Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Orang Tua sebagai Api Potensi Anak

KOPI - Seringkali kita mendengar mengenai keluarga sebagai tempat pendidikan pertama anak sebelum mereka mengenal dunia luar. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa karakter dari seorang anak sangat berpengaruh dari apa yang ia terima dan juga lihat di rumah. Mayoritas orang meyakini bahwa pendidikan anak yang baik itu juga berdasarkan kontribusi keluarganya. Dan oleh sebab itu, sangat diyakini bahwa upaya tepat yang keluarga perjuangkan kepada anak-anaknya akan membantu anak-anaknya sukses dalam pendidikan dan masa depan.

Menurut Dewey, pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan yang fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia. Dengan mempercayai sistem yang sudah berjalan sejak lama, tidak sedikit orang tua melepas anaknya secara penuh kepada institusi pendidikan yang menaungi anaknya. Sebuah institusi yang dipercaya memberikan pendidikan ini lantas tidak sepenuhnya berkontribusi bagi kepribadian dan juga intelektual anak. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pendidikan bukan saja masalah intelektual, namun juga emosional yang justru tidak diketahui oleh banyak orang.

Sekolah yang memberikan pendidikan bagi anak tidak memiliki wewenang sebebas dan sebesar itu dalam perkembangan anak. Dapat dilihat, masih banyak orang tua yang mendaftarkan anak-anaknya ke bimbingan belajar ataupun tempat les karena anaknya belum dapat belajar secara maksimal di sekolah. Dari hal semudah ini saja kita dapat melihat bahwa perhatian yang diberikan oleh guru yang mengajar tidak dapat tersalurkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan setiap anak, terlebih lagi masalah perkembangan emosionalnya.

Seorang ahli psikologi, Kartono, menjelaskan bahwa kenakalan pada anak terjadi karena adanya pengabaian sosial. Banyak orang tua yang meremehkan masalah ini dan sekedar menarik kesimpulan bahwa anak-anak seusia itu memang nakal. Namun orang tua juga harus cermat, apakah kenakalan yang dilakukan anaknya itu berdampak sesuatu yang positif atau justru negatif. Contohnya adalah merokok. Tentunya ini bukan tergolong kenakalan, justru merupakan masalah jika semua anak remaja merokok karena orang tua berasumsi masa itu merupakan masa nakal anak. Kenakalan ini juga akan berakibat fatal bagi pendidikan. Kenakalan yang bersumber dari pengabaian sosial ini akan membuat pendidikan anak semakin terbelakang karena mereka belum sadar pentingnya pendidikan dan orangtua tidak sadar kondisi anak yang butuh dukungan. Efek lebih lanjutnya adalah pendidikan dirasa semakin susah oleh anak dan mereka jadi malas sekolah.

Orang tua yang tidak mengawasi dan memperhatikan anaknya sejak ini akan beresiko lebih susah mengatur anaknya kelak saat beranjak. Pembentukan karakter terbaik adalah sejak dini, dan aksi yang sebaiknya dilakukan adalah antisipasi, bukan kuratif. Semakin besar anak, mereka akan semakin susah diatur, justru mereka akan memberontak. Oleh sebab itu, alangkah baiknya orang tua berperan dalam proses pertumbuhan dan pendidikan anak sejak dini.

Terdapat empat hal yang dapat dilakukan orang tua dalam membantu pendidikan anak, yaitu bertanya, mendengar, memberitahu, dan memfasilitasi. Yang pertama adalah bertanya. Sesederhana orang tua bertanya bagaimana kabar anak, bagaimana sekolah anak, bagaimana teman-teman anak, ini akan menjadi salah satu celah orang tua lebih mengenal anaknya dan anaknya akan lebih terbuka kepada orang tuanya. Kegiatan bertanya ini menjadi penting karena belum tentu semua anak mau bercerita kepada orang tuanya, bahkan ada anak yang harus dipaksa dulu baru mau bercerita kepada orang tuanya. Biasakan bertanya pada anak hingga mereka terbiasa untuk bercerita, barulah orang tua menjalankan peran mendengar. Belajar mendengar cerita anak, belajar memahami pola pikir anak. Dari kegiatan ini, orang tua akan lebih mengenal karakter anaknya dan lebih mudah untuk membenarkan karakter yang dirasa kurang baik melalui fase memberitahu. Mayoritas orang salah kaprah dalam fase memberitahu ini, dan justru yang ada adalah larangan dan hukuman. Mungkin larangan dan hukuman merupakan cara yang paling efektif untuk membuat anak jera dalam jangka pendek, tetapi tidak dalam jangka panjang. Apabila mereka sudah terlepas dari pengawasan orang tua, mereka berpotensi untuk mencoba semua larangan dan mencari kebebasan dari keterkekangan selama ini. Memberitahu lebih ke arah memberikan pemahaman akan setiap hal yang berkaitan dengan anak. Titik susahnya adalah tidak mudah memberikan pemahaman bagi anak. Apabila orang tua sudah kehabisan akal, biarkan anak mencoba dan merasakan efek negatifnya. Namun ini masih dalam bimbingan orang tua, barulah pada akhirnya orang tua mengingatkan lagi mengenai pemahaman yang semula telah dipaparkan. Yang terakhir adalah memfasilitasi. Bagian ini juga semakin banyak disalah artikan dan justru membuat anak menjadi manja. Contohnya adalah tidak bisa fokus belajar di sekolah dan tidak bisa pelajaran. Akhirnya anak meminta les tambahan dan selamanya ia tidak akan mencoba merefleksikan diri untuk fokus pada apa yang ada di depan mata. Kebanyakan orang tua justru memanjakan anaknya di tahap memfasilitasi dengan memberikan segala keinginan anak yang justru membuat mereka menjadi anak yang lemah. Orang tua yang cerdas adalah orang tua yang membatasi fasilitas yang diberikan untuk anak agar mereka belajar mengenai perjuangan dan juga pantang menyerah. Apabila di tahap mendengar mereka mengeluhkan susah belajar, orang tua dapat terus bertanya hingga ditemukan akar permasalahannya, lalu memberitahu anak bagaimana solusi terbaik untuk anak. Semuanya tidak selalu dipenuhi dengan fasilitas. Kemudian, setelah anak mulai beranjak dewasa, intensitas tahapan ini harus semakin dikurangi agar anak tidak terlalu bergantung pada orang tua dan tidak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Orang tua harus mampu mengembalikan semua pertanyaan kepada anak sehingga mereka belajar menemukan solusi mereka sendiri. Dengan demikian anak akan belajar untuk mandiri ketika emosional dan intelektual mereka sudah mulai matang.

 

 

Diharapkan orang tua dapat memberikan dukungan kepada anak sehingga dapat membantu mereka dalam pendidikannya, baik intelektual dan emosional. Anak yang dibimbing oleh orang tuanya secara tepat akan memiliki kestabilan emosional yang membuat kemampuan intelektual mereka terasah. Mereka yang stabil secara emosional tidak akan merasa kekurangan perhatian ataupun kasih sayang sehingga dapat menyerap ilmu di sekolah dengan baik. Efek kedepannya adalah mereka akan tumbuh menjadi anak yang memiliki kepribadian yang baik dan juga sukses dalam pendidikan, serta mampu menentukan masa depan. Dan yang paling penting adalah mereka juga akan berusaha berdampak bagi orang sekitar, seperti bagaimana keluarga memberikan dampak positif bagi dia. Sehingga orang tua memegang peran penting bagi masa depan anak, sebagai api yang membuka potensi pada anak.

 


Artikel Lainnya:

 

Pengamat Pilkada Jawa Timur : Ramalan, Prediksi Kofifah Terpilih sebagai Gubernur Jatim
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Jawa Timur – Pimilihan Kepala Daerah (Pilkada) propinsi Jatim pertarungan dua partai besar yaitu PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dengan PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) . Teks Foto. Peserta Pilkada Jawa Timur. (foto.net) Khofifah Indar Parawangsa kader PKB, Emil Dardak (Bupati Trenggalek) merupakan kader PDI-P. Begitu pula Saefullah Yusuf yang kerap disapa Gus Ipul politisi PKB serta Puti Soekarno (PDI-P) cucu presiden NKRI... Baca selengkapnya...

Pengamat Prediksi, Ramalan Pilkada Jawa Barat : Ridwan Kamil Terpilih sebagai Gubernur
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Jawabarat - Pencabutan nomor urut peserta calon Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2018 Propinsi Jawa Barat . KPU (Komisi Pemilihan Umum) Propinsi Jawa barat akan menggelar rapat pleno pengundian nomor urut calon gubernur Jabar malam ini pukul 19.00 di Gedung Youth Centre Sport Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda nomor 140, Kota Bandung, pada Selasa malam (13/2). Teknis pengundian kali ini berbeda dengan Pilgub sebelumnya, karena... Baca selengkapnya...

Pengamat Prediksi, Ramalan Pilkada Riau: Incumbent Terpilih Kembali
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Pekanbaru – Usai sudah penetapan nomor urut pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Periode 2018-2023. Berlangsung pada hari Selasa (13/2/2018) di Hotel Aryaduta, Pekanbaru. Rapat Pleno pencabutan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, DR. H. Nurhamin, S.Pt. MH. 1). Nomor urut Satu Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Syamsuar - Edy... Baca selengkapnya...

Surat Terbuka for Dewan Pers II: Ada Saweran Berita Tayang
Sabtu, 10 Pebruari 2018

KOPI, Pekanbaru – Salam anak negeri Merdeka…merdeka 33x , Selamat Hari Pers Nasional (HPN) . Pers Indonesia belum bebas masih terkekang. Saat ini organisasi wartawan yang diakui oleh Dewan Pers hanya Tiga organisasi Pers yakni PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia, IJTI ( Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia). Yang heranya Organisasi wartawan yang lain tidak diakui oleh Dewan Pers. Tinggi pula posisi Dewan Pers... Baca selengkapnya...

“Nyanyian” Setnov Seret Nama SBY, Ibas Terkait Proyek KTP Elektronik
Sabtu, 10 Pebruari 2018

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso menuturkan “ Diluar negeri mantan Presiden masuk penjara seperti Presiden Korea Selatan Roh Tehwu, negara Maladewa. Apakah di NKRI (Negara kesatuan Republik Indonesia) ingin mengikuti jejak negara lain bro. Tanyakan kepada rumput yang bergoyang” cakap Pengamat Ekonomi dan Politik Indonesia singkatan Pepi. Jangan lupa bro bagi-bagilah komisi duit dari proyek KTP-El tersebut. Setelah... Baca selengkapnya...

Prof Dedi, Promotori Fatia hingga raih predikat Cum Laude pada bidang Ilmu Matematika
Kamis, 08 Pebruari 2018

  KOPI, Yogyakarta - Mendengar kata matematika,  sebagian  orang langsung mengurangi volume untuk meneruskan keingintahuannya  mengenai ilmu eksak yang terpersepsikan hal yang  rumit dan rumus-rumus yang sulit pula.  Namun itu tidak berlaku dengan Fatia Fatimah, ketertarikannya pada ilmu Matematika sedari Sekolah Dasar (SD) dan dilanjutkan mengambil program doktoral pada jurusan matematika.   Alhasil ilmu matematika mengantarkanya... Baca selengkapnya...

Jumpa Pers Aliansi Mahasiswa, Pemuda Dan Rakyat Papua
Jumat, 02 Pebruari 2018

KOPI, Waena - Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat Papua melaksanakan kegiatan Jumpa Pers di Primagarden Waena Kelurahan Waena, Distrik Heram terkait dengan dinamika yang berkembang di Indonesia dan Papua khususnya Fenomena Kejadian Luar biasa (KLB) di beberapa daerah di Papua, Jumat (2/2). Kegiatan Jumpa Pers tersebut dikoordinir oleh Stenly Salamhu Sayuri (Ketua Umum) di dampingi oleh Edowardo Rumatrai (Anggota), Kornelius Mandenas... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALBuku Sejarah dari Seorang Sahabat Turki.....
15/02/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Hubungan harmonis antara Aceh dan Turki sudah ada sejak dahulu. Pada zaman Sultan AlQahar kerajaan Aceh secara resmi menjalin persahab [ ... ]



NASIONALPererat Kerjasama Bilateral Indonesia-Ma.....
14/02/2018 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta - Mounia Boucetta (Sekretaris Negara Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Kerajaan Maroko) melakukan kunjungan ke beberap [ ... ]



DAERAHDiduga Kepala Desa Sibuak Alergi LSM dan.....
22/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kampar - Tiga pilar  Pemerintahan  Demokrasi  dipilih lansung oleh Rakyat yakni : Presiden dan wakil Presiden ,  Kepala Daerah  (Red. Guber [ ... ]



PENDIDIKANAlumni ITB dan Al Azhar Kukuhkan Aliansi.....
22/02/2018 | Abdullah/YM

KOPI, Jakarta - Alumni Al Azhar dan Institute Teknologi Bandung (ITB) bersinergi membentuk Aliansi Strategis untuk  “Bangun Bangsa”, Rabu (21/0 [ ... ]



EKONOMIWamenlu Bahas Kerjasama Bilateral Dengan.....
13/02/2018 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri RI, AM Fachir, Selasa (13/02) menerima kunjungan bilateral dari Wakil Menteri Luar Negeri Maroko, Mounia B [ ... ]



HANKAMOknum TNI AL Koptu AB Berpakaian Loren.....
13/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Surabaya - Ditempat kerjanya Geng Suang menuturkan “ Yang merusak nama korp TNI (Tentara Nasional Indonesia) yakni oknum personel tersebut. S [ ... ]



OLAHRAGA30 Tahun Vakum, Porwada Jabar Kembali B.....
29/01/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Sebanyak 17 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI ) Kota-Kabupaten serta dua Pokja PWI Kota Bandung dan Gedung Sate sudah menyatakan iku [ ... ]



PARIWISATAValentine’s Gala Dinner Imlek 2569 di .....
21/02/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Program acara Valentine’s Day Gala Dinner IMLEK 2569, prosesi makan malam, serta berkumpul dengan keluarga besar, sambil menikmati [ ... ]



POLITIKKubu PPP Aceh Kembali Bersatu.....
23/02/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI, Jakarta-Beberapa waktu yang lalu PPP (Partai Persatuan Pembangunan) terjadi konflik antar pengurus. Hal ini juga berimbas hingga ke seluruh Indo [ ... ]



OPINIKetika Para Guru Mengungkapkan dengan Ju.....
19/02/2018 | Mustajib Sumba
article thumbnail

KOPI, Nusa Tenggara Timur - Sumba, “Saya belum mampu mengelola kelas dengan baik ketika anak-anak ribut. Saya jarang membuat media sendiri yang bisa [ ... ]



PROFILKilas Balik 14 Tahun Usia Facebook, Dul.....
14/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Amerika Serikat – Dulu The Facebook awalnya tampilan layar biru putih untuk kalangan mahasiswa Harvard saling berkomunikasi dan bertemu den [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAAnak diberi Nama “Fastpay” Pasangan .....
15/02/2018 | Fariz Ragil Ramadhani
article thumbnail

KOPI - Apalah arti sebuah nama, begitu kata pujangga. Hal ini tidak berlaku bagi keluarga Soebarno (43) Warga Sumberjaya Majalengka Jawa Barat. Baginy [ ... ]



ROHANIMenyambut Imlek 2569 Pengurus PSMTI Ria.....
16/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Menyambut tahun baru imlek 2569, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau menggelar kegiatan bakti sosial dengan memba [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATICuitan @kun Susi Juliana Tentang Pernik.....
18/02/2018 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, Duri – Cuitan @ akun Facebook milik Susi Juliana Simanjuntak alias Dek Yuli S, viral di medsos dan sudah dibagikan oleh ribuan orang. Isi cur [ ... ]



SERBA-SERBIBupati Kampar Azis Zainal : Skala Prior.....
22/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kampar – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) wilayah Kecamatan Bangkinang Kota, Bangkinang, [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.