Membangun Kemandirian PT. Jamsostek melalui Kepedulian Bersama

0
31

Pendahuluan

Kita mungkin sering mendengar tentang istilah Jamsostek. Jamsostek adalah singkatan dari jaminan sosial tenaga kerja, dan merupakan program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi risiko sosial ekonomi tertentu dan penyelenggaraannya menggunakan mekanisme asuransi sosial. Sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang asuransi sosial. PT Jamsostek (Persero) merupakan pelaksana undang-undang jaminan sosial tenaga kerja.

Sebagai program publik, Jamsostek memberikan hak dan membebani kewajiban secara pasti (compulsory) bagi pengusaha dan tenaga kerja. Berdasarkan Undang-undang Nomor 3 tahun 1992 mengatur Jenis Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK), sedangkan kewajiban peserta adalah tertib administrasi dan membayar iuran. Pengaturan program kepesertaan jamsostek adalah wajib melalui Undang-Undang No.3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

Jamsostek memberikan program perlindungan dan program ini merupakan perlindungan yang bersifat mendasar bagi peserta jika mengalami risiko-risiko sosial ekonomi dengan pembiayaan yang terjangkau oleh pengusaha dan tenaga kerja. Risiko sosial ekonomi yang ditanggulangi oleh Program Jamsostek terbatas yaitu perlindungan pada: Peristiwa kecelakaan, Sakit, Hamil, Bersalin, Cacat, Hari tua, Meninggal dunia, Hal-hal ini mengakibatkan berkurangnya dan terputusnya penghasilan tenaga kerja dan/atau membutuhkan perawatan medis.

Penyelenggara program jaminan sosial merupakan salah satu tangung jawab dan kewajiban negara untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat. Sesuai dengan kondisi kemampuan keuangan negara, Indonesia seperti halnya berbagai negara berkembang lainnya, mengembangkan program jaminan sosial berdasarkan funded social security, yaitu jaminan sosial yang didanai oleh peserta dan masih terbatas pada masyarakat pekerja di sektor formal.

Sebenarnya sejarah terbentuknya PT Jamsostek (Persero) mengalami proses yang panjang. Dan proses sejarah tersebut tak lepas dari urgensi keberadaan PT. Jamsostek ditengah-tengah dinamika perkembangan ketenagakerjaan dan perusahaan yang ada di Indonesia. Perkembangan kemajuan yang terjadi baik menyangkut landasan hukum, bentuk perlindungan maupun cara penyelenggaraan jaminan sosial tenaga kerja semakin terasa pada akhir tahun 2004 mana kala Pemerintah menerbitkan UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, yang berhubungan dengan Amandemen UUD 1945 dengan perubahan pada pasal 34 ayat 2, yang kini berbunyi : “Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan”. Manfaat perlindungan tersebut dapat memberikan rasa aman kepada pekerja sehingga dapat lebih berkonsentrasi dalam meningkatan motivasi maupun produktivitas kerja.

Membangun Kemandirian PT.Jamsostek melalui Kepedulian Bersama

Sampai saat ini, PT Jamsostek (Persero) memberikan perlindungan 4 program, yang mencakup Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) bagi seluruh tenaga kerja dan keluarganya. Dari data terkini jumlah kepesertaan Jamsostek baik yang aktif maupun yang pasif (per agustus 2009) sudah mencapai 27,9 juta jiwa dari 191,7 ribu perusahaan. Jumlah itu ada kenaikan dari tahun sebelumnya pada periode yang sama sebesar 26,7 juta jiwa dari 175,8 ribu perusahaan.

Catatan prestasi lain yang turut dimiliki oleh PT. Jamsostek adalah hingga akhir 2009 aset Jamsostek diprediksi naik menjadi Rp75.01 triliun dengan dana investasi sekitar Rp72,74 triliun. Sementara aset CPF sudah mencapai sekitar Rp700 triliun. Namun, meski memiliki 8.219 juta peserta aktif Jamsostek atau dua kali dari penduduk Singapura, tapi besarnya iuran Jamsostek sangat kecil, baru berkisar 8.7% dari gaji pokok pekerja. Padahal menurut Dirut PT Jamsostek (Persero) Hotbonar Sinaga, besarnya akumulasi modal yang terkumpul bisa menjadi pendorong bagi pengembangan investasi.

Untuk itu ada beberapa langkah yang sedang dilakukan oleh PT.Jamsostek dibawah kepemimpinan Hotbonar Sinaga diantaranya mendirikan anak usaha, Jamsostek Incorporated, yang bergerak di bidang investasi sebagai strategi baru perusahaan mengelola investasinya di penyertaan. Dalam pembentukan perusahaan investasi tersebut Jamsostek menjadi pemegang saham mayoritas Sl%, sedangkan sisanya oleh Islamic Corporation for The Development of The Private Sector (ICD). Dengan cara ini diharapkan investasi lebih optimal, sehingga dapat memberikan nilai tambah yang akhirnya dapat meningkatkan manfaat bagi peserta.

Patut menjadi ingatan bersama bahwa usaha geras yang telah dan akan dilaksanakn PT.Jamsostek tidak akan berarti bila tidak didukung oleh kepedulian bersama pihak berkompeten baik itu perusahaan maupun pemerintah. Karena sampai hari ini masih didapati banyak kasus dimana perusahaan masih enggan mendaftarkan pekerjanya pada PT.Jamsostek seperti kasus di Sumatera Utara, Pekalongan Jawa Tengah bahkan para pengusaha tingkat nasionalpun masih menyepelekan pentingnya jaminan sosial tenaga sosial atau Jamsostek. Untuk itu sangat tepat sekali upaya PT. Jamsostek akhir tahun ini, yang akan melakukan Pencanangan Gerakan Wajib Nasional Jamsostek pada HUT Jamsostek ke-32, 5 Desember 2009 mendatang. Dan semoga upaya tersebut dapat kita dukung bersama.

Urgensi jaminan sosial tenaga kerja bukan saja menjadi amanah Undang-Undang semata, tetapi lebih dari itu keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja adalah merupakan hak azasi setiap pekerja yang harus diperjuangkan oleh semua pihak. Untuk itu kesadaran dan motivasi yang besar bagi perusahaan untuk mengikutsertakan pekerjanya dalam Jamsostek adalah sebuah keharusan. Perhatian dan warning dari pemerintah dalam mendorong para pengusaha dalam mengikutsertakan pekerjanya ikut Jamsostek juga harus terus dilaksanakan baik dalam bentuk peraturan, dan peringatan keras. Kalau kepedulian bersama dalam memperhatikan pekerja melalui keikutsertaan program Jamsostek tidak ditumbuhkan dari sekarang, maka yang patut dikasihani adalah para pekerja itu sendiri.

Selamat Ulang Tahun Jamsostek Ke-32 semoga engkau tetap jadi Pelindung Pekerja dan Mitra Pengusaha. Amin***

Sumber image: google.co.uk