Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Opini Membangun Karakter Bangsa yang Istimewa, Sebuah harapan pada Pendidikan dan Kebudayaan di Sekolah

Membangun Karakter Bangsa yang Istimewa, Sebuah harapan pada Pendidikan dan Kebudayaan di Sekolah

Bangsa yang besar, tentu membutuhkan karakter bangsa yang istimewa. Pembangunan karakter bangsa merupakan gagasan besar yang sejak awal telah dicetuskan oleh para pendiri bangsa ini. Hal tersebut didasari atas fakta, bahwa sebagai bangsa Indonesia terdiri atas beragam suku, ras, bahasa, agama, kepercayaan, dan budaya yang beragam. Keberagaman ini, membutuhkan kesamaan pandangan tentang budaya, dan karakter yang holistik sebagai bangsa. Hal ini penting, karena keragaman bisa menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, dapat menjadi sebuah kekuatan yang maha dahsyat jika dikelola dengan baik, dan di sisi lain, berpotensi menjadi pemicu terjadinya konflik, bahkan perang, dan pembunuhan jika keragaman yang ada tidak dikelola dengan baik.

Keragaman (kebhinekaan) yang dapat dikelola dengan baik diantara kita, dapat dianalogikan laksana sebuah bangunan, rumah, atau gedung. Ia dapat berdiri kokoh justru karena dibangun dari beragam unsur yang berbeda. Coba kita cermati gedung yang kita tinggali saat ini. Ia dapat berdiri kokoh justru karena dibangun dari macam-macam bahan bangunan, ada besi, pasir, kayu, semen, dan sebagainya. Apa yang bisa kita bayangkan jika gedung ini hanya dibangun dari satu unsur saja misalnya. Maka ia tak akan pernah bisa berdiri kokoh, ia akan mudah goyah dihempas oleh hembusan angin yang bertiup, bahkan tumbang jika diterpa badai topan. Oleh karena itu, kebhinekaan yang kita miliki sejak Tanah Air kita ini belum merdeka, harus kita syukuri, kita jaga, kita apresiasi, kita nikmati, dan kita rawat, agar tetap mendatangkan sebuah kekuatan yang maha dahsyat untuk mewujudkan sebuang bangsa yang berkarakter; bangsa yang memiliki kepribadian kuat yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dan filosofi dalam berbangsa dan bernegara.

Membangun Karakter Bangsa melalui Pendidikan dan Kebudayaan

Konflik yang terjadi akhir-akhir ini, menjadi isu yang hangat diberitakan. Perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), menjadi alat untuk saling menyerang satu sama lainnya. Hal ini, mungkin sebagai reaksi dari ketidaksiapan kita dengan konsep multikultural di negara kita sendiri. Kesadaran tentang multikultural yang mengakui keberagaman atau kebhinekaan, sebenarnya telah muncul sejak lama, dan untuk menghindari problem besar dari konflik SARA tersebut, maka perlu kiranya dibangun kesadaran tentang multikultural pada masayarakat kita kembali, agar tidak mudah terpecah belah akibat perbedaan yang ada.

Ideologi multikultural perlu ditanamkan sejak dini pada anak-anak kita, sehingga karakter kebangsaan yang dimiliki oleh generasi penerus tersebut kuat, dan terhindar dari perpecahan bangsa. Bila kita melihat indikator akan terjadinya perpecahan pada bangsa kita, menurut Lickona (1992), ada sepuluh tanda-tanda tersebut, yaitu: 1) meningkatnya kekerasan di kalangan remaja, 2) ketidakjujuran yang membudaya, 3) semakin tingginya rasa tidak hormat kepada orangtua, guru, dan pemimpin, 4) pengaruh peergroup terhadap tindak kekerasan, 5) meningkatnya kecurigaan, dan kebencian, 6) penggunaan bahasa yang memburuk, 7) penurunan etos kerja, 8) menurunnya rasa tanggung jawab sosial individu dan warga negara, 9) meningginya perilaku merusak diri, 10) semakin hilangnya pedoman moral. Dan ironisnya hampir semua dari sepuluh indikator tersebut telah terjadi di Indonesia, mulai dari kenakalan remaja, geng motor, korupsi, pembunuhan, rendahnya etika dan moral kita.

Pentingnya kesadaran multikultural yang telah diuraikan sebelumnya, diharapkan mampu mengurangi konflik-konflik, dan tanda-tanda kehancuran bangsa ini. Akan tetapi, untuk membangun kesadaran tentang multikultural bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kerja keras, dan tekad yang kuat untuk mampu mewujudkannya. Salah satu solusinya adalah dengan menghadirkan multikulturalisme di sekolah melalui pendidikan multikultural. Dengan pendidikan multikultural di sekolah, diharapkan karakter kebangsaan siswa/siswi (pelajar) bisa terbangun sejak dini.

Sebagaimana yang di kemukakan oleh Mahfud (2009) bahwa: “Wacana pendidikan multikultural tersebut dimaksudkan untuk merespons fenomena konflik etnis, sosial, budaya yang kerap muncul di tengah-tengah masyarakat yang berwajah multikultural. Wajah multikultural di negeri ini hingga kini ibarat api dalam sekam, yang suatu saat bisa muncul akibat suhu politik, agama, sosial budaya yang memanas, yang memungkinkan konflik tersebut muncul kembali. Tentu penyebab konflik banyak sekali tetapi kebanyakan disebabkan oleh perbedaan politik, suku, agama, ras, etnis dan budaya. Beberapa kasus yang pernah terjadi di tanah air yang melibatkan kelompok masyarakat, mahasiswa bahkan pelajar karena perbedaan pandangan sosial politik atau perbedaan SARA tersebut”

Kita harus mampu menjadikan sekolah sebagai pusat sosialisasi, dan pembudayaan nilai-nilai multikulturalis. Melalui pendekatan inilah, diharapkan bangsa Indonesia akan berhasil membentuk karakter generasi mudanya. Selanjutnya, agar peserta didik memiliki kepekaan dalam menghadapi gejala-gejala, dan masalah-masalah sosial yang berakar pada perbedaan suku, ras, agama dan tata nilai yang terjadi pada lingkungan masyarakatnya. Hal ini dapat diimplementasi baik pada substansi, maupun model pembelajaran yang mengakui dan menghormati keanekaragaman budaya.

Implementasi Pendidikan Bernilai Multikulturalisme di Sekolah

Pendidikan multikultural merupakan pendidikan yang membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan mengenal, menerima, menghargai, dan merayakan keragaman kultural. Secara spesifik, Banks (1993) menyatakan bahwa pendidikan multikultural dapat dikonsepsikan atas lima dimensi, yaitu: pertama, dimensi integrasi isi/materi (content integration). Dimensi ini berkaitan dengan upaya untuk menghadirkan aspek kultur yang ada ke ruang-ruang kelas. Kedua, dimensi konstuksi pengetahuan (knowledge construction). Pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk memahami, dan merekonstruksi berbagai kultur yang ada. Ketiga, dimensi pendidikan yang sama/adil (an equity paedagogy). Dimensi ini menyesuaikan metode pengajaran dalam rangka memfasilitasi prestasi akademik siswa yang beragam baik dari segi ras, budaya (culture) ataupun sosial (social). Keempat, dimensi pengurangan prasangka (prejudice reduction). Dan kelima, dimensi pemberdayaan budaya sekolah, dan stuktur sosial (Empowering school culture and social stucture). Dimensi ini merupakan tahap dilakukannya rekonstruksi, baik struktur sekolah, maupun kultur sekolah.

Pendidikan multikultural dalam proses implementasi di sekolah memiliki dua masalah yang paling mendasar yaitu: pertama, problem kemasyarakatan dan kedua, problem pembelajaran pendidikan mutikultural. Untuk itu, dalam proses pengimplementasian pembelajarannya, sangat perlu mengetahui dimensi-dimensi pendidikan berbasis multikulturalnya terlebih dahulu. Banks (1993) mengemukakan ada empat pendekatan yang mengintegrasikan materi pendidikan multikultural ke dalam kurikulum maupun pembelajaran di sekolah, dan bila dicermati relevan untuk diimplementasikan di Indonesia.

Pertama, pendekatan kontribusi (the contributions approach). Pendekatan ini cirinya adalah dengan memasukkan pahlawan/pahlawan dari suku bangsa/etnis, dan benda-benda budaya ke dalam pelajaran yang sesuai. Kedua, pendekatan aditif (aditif approach). Pada tahap ini dilakukan penambahan materi, konsep, tema, perspektif. Diharapkan dengan wawasan yang lebih luas tentang keragaman budaya, kehidupan, persahabatan, pengetahuan, siswa akan tumbuh menjadi orang yang inklusif, mudah menerima yang berbeda, toleran, dan menghargai orang lain.

Ketiga, pendekatan transformasi (the transformation approach). Pendekatan ini mengubah asumsi dasar kurikulum, dan menumbuhkan kompetensi dasar siswa dalam melihat konsep, isu, tema, dan problem dari beberapa perspektif, dan sudut pandang etnis. Dan keempat, pendekatan aksi sosial (the sosial action approach). Pendekatan ini mencakup semua elemen dari pendekatan transformasi, ditambah lagi komponen yang mempersyaratkan siswa membuat aksi. Tidak ketinggalan juga, kemampuan dan peran guru di dalam membawa nilai-nilai multikultural di sekolah merupakan hal yang sangat penting.

Akhirnya, dapat disimpulkan bahwa pendidikan, dan kebudayaan yang ada di sekolah harus bisa memfasilitasi proses belajar mengajar yang dapat mengubah perspektif monokultural yang esensial, penuh prasangka, dan diskriminatif, menuju kepada perspektif multikulturalis yang menghargai keragaman, dan perbedaan, toleran, dan sikap terbuka, yang pada akhirnya akan melahirkan karakter bangsa yang istimewa. Semoga…

 


Artikel Lainnya:
Artikel Lainnya:

 

Save Ekonomi Indonesia, Selamatkan NKRI
Rabu, 28 Juni 2017

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Mas Sugeng Triwardono mengatakan “ Ekonomi Indonesia ambruk, daya beli masyarakat lesu, pegawai negeri sipil (PNS/ASN) 4-5 bulan belum menerima gaji pada kuartal Januari hingga Mei 2017 kemaren. Belum lagi gaji terhutang tahun 2016 kemaren (red. Kepala Daerah) serta  tunjangan gaji yang belum diterima oleh Pegawai Negeri . Tidak ada prestasi dari Tim Ekonomi Kabinet Kerja , prestasinya menambah pinjaman... Baca selengkapnya...

Secret Report Jubir Presiden Adi Masardi
Selasa, 27 Juni 2017

KOPI, Jakarta - Kini Presiden Amerika Serikat Donald Trump, seorang pebisnis bergerak di bidang usaha property atau Real estate, entertainment, perusahaan Air line. Saya mendapat inforamsi dari luar negeri, bisnis orang nomor satu di Amerika Serikat tersebut tidak bergerak di Bidang pertambangan. Anak-anaknya dan menantunya berbisnis dalam bidang property, jasa, dan lain-lain. Zaman telah berubah.   Diduga Freefort Bermain di Balik... Baca selengkapnya...

Tradisi Hari Raya Ka Gun di Gunung Sahilan- Kampar
Senin, 26 Juni 2017

KOPI, Gunung Sahilan - Rumah adat Sompu tempat berkumpul bagi anak kemenakan satu suku Masyarakat Gunung Sahilan. Di sanalah mereka saling bermaafan dengan ninik mamak, sekaligus juga membicarakan soal masa depan suku, tanah soko, perincian uang soko. Dan disini pula tempat silaturrahim antar anak cucu, ninik mamak dengan sanak famili yang tinggal diluar Gunung Sahilan.   Lebaran Ka Gun, yaitu perayaan lebaran adat ini, dilaksanakan... Baca selengkapnya...

Dubes Maroko Bertukar Cenderamata dengan Ketum PPWI
Minggu, 25 Juni 2017

KOPI, Jakarta – Duta Besar Berkuasa Penuh Kerajaan Maroko untuk Indonesia, H.E. Mr. Oubadia Benadbellah berkenan memberikan cenderamata kepada ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, beberapa waktu lalu di kediaman resmi Dubes Maroko, Jl. Mataram No. 7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Cenderamata tersebut adalah bentuk penghargaan sang Duta Besar kepada alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu atas jasa-jasanya membantu Kedubes Maroko dalam... Baca selengkapnya...

Keluarga Lintas Atjeh Buka Bareng "Bu Lam Oen"
Jumat, 23 Juni 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Loyalitas, Solidaritas, Soliditas Dan Jiwa Korsa terus dipupuk oleh keluarga besar Lintas Atjeh, moment kebersamaan dalam meningkatkan tali silaturahmi dengan Bukber. Ada hal menakjubkan yang dilakukan keluarga Lintas Atjeh bersama anggota PPWI Aceh Selatan pada saat berbuka puasa di rumah Rahmatillah di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (22/06/2017), yang menyajikan menu buka puasa... Baca selengkapnya...

PPWI Media Grup Aceh Selatan Bagi Takjil Gratis Kepada Pengguna Jalan
Rabu, 21 Juni 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Bulan Suci Ramadhan adalah penuh berkah, semua orang, organisasi atau komunitas berlomba - lomba memanfaatkan untuk berbuat kebajikan, tak terkecuali Komunitas Persatuan, Pewarta Warga Indonesia (PPWI) DPC Aceh Selatan. Setelah sebelumnya media Lintas Atjeh dan PPWI Aceh Selatan melaksanakan buka puasa bersama dan menyantuni anak yatim piatu di Desa Lhok Ruekam, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. Kali ini kembali... Baca selengkapnya...

Sucikan Hati, Bersihkan Jiwa, Media Lintas Atjeh Santuni Dhuafa
Rabu, 21 Juni 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Dalam bulan puasa ini mari kita sucikan hati bersihkan jiwa, saling peduli dan mengasihi, masih banyak saudara kita yang butuh perhatian dan kasih sayang, terlebih kepada kaum dhuafa dan yatim piatu. Hal tersebut disampaikan oleh Pimred Lintas Aceh Ari Muzakki pada saat mengunjungi kediaman kaum dhuafa dan anak yatim piatu bersama rombongan dalam rangka buka puasa bersama dan menyantuni yatim piatu di Gampong Lhok Reukam,... Baca selengkapnya...

PENDIDIKANObrolan Santai dengan Kepsek SMK I Sei K.....
19/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pelalawan - Pak Kepsek (Kepala Sekolah) saya dengar dulu Sekolah ini milik yayasan alias swasta, kini sudah negeri bagaimana ceritanya. Betul ,  [ ... ]



EKONOMIHari ke-14, Pengunjung Jakarta Fair Menc.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Malam muda-mudi yang diadakan dalam rangka menyambut hari ulang tahun Kota DKI Jakarta yang ke-490, berhasil digelar dengan meriah di  [ ... ]



HANKAMBeri Penyuhan Hukum, Yonif PR 502 Kostra.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Kalimantan Barat - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – Malaysia Yonif Para Raider 502 Kostrad yang dipimpin oleh Letkol In [ ... ]



OLAHRAGAIni Dia Para Pemenang Wrangler True Wand.....
21/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Sebuah petualangan besar tahun ini “Wrangler True Wanderer 2017” baru saja menemukan pemenangnya. Mereka telah menunjukan bahwa m [ ... ]



PARIWISATAJakarta Fair Kemayoran Tetap Buka di Har.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

  KOPI, Jakarta - Penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2017 kini telah memasuki hari ke-15. Sebanyak 2.700 perusahaan yang tergabung dalam 1 [ ... ]



POLITIKEddy Tanjung Saudagar Minang Berebut Ku.....
27/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Hiruk pikuk  suhu perpolitikan di Bumi Melayu Riau semakin gerah, menjelang pemilu serentak tahun 2018 nanti.  Saat ini beberapa o [ ... ]



OPINIPrediksi Dr. Rizal Ramli: Anjloknya L.....
28/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Jakarta - Ditempat kerjanya, Mas Sugeng Triwardono mengatakan " Tim ekonomi Kabinet Jokowi bikin ambruk negara. Perekonomian lesu, daya beli mas [ ... ]



PROFILObrolan Santai dengan Camat Sentajo Agus.....
11/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Kuantan Singingi - Obrolan santai dengan Camat Sentajo Raya Agus Iswanto, SSTP dengan wartawan Pewarta- Indonesia di ruangan kerjanya, hari Jum [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAYoesi Ariyani Lestarikan Tari Klasik Jaw.....
28/05/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Dalam era globalisasi sekarang ini, nilai-nilai tradisi sudah mulai banyak ditinggalkan oleh masyarakat modern karena dianggap tidak s [ ... ]



ROHANIHari Raya Idul Fitri 1438 H, Yonif 115/M.....
24/06/2017 | Haes Hajuna

KOPI, ACEH SELATAN - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H, Yonif 115/ML beserta kompi-kompi jajaran Yonif 115/ML menyerahkan zakat fitra [ ... ]



RESENSIFilm Jailangkung: Dari Permainan, Beruba.....
15/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - PERMAINAN boneka jailangkung masih adakah yang memainkannya? Ada dan banyak. Ritual pemanggilan arwah sangat lumrah dilakukan. Apalagi [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATISeptember Nanti Tembilahan Tuan Rumah Wo.....
06/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Indragiri Hilir (Inhil) merupakan daerah penghasil Kopra terbesar di Asia, 432 ribu Hektare kebun Kelapa milik rakyat maupun milik  [ ... ]



SERBA-SERBISekjen IMASEPA Jabar Mengucapkan Selamat.....
25/06/2017 | Barnabas Subagio

KOPI - Bandung, Sekretaris Jenderal Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua Jawa Barat (Sekjen IMASEPA JABAR) Leonardus O. Magai mengucapkan Selamat meray [ ... ]


Other Articles

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.