Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Opini Gerakan Percepatan Elektrifikasi dan Strategi Menggurangi Gap Pengelolaan Energi

Gerakan Percepatan Elektrifikasi dan Strategi Menggurangi Gap Pengelolaan Energi

KOPI - Pemerintah saat ini tengah melakukan terobosan pembangunan demi mewujudkan energi berkeadilan di Indonesia. Ketersediaan energi yang optimal sesuai dengan kebutuhan sangat penting dalam pembangunan nasional. Pertumbuhan permintaan energi yang tidak diimbangi dengan penyediaan energi akan menyebabkan terjadinya kesenjangan (gap) di antara keduanya yang dapat berujung pada krisis energi. Terdapat tiga kesenjangan (gap) yang dipersoalkan saat ini, yaitu dana, kompetensi dan teknologi (Arcandra, 2017). Demi mengatasi hal tersebut, Pemerintah telah mengeluarkan konsep energi berkeadilan yang diimplementasikan dalam beberapa kebijakan strategis. Diharapkan semua kebijakan atau program yang dikeluarkan tersebut mampu mempersempit gap tersebut.

Indonesia sebagai negara besar terus berusaha untuk berubah menjadi negara maju. Indikator sebuah negara maju dapat dilihat dari konsumsi listriknya, yaitu 4.000 kWh per kapita, dan negara kita konsumsi listriknya masih 1.000 kWh per kapita. Dalam hal ini, pemerintah harus mengejar ketertinggalan tersebut dengan upaya peningkatan konsumsi listrik tidak hanya dari sektor industri tetapi juga pemerataan listrik di perdesaan. Persoalan pemerataan listrik di perdesaan belum berkembang, terpencil, perbatasan, dan pulau kecil berpenduduk masih menjadi persoalan besar bagi bangsa ini. Dua persoalan besar (kesenjangan/gap dan pemerataan listrik/elektrifikasi) ini, menurut penulis harus segera diselesaikan pemerintah dalam waktu 5 sampai 10 tahun ini, guna mewujudkan energi berkeadilan di Indonesia.

Gerakan Percepatan Elektrifikasi di Pedesaan

Salah satu permasalahan industri kelistrikan nasional yang dihadapi saat ini adalah ketidakseimbangan penyediaan dengan pemanfaatan listrik, terutama pada daerah-daerah yang minim akses. Atas problem besar tersebut penyediaan listrik sebaiknya harus didukung dengan Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan (EBT). Penandatangani Permen ESDM Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan (EBT) untuk Penyediaan Tenaga Listrik guna mewujudkan harga listrik EBT yang kompetitif dan ekonomis bagi masyarakat merupakan kebijakan yang baik dan patut untuk dipertahankan.

Keberadaan Permen Nomor 12 Tahun 2017 ini, seyogyanya harus mampu mendorong semua pihak untuk peduli pada potensi EBT yang dimiliki Indonesia, mengingat Indonesia memiliki potensi EBT cukup besar yaitu lebih dari 400 GW. Dari potensi tersebut, baru dimanfaatkan sekitar 2%. Untuk mengoptimalkan pengembangan EBT. Pengembangan Energi Terbarukan (EBT) dengan biaya penyediaan seefisien mungkin, pada dasarnya akan dapat mengurangi dan melepaskan diri dari subsidi energi dalam APBN, dan masyarakat bisa mendapatkan tarif listrik yang lebih baik.

Pemerintah sendiri telah menetapkan sasaran EBT dalam bauran energi nasional sebesar 23% pada tahun 2025. Dengan target tersebut artinya, kapasitas penyediaan pembangkit listrik EBT tahun 2025 adalah sebesar 45 Giga Watt (GW). Kapasitas pembangkit tersebut antara lain terdiri dari PLT Panas Bumi sebesar 7,2 GW; PLT Air sebesar 18 GW; PLT Minihidro dan Mikrohidro sebesar 3 GW; PLT Bioenergi sebesar 5,5 GW; PLT Surya sebesar 6,5 GW; PLT Angin sebesar 1,8 GW: dan untuk PLT Energi Terbarukan lainnya sekitar 3,1 GW.

Disisi lain, dalam rangka memberikan akses energi secara merata (tujuan energi berkeadilan) pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah meluncurkan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 38 Tahun 2016 tentang Percepatan Elektrifikasi di Perdesaan Belum Berkembang, Terpencil, Perbatasan, dan Pulau Kecil Berpenduduk melalui Pelaksanaan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik untuk Skala Kecil. Keberadaan peraturan ini pada dasarnya untuk mendorong percepatan penyediaan listrik (elektrifikasi) di 2.500 desa dan menjadi konsep kebijakan energi berkeadilan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Peraturan ini merupakan terobosan pemerintah sebagai payung hukum guna mengupayakan pemenuhan energi yang berkeadilan. Targetnya 2.510 desa terlistriki sampai tahun 2019 dengan kapasitas hingga 50 MW.

Selain kebijakan tersebut, langkah nyata yang sudah dilakukan Kementerian ESDM sebagai solusi cepat menghadirkan listrik bagi masyarakat daerah terpencil adalah melalui program pembagian Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE). Program ini memiliki target menerangi desa-desa belum terlistriki utamanya desa yang masih gelap gulita dalam jangka waktu 2 tahun yaitu mulai tahun 2017 sampai 2019. Program LTSHE pada Tahun 2017 dipasang di 6 Provinsi ter-Timur Indonesia dan melistriki 95.729 rumah. Sedangkan pada tahun 2018 dipasang di 15 Provinsi yang dapat melistriki 255.250 rumah, diharapkan LHTSE ini dapat menyala sampai 60 jam. Sasaran dan keinginan tersebut tidak akan terwujud apabila pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM sendiri yang melakukannya, tentunya butuh peran serta pihak-pihak lain baik.

Peran serta pihak lain terutama pihak akademisi dan dunia riset harus mampu “dirangsang” oleh pemerintah untuk memiliki pandangan yang sama terkait dengan menciptakan inovasi dan terobosan baru bagi dunia kelistrikan dan EBT. Kita tahu bahwa selama ini banyak hasil penelitian para akademisi tidak dimanfaatkan oleh pemerintah dan dunia industri, hanya menumpuk di perpustakaan kampus atau lembaga penelitian (riset). Selian itu, peran dari pemerintah daerah untuk membuka ruang dan memberikan kemudahan bagi investor yang ingin melakukan investasi di bidang listrik dan EBT juga sangat penting diwujudkan.

Guna menumbuhkan keikutsertaan semua pihak, pemerintah bisa melahirkan program berupa penghargaan kepada pemerintah daerah, perguruan tinggi dan stakeholder yang peduli terhadap Listrik dan EBT. Bentuk dan model penghargaannya bisa bermacam-macam, mulai dengan menambah anggaran kepada daerah yang peduli energi listrik dan EBT, atau menambah anggaran untuk hibah riset di bidang energi listrik dan EBT. Diharapkan dengan adanya program seperti ini, kepedulian pihak di luar pemerintah pusat, bisa tumbuh dengan cepat untuk melahirkan inovasi dan terobosan bagi dunia kelistrikan dan EBT. Selama ini, salah satu persoalan lain dari bangsa kita adalah kurangnya apresiasi, sehingga banyak pihak yang merasa apatis dan enggan berkorban untuk mencurahkan waktu dan pikirannya untuk kepentingan yang lebih besar bagi negeri ini.

Strategi Menggurangi Gap Pengelolaan Energi

Sebagaimana yang telah disampaikan dalam uraian sebelumnya bahwa terdapat tiga kesenjangan (gap) yang dipersoalkan saat ini, yaitu dana, kompetensi dan teknologi dalam pengelolaan energi (Arcandra, 2017). Penulis menilai kebijakan pemerintah terhadap kesenjangan (gap) di bidang dana sudah mulai menemukan jalan dengan adanya kebijakan pemerintah terkait dengan pengalihan subsidi, kepemilikan saham (Participating Interest) 10 persen, BBM Satu Harga, dan peningkatan rasio elektrifikasi hingga pemanfaatan Energi baru dan Terbarukan (EBT). Namun, dua kesenjangan lain, yaitu kompetensi dan teknologi belum diselesaikan dengan baik.

Kesenjangan (gap) pada kompetensi dan teknologi, menurut penulis dapat diselesaikan dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di bidang energi dan teknologi dengan cara menciptakan pusat keunggulan iptek (center of excellence). Pusat keunggulan iptek (center of excellence) ini hendaknya dipimpin langsung oleh Kementerian ESDM dengan melibatkan unsur akademisi, pemerintah, lembaga riset (LIPI dan Lembaga Riset Swasta), dan Industri.

Peran center of excellence minimal memiliki 3 (tiga) sub, yaitu: pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dikaitkan dengan inovasi teknologi pada bidang listrik dan energi yang terbarukan (EBT). Pertama, Sub Pendidikan terkait dengan teknologi dapat dilakukan, dengan mengembangkan pendidikan khusus berbasis teknologi untuk mendinamisasikan inovasi teknologi di bidang listrik dan EBT yang dimiliki negara ini, tentu saja disesuaikan dengan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan dan kelautan.

Kedua, Sub Penelitian terkait dengan teknologi dapat dilakukan, dengan mengembangkan penelitian peningkatan kapasitas teknologi dalam bidang listrik dan EBT yang mengedepankan gerakan percepatan elektrifikasi. Dan ketiga, Sub pengabdian kepada masyarakat terkait dengan inovasi teknologi di bidang listrik dan EBT dapat dilakukan dengan meningkatkan kapasitas masyarakat Indonesia melalui diseminasi teknologi di bidang listrik dan EBT untuk melakukan inovasi strategis menuju pemerataan listrik dan pengelolaan EBT berdasarkan karakteristik bangsa (kepulauan).

Alhasil, Kebijakan Pemerintah pada sektor ESDM ini bersifat multisektor, dan harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kementerian ESDM tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dari Lembaga/Kementerian lain dan stakeholder. Akhirnya, terkait dalam upaya memenuhi kebutuhan energi, mengurangi kesenjangan (gap) penyediaan energi, dan mempercepat terwujudnya energi berkeadilan di Indonesia, menurut penulis pembentukan center of excellence yang “dinakodai” oleh Kementerian ESDM yang diisi oleh para akademisi, pemerintah, lembaga riset dan industri, sangat penting diwujudkan, semoga.

 


Artikel Lainnya:
Artikel Lainnya:

 

Bupati Sarolangun Pimpin Apel Siaga Satgas Karhutla
Selasa, 25 Juli 2017

KOPI,Sarolangun- Apel siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dilaksanakan dilapangan  kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun. selasa (25/7)  Sebagai pimpinan apel langsung dipimpin oleh Bupati Sarolangun dan sebagai Dansatgas Karhutla adalah Dandim 0420/Sarko.Kesiapan serta kesigapan satgas dituntut cepat tanggap darurat pasalnya musim kemarau diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus 2017. Ancaman kebakaran... Baca selengkapnya...

Pelatihan Tenaga Medis, Basic Trauma Cardiac Life Support
Senin, 24 Juli 2017

KOPI, Sarolangun - Pelaksanakan pelatihan BT-CLS (Basic Trauma Cardiac Life Support) bagi tenaga medis bidan dan perawat. Rencana pelatihan BT-CLS selama empat hari itu mendatangkan secara langsung instruktur Global Indonesia Development dari jakarta. Guna pelatihan dilakukan bertujuan agar pegawai medis lebih meningkatkan mutu dan kualitas yang proffesional secara individual dalam mengatasi pasien gawat darurat.   Saat Pada kata... Baca selengkapnya...

Lomba Foto dan Karya Tulis Meriahkan HUT TNI Ke - 72
Senin, 24 Juli 2017

KOPI, Aceh Selatan - Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Kodam Iskandar Muda dalam rangka memperingati HUT ke-72 TNI tahun 2017, menyelenggarakan lomba foto dan karya tulis dengan tema "BERSAMA RAKYAT TNI KUAT, HEBAT, PROFESIONAL SIAP MEWUJUDKAN INDONESIA YANG BERDAULAT, MANDIRI DAN BERKEPRIBADIAN". Hal tersebut berdasarkan surat telegram Panglima TNI tentang menyelenggarakan lomba foto dan karya tulis artikel dalam rangka... Baca selengkapnya...

Dugaan Keluarga Gubernur Riau Makelar Proyek Anda Ingin Proyek Setor 12-13%
Minggu, 23 Juli 2017

KOPI, Pekanbaru – Moment kedatanngan Presiden Joko widodo ke Propinsi Riau dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Minggu (23/7-17) bertempat di sebuah Hotel bintang lima di kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Pribahasa mengatakan: bapak jadi raja, anak jadi penguasa, anak jadi raja, orang tua jadi budak. Kalau di Propinsi Riau, adik jadi gubernur, keluarga monopoli proyek ha.. ha… Minta upeti pula tuh setor 12 hingga 13 % kalau... Baca selengkapnya...

Fitra Riau Layangkan Gugatan Judicial Review ke Mahkamah Agung Terkait Pemborosan APBD Riau 2017
Minggu, 23 Juli 2017

KOPI, Pekanbaru – Forum Indonesia Transparansi Anggaran (FITRA) perwakilan Riau mengadakan jump pers di sebuah café dengan insan Pers, Jumat (21/7/2017). FITRA menilai APBD ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Riau tahun 2017 adanya dugaan pemborosan dan tidak efisien dan bertentangan dengan Undang-undang, yang mencakup anggaran kesehatan yang mencapai Rp 6,75 persen. Hasil ini tidak sesuai dengan UU Nomor 36 tahun 2009 tentang... Baca selengkapnya...

Perayaan HBA Kejaksaan ke- 57, Kejati Riau Selamatkan Uang Negara Rp.27 M,Tersangka 56 Orang
Jumat, 21 Juli 2017

KOPI, Pekanbaru - Dalam rangka Hari Bakti Adhyaksa ke- 57 tahun 2017. Semester Januari hingga Juli 2017 Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau berhasil mencatat sebanyak 32 kasus perkara yang masuk dalam tahap penyidikan dan tahap II. Adapun aset negara yang diselamatkannya sebesar Rp. 27 miliar lebih. "Ini hasil kerja sama Kejati Riau dengan Kejari ( Kejaksaan Negeri) 12 satuan kerja kabupaten/kota Propinsi Riau," ungkap Kajati Riau, Uung... Baca selengkapnya...

Usai Gelar Seminar Nasional, Universitas Mpu Tantular Deklarasikan Kampus Bhinneka Tunggal Ika
Rabu, 19 Juli 2017

KOPI, JAKARTA - Universitas Mpu Tantular (UMT), Jakarta menggelar Seminar Nasional bertajuk “Mengaktualisasikan Kembali Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Jatidiri Bangsa Indonesia”, yang dilanjutkan dengan pendeklarasian UMT sebagai “Kampus Bhinneka Tunggal Ika”. Seminar dan deklarasi berlangsung pada hari Rabu, 12 Juli 2017, di Aula Hiobadja, Lt. 8 Kampus Universitas Mpu Tantular, Jl. Cipinang Besar No. 2, Jakarta Timur. Ada sekitar 200-an... Baca selengkapnya...

NASIONALAjudan dan Dirjen Pajak Ken Dwijugiastea.....
25/07/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi terkait kasus dugaan suap Kepala Subdit Bukti Permulaan Ditjen Pajak, Handang Soekarno s [ ... ]



DAERAHHalal Bihalal Syehkermania Kabupaten Sar.....
26/07/2017 | Apris Hariansyah

KOPI, Sarolangun – Syehkermania Kabupaten Sarolangun menggelar Halal Bihalal 1438H, bertempat di kediaman Ustadz Sukmono, Sarolangun – Jambi, Rabu [ ... ]



PENDIDIKANSTAIN Meulaboh Gelar Workshop Kajian Kur.....
24/07/2017 | Syamsul Kamal

KOPI, Meulaboh - Bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang terampil dalam bidang pengembangan diri dan masyarakat agar terwujudny [ ... ]



EKONOMIAsuransi Bebas Optima FWD Life Tawarkan .....
20/07/2017 | Evelyne Angelyne

KOPI, Jakarta - PT FWD Life Indonesia (”FWD Life”), perusahaan pionir asuransi jiwa berbasis digital di Indonesia hari ini meluncurkan BEBAS OPTIM [ ... ]



HANKAMKena Tipu !!.... Dua Orang Warga Asing .....
26/07/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Dua Orang Warga Asing Catut Nama Jokowi Minta Uang ke Puluhan Badan Usaha Milik Negara ( BUMN). Warga negara Asing itu, yakni, Solaima [ ... ]



OLAHRAGAIni Dia Para Pemenang Wrangler True Wand.....
21/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Sebuah petualangan besar tahun ini “Wrangler True Wanderer 2017” baru saja menemukan pemenangnya. Mereka telah menunjukan bahwa m [ ... ]



PARIWISATATarget Kunjungan Wisatawan tak Tercapai .....
04/07/2017 | Didi Rinaldo

N KOPI, Pekanbaru - Pariwisata andalan pendapatan negara non migas, negeri Indonesia kaya akan keindahan alam dan budayanya. Dulu para turis mancaneg [ ... ]



POLITIKPKPI Aceh Selatan Resmi Buka Pendaftaran.....
20/07/2017 | Haes Asel

KOPI, ACEH SELATAN - Menjelang Pilkada Kabupaten Aceh Selatan tahun 2018 mendatang, Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) PKPI Aceh Selatan menggelar rapat [ ... ]



OPINIGerakan Percepatan Elektrifikasi dan St.....
14/07/2017 | Harjoni Desky

KOPI - Pemerintah saat ini tengah melakukan terobosan pembangunan demi mewujudkan energi berkeadilan di Indonesia. Ketersediaan energi yang optimal se [ ... ]



PROFILRaih Juara III, Lomba BKB Tingkat Provin.....
26/07/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Kuantan Singingi – Bina Keluarga Balita (BKB) HI Ceria Desa Giri Sako, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAPKPA Kembali Gelar FFA dan FTA 2017.....
25/07/2017 | Sulaiman Zuhdi Manik

KOPI - Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) kembali menggelar Festival Film Anak (FFA) dan Festival Teater Anak (FTA) tahun 2017 dengan t [ ... ]



ROHANIBupati Kuansing Mursini Hadiri Halal Bi .....
24/07/2017 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, Pekanbaru – Halal Bi Halal Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Kota Pekanbaru, dihadiri oleh ratusan orang warga Kuansing yang berdomisil [ ... ]



RESENSIFilm Jailangkung: Dari Permainan, Beruba.....
15/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - PERMAINAN boneka jailangkung masih adakah yang memainkannya? Ada dan banyak. Ritual pemanggilan arwah sangat lumrah dilakukan. Apalagi [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIMarini Kehilangan Perhiasan saat Libura.....
04/07/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Kadang kala tempat yang telah di pasang CCTV ternyata CCTV tidak nyala/rusak. Hal ini terjadi di Hotel Tangram Pekanbaru. Seorang  [ ... ]



SERBA-SERBISetelah Mengganti Warna Ruangan Anda, Ja.....
26/07/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta | Di hari raya lalu mungkin anda telah memberikan sentuhan baru pada warna ruangan anda. Sebagai salah satu bagian utama dari tampilan r [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.