Teknologi yang Telah Berubah Arah

0
19

Pewarta-Indonesia, Terlepas dari segala dampak bahaya dari kemajuan teknologi, ternyata pangsa pasarnya telah berubah dari tujuan yang lebih mapan seperti golongan Baby Boomers menjadi anak-anak balita dan bahkan batita.

Kita patut bertanya-tanya apa yang menyebabkan ini semua. Sesaat sebelum opini ini dituliskan, penulis menemukan sebuah analisis wartawan BusinessWeek, Douglas MacMillan tentang topik yang sama. Dalam tulisannya “Tech Products for Kids Looking More Grown-Up” pada tanggal 12 Agustus 2009, terdapat kalimat yang dapat kita kutip demi menunjang proses analisis kita setelahnya.

“The current generation of parents has already adopted a tech lifestyle, and they’re a lot more involved with what their kids are doing,” ungkap Christopher Healy, penyunting senior untuk rubrik kebudayaan dan resensi produk untuk Condé Nast—pemilik majalah Cookie.

Berdasarkan kalimat tersebut, sangat jelas bahwa faktor eksternal dari sebuah kepercayaan terhadap kemajuan teknologi sangat berpengaruh pada pangsa pasar. Pada mulanya para perusahaan mengincar para lansia, dan setelah melihat sambutan yang kurang menguntungkan bagi mereka—di mana para Baby Boomers juga turut merasakan dampak krisis dan mengurangi biaya pengeluaran, dan akhirnya beralih kepada anak-anak usia dini.

Melalui tulisan tersebut kita dapat menarik kesimpulan bagaimana teknologi terbaru diterapkan bagi kebutuhan anak-anak usia dini, mulai dari kamera hingga laptop khusus anak-anak. Secara logika, kita semua dapat memahami bahwa orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Mereka cenderung mengalokasikan anggaran mereka demi kebutuhan anak lebih besar daripada anggaran untuk pengeluaran pribadi mereka sendiri. Secara sadar atau tidak sadar, para orang tua pada generasi ini lebih memihak kepada teknologi karena menurut mereka teknologi akan membawa anak mereka kepada sebuah perkembangan demi terjaminnya kehidupan mereka di masa yang akan datang. Namun, benarkah demikian?

Kebanyakan dari kita sangat beruntung untuk merasakan kehidupan sebelum perkembangan teknologi yang begitu pesat akhir-akhir ini sehingga memungkinkan kita untuk membandingkan kehidupan yang sekarang dengan kehidupan yang sebelumnya. Sebuah pertanyaan mudah adalah, berapa banyak waktu yang telah lenyap begitu saja saat kita berada di depan komputer?

Sejujurnya perkembangan teknologi tidaklah selalu baik adanya. Dengan adanya kemajuan ilmu komputer dan internet, pusat perhatian kita menjadi terpecah belah. Pernahkah anda berpikir bahwa nantinya tidak akan ada lagi tenaga profesional karena semua orang mempelajari banyak bidang namun tidak cukup mendalaminya karena perhatiannya dialihkan oleh bidang lain?

Namun, jika kita berbicara tentang seseorang yang selalu konsisten dan fokus terhadap satu bidang saja, maka teknologi akan melesatkan kecepatan mereka dalam merenggut obsesi yang selalu diidam-idamkan. Maka tugas kita selanjutnya bukanlah lagi menanamkan sikap percaya terhadap teknologi, namun mengusahakan sebuah kebijaksanaan dalam memanfaatkan teknologi yang telah ada. Karena kita tidak pernah merasakan suatu bahaya dari teknologi yang sudah ada sebelum kita hadir di dunia. Contohnya, televisi.

Generasi sebelumnya mengalami kecemasan terhadap teknologi televisi dan hal tersebut dibuktikan dengan adanya banyak coach potato setelahnya. Mereka adalah para penggila televisi yang senantiasa menonton televisi sepanjang waktu ditemani beragam makanan ringan yang menimbulkan obesitas. Tapi, terdapat perbedaan besar antara kasus yang sedang kita perbincangkan dengan kasus teknologi televisi. Perlu kita perhatikan bahwa dengan adanya televisi, berita di penjuru dunia yang satu dapat dengan segera ditayangkan di tempat lain. Tanpa televisi, kita akan sering tertinggal berita. Namun, televisi terasa tidak membahayakan bagi kita. Kenapa? Karena kita lahir setelah adanya televisi. Tapi ketika terdapat pertanyaan apakah ada korban dari teknologi televisi tersebut? Ada, bahkan banyak.

Di sinilah letak peranan kita sebagai generasi yang lahir sebelum teknologi, yaitu dengan menanamkan sikap waspada terhadap sesuatu, walaupun kita hidup dengannya. Komputer dan internet hanyalah salah satu contoh yang paling tampak, masih banyak teknologi lain yang perlu kita perhatikan.

Sumber image: google.co.uk