Rakyat Butuh Hiburan, Tak Butuh Bualan
KOPI, Manusia pada dasarnya dianugerahi akal dan pikiran, yang merupakan kelebihan dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Dalam melakukan setiap perbuatan dipikirkan dengan matang agar hasilnya sesuai harapan. Setiap manusia pasti memiliki perbedaaan antar satu dengan yang lain. Dari cara pandang dalam menanggapi suatu masalah akan berbeda tiap-tiap orang. Karena aspek yang dikritik tiap orang pun tak sama.
Setiap manusia memiliki hak untuk mengeluarkan pendapatnya, namun ada batasannnya. Sebagaimana tercantum dalam UUD 1945. Pada masa orde baru, kebebasan untuk mengeluarkan pendapat amat sangat dibatasi, sekiranya mengganggu, diambil langkah tegas oleh aparat negara untuk menyelesaikannya. Setelah memasuki masa reformasi, kebebasan berpendapat mulai diberlakukan kembali namun tetap harus sesuai aturan.
Belakangan ini di Indonesia terjadi banyak bencana di berbagai wilayah NKRI. Baik berupa longsor, banjir, gempa sampai meletus nya gunung Merapi. Longsor terjadi dikarenakan erosi yang terjadi terhadap lahan yang gundul kurangnya pohon-pohon yang ditanam. Banjir terjadi karena seringnya kita membuang sampah sembarangan ke sungai disebabkan kurangnya kesadaran akan peduli terhadap lingkungan. Lalu gempa dan gunung yang meletus terjadi dikarenakan lahan Indonesia yang rawan bencana sehingga berpotensi menimbulkan bencana.
Selain banyaknya bencana yang terjadi, dalam kehidupan sosial di berbagai bidang terutama bidang politik, sudah sering terjadi banyak perbedaan pendapat yang berujung pada perselisihan sesama tokoh politik. Yang paling memalukan adalah para tokoh poitik tersebut tidak bisa mengontrol emosi mereka sehingga perselisihan pun tidak saja terjadi adu mulut, tetapi sampai terjadi “gontok-gontokan” atau bisa kita sebut peselisihan yang sudah menjurus ke arah kekerasan. Dengan melihat kejadian itu saja kita sudah bisa mengetahui, betapa buruknya moral bangsa Indonesia. Karena para tokoh politik tersebut merupakan wakil dari masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya. Jadi, jika para wakil rakyat saja sudah seperti itu apalagi rakyatnya.
Sangat disayangkan sekali apabila semua itu terus terjadi, seharusnya kita berubah ke arah yang lebih baik tapi malah keterpurukan lah yang kita alami. Atas semua kejadian tersebut, baik bencana yang terjadi ataupun di bidang politik, banyak masyarakat Indonesia sudah mengalami krisis kepercayaan terhadap para wakil rakyat. Karena semula wakil rakyat menjanjikan semua yang terbaik untuk masyarakat namun kenyataannya semua itu hanya “bualan”, semua itu hanya omong kosong yang sudah tidak perlu ditanggapi lagi. Yang ada di benak masyarakat sekarang hanyalah bagaimana caranya mengurus diri sendiri dengan baikuntuk membuat hidup lebih baik.
Sekarang masyarakat Indonesia mengalihkan perhatian mereka, dari membahas bidang politik yang tidak pernah ada ujungnya, lebih memilih sesuatu yang bisa membuat mereka senang dan gembira agar bisa menghilangkan penat yang dialami. Bidang politik dianggap terlalu membosankan dan membuat seseorang memperhatikan hal yang tidak ada ujungnya, karena pintarnya para wakil rakyat merekayasa apa yang mereka katakan atau sampaikan. Hiburan dianggap menjadi solusi jitu terhadap masalah yang mereka hadapi sekarang.
Hiburan merupakan suatu wadah bagi masyarakat untuk me-refresh kembali otakdengan cara yang menghibur. Banyak jenis hiburan seperti acara musik, menonton film ataupun acara melawak yang terdapat di televisi. Akhir-akhir ini hampir di semua saluran televisi terdapat program seperti melawak yang bisa membuat kita tertawa terbahak-bahak, menghilangkan stress saat bekerja hanya dengan duduk di depan televisi.
Memang benar, apalagi yang diperlukan masyarakat di tengah krisis kepercayaan yang terjadi selain hiburan yang gratis tapi bisa menghilangkan semua penat yang ada. Lakukan berbagai kegiatan yang berpengaruh positif terhadap diri anda. Bukan berarti kita menghiraukan segala pemberitaan yang terjadi dalam kehidupan, tetapi alihkan perhatian anda sejenak agar tidak membuat diri menjadi bosan.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Kenapa Sih Cilegon Makin Panas?
- Membangun Tenaga Nuklir Llistrik untuk Rakyat
- Mengangkat Kerarifan Lokal Sebagai Basis Pengelolaan Hutan Lestari
- Kehilangan “Pakde Kita”
- Menciptakan Cinta Gerakan Pramuka di Kalangan Generasi Muda
- Pancasila dalam Genggaman Penguasa Gelap
- Pendidikan di Mata Indonesia
- DPR Tidak Berfungsi, Apa Sih Kerjanya DPR?
- Pancasila Menuju Syariat Islam, Sandiwara Apalagi Ini?
- DPR Mesin Pemangkas Uang Rakyat
- Pemkot Dinilai Abaikan Perguruan Swasta
- Pancasila Landasan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
- Menebar Perdamaian, Meraih Kebahagiaan
- Bersahabat dengan Buku
- Ikhwan, Dulur dan Perekat Solidaritas


























