Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

SILAHKAN KLIK & LIKE FANPAGE KETUA UMUM PPWI NASIONAL, WILSON LALENGKE, DI BAWAH INI UNTUK BERBAGI IDE, INFORMASI, BERDISKUSI, DAN LAIN SEBAGAINNYA...

Perempuan dan Laki-Laki dalam Relasi yang Harmonis, Mungkinkah?

KOPI - Perempuan merupakan ibu kehidupan. Dari rahim perempuanlah, kehidupan juga dilahirkan, kehidupan diperjuangkan, dan kehidupan mendapatkan hakekat dan martabat. Peradaban dunia tak bisa hidup dengan penuh kebanggaan tanpa hadirnya sosok perempuan. Nafas perempuan selalu menghadirkan kedamaian, kesejukan, dan ketentraman (Eti Nurhayati, 2012). Karena itu, Nabi Muhammad SAW menilai perempuan sebagai tiang (kehidupan) negara. Nietzsche bahkan berani menyebut seorang perempuan mempunyai kecerdasan besar. Ajaran Budha melihat ibu sebagai pura bagi kehidupan manusia. Dan para guru bijak zaman aksial (900-200 SM) mewartakan bahwa perempuan merupakan sosok pembela rasa; mengedepankan cinta, keadilan, kemanusiaan, kesederajatan, dan melampaui egoisme dan egosentrisme.

 

Disisi lain, peradaban manusia telah membuat gambaran tentang perempuan dengan cara pandang ambigu dan paradoks. Perempuan dipuja sekaligus direndahkan. Sejak kecil anak perempuan dikendalikan oleh ayah, saudara-saudara laki-laki, paman, atau walinya. Setelah dewasa perempuan dikendalikan oleh suaminya, dan jika berkarir dikendalikan oleh majikannya dan peraturan kerja yang patriarkis. Pandangan-pandangan paradoks, ambigu, sekaligus penuh dengan nuansa yang merendahkan perempuan tersebut, memperlihatkan bahwa perempuan hanya dilihat semata-mata dari aspek tubuh, seks, dan biologis. Perempuan hanya dipandang sebagai benda, barang (mata’un), dan kesenangan (mut’ah). Pandangan seperti itu jelas telah menafikan jiwa, pikiran, dan energi perempuan dan ini terjadi selama berabad-abad.

Padahal ilmu pengetahuan telah menjelaskan bahwa dalam tubuh perempuan sesungguhnya tersimpan seluruh potensi besar kemanusiaan, layaknya manusia berjenis kelamin laki-laki. Perempuan memiliki otak dan hati nurani dengan tingkat kecerdasan dan kepekaan yang relatif setara dengan laki-laki. Energi fisik perempuan juga tidak lebih lemah dari energi fisik laki-laki. Fakta dalam dunia pendidikan, ilmu pengetahuan, ekonomi, profesi, budaya, dunia spiritual, dan peradaban manusia sesungguhnya juga memperlihatkan realitas ini. Akan tetapi seluruh potensi kemanusiaan perempuan itu tenggelam atau ditenggelamkan atau dilupakan oleh dan dari pusaran sejarah sosial yang didominasi oleh dunia maskulinisme.

Bahayanya Peradaban patriarkisme bagi Perempuan

Kaum perempuan direndahkan dan ditindas, menurut Budhy Munawar Rachman (2004) terjadinya, disebabkan oleh: pertama, Ideologi patriarki dan budaya patriarki (kekuasaan kaum laki-laki), di mana laki-laki superior (penguasa perempuan) dan perempuan inferior; kedua, Faktor struktur hukum yang meliputi substansi hukum (berisi semua peraturan perundang-undangan) baik tertulis maupun tidak tertulis yang berlaku bagi lembaga tinggi negara maupun warga negara, struktur hukum (penegak hukum, polisi, jaksa, hakim, pengacara dan prosedur penegakannya), budaya hukum yang masih memposisikan perempuan sebagai manusia kelas dua (the second class); dan ketiga, Faktor interpretasi agama dan budaya yang kurang tepat, sehingga memposisikan perempuan secara tidak adil dan bias gender.

Hal senada juga disampaikan oleh Siti Musdah Mulia, yang melihat penyebab ketidakadilan gender terhadap perempuan terjadi disebabkan tiga faktor utama, yaitu: pertama, dominasi budaya patriaki; kedua, interpretasi ajaran agama sangat didominasi pandangan yang bias gender dan bias patriaki; dan ketiga, hegemoni negara yang begitu dominan. Melihat analisis dari para pakar terhadap latar belakang terjadinya bias kesetaraan hubungan perempuan dan laki-laki tersebut, lebih banyak didasari oleh ideologi patriarki dan budaya patriarki yang ada di tengah-tengah masyarakat. Konsep patriarki sendiri berbeda dengan patrilinial. Patrilinial diartikan sebagai budaya di mana masyarakatnya mengikuti garis laki-laki seperti anak bergaris keturunan ayah, contohnya Habsah Khalik; Khalik adalah nama ayah dari Habsah. Sementara patriarki memiliki makna lain yang secara harfiah berarti “kekuasaan bapak” (role of the father) atau “partiakh” yang ditujukan untuk pelabelan sebuah “keluarga yang dikuasai oleh kaum laki-laki”.

Secara terminologi kata patriarki digunakan untuk pemahaman kekuasaan laki-laki, hubungan kekuasaan dengan apa laki-laki menguasai perempuan, serta sistem yang membuat perempuan tetap dikuasai melalui bermacam-macam cara. Ironisnya, norma-norma moral, sosial dan hukum pun lebih banyak memberi hak kepada kaum laki-laki dari pada kaum perempuan, justru karena alasan bahwa kaum laki-laki memang lebih bernilai secara publik dari pada perempuan. Dalam perkembangannya patriarki ini sekarang telah menjadi istilah terhadap semua sistem kekeluargaan maupun sosial, politik dan keagamaan yang merendahkan, bahkan menindas kaum perempuan mulai dari lingkungan rumah tangga hingga masyarakat.

Agenda untuk Mengakhiri Sistem yang Tidak Adil bagi Perempuan

Bias kesetaraan hubungan perempuan dan laki-laki yang berujung pada sistem yang memposisikan perempuan secara tidak adil, sudah selayaknya diakhiri. Dan menurut Mansoer Fakih (1996: 64) ada beberapa agenda untuk mengakhiri sistem yang tidak adil bagi perempuan, yaitu: pertama, melawan hegemoni yang merendahkan perempuan dengan melakukan dekonstruksi terhadap tafsiran agama; kedua, perlu kajian-kajian kritis untuk mengakhiri bias dan dominasi laki-laki dalam penafsiran agama; dan ketiga, perlu dilakukan terus menerus counter ideology dan counter hegemony.

Agenda besar dalam rangka mengakhiri biar gender tersebut, sudah semestinya dikerjakan secara bersama-sama dengan penuh kesungguhan. Kekeliruan dalam menafsirkan dalil-dalil agama harus dihilangkan dengan upaya mempertanyakan gagasan besar, seperti kedudukan perempuan dalam hirarki agama dan organisasi keagamaan, sampai yang dianggap kecil, seperti pembagian kerja dalam rumah tangga. Kajian kritis dengan mengkombinasikan studi, penelitian, investigasi, analisis sosial, pendidikan, serta aksi advokasi untuk membahas isu perempuan, termasuk menciptakan kemungkinan bagi kaum perempuan untuk membuat, mengontrol dan menggunakan pengetahuan mereka sendiri, sudah sepantasnya dikembangkan. Counter ideology dan counter hegemony harus menjadi tekad kita bersama demi memuliakan posisi perempuan sebagai ibu kehidupan.

Terakhir, kita semua harus punya kesimpulan yang sama bahwa perempuan dan laki-laki telah diberi potensi yang sama untuk dapat berkiprah dan beramal secara sinergis dalam asas kemitraan, kerja sama, saling tolong menolong, saling mendukung, saling memberi penguatan dalam suatu kehidupan di masyarakat (QS.Al-Nisa [4]: 7, 32-34,155). Pola kehidupan sinergis itu sudah menjadi sunnatullah dalam setiap komunitas, kurun, dan generasi manusia karena Allah menciptakan kemanusiaan manusia yang saling bergantung (interdependency), saling berhubungan (interconnection), dan saling melengkapi (intercomplementary). Tidak ada seorang manusiapun yang sempurna, lahir, dan dapat hidup sendiri, tanpa kehadiran manusia lain (QS Al-Nisa [4]:1; QS Al-A’raf [7]:189 ).

Allah telah merencanakan bahwa antara perempuan dan laki-laki terdapat perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan. Apabila Allah telah menciptakan berbagai organ yang berbeda dalam satu tubuh manusia, seperti telinga, mata, mulut, tangan, kaki, dan lain-lain dalam bentuk dan fungsi yang berbeda, bukanlah berarti bahwa Allah telah mengutamakan satu organ dari organ lainnya (Eti Nurhayati, 2012). Seperti saat mata difungsikan, tidak berarti mengutamakan mata dari organ tubuh lainnya, dan boleh memperlakukan semena-mena terhadap organ tubuh lainnya, karena semua organ tubuh yang berbeda itu berfungsi sesuai dengan karakteristiknya masing-masing, dan masing-masing organ tidak dapat berfungsi sendiri-sendiri, tetapi saling berkaitan untuk melahirkan kehidupan.

Dengan demikian, setiap organ yang berbeda itu harus bersinergi untuk menopang kehidupan dan memenuhi hajat manusia. Analogi tersebut harus digunakan untuk memahami eksistensi perbedaan yang ada pada kita, perempuan dan laki-laki. Perbedaan yang terdapat pada eksistensi perempuan dan laki-laki sama sekali tidak mengindikasikan yang satu menduduki posisi lebih unggul dan penting, dan boleh memperlakukan dengan kejam, tidak adik dan menindas terhadap yang lain. Kesempuraan eksistensi manusia “hanya” terjadi pada perpaduan sinergis antara perempuan dan laki-laki dalam relasi yang harmonis. Semoga..


Artikel Lainnya:
Artikel Lainnya:

 

Solidaritas Aksi Masyarakat Papua: Stop Kriminalisasi terhadap Gubernur Papua
Rabu, 20 September 2017

KOPI, Jayapura - Dalam hal diskriminalisasi terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP.MH, pasca dipanggilnya beliau oleh Penyidik Bareskrim Polri terkait dugaan tindak pidana korupsi penggunaan anggaran pendidikan berupa beasiswa di Luar Negeri, Solidaritas Aksi Masyarakat Papua melakukan protes keras. Ribuan massa berkumpul dan berdemo menyampaikan tuntutan mereka di depan Kantor Gubernur Papua, Selasa, 19 September 2017.   Beberapa... Baca selengkapnya...

Dalam Rangka HUT TNI Ke - 72, Kodim Aceh Selatan Sumbangkan Setetes Darah untuk Bangsa
Rabu, 20 September 2017

KOPI, Aceh Selatan - Sederet rangkaian kegiatan menjelang peringatan HUT TNI ke - 72 tahun 2017, Kodim 0107/Aceh Selatan menyelenggarakan kegiatan sosial donor darah yang dipusatkan di Makodim Aceh Selatan Desa Lhok Bengkuang Timur Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (19/09/2017). Kegiatan donor darah mengikutsertakan prajurit TNI dari Kodim 0107/Asel dan Yonif 115/Macan Lauser, Polres Asel dan Persit KCK cabang XXIX Kodim Aceh... Baca selengkapnya...

Kepala BNNK Asel : TNI Merupakan Garda Terdepan Cegah Masuk Narkoba Ke Wilayah NKRI
Rabu, 20 September 2017

KOPI, Aceh Selatan - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Asel dalam rangka melaksanakan program P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) bekerjasama dengan Kodim 0107/Aceh Selatan melakukan kegiatan cek urine terhadap personil TNI dan Persit KCK cabang XXIX Kodim 0107 Aceh Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Makodim 0107/Asel Desa Lhok Bengkuang Timur Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (19/09/2017) yang... Baca selengkapnya...

Ini Sinergitas Kodim Aceh Selatan dan BNNK Cegah Narkoba
Rabu, 20 September 2017

KOPI, Aceh Selatan - Dalam rangka menyelenggarakan program kegiatan P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), staf Intel Kodim 0107/Aceh Selatan melakukan koordinasi kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Asel. Kerjasama tersebut merupakan sinergitas dua lembaga pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan obat obatan terlarang pada generasi muda Indonesia, khususnya prajurit TNI beserta... Baca selengkapnya...

Mas Sutisyoso: Istri Saya Melewati Jalan Nasional ke Pelabuhan Buton Keguguran
Jumat, 08 September 2017

KOPI, Siak Sriindrapura - Pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan Jusuf Kalla sedang giat-giat membangun jalan ke Pelabuhan. Program Tol Laut, nanti antar pelabuhan interkoneksi, harga barang lebih murah. Bisa membawa logistik dalam jumlah banyak. Ongkos kirim lebih murah daripada Air line.   Pembangunan Tol laut, prasarana jalan ke Pelabuhan prioritas program kerja Pemerintah kabinet kerja Jokowi - Jusuf Kalla. Jalan ke Pelabuhan kini... Baca selengkapnya...

Aktivitas Mengaji Anak, Semoga Mengetuk Hati Orang Dewasa Untuk Memakmurkan Masjid
Kamis, 07 September 2017

KOPI,Sarolangun- Pendidikan Islam merupakan suatu sistem pendidikan yang memungkinkan seseorang dapat mengarahkan kehidupannya sesuai dengan cita-cita Islam, sehingga dengan mudah membentuk hidupnya sesuai dengan ajaran Islam. Materi yang diajarkan pada pendidikan Islam yakni materi tentang agama islam yang berupa Fiqh, Hadist dan salah satunya Al-Qur’an. Setiap orang tua tentu menginginkan buah hatinya menjadi anak yang shalih dan shalihah.... Baca selengkapnya...

Mengharap Berkah Dari Langit Berawal Dari Masjid
Rabu, 06 September 2017

KOPI, Sarolangun - Sebagai makhluk sosial, kebersamaan dan kekompakan untuk menjaga kerukunan satu sama lain. Dirasa sangat penting dalam menjaga hubungan interaksi sosial agar dapat berjalan dengan lancar dan terhindar dari berbagai konflik. Saling pengertian antar individu mutlak diperlukan demi mewujudkan ketentraman dan kedamaian baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam kepemerintahan. Hal itu diutarakan oleh Bupati Sarolangun... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALUtusan Pemuda Palestina Silaturahmi ke K.....
06/09/2017 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pertahanan Idiologi Syarekat Islam (PERISAI), Chandra Halim.SE , didampingi Ketua PERISAI Wilayah DKI Jakart [ ... ]



NASIONALBekali Mahasiswa Menghadapi Pasar Kerja.....
21/09/2017 | Mardinal

  KOPI,Lhokseumawe - Disamping syarat formal, juga diutamakan kompetensi pada setiap masing - masing individu mahasiswa guna menghadapi pasar kerj [ ... ]



DAERAHBabinsa Trumon Tengah Bersama Masyarakat.....
20/09/2017 | Haes Asel

KOPI, Aceh Selatan - Kemanunggalan TNI dengan rakyat menjadi kekuatan dalam mewujudkan bangsa Indonesia yang mandiri, berdaulat, adil dan makmur. Te [ ... ]



PENDIDIKANProf. Eko Handayanto Dilantik sebagai Re.....
17/09/2017 | Tarno Maryanto
article thumbnail

KOPI, Malang - Ketua Yayasan Bina Patria Nusantara Prof. Dr.Ir Bambang Guritno resmi melantik Prof. Dr. Ir Eko Handayanto, M.Sc sebagai Rektor Univer [ ... ]



HANKAMPemeriksaan Kelengkapan Surat Kendaraan .....
08/09/2017 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI, Depok - Sebanyak 150 orang personel Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad diperiksa kendaraannya, baik itu roda dua atau roda empat di lapangan Madi [ ... ]



OLAHRAGAIni Pemenang Liga Santri Nusantara Regio.....
17/09/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Penyelenggaraan  Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Region DKI pada hari ini (Minggu, 17/09/2017) resmi ditutup Sekda DKI Jakarta Saefu [ ... ]



PARIWISATATrienal Seni Patung Indonesia ke-3 Tampi.....
08/09/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Trienal Seni Patung Indonesia kembali digelar pada 7-26 September 2017 di Gedung A dan B serta outdoor Galeri Nasional Indonesia. Pame [ ... ]



OPINIWaspadalah… Modus Penipuan Menjual Nam.....
03/08/2017 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, Pekanbaru - Waspadalah Gerombolan begal beraksi wilayah Siak Hulu, kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Kami memantau gerak-gerik gerombolan Begal t [ ... ]



PROFILMenjaga Kebugaran Tubuh Warga Desa Beber.....
03/09/2017 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, Indragiri Hulu - Dalam rangka menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, Kepala Desa Beberas, kecamatan Lubuk Batu Jaya, kabupaten Indragiri Hulu (I [ ... ]



SOSIAL & BUDAYASilaturami Akbar Forsiar Tahun 2017.....
16/09/2017 | Rachmad Yuliadi
article thumbnail

KOPI, Banda Aceh - Menurut catatan sudah beberapa kali Forum Silaturahmi Aceh Rayeuk (Forsiar) acara akbar di kawasan Banda Aceh dan Aceh besar. Forsi [ ... ]



ROHANITiga Tokoh Ulama di Sarolangun Jambi Pel.....
15/09/2017 | Apris Hariansyah

KOPI, Sarolangun (Jambi) - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Singkut, bekerjasama dengan Syekhermania Kabupaten Sarolangun dan Be [ ... ]



RESENSIDrama Korsel Berjudul Man Who Dies to L.....
30/07/2017 | Didi Rinaldo

KOPI – Jakarta - Drama Korea Man Who Dies to Live berhasil masuk sepuluh besar rating drama terbaik di Korea Selatan.
drama yang tayang di MBC ini j [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIAnak Bupati Paluta Beserta Istri Refin.....
19/08/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Paluta – Resky Basyah Hrp PNS/ASN menjabat sebagai Kabid Mutasi pada BKD Kabupaten Paluta (Padang Lawas Utara) juga anak kandung Drs Bachrum [ ... ]



SERBA-SERBIJPKP Aceh, Gelar Pertemuan Pergantian Pe.....
18/09/2017 | Syamsul Kamal

KOPI, Banda Aceh - Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Wilayah Provinsi Aceh gelar pertemuan dalam rangka  Revitalisasi dan Restrukturis [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.