FPS Nilai Pelaksaan PEMILUKADA Selayar Kurang Mendidik Pemilih

0
18

Pewarta-Indonesia, Memasuki minggu terakhir pelaksanaan pilkada 2010 kabupaten kepulauan selayar semakin jelas aroma pemihakan dari deretan nama nama panitia pelaksana pemilukada 2010 kabupaten kepulauan selayar tercium oleh Forum Peduli Selayar (FPS) yang merupakan lembaga independen pemerhati kinerja panitia pelaksana dan pengawas pemilukada kabupaten kepulauan selayar.

Hal ini diutarakan oleh Sigit Sugiman Wakil Ketua FPS dalam pertemuan dengan sejumlah pengurus FPS dan sejumlah LSM yang tergabung dalam Lintas LSM Selayar. Lebih lanjut diutarakan bahwa salah satu bukti adalah tidak adanya upaya pengawasan terpadu terhadap para komisioner pelaksana pemilu daerah yang dapat terlihat langsung oleh masyarakat selayar secara luas, antara lain dalam penggunaan anggaran kegiatan sosialisasi media massa dan sejumlah kegiatan lainnya di KPUD Selayar.

Ini juga sangat penting mendapat perhatian pasalnya tentu saja azas manfaat dari apa yang di laksanakan, bila tidak sesuai dengan persentase awal para pelaksana terkait programnya maka akan berbeda dengan apa yang akan menjadi efek pelaksanaannya. Taruhlah penganggaran media centre KPUD Selayar , yang bila ditinjau dari fungsi, peralatan dan SDM pengelola serta justifikasi sebuah media centre yang sebenarnya maka media centre KPUD Selayar tidaklah bersyarat disebut sebagai sebuah media centre.

Jadi seharusnya penganggaran media centre KPUD Selayar tidak mengacu pada peraturan dan undang undang yang berlaku. Bila kita telah mendapatkan 1 contoh seperti itu, maka dapat dipastikan bahwa akan banyak hal hal lain perlu mendapat perhatian. Ujar Sigit. Begitupun dengan Panwas pemilukada Selayar 2010, dimana banyak pos pos anggaran yang semu bila diperhadapkan pada peraturan dan perundang undangan yang berlaku. FPS sebagai lembaga pemerhati dunia pendidikan pun sangat dilema ketika saat ini, menghadapi pelaksanaan pesta demokrasi rakyat selayar tidak bisa berbuat apa apa,padahal boleh dibilang seluruh masyarakat selayar dipelosok hingga saat ini belum mengetahui secara jelas sistem dan aturan yang akan digunakan dalam pesta mereka nantinya.

Seperti baru baru ini ketika seoran kepala dusun datang ke kantor FPS mencari informasi tentang cara memilih . Di akui oleh kepala dusun bahwa dalam pelaksanaan nanti akan menggunakan cara mencoblos bukan lagi mencontreng, tetapi sebagai kepala dusun, alangkah lebih bagusnya membahasakan hal ini dengan menggunakan alat peraga, lantas kenapa pak dusun tidak ke KPUD Selayar, dijawab tidak mau karena segan terlalu banyak polisi.

Mengharap agar hal sosialisasi menjadi perhatian wakil rakyat, sama saja bohong karena mereka kini sibuk mempersiapkan calon usungan dalam pemilukada selayar. FPS menyadari hal ini sangat penting , terlebih bila hal ini menjadi bahan investigasi ke para komisioner pelaksanan pemilukada selayar 2010. Tapi nanti karena kami tidak mau di sangka oleh pihak terkait akan menghalang halangi pelaksana. Alasan bagus sekaligus menjadi tameng para calon tersangka nanti. (arsil Ihsan)