Penghargaan Terhadap Nilai Kehidupan di Jalan

0
31

Pewarta-Indonesia, Kita mungkin sepakat untuk mengatakan bahwa nilai kehidupan manusia sangat mahal. Nyawa manusia itu tak ternilai harganya. Ribuan air mata tertumpah kebumi manakala anak yang kita cintai meninggal dunia, bapak dan ibu yang kita banggakan mininggal dunia atau istri yang kita cintai meninggal. Nilai kehidupan sangat berarti bagi setiap individu yang mengetahui tentang eksistensinya. Nilai kehidupan lah yang diperjuangkan sang ayah untuk anak dan istrinya, dibuktikan dengan bekerja tanpa mengenal lelah berangkat pagi pulang petang. Nilai kehidupan lah yang diperjuangan sang pemuda untuk mempersunting calon istrinya, mengumpulkan sesen demi sesen untuk melamar istrinya guna membangun kehidupan baru mereka.

Namun demikian, ironisnya nilai kehidupan sering tidak berarti di jalan raya. Tercatat, kecelakaan sepeda motor pada tahun 2005 mencapai 3.499 kasus. Tahun 2006 meningkat menjadi 3.814 kasus, tahun 2007 mencapai 4.933 kasus, tahun 2008 meningkat lagi menjadi 5.898 kasus, dan tahun 2009 ini mencapai 6.608 kasus. Angka tersebut, juga mengacu pada bertambah naiknya jumlah kendaaran bermotor setiap tahunnya di berbagai kota di Indonesia, baik kota Jakarta sendiri maupun wilayah lain. Dan menariknya secara umum kecelakaan di jalan raya sering terjadi 70 % itu adalah kecelakaan sepeda motor.

Cepat dan mudah. Dua alasan itulah yang membuat banyak orang lebih senang menggunakan sepeda motor. Namun, pesatnya perkembangan jumlah sepeda motor, ternyata tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat dalam berkendara, khususnya bagi para pengguna sepeda motor itu sendiri. Semakin padatnya arus lalu lintas, terutama di kota-kota besar, membuat para pengendara sepeda motor semakin terpacu untuk bermanuver dalam kecepatan yang sangat tinggi. Tidak heran jika, setiap harinya kita akan disuguhi oleh manuver-manuver yang berbahaya dari para pengendara sepeda motor, lihat saja ketika mereka selap-selip di antara padatnya mobil-mobil, dan juga ketika mereka membawa motor dalam kecepatan tinggi dan tidak memperhatikan keselamatan dirinya, maupun keselamatan bagi orang lain.

Celakanya, para pengendara sepeda motor tersebut terkadang tidak memperhatikan kondisi jalan, apakah rusak, jalan padat atau ramai, jalan sempit, ataupun jalan licin. Seharusnya, keadaan seperti ini harus bisa disikapi oleh para pengendara motor itu sendiri dengan mengutamakan “kesadaran” akan pentingnya keselamatan berkendara, selain dengan penggunaan perlengkapan berkendara yang lengkap untuk melindungi diri, seperti penggunaan helm, sarung tangan, jaket (lengan panjang) dan sepatu untuk melindungi bagian kaki.

Honda dan Safety Riding

Melihat kondisi tersebut, maka diperlukan kesadaran dan kepedulian dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dari pihak produsen kendaraan bermotor itu sendiri. Sebenarnya usaha ini telah dilakukan oleh beberapa produsen kendaraan bermotor, dan salah satu pihak yang sukses hingga sekarang adalah “Kampanye Safety Riding” yang terus digalakkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) selau produsen dan distributor sepeda motor merek Honda di Indonesia. Sesuai dengan visinya yang memposisikan Safety atau Keselamatan sebagai hal utama karena menghargai nilai kehidupan manusia, maka Honda percaya bahwa dengan meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan berkendara pada setiap individu merupakan suatu langkah maju untuk menghindari atau mengurangi kecelakaan lalu lintas.

PT Astra Honda Motor yang telah membukukan produksi sepeda motor hingga 25 juta unit. Pencapaian bersejarah ini tidak hanya yang pertama di negeri ini, tapi juga pertama di ASEAN. Realisasi produksi ke-25 juta ini secara faktual tercapai pada Sabtu 3 Oktober 2009, di areal pabrik Astra Honda, Cikarang, Jawa Barat. Honda Vario Techno tercatat sebagai unit produksi ke-25 juta ini. Pencapaian ini dirintis Astra Honda selama 38 tahun. Tentu saja perjuangan yang manis bagi AHM. Menurut AHM pencapaian ini merupakan bentuk nyata dari dukungan dan loyalitas 25 juta pelanggan di Indonesia, karyawan PT Astra International Tbk, Honda Motor Co Ltd , suplier, dealer, jaringan bengkel Astra Honda Autorized Service Station (AHASS), pemerintah, dan media massa.

Perkembangan dan kemajuan yang dimiliki oleh AHM tidak menyurutkan pihak  Honda untuk membuktikan keseriusan dan komitmennya terhadap masalah-masalah keselamatan berkendara. Hal ini ditandai pada tahun 2002 dengan kepeloporan AHM ketika mendirikan departemen khusus yang menangani Safety Riding dan kampanye Safety Riding itu sendiri, yakni “Safety Riding Promotion Department”. Tepatnya 2003 kegiatan ini mulai aktif diadakan baik di tingkat dealer maupun masyarakat umum yang melibatkan berbagai pihak seperti dealer, kepolisian, lembaga pendidikan, hingga komunitas atau klub-klub sepeda motor. “Program Safety Riding Honda ini akan dijalankan secara terus menerus dan secara konsisten dan juga berkesinambungan di seluruh Indonesia sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitment Honda terhadap keselamatan konsumen sepeda motor Indonesia, terutama untuk generasi muda dalam menciptakan kesadaran berlalu-lintas yang aman sejak dini.

Sementara itu, keselamatan dan keamanan adalah prioritas sebagai produsen motor Honda. Oleh karena itu, aktifitas Safety Riding merupakan salah satu bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial Honda untuk masyarakat Indonesia. Komitment Honda dalam menggalakkan kampanye Safety Riding ini pun mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak. Contohnya adalah piagam Honda memperoleh penghargaan dari Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Ir. Jusman Syafii Djamal kepada Pimpinan PT Astra Honda Motor atas “Peran Aktif dan Partispansinya pada Kegiatan Bidang Keselamatan Jalan” dan juga sebagai “Pelopor Safety Riding.” Kampanye Honda Safety Riding ini merupakan langkah positif yang akan diharapkan dapat menekan laju kecelakaan lalu-lintas di Indonesia. Semoga untuk ke depannya, semua pengendara motor di Indonesia dapat berkendara dengan aman dan nyaman, serta angka kecelakaan lalu-lintas mudah-mudahan akan bisa berkurang. Amin. Jaya Terus Honda……

Penulis : Pemerhati Sosial dan Budaya tinggal di Aceh

Sumber image: google.co.uk