Menggali kekuatan dan Mengatasi Kelemahan, Mau?

0
35

Pewarta-Indonesia, Sebelum kamu mengenal kekuatan dan kelemahan kamu, apakah kamu sudah mengenal dirimu seutuhnya? Siapa dirimu sebenarnya? Pernahkah kamu bertanya siapa kamu sebenarnya? Sosok seperti apa yang ada pada dirimu?

Untuk menggali kekuatan dan mengatasi kelemahan. Tentunya hal pertama yang harus dilakukan adalah mengenal siapa diri kamu yang sebenarnya. Apabila kamu sudah mengenal diri kamu maka kamu akan dengan mudah dan cepat menggali kekuatan dan mengatasi kelemahanmu. Bagaimana kita mengenal diri kita? Apa sih mengenal diri itu?

Dalam buku Character Building 1 “Relasi dengan Diri Sendiri”, karangan Antonius Kyosaki, mengenal diri berarti memahami kekhasan fisik, kepribadian, watak dan temperamennya, mengenal bakat-bakat alamiah yang dimilikinya serta punya gambaran atau konsep yang jelas dengan diri sendiri dengan segala kekuatan dan kelemahannya. Mengenal diri bisa diartikan juga, kita tahu siapa diri kita, kita orang seperti apa, apa hal yang kita suka, apa hal yang kita tidak suka, dan sebagainya.

Setelah mengenal siapa diri kita, tentu kita sudah tahu apa bakat kita? Misalnya “saya berbakat dalam bermain piano” kata si Cindy, dan seterusnya. Dan kita juga tahu dimana letak kelemahan kita. Setelah kita mengenal kekuatan dan kelemahan kita, kita harus bisa menerima diri kita dan mencintai diri kita apa adanya dan seutuhnya. Maksudnya apa nih? Cinta diri sendiri gimana? Ntar pacar saya cemburu donk? Heehee… 😉

Maksudnya begini, apabila kamu sudah tahu kekuatan kamu, tetapi tidak sesuai dengan keinginan kamu, kamu jangan marah dengan dirimu atau menganggap dirimu tidak berguna, jangan yah? Bisa fatal akibatnya. Tetapi untuk hal ini jarang sekali terjadi. Biasanya pada orang yang tahu letak kelemahan mereka dan mereka tidak bisa menerimannya. Tetapi “no problem”. Ingat apapun kondisinya kita tetap harus menerima dan mencintai diri kita seutuhnya. Okeh?

Setelah melalui 2 tahap di atas, saatnya kamu mengembangkan kakuatan kamu yaitu dengan banyak belajar dan berlatih tentunya. Dan juga, tambahkan afirmasi-afirmasi positif untuk memperkuat diri kita. Seperti “semakin hari saya semakin kuat/hebat dalam hal … “. Dan kamu juga jangan lupa mengatasi kelemahan kamu, dengan lebih berhati-hati dan mengubahnya secara perlahan-lahan. Bisa juga dibantu dengan afirmas-afirmasi positif seperti di atas. Kamu juga bisa mengambil inspirasi dari tokoh-tokoh teladan yang kamu sukai seperti “spiderman”, “batman”, artis, penulis atau pembicara terkenal, terserah siapa saja yang kamu suka, tetapi sebaiknya jangan “sinchan” yah? 😉 Kamu boleh mencontoh tokoh-tokoh yang kamu kagumi. Dan belajar perilaku mereka yang positif tentunya. Misalnya kamu seorang pemain basket, kamu boleh saja mencontoh permainan Allen Iverson, koko saya itu lho. Heehee… 😉 dan lain sebagainya, tergantung idola yang kamu pilih.

Berfikir positif dan optimis tentang diri sendiri merupakan faktor pendukung yang tak kalah pentingnya. Kamu harus berfikir positif dan optimis dengan tindakan kamu. Berani beraksi, berani mengambil tindakan. Yang terakhir, fokus pada kekuatan kamu tetapi juga tidak membiarkan kelemahan kamu begitu saja. Duh, gimana sih? Ya, maksudnya kamu lebih fokus pada kekuatan yang kamu miliki, dan juga memperbaiki kelemahan kamu. Jangan hanya melihat pada kelemahan kamu. “Saya lemah dalam Matematika” kata Banu. Jangan terus fokus pada kelemahanmu, tetapi fokuslah pada kekuatan kamu. “Tetapi saya pintar melukis dan bermain musik” kata si Banu lagi. Fokus utama tetap pada kekuatan kamu.

Dan juga ingat bersyukur dengan apa yang kamu dapat dan tidak dapat. Dalam hal apapun dan situasi apapun tetap berdoa dan bersyukur. Selamat mencoba… Salam Sukses.. ^^