Ijazah Pintas, Pribadi Malas

0
23

Pewarta-Indonesia, Kini banyak orang memakai jasa Ijazah Pintas. Ijazah yang didapat dari orang – orang yang setelah lulus dan menjual Ijazah aslinya, mungkin karena dahulu tidak sesuai dengan bakat dan minatnya, atau karena tidak mendapat pekerjaan setelah lulus dari perguruan tinggi, hingga akhirnya Ijazahnya dijual.

Ini sangat merugikan kedua belah pihak, bahkan orang lain. Dalam hal ini, yang menjual Ijazah terbebani Psikologis, karena ilmu yang telah dituntutnya kini tidak menjadi bukti pada diri pribadinya atas perolehan penghargaan berupa Ijazah dan tentunya menjeremuskan orang yang membeli Ijazah Pintas ke jalan yang sesat. Sedangkan yang memakai Ijazah Pintas itu sendiri merasa was – was, mungkin saja bakal ketahuan atas penghargaan berupa Ijazah dari perguruan tinggi tetapi kok tidak mengetahui apa – apa berdasakan ilmu yang telah diperoleh dari Ijazah tersebut?

Hal inilah yang perlu di waspadai oleh para pimpinan lembaga ataupun perusahaan agar berhati – hati dengan penipuan yang dapat berakibat nantinya akan mengumpulkan orang – orang yang memiliki pribadi malas di dalam lembaga atau perusahaannya.

Sudah banyak informasi yang menyatakan jual – beli Ijazah dan sempat menjadi berita di televisi, bahwa banyak kasus – kasus Ijazah Pintas. Yang sempat tidak habis pikir, kok ada yang mau membeli Ijazah Pintas bahkan sampai menjula Ijazahnya, sedangkan sudah jelas memperoleh Ijazah dengan jalan pintas sangat memungkinkan dengan buta ilmu perkuliahan dan ilmu yang dimiliki oleh seorang terdidik atau seorang Mahasiswa.

Pertanyaannya, siapa yang akan bertanggung jawab akan hal itu? Tentu saja semua pihak, baik pemilik Ijazah, pengguna Ijasah Pintas, Perguruan Tinggi dan Pemerintah.

Perguruan Tinggi sebaiknya meluluskan calon Cendikiawan yang memiliki potensi tinggi, dengan kata lain memberikan bekal ilmu pengetahuan yang baik. Sedangkan Pemerintah berperan dalam pemberantasan pengangguran, dengan menciptakan kebijakan – kebijakan penyediaan keterampilan bagi para pengangguran agar memiliki kreatif dan imajinatif dalam berkreasi menciptakan lapangan pekerjaannya sendiri, sehingga dapat berperan serta dalam pemberantasan masalah Negara yaitu pengentasan pengangguran.

Sumber image: google.co.uk