Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta
            Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Pewarta Online
None

Komentar Warga

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Remaja Kuningan Gagas Gerakan Gemar Bers.....
22/02/2013 | Andri Ana

KOPI, Kuningan – Untuk mengurangi kenakalan remaja di jalanan, memang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan olahraga bersepeda. Hal tersebutlah yang dirintis oleh beberap [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 6181
Isi : 8778
Content View Hits : 3057646
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini2000
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin7792

Warga Online : 118
IP Kamu : 50.16.36.153
Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Opini Palestina Bagian dari Israel Itu yang Terbaik

Palestina Bagian dari Israel Itu yang Terbaik

KOPI, Sangat disayangkan hingga saat ini perseteruan antara Israel dengan Palestina belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Walaupun sekarang ini Palestina bersitegang otot ingin memaksakan diri agar dapat pengakuan internasional sebagai negara merdeka dan masuk menjadi anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Namun keinginan Palestinan itu hanya tinggal angan-angan. Mengapa ? Karena hampir semua negara anggota PBB akan menolak keinginan Palestina menjadi anggota PBB. Kecuali Indonesia yang menyerukan anggota OKI agar mendukung Palestina menjadi anggota PBB.

Campur tangan pemerintah Indonesia melalui Presiden Jawa nota bene islam Dr.? Jenderal?. Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Dr. Budiono serta para Menteri menjadi bukti bahwa Indonesia adalah pemalsu ulung Demokrasi dan pelanggar Ham. Juga menjadi bukti ilmiah bahwa pemerintah semakin super amatiran, dongok, bodoh, goblok, tradisional dll. Masalah dalam negeri Indonesia belum terselesaikan. Kelaparan dimana-mana, bunuh diri, kemiskinan berkembang pesat, pendidikan mahal, kesehatan mahal, pengangguran meningkat tajam. Teror merebak, teroris disayang-sayang, peledakan bom bunuh diri di gereja, pembakaran gereja, pelarangan berdirinya gereja/tempat ibadah terus terjadi namun dibiarkan. Pencingcangan/pembantaian manusia anggota Ahmadiyah, pendeta, biksu, mahasiwa sekolah theologia adalah teror yang masih umum ditemukan. Seharusnya masalah nasional itu yang menjadi prioritas pemerintah Indonesia bukan soksokan dukung mendukung. Dasar keong, kerbau….. lambat, malas dan tulalit serta apalagi deh istilahnya.

Belum lagi masalah babu yang disebut pahlawan devisa karena setiap tahun rata-rata Rp.100 triliun mereka sumbangkan ke negara. Namun negara tidak pernah melakukan pembelaan terhadap babu di Arab Saudi dan sekitarnya yang di perkosa, dibunuh, tidak digaji, digantung, ditembak mati, dicincang, dirajam dll.

Presiden, Wapres, MPR, DPR, DPRD, Menteri, Pejabat, Ulama busuk, Habib busuk, Politikus busuk, Front Pembela Teroris, Front Pembela Iblis dll mana nyalimu? Ente-ente ternyata pengecut. Banci lawang nih yeee dasar Muammar Khadafi. Ketik di google, Muammar Khadafi Mangkal di Taman Lawang Jakarta Indonesia; Safari Penguasa Pejabat di Bulan Ramadhan.

Saya selaku Presiden Lembaga Ilmu Pengetahuan Demokrasi dan HAM menyarankan supaya PBB tidak menerima Palestina sebagai anggota PBB. Alasannya Palestina belum merdeka, kekerasan sesama antar kelompok di Palestina yang gila kekuasaan masih terus bunuh-bunuhan. Kelompok teror atau kekerasan di Palestina itu sendiri masih terus menggunakan tameng manusia seperti ibu-ibu hamil, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, nenek dan kakek. Kelompok-kelompok kekerasan ini tidak segan menumbalkan rakyat Palestina secara umum.

Penyelesaian yang terbaik adalah Palestina menjadi bagian dari Israel, mengapa? Jika Palestina menjadi bagian dari Israel maka kelompok-kelompok kekerasan itu akan cepat dapat ditanggulangi Israel. Dengan begitu Perekomian Palestina akan tumbuh pesat dan kesejahteraan rakyat Palestina akan cepat terwujud. Jadi PBB jangan tunduk terhadap kelompok-kelompok kekerasan di Palestina. PBB juga jangan tunduk terhadap Negara-negara yang mendukung Palestina untuk merdeka kemudian menjadi anggota PBB. Itu bukanlah jalan penyelesaian terbaik. Lihat pemimpin yang mendukung seperti Ahmadinejad Presiden Iran yang sudah di cap dunia sebagai teroris karena menebar permusuhan terus tapi tidak berani komprotasi langsung dengan pasukan Israel. Dasar Ahmadinejad banci lawang, Muammar Khadafi nih yeee. Presiden turki Abdullah Gul yang ngomongnya bau kentut lagi-lagi pendatang baru dalam menebar permusuhan. Ente Presiden yang brilian dong otaknya. Ayooo hadapi pasukan Israel seperti seruan ente Turki siap perang dengan Israel, Ahhh mana mungkin ente punya nyali paling ente ngumpat di septi teng/tempat penanmpungan tinja/kotoran manusia seperti manusia paling banci dibumi teroris Osama Bin Laden. Tidak luput juga Presiden Venezuela Hugo Shavez karena dosanya sudah segede gunung sehingga harus kemoterafi. Presiden ini perilakunya seperti beruang kelaparan ngerocos terus yang coba-coba membangun permusuhan baru dengan Amerika Serikat. Ketiga presiden yang mendukung Palestina merdeka ini memiliki tipikal yang sama yaitu banci, pengecut, diktator baru, membangun kesengsaraan alias kemiskinan hebat di negaranya sendiri. Perilaku ketiga Presiden tersebut tidak ubahnya seperti Kim Jong Il Presiden Korea Utara si pengemis anjing buduk yang membantai rakyatnya sendiri didukung militer banci taman lawang, Partai komunis Cina, militer Partai Komunis Cina si banci taman lawang yang membunuh mahasiswa dilapangan Tianmen, Palun Dhafa, rakyat Cina. Jenderal Than Shwe pemimpin junta militer Myanmar/Birma sang diktator banci taman lawang yang sudah membantai ratusan ribu rakyatnya sendiri. Fidel Castro pemimpin Kuba yang sudah sukses besar dalam membangun kesengsaraan hebat rakyat Kuba masih terus membangun dinasti. Sudah tua/gaek pula tapi dengan rasa tidak berdosa dan tidak tahu malu masih saja terus menabur permusuhan. Oh gaek vamvire Kuba tak ubahnya dirimu seperti Muammar Khadafi si banci taman lawang. Kasus-kasus kejahatan kemanusiaan yang dilakukan para pemimpin diatas supaya segera dibuka dan diadili. Itu lebih baik yang harus dipikirkan Perserikatan Bangsa Bangsa daripada Palestina.

Kepada seluruh rakyat Iran, Turki, Venezuela, Korea Utara, Cina, Myanmar, Kuba dll supaya bangkit dan hancurkan permusuhan ideologi yang dibangun pemimpin anda tersebut. Tangkap pemimpin-pemimpin diktator tersebut dan seret semua kepengadilan. Tidak boleh lagi anda mengalami ketakutan apapun diera globalisasi, Facebook, Twitter, Myspace, Hi5, Netlog dll. Perang Bintang yang melahirkan Globalisasi karya agung Ronald Reagen dan semua Presiden Amerika Serikat serta sekutunya harus dialirkan seperti mata air yang tidak bisa dibendung. Kemerdekaan milik anda yang paling hakiki. Ambil kemerdekaan itu sekarang juga jangan tundah lagi.

Penyelesaian Palestina harus dilihat dari Kisah Cinta Yasser Arafat dan Suha Talawi. Yasser Arafat yang nama aslinya Mohamm ed Abdel Raouf Arafat bin Qudwa al-Hussaeini lahir 24 Agustus 1929 di Kairo. Istrinya, Suha, yang lahir di Jerusalem pada tahun 1963. Suha dan Yasser Arafat menikah pada 17 Juli 1990, Suha berusia 27 tahun dan Yasser berusia 61. Selisih umur 34 tahun tidak menjadi masalah. Wohhh kisah cinta yang menyamai Romeo n Juliet. Ketika Yaser Arafat berumur 33 tahun, Suha masih ada di dalam dengkul ayahnya. Suha adalah seorang Kristen Ortodoks Yunani. Anak tunggal mereka, Zahwa Putri, dilahirkan pada 24 Juli 1995 di Neuilly-sur-Seine, Perancis.

Aku sudah lelah berjuang dengan kekerasan, kebencian, dendam yang kami kobarkan melalui organisasi yang kami bentuk AL-FATAH, PLO, HAMAS. Kekerasan yang kami jalankan semakin membuat jauh rakyat Palestina dari kesejahteraan, kebahagiaan dan rasa damai rasanya semakin jauh dari pengharapan. Kami sudah melakukan kesalahan fatal dan itu harus di hentikan. Ini diungkapkan Yasser Arafat ketika kami bertemu. Lantas apa program mu selanjutnya? Aku bertanya. Yasser Arafat melanjutkan…. Aku sedang jatuh cinta dengan Suha Talawil seorang gadis Kristen yang masih muda, hatinya penuh kedamaian, cantik dan pintar. Aku tidak tahu apakah dia mau menerima cintaku atau tidak. Kamu sudah mengatakan cintamu kepada gadis belia itu? Belum…. Aku takut kalau cintaku ditolak mengingat selisih umur ku dengannya 34 tahun. Anda harus memberanikan diri Mr. Arafat, saranku. Yahhh.. memang aku harus memberanikan diri….. dan hasilnyapun……. Cinta Yasser Arafat diterima Suha Talawil. Merekapun menikah dan sudah dikaruniai seorang anak. Kisah cinta Yaser dan Suha akan di filmkan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Demokrasi dan HAM sedang menyusun naskah cerita. Judul film adalah “Suha Yasser For Palestine”. Produser atau Hollywood dan sponsor lain yang berkenan mendanai film tersebut dapat menghubungi This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it atau HP. 08881186984. Juga menerima transver ke nomor rekening $ : Bank Mandiri 1290007470764 atas nama. Ir. SYARIFUDDIN; atau Bank Mandiri 1270001052230 an. Ir. SYARIFUDDIN; atau Bank CIMB Niaga 1730101374188 an. SYARIFUDDIN.

Kami pun bertemu untuk kedua kali. Selamat berbahagia Mr. Arafat saya tidak dapat menghadiri pernikahan anda. Terima kasih Mr. SAS semua ini terjadi berkat doa anda. Saya berani bertanya kembali. Apa rencana besarmu dibalik pernikahanmu ini ? Palestina sebaiknya bukan merdeka tetapi bagian dari Israel itu yang terbaik. Kalau merdeka itu sama saja neraka bagi rakyat Palestina. Akan lahirlah pemimpin/penguasa/pejabat seperti Sadam Husein, Osama bin Laden, Muammar Khadafi, Ahmadinejad, Abdullah Gul, Hugo Chavez, Kim Jong Il, Partai Komunis Cina, Than Shwe, Fidel Castro. Wah ini benar-benar seperti Indonesia… hatiku berbisik. Yaser kembali melanjutkan ….. Melalui iman istriku ini aku berharap semua rakyat Palestina menerima Tuhan Allah Yesus Kristus sang Juru Selamat Manusia. Kalau ini terjadi saya tidak ragu bahwa berkat ke rakyat Palestina akan melimpah ruah. Kalaupun Palestina menjadi satu Negara karena campur tangan Tuhan maka saya percaya Palestina akan tetap mengasihi Israel dan Israel akan tetap mengasihi Palestina. Hanya Tuhan Allah Yesus Kristus sendirilah yang menjadi sumber KASIH dalam mempersatukan manusia. Kamipun berpisah. Selamat jalan Mr. Yasser. Selamat datang Kesejahteraan dan Perdamaian Rakyat Palestina.

Penulis adalah Presiden Lembaga Ilmu Pengetahuan Demokrasi dan Hak Azasi Manusia/LIDAM

Comments
Add New
Syarifuddin Simanjuntak  - Makan Daging Babi atau Kelinci Biar Cerdas   |28-10-2011 19:47:06
Ah.. ada-ada saja kamu kawan,.. kapan aku jadi penguasa dan berkuasa
Ahli_Garam  - Jangan - jangan anda juga diktator   |27-10-2011 04:18:52
dalam politik kan biasanya diktator juga mengaku sebagai demokrat ketika tidak berkuasa setelah berkuasa kembali menjadi diktator pengganti diktator.
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."