ini. Tapi pada umumnya tidak berbasis kerakyatan sehingga tidak memberikan hasil yang signifikan. Lagi-lagi, mereka yang butuh ‘makan’ mengambil jalan pintas.

 

Tapi benarkah ada petani ganja? Lalu mengapa mereka memilih menanam Ganja?

Ganja (Cannabis sativa) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena zat narkotika, Tetrahidrokanabinol (THCtetra-hydro-cannabinol) yang dikandungnya dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab). Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok mariyuana.

Tanaman semusim ini tingginya dapat mencapai dua meter. Berdaun menjari dan hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini ditemukan hampir di setiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.

Di Indonesia, ganja dibudidayakan secara ilegal di Provinsi Aceh. Biasanya ganja ditanam pada awal musim penghujan, menjelang kemarau sudah bisa dipanen hasilnya. Hasil panen ganja berupa daun beriut ranting dan bunga serta buahnya berupa biji-biji kecil. Campuran daun, ranting, bunga, dan buah yang telah dikeringkan inilah yang biasa dilinting menjadi rokok mariyuana. Kalau bunga betinanya diekstrak, akan dihasilkan damar pekat yang disebut hasyis(http://id.wikipedia.org/wiki/Ganja)

Jauh sebelum ganja masuk dalam kategori narkotika, bagi masyarakat Aceh, tanaman ini merupakan bagian dari bumbu dapur. Khususnya bagi masakan daging. Selain menjadi penyedap rasa—yang digunakan umumnya bijinya— ganja juga menjadi bahan untuk melunakkan daging yang dimasak. Kuah beulangong,nama hidangan yang menjadi masakan wajib pada setiap acara kenduri di Aceh, umumnya menggunakan bumbu yang ditambah biji ganja.

Lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI/MPU) Aceh mengeluarkan fatwa yang mengharamkan ganja, tahun 1982. Sejak itu, ganja bukan lagi bagian bumbu dapur. Haram, yang berarti tidak diizinkan dalam agama, menjadi alasan mengapa mereka meninggalkannya, di samping masuk dalam kategori narkotika dan terlarang dalam hukum negara.

Pilihan petani (jika boleh disebut demikian) untuk menanam ganja, sebenarnya tidak terlalu benar. Ganja umumnya tumbuh dengan sendirinya di Aceh, tanpa harus dibudidayakan. Meskipun ada sebagian yang membudidayakan tanaman ini. Sehingga sangat jarang pemilik ladang ganja yang berhasil diamankan aparat keamanan dalam setiap operasi pemusnahan. Bukan karena kebocoran informasi, tapi memang karena umumnya ladang ganja ini tanpa pemilik.

Logikanya begini. Dalam setiap operasi pemusnahan ladang ganja, aparat selalu melakukan pemusnahan dengan cara mencabut dan membakar tanaman haram tersebut di lokasi. Hanya beberapa batang yang dibawa ke markas sebagai barang bukti. Nah, saat dicabut, butiran biji ganja ini rontok dan menyebar di luasan areal ladang. Lalu tunggu empat sampai lima bulan ke depan, di areal yang sama akan ditemukan lagi tanaman ganja, siap panen.

Warga yang berdekatan dengan lokasi ini, yang kemudian disebut petani ganja, hapal betul dengan siklus tersebut. Tak harus merawat, yang nekad, kemudian mencoba memanen ‘anugerah alam’ Aceh. Kalau selamat, untung di depan mata. Kalau lagi sial, tertangkap saat memanen, ya bui tempatnya.


Lalu apa solusinya?

Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mengikis narkoba (ganja) dari bumi Aceh. Yang penting ada komitmen semua pihak di Aceh, dari Pemerintah Daerah, Kepolisian, hingga SKPA yang ada serta warga masyarakat Aceh sendiri.

Pertama, mengembangkan program alternative development. Mengganti tanaman ganja dengan tanaman produktif dan berusia muda, seperti kedelai, jagung, singkong, cabai, dan tanaman produktif lainnya, seperti buah naga dan rosella. Harapannya, para petani dan petani ganja kagetan ini beralih dari tanaman haram tersebut ke tanaman yang lebih produktif dan aman.

Namun pemerintah harus proaktif. Tidak sekedar memberi imbauan, apalagi ancaman. Sosialisasi, penyuluhan hingga penyediaan bantuan bibit, pupuk dan modal kerja serta dana untuk pengadaan pagar mutlak harus dilakukan. Yang terpenting, Pemerintah Aceh melalui SKPA yang ditunjuk terus-menerus melakukan pemantauan. Tidak sekedar melepaskan mereka tanpa memberi tanggungjawab apapun. Pemerintah Aceh juga harus menyediakan lembaga atau unit usaha yang siap menampung hasil panen mereka. Sehingga tidak terjadi permainan harga, apalagi sampai hasil panen membusuk, karena harga jual yang anjlok.

Kedua, dengan menempatkan warga transmigrasi asal luar Aceh di lahan eks ladang ganja. Pemahaman akan bentuk tanaman canabis sativa (ganja) yang masih minim bahkan cenderung nol ini akan dapat membantu mengikis habis tanaman haram tersebut dari bumi Aceh. Para transmigran yang umumnya petani murni ini tentu tidak akan membiarkan adanya tanaman liar yang tumbuh di sela-sela tanaman pertanian mereka.

Dengan semakin seringnya tanaman baru ganja ini dicabut, maka akan semakin cepat tanaman yang menyebabkan aparat keamanan repot dan generasi muda kita hancur, hilang dari Bumi Iskandar Muda ini.

Bagaimana Pemerintah Aceh? Solusi mana yang akan diambil? Bisa satu diantaranya, bisa juga kedua-duanya. Hanya kemauan kita semua yang menentukan apakah ini akan berhasil atau tidak.

Semoga harapan kita untuk mengikis narkoba dari Aceh bisa tercapai.

*****

 

M Arief Rahman

Wartawan Warta Aceh

Sekretaris SIWO PWI Aceh 2010-2015


 

 

Mendagri Tjahyo Kumolo : Direktur IPDN Rohil Rizka Utama Telah Gagal
Jumat, 03 Juli 2015

KOPI, Pekanbaru- Kunjungan kerja (Kunker) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo ke bumi melayu Riau , hari Jum’at (3/7-15) memimpin rapat kerja Pemerintah Propinsi Riau dengan seluruh kepala daerah kabupaten/kota (red. Bupati, Walikota) di gedung daerah. Mendagri memberi warning kepada Direktur IPDN Rohil Rizka Utama telah gagal memimpin IPDN Rokan Hilir (Rohil), Mendagripun tidak mau membeberkan kesalahan Rizka Utama kepada Insan... Baca selengkapnya...

Pembangunan Stadion Olahraga Di Nglegok Menyalahi Perencanaan
Jumat, 03 Juli 2015

Blitar, KOPI - Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Jum’at (3/7) pagi, melakukan Inspeksi Mendadak (SIDAK) ke Pembangunan Stadion Olahraga yang berada di Desa Nglegok Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, karena Pembangunan Stadion yang menghabiskan dana APBN hingga 56 milyar tersebut, kini proses pembangunannya dinilai belum maksimal. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Endar Suparno, SH.   olitisi dari PDI P ini,... Baca selengkapnya...

Badan Anggaran Rekomendasikan Bongkar Bangunan Gedung Amphi Theater
Jumat, 03 Juli 2015

Blitar, KOPI - Sementara Pembangunan Stadion Olahraga Nglegok mendapat sorotan dari Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, kini Pembangunan Gedung Amphi Theater juga tak lepas mendapat  kritikan dan teguran dari Badan Anggaran DPRD Kabupaten Blitar, bahkan direkomendasikan untuk dibongkar, karena pengerjaannya dinilai asal-asalan.   Melihat kondisi bangunan gedung Amphi Theater di Desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, tidak sesuai... Baca selengkapnya...

Presiden Jokowi Menginstruksikan : Sutiyoso Merekrut 1.000 orang Anggota BIN Baru
Jumat, 03 Juli 2015

KOPI, Jakarta- H.Sutiyoso mengatakan ia akan mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum (Ketum) Partai PKPI (Partai keadilan dan Persatuan Indonesia) bila terpilih jadi Kepala BIN sebagai penggantinya wakil ketua umum PKPI mantan Bupati Kutai Timur Isran Noor. Presiden Jokowi memanggilnya ke Istana bahwa dirinya akan segera menduduki jabatan kepala BIN (Badan Intelijen Negara) dan Jenderal Gatot Nurmantyo akan segera menjadi panglima TNI,... Baca selengkapnya...

Puluhan SK PNS Dipalsukan untuk Pengambilan Kredit di Aceh Tamiang
Jumat, 03 Juli 2015

KOPI, ACEH TAMIANG - Dikabarkan lima oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Aceh Tamiang nekad memalsukan puluhan SK para Pegawai Negeri Sipil (PNS) lainnya yang bertugas di kabupaten setempat. Menurut informasi yang dihimpun KOPI, puluhan SK para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dipalsukan tersebut, dipergunakan untuk pencairan uang kredit bank dengan jumlah belasan milyar rupiah.   "Bank yang terlibat dalam permasahan ini adalah... Baca selengkapnya...

DPR Resmi Dukung Sutiyoso Jabat Kepala BIN
Jumat, 03 Juli 2015

  KOPI, Jakarta - Ketua Umum PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia) H. Sutiyoso memenuhi panggilan ke DPR dengan menggunakan jas hitam sekitar pukul 10 pagi. Di depan anggota-anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) komisi 1 Bang Yos sapaannya menjalani Fit and Proper Test (uji kelayakan dan kepatutan) memaparkan visi dan misinya jika diterima sebagai Kepala BIN (Badan Intelijen Negara).   Fit and proper test tersebut memakan... Baca selengkapnya...

Jangan Ganggu Kerja Menteri dengan Isu Reshuffle
Kamis, 02 Juli 2015

KOPI, Jakarta – Meski reshuffle kabinet merupakan hak prerogative presiden, namun isu reshuffle terus mengemuka di tengah masyarakat. Hal ini yang perlu menjadi perhatian pemerintah, artinya apa yang sudah dilakukan dan disiapkan dan apa yang akan dieksekusi seharusnya tersosialisai kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat menilai secara balance apakah protes ataupun kritikan itu berdasar ada fakta-fakta yang benar atau hanya asumsi-asumsi.... Baca selengkapnya...

INTERNASIONAL

Dinasti Bush yakni Jeb Bush Ikut Pilpre.....
17/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Washington - Pemilihan Presiden (Pilpres) negara Amerika Serikat (AS) dijadwalkan   pada November 2016, para capres dari Partai Republik m [ ... ]



NASIONAL

Buruh dan Petani Islam Siap Bersinergi.....
02/07/2015 | Arief Piliang

KOPI, Jakarta - Gabungan Serikat Buruh Islam Indonesia (Gabsiindo) dan Serikat Tani Islam Indonesia (STII) siap bersinergi untuk membangun kesejahtera [ ... ]



DAERAH

Pedagang Menolak Andes Pindah Lokasi.....
03/07/2015 | Mardinal

KOPI,Sarolangun,- Rencana Pemindahan terminal Angkutan Desa (Andes) akibat dari Pembangunan 64 Kios yang akan dibangun di lokasi terminal Angkut [ ... ]



PENDIDIKAN

Ezytravel Gelar Buka Puasa Bersama Dan W.....
01/07/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Buka Puasa Bersama selalu menjadi moment untuk berkumpul dan silaturahmi, bukan hanya milik perorangan tapi juga korporasi, seperti halnya ev [ ... ]



EKONOMI

ADVAN Gandeng Intel, Perkuat Pasar Table.....
01/07/2015 | Arifin

KOPI - Untuk mendongkrak dinginnya pasar tablet PC lokal, ADVAN kembali menghadirkan terobosan melalui kerja sama dengan perusahaan raksasa perangkat  [ ... ]



HANKAM

Komandan Lanud Halim Perdanakusama Pecat.....
01/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Jakarta – Yang merusak nama institusi TNI (Tentara Nasional Indonesia) bukan dari eksternal melainkan  internal oknum anggota TNI tersebut. i [ ... ]



OLAHRAGA

Polres Meranti Gelar Turnament Badminton.....
14/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, SELATPANJANG - Polisi Resort (Polres) Kepulauan Meranti menggelar Open Turnamen Badminton perdana, turnamen ini diselenggarakan di Gedung Ocean  [ ... ]



PARIWISATA

Pesan Hotel Di Ezytravel Diskon Hingga 4.....
02/07/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Di bulan suci Ramadhan 1436 H, Ezytravel bersama 40 e-commerce di Indonesia ikut serta dalam event yang diselenggarakan oleh Lazada, Zalora d [ ... ]



HUKUM & KRIMINAL

Gerombolan Rampok Bersenjata Bongkar 3 M.....
04/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Rokan Hulu- Bagaimana nih komandaaaan selama bulan Ramadhan aksi perampok merajalela wilayah kerja Polda Riau, khususnya wilayah kerja Polres R [ ... ]



POLITIK

Seminar Relawan ABJ Hadirkan Tapol Papua.....
01/07/2015 | Arifin

KOPI – Kelompok Relawan Jokowi yang tergabung dalam komunitas Relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ), menggelar Seminar Nasional yang bertema “Pembebasan [ ... ]



OPINI

Renungan Tentang Korupsi Pajak.....
27/06/2015 | Subagyo

KOPI- Tulisan ini adalah pemikiran saya, renungan tentang sebuah kasus korupsi di pengadilan. Saya bukan mau adu pinter ilmu hukum, tapi adu kepekaan  [ ... ]



PROFIL

Kuartal Pertama Th 2015 Propam Polda Ri.....
06/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru Enam belas orang oknum aparat kepolisian jajaran Polda Riau dan Polres se Riau terlibat narkoba dan di pecat urai AKBP Budi Sant [ ... ]



SOSIAL & BUDAYA

Maksud Logo “Naga Merah” Hut DKI ke-.....
25/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan logo resmi HUT DKI Jakarta ke-488 Senen 22 Juni 2015 . Dalam logo yang bisa dilihat di situs resm [ ... ]



ROHANI

I’tiraf, Bukan Sekedar Pengakuan Seora.....
03/07/2015 | Nova Indra

KOPI. Menyikapi rentang waktu yang kian layu dimakan usia mayapada, tertatih bahkan melambatnya perputaran bumi, membuktikan betapa alam telah lelah m [ ... ]



RESENSI

Jangan Dengerin Sendiri.....
27/04/2015 | UG DANI
article thumbnail

Resensi Buku Judul :Jangan Dengerin Sendiri
Penulis : Naomi Angelia Sea
Tebal. : 200
Penerbit : Bukune Juli 2014
Harga. : Rp 41 [ ... ]



CERPEN & CERBUNG

Soekarno: Mien Hessels “Bunga Tulip Be.....
19/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Tiga setengah abad atau 350 tahun negara Indonesia dijajah Belanda, berbagai penderitaan rakyat Indonesia zaman penjajah dahulu. Berbagai macam [ ... ]



PUISI

Guman Penyawang.....
03/07/2015 | Agus Siroj Hudi
article thumbnail

Di antah brantah... Tatapan sinis, acuh tak lega... Senyum tepis, hindar jika dinyana... Bungkam seribu bahasa....   Diantahbrantah. [ ... ]



CURAHAN HATI

Macapat kesenian tradisional yang hampir.....
04/07/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang   Macapat adalah tembang atau puisi tradisional jawa. Tembang macapat merupakan warisan budaya yang di gunakan sebagai metode pengaj [ ... ]



HIBURAN

Konser Galang Dana, Raisa dengan Andre H.....
21/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Kuta Bali - Bersama dengan Yayasan Sole Men Indonesia yang berlokasi di Tabanan, Bali, malam ini (Sabtu, 20/6) Dua artis senior papan atas Ind [ ... ]



KULINER

McDonald’s Tingkatkan Layanan Melalui .....
01/04/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Kini menikmati McDonald’s terasa lebih nyaman dan menguntungkan dengan hadirnya layanan terbaru “Online McDelivery Cashless Promo”. Pel [ ... ]



HIDUP SEHAT

Pola Hidup Sehat, Berpuasa Saat Ramadhan.....
16/06/2015 | Mardinal

KOPI,Sarolangun,- Puasa merupakan suatu kewajiban bagi Umat Islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt firmanNYA “ Hai orang - orang beriman [ ... ]



SERBA-SERBI

Promo Sahur Sale, Ezytravel Beri Diskon .....
01/07/2015 | Arifin

KOPI - Permintaan tiket pesawat, hotel, tour dan paket di bulan puasa hampir selalu meningkat, karena lebaran menjadi moment untuk liburan baik bagi y [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.