Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Membangun Pendidikan dan Kebudayaan Melalui Daerah Pinggiran

KOPI - Judul artikel ini sama persis dengan salah satu isu strategis yang dikaji dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2018. Mengapa isu tersebut diangkat? Tidak lain karena undang-undang telah memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan. Pendidikan merupakan hak setiap orang, baik mereka yang tinggal di daerah perkotaan maupun daerah pinggiran.

“Pinggiran” di sini dapat dimaknai sebagai daerah pedesaan, maupun daerah terdepan, terpencil, dan terluar (3T) Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum, selama ini telah terjadi kesenjangan antara daerah. Kesenjangan tidak hanya terkait dari segi fisik bangunan, namun juga kualitas sumber daya manusia (SDM).

Kesadaran atas kondisi tersebut, mengantarkan pemerintahan Jokowi-JK menerapkan Nawacita sebagai program unggulan. Secara sederhana “Nawacita” merupakan sembilan program unggulan, salah satu poin pentingnya adalah “membangun Indonesia dari pinggiran”. Telah lama daerah pinggiran, tidak diperhatian. Kenyataan ini, senada dengan hasil penelitian pakar, studi Lessmann, profesor dari Jerman, menilai Indonesia adalah outlier karena memiliki nilai Coefficient of Variation (CV) pendapatan daerah yang lebih dari satu untuk data periode 2004-2008. CV yang semakin besar menunjukkan ketimpangan makin tinggi, termasuk juga ketimpangan dalam bidang pendidikan.

Bila ingin memetakan permasalahan pendidikan daerah pinggiran, maka kita akan menemukan banyak permasalahan, mulai dari kekurangan dan pemerataan guru (Mulkeen dan Chen, 2008), kemiskinan dan faktor latar belakang pendidikan orang tua murid (Flora et al., 2003). Adanya sikap metrosentrik guru di daerah terpencil (Campbell dan Yates,2011). Belum lagi, masih banyaknya siswa di pedesaan kurang termotivasi belajar (Stewart, Abbot-Chapman, (2011), dan Singh et al. (2010)). Banyaknya guru dan siswa yang tinggal jauh dari lokasi sekolah (hasil penelitian Adlim, Helida Gusti, Zulfadli, 2016). Adanya aturan-aturan konvensional yang masih berlaku di masyarakat pinggiran, struktur sosial, beban ekonomi, dan perkara gender, semua itu turut menghambat pendidikan di daerah pinggiran (tirto.id – Pendidikan, 2012).

Disisi lain, daerah pinggiran (desa) tidak melulu hanya memiliki kekurangan saja. Desa juga memiliki keistimewaan (kelebihan) yang patut untuk dijaga dan dilestarikan, terutama dalam bidang kebudayaan. Masyarakat desa, sejak dulu dikenal sebagai masyarakat yang memegang tradisi turun temurun. Kita ambil saja, misalnya daerah pedesaan di Aceh dengan tradisi Kenduri Blang (Khanduri Tron U Blang). Tradisi Ini merupakan salah satu bentuk kegiatan tradisional yang dilakukan sebelum mulai turun ke sawah, dengan pengharapan hasil panen nantinya memperoleh berkah. Sementara, di Bali dikenal dengan tradisi Megibung. Tradisi ini adalah tradisi makan bersama saat ada hajatan, seperti acara pernikahan, otonan, 3 bulanan, ataupun upacara adat lainnya.

Strategi Membangun Pendidikan Daerah Pinggiran

Setelah kita mengamati permasalah pendidikan yang mendera, dan mengetahui kelebihan daerah pinggiran. Maka, sudah sepantasnya konsep pembangunan pendidikan dan kebudayaan itu dimulai dari daerah pinggiran. Dan membangun pendidikan tersebut menurut penulis membutuhkan energi ekstra. Langkah awalnya, kita harus membagi ragam permasalahan pendidikan menjadi dua, atau tiga permasalahan pokok. Setelah itu, baru diselesaikan dengan harapan penyelesaian masalah tersebut turut menyelesaikan permasalahan lainnya.

Tiga masalah pokok pendidikan daerah pinggiran, yaitu: permasalahan dari segi sarana dan prasarana; permasalahan dari segi guru; dan permasalahan dari segi geografis dan psikologi. Untuk menyelesaikan permasalahan pertama, maka pemerintah pusat harus menerapkan reward dan punishment. Bagi pemerintah daerah yang memiliki program pendidikan yang jelas, nyata dan terukur, maka mereka diberikan penghargaan, misalnya ditambah anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK), maupun Dana Alokasi Umum (DAU) setiap tahunnya.

Sementara, bagi pemerintah daerah yang ditemukan daerahnya terdapat sekolah yang memiliki sarana dan prasarana yang memprihatikan, banyak anak yang putus sekolah dan persoalan pendidikan lainnya, maka diberikan hukuman dalam bentuk anggaran perjalanan luar daerah dan operasional kepala daerah dan anggota DPRD dikurangi atau dihilangkan. Mudah-mudahan dengan adanya reward dan punishment tersebut, pemerintah daerah dapat termotivasi untuk selalu memperhatikan pendidikan daerah masing-masing. Tidak hanya sebatas dikampanyekan di awal pencalonan menjadi kepala daerah atau menjadi anggota dewan daerah saja.

Selanjutnya, masyarakat dan orang tua siswa didorong untuk telibat aktif dalam peningkatan mutu layanan pendidikan sebagai bagian dari Tri Pusat Pendidikan sekaligus implementasi Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Disamping itu, pemerintah desa juga diharapkan dapat melengkapi peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan tersebut, melalui program dana desa. Sebagaimana kita ketahui sejak tahun 2015 sampai sekarang ini, pemerintah telah memberikan dana bagi peningkatan pembangunan desa, yaitu program dana desa.

Permasalah kedua dari segi guru. Permasalahan ini, tentunya harus diselesaikan dengan cepat dan terarah. Salah satunya dengan cara pemerintah daerah membuat pemetaan guru. Pemetaan guru ini meliputi data kebutuhan guru; dan peningkatan SDM yang diperlukan para guru. Khusus untuk pengangkatan guru PNS, pemerintah daerah sebaiknya mengangkat putra-putri daerah pinggiran (lokasi sekolah atau sekitarnya) menjadi guru, dengan harapan mereka lebih peduli kepada daerahnya. Lalu, pemerintah pusat juga bisa membuat formasi khusus guru PNS daerah pinggiran, dengan honor atau gaji yang lebih tinggi dari PNS biasa, serta tugas guru PNS ini bersifat mengikat, artinya PNS jalur khusus ini tidak boleh pindah selama 10 tahun.

Penyelesaian berikutnya dapat dilakukan dengan cara pemerintah pusat bekerjasama dengan kampus dalam hal membuat program Mahasiswa KKN turun ke sekolah. Pada tahun 2017, berdasarkan data Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Ristek Dikti), jumlah unit perguruan tinggi yang terdaftar mencapai 4.504 unit (PTN, PTS, PTAI). Tentunya, dengan program KKN 6 bulan, permasalahan kekurangan guru sedikit banyak teratasi, apalagi dengan membuat program KKN yang berkesinambungan (persemester) dan terarah.

Permasalahan ketiga, tantangan geografis dan psikologi masyarakat daerah pinggiran. Dapat diselesaikan dengan dua strategi, yaitu: pembangunan sekolah asrama; dan menghadirkan guru bagi daerah yang tidak memiliki sekolah, atau program sekolah berjalan/ guru berjalan. Sementara itu, terkait permasalahan psikologi masyarakat pinggiran, membutuhkan penanganan yang lengkap, mulai dari program peningkatan ekonomi masyarakat, pemanfaatan teknologi Informasi dan Komunikasi, dan sosialisasi, pentingnya pendidikan bagi anak-anak.

Kekuatan Baru dari Kebudayaan Daerah Pinggiran

Kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia, seharusnya mampu menjadi sumber kekuatan baru khususnya dalam bidang ekonomi. Kita bisa lihat bagaimana perbedaan pendapatan daerah (PAD) Provinsi Bali dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Ketika Bali dan DIY mampu mengelola, menata, dan mempromosikan kekhasan budaya, hasilnya dua daerah ini menjadi pusat kunjungan wisata dalam dan luar negeri.

Tradisi dan kebudayaan tidak saja menjadi warisan, tetapi sekaligus menjadi karakteristik (ciri) bangsa, Untuk mepertahankan kebudayaan tersebut, pemerintah pusat harus mampu mendorong pemerintah daerah menonjolkan kebudayan dan tradisi yang dimiliki. Desa sebagai elemen terkecil dari struktur pemerintahan juga harus mampu menjaga, melestarikan dan mempromosikan tradisi, dan kebudayaan yang ada. Apalagi dengan adanya program dana desa hal tersebut semakin mudah untuk diwujudkan.

Guna mendukung program kebudayaan daerah pinggiran, pemerintah secara berkala hendaknya membuat acara kebudayaan, mulai dari kesenian, makanan khas daerah, rumah adat, pakaian adat, dan sebagainya. Alhasil, dengan semangat tersebut ditambah dengan kemampuan kita bersama dalam menjaga, melestarikan, dan mempromosikan kebudayaan dan tradisi yang dimiliki desa, tentunya akan menjadi kekuatan baru negeri ini. Semoga.


Artikel Lainnya:
Artikel Lainnya:

 

Untuk Kedua Kalinya Pemkab Kampar Meraih WTP dari BPK Riau
Senin, 18 Juni 2018

KOPI, Pekanbaru - Ditempat kerjanya , sebut saja namanya Uwan Abdullah Cu Somek Mengatakan “ Setiap tahun BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Perwakilan daerah Riau , selalu mengobral dan memberikan nilai kepada Pemerintah Propinsi serta kabupaten/kota . Penilaian ini rawan Suap, bagaimanapun masing-masing kepala daerah menginginkan meraih prediket WTP (Wajar Tanpa  pengecualian). Bagi-bagilah THR tuh bro. Masih ingatkah Anda dulu kasus... Baca selengkapnya...

RSUD Sekayu Muba Catat Sejumlah Prestasi, Sang Direktur Terima Penghargaan
Minggu, 17 Juni 2018

KOPI, JAKARTA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan catat sejumlah prestasi, sang Direktur dr. Makson Parulian Purba, MARS, terima penghargaan lembaga apresiasi independen. Berbagai perkembangan yang dicapai RSUD Sekayu di tangan dokter Makson Parulian Purba tentu dapat dilihat dan dirasakan masyarakat Muba. Dalam kepemimpinannya yang kedua kali, percepatan di bidang pelayanan kesehatan dan penambahan... Baca selengkapnya...

Dua BUMN Indonesia PT. KAI dan PT Wika Go Internasional Raih Proyek di Negara Filipina
Jumat, 01 Juni 2018

KOPI, Jakarta – “Keberhasilan ekspansi PT INKA ( PT. Industri Kereta Api) dan PT Wijaya Karya (Wika) di Filipina merupakan salah satu bukti bahwa BUMN  (Berebut Uang   Milik Negara eh salah Badan Usaha Milik Negara ) kita kuat, andal dan dipertimbangkan di luar negeri,” kata Rini. Dua perusahaan pelat merah bekerja sama dengan perusahaan Filipina terkait proyek infrastruktur transportasi. PT Industri Kereta Api (Inka) akan... Baca selengkapnya...

Industri Manufaktur Capai Investasi Rp62,7 Triliun di 2018
Minggu, 27 Mei 2018

KOPI,  Jakarta - Kementerian Perindustrian terus aktif mendorong peningkatan nilai investasi dan ekspor terutama di sektor manufaktur. Upaya ini diyakini mampu memacu pertumbuhan ekonomi nasional serta membawa efek positif yang luas guna menciptakan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.   “Selama ini, industri menjadi penggerak utama dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus berperan sebagai tulang... Baca selengkapnya...

Kementrian Hukum dan Ham Santuni Anak Yatim serta Buka Puasa Bersama
Sabtu, 26 Mei 2018

KOPI, Jakarta - Kemenkumham mengadakan buka puasa bersama pejabat dan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal, bertempat di Graha Pengayoman (22/5/2018). Acara yang ditaja oleh Biro Umum melalui Panitia Hari Besar Islam (PHBI) 2018, mengusung tema “Menanamkan nilai-nilai kejujuran” dengan penceramah Ustad Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang biasa dikenal Ustadz Syeikh Ali Jaber. Dalam tausiahnya beliau menyampaikan agar kita semua... Baca selengkapnya...

Ketua Umum PPWI Nasional Menghadiri Undangan Buka Puasa Bersama dengan Kedubes Maroko
Jumat, 25 Mei 2018

KOPI, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd. M.Sc, MA, bersama keluarga menghadiri undangan buka puasa bersama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Maroko yang diwakili Konselor, Mr. Mostafa Nakhloui, di SHISHA Café, Jl. Kemang, Jakarta, Jumat, 24/05/2018. Turut hadir bersama Ketum PPWI dan keluarga, Ketua DPD-PPWI Provinsi Papua, Sem Gombo, S.Kom. Wilson bersama keluarga tiba di lokasi buka... Baca selengkapnya...

Sejumlah Alumni UNKRIS Kecam Aksi Teror Bom di Surabaya
Rabu, 16 Mei 2018

Foto: KGJ dalam sebuah aktivitas, 28 Jan 2018 KOPI, JAKARTA Sejumlah Alumni Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) Jakarta yang terhimpun dalam Perkumpulan Krisna Group Jatiwaringin (KGJ), Lintas Angkatan-Lintas Fakultas mengecam aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di 3 (tiga) gereja di Surabaya dan Mapolresta Surabaya.   Peristiwa teror bom Minggu (13/05/2018) pagi itu, merupakan tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan, karena sejumlah... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALPresiden Trump Jamuan Iftar dengan .....
10/06/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington - Tradisi Iftar (Buka Puasa) di Gedung Putih dimulai pada 1990-an selama pemerintahan Bill Clinton sebagai bentuk “pendekatan” t [ ... ]



NASIONALPembukaan Festival Danau Sentani XI Tahu.....
19/06/2018 | Wawan Setiawan

KOPI–Jayapura, Pemerintah Kabupaten  Jayapura yang disponsori oleh Kementerian Pariwisata menggelar Festival Danau Sentani XI Tahun 2018 di Kota  [ ... ]



DAERAHTNI AD Mendukung Camp Remaja Gereja Kema.....
19/06/2018 | Wawan Setiawan

KOPI-Sentani, Rindam XVII / Cenderawasih menjadi tuan rumah acara Camp Remaja Gereja Kemah  Injil Indonesia Wilayah PAPUA Tahun  2018 di Distrik Sen [ ... ]



PENDIDIKANHeboh..Mahasiswa Asal Papua Ke Kampus UN.....
30/05/2018 | Sem Gombo, S.Kom

KOPI - Salah Seorang Mahasiswa UNCEN Jayapura asal Papua berinisial DT pergi ke Kampus dengan menggunakan busana daerah yaitu memakai Koteka. Apa ge [ ... ]



EKONOMIRI Fokus Terapkan Industri Hijau Melalui.....
17/06/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Pemerintah sedang gencar menggalakkan konsep circular economy di berbagai aspek kehidupan. Berbeda dengan linear economy yang mengan [ ... ]



HANKAMUniversitas Riau Tempat Merakit Bom .....
03/06/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya,sebut saja namanya Ajisulung mengatakan “ Bukti lemahnya pengawasan oleh security Universitas Riau (UR). Para  [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



POLITIKCagubri Lukman Edy : Prihatin Melihat .....
20/06/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru- Calon Gubernur Riau (Cagubri ) Lukman Edy bila dipercayai oleh masyarakat Riau terpilih menjadi Gubernur nanti, memperhatikan nasib  [ ... ]



OPINIMembantu Polisi Melalui Peran yang Kita .....
16/06/2018 | Harjoni Desky, S.Sos.I., M.Si

KOPI - Di bawah terik matahari pagi, lebih kurang sebanyak empat satuan setingkat kompi atau 400 orang personel brigade mobil (brimob) dan personel da [ ... ]



PROFILPolres Kuantan Singingi Raih Dua Pengh.....
08/06/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kuantan Singingi - Polres Kuantan Singingi (Kuansing) raih dua penghargaan . Penghargaan itu diserahkan, Rabu (14/2/2018) oleh Irjen Nandang se [ ... ]



SOSIAL & BUDAYABatik Jambi Melenggang Hingga ke Eropa d.....
18/06/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI, Jakarta – Kementerian Perindustrian memfasilitasi sejumlah pelaku industri kecil dan menengah (IKM) batik nasional untuk ikut serta dalam  [ ... ]



ROHANITim Jum,at Barokah Waka Polresta Pekanba.....
18/06/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Menutupi minggu terkahir bulan suci Ramadhan 1439 H, tim terpadu Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru mengunjungi panti asuhan Ali An N [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



SERBA-SERBIKemenperin Dukung Pelaksanaan MOFP 2018 .....
10/06/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI,  Jakarta – Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi dan dukungan kepada Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dalam m [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.