Memerangi Radikalisme Tanpa Memerangi Orang-orang Radikal

0
25

Oleh: Christopher Boucek *)

Pewarta-Indonesia, Washington DC – Memasuki tahun ke-delapan “Perang Global atas Teror”, para pembuat kebijakan di Barat semakin menyadari bahwa memerangi para ekstremis memerlukan lebih banyak perangkat kreatif. Dalam perjuangan semacam ini, solusi militer justru, tanpa disengaja, telah memperparah radikalisasi, alih-alih mematahkannya.

Tak hanya kebijakan-kebijakan Amerika di luar negeri yang seringkali dipandang tidak adil, kondisi lokal—sosial, ekonomi dan politik—juga banyak berperan dalam memicu radikaliasi. Karenanya, memperbaiki kondisi ini mesti menjadi bagian penting setiap diskusi mengenai konter-terorisme.

Amerika Serikat semakin terlibat dalam program-program tak biasa dan kreatif untuk membasmi terorisme; salah satunya bisa dilihat dalam pembentukan unit Africa Command (AFRICOM) yang didirikan Pentagon. Masyarakat Afrika, juga masyarakat internasional, terus menghadapi berbagai masalah, mulai dari meningkatnya pembajakan, kejahatan transnasional, hingga radikalisme. Untuk membantu mereka menangani masalah-masalah ini, Amerika menaruh perhatian yang lebih besar pada bantuan pembangunan.

AFRICOM, yang didirikan pada 2007 dan kini berpusat di Jerman, sering disalahpahami sebagai alat untuk memperluas pengaruh Amerika. Namun, sebetulnya salah satu prioritas utama unit ini adalah membantu negara-negara Afrika untuk bisa memberantas terorisme, ekstremisme dan kejahatan transnasional sendiri tanpa campur tangan militer asing. Titik berat sebenarnya, dengan demikian, adalah pada “pencegahan perang, bukan berperang.” AFRICOM menjalankan misi ini melalui pelatihan dan upaya-upaya lain yang ditujukan untuk membangun kapasitas dan dilakukan bersama dengan pasukan keamanan setempat— seperti menyediakan peralatan, kendaraan dan dukungan logistik—serta dengan mendorong kerjasama antarnegara.

Amerika Serikat menambah bantuan, berupa program-program ekonomi dan politik, kepada agen-agen pelaksana lokal untuk memperbaiki kondisi lokal dan melemahkan daya tarik ekstremisme. Di kawasan Timur Laut Afrika Timur (dikenal sebagai Horn of Africa), misalnya, militer AS terlibat dalam kegiatan-kegiatan seperti menggali sumur dan membangun sekolah di Djibouti, menyediakan layanan kesehatan gratis di pedesaan Ethiopia dan menyalurkan air bersih ke sekolah-sekolah di Kenya.

Di kawasan Sahel yang luas, dimana para pejabat militer yakin Al-Qaeda kawasan Maghribi beroperasi, pemerintah AS mengupayakan Kemitraan Konter-Terorisme Trans-Sahara. Kemitraan ini menyebarluaskan radio untuk menghubungkan pemerintah dan rakyat Mali dan Niger, serta menjalankan program-program pengobatan dan perawatan kesehatan hewan di seluruh kawasan.

Tetapi Amerika Serikat perlu lebih kreatif lagi jika ingin memberantas ekstremisme. Di samping bantuan pembangunan, ia juga harus mendorong transparansi dan efisiensi untuk membantu menciptakan pemerintahan-pemerintahan yang lebih bertanggung jawab pada warganya, karena keberadaan pemerintahan yang bertanggung jawab akan lebih mengecilkan kemungkinan untuk mengembangbiakkan radikalisme.

Amerika Serikat bisa menjalankan program-program seperti mensponsori para hakim, pengacara, jurnalis dan redaktur dari negara-negara mayoritas Muslim agar bisa menimba pengalaman di berbagai pengadilan dan kantor berita Amerika. Washington seringkali mengeluhkan korupsi di lembaga-lembaga peradilan dan kurangnya media terpercaya di dunia Muslim. Apa cara yang lebih baik untuk menguatkan kedaulatan hukum, pemerintahan yang baik, dan pemberitaan bertanggung jawab daripada menjalankan program pertukaran? Ketika para peserta kembali, mereka membawa pengalaman dan teknik yang mereka pelajari dari rekan-rekan mereka di Amerika, dan orang Amerika bisa belajar untuk lebih memahami dan menghargai budaya Muslim dari mereka.

Perjuangan melawan ekstremisme membutuhkan investasi jangka panjang, tetapi itu akan menghasilkan keuntungan jangka panjang pula. Bantuan, pembaruan dan pendidikan adalah sarana-sarana kunci untuk mengurangi daya tarik kekerasan politik. Amerika Serikat telah dengan benar memulai program-program konter-terorisme dan keterlibatan strategis yang kreatif, dengan mencamkan filosofi ini.

*) Christopher Boucek ialah staf program Timur Tengah di Carnegie Endowment for International Peace.
Sumber: Kantor Berita Common Ground (CGNews), 11 September 2009