THR Memicu Konsumsi

0
33

Pewarta-Indonesia, – Tak hanya sembilan bahan pokok yang mengalami kenaikan pasokan. Berbagai barang khas selama bulan puasa dan Lebaran pun mengalami kenaikan cukup fantastis. Menurut data lembaga riset AC Nielsen, selama tenggang waktu memasuki Lebaran tahun lalu, produk sirup bahkan mencatat kenaikan penjualan tertinggi dibandingkan dengan penjualan pada hari-hari biasa.

Sirup yang menjadi primadona yang harganya naik cukup tajam pada September tahun lalu dan mengalami puncaknya selama bulan puasa, yakni mencapai 1.070%. ABC, Marjan, dan Indofood menjadi merek-merek utama yang menikmati kenaikan penjualan produk ini. Rasa orange dan cocopandan masih menjadi pilihan sebagian besar masyarakat. Tak hanya didominasi merek-merek nasional, jagoan lokal pun masih ada yang singgah di hati masyarakat dan mendominasi di berbagai daerah, misalnya Sarang Sari, Fresh, dan Tropicana Slim.

Riset itu dirilis setelah Nielsen melakukan penelitian di seluruh sentra perdagangan, yang meliputi pasar modern, pasar tradisional, hypermarket, supermarket, minimarket, grosir besar, sedang, hingga warung. Kota-kota besar seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Padang, Palembang, Makasar, dan Denpasar menjadi tujuan riset Nielsen pada Lebaran tahun lalu. “Pasar di Jawa Barat dan DKI masih menjadi tujuan riset terbesar,” kata Yongky Surya Susilo, Director Retail Service PT AC Nielsen Indonesia.

Hasil riset menyimpulkan, kenaikan penjualan produk-produk tersebut selama Lebaran dipicu kehadiran dana tambahan yang diperoleh para konsumen berupa tunjangan hari raya (THR). “Pemicunya THR,” ujar Yongky.

Beberapa produk yang diteliti memang mengalami kenaikan signifikan. Untuk biskuit, misalnya, kenaikannya mencapai 143%, yang dimotori produk-produk Khong Guan, Danish, Nissin, dan Monde. Sedangkan merek Unibis dan Interbis sukses di Sumatera.

Kenaikan selama Lebaran pun dialami produk keju, margarin, susu kental manis, teh, es krim kudapan anak-anak, saus, hingga produk obat mag, dengan Promag dan Mylanta sebagai produk yang paling laris.

Energy drink yang ikut dalam daftar survei AC Nielsen mencatat kenaikan Rp 10,5 milyar pada bulan Oktober atau setara dengan 40%. Kratingdaeng Red Bull botol 150 ml menjadi pilihan sebagian besar masyarakat. Merek lokal, seperti Enerjos, juga mampu berjaya di beberapa kota besar.

Sedangkan mi kering dan cokelat justru tidak mencatat kenaikan yang signifikan. Kenaikan cokelat masih kalah dibandingan dengan bulan Februari, yang bertepatan dengan Hari Valentine.

Menurut Yongky, Lebaran yang jatuh pada akhir kuartal ketiga ini menjadi kesempatan terakhir bagi peretail untuk mendorong angka pertumbuhan penjualan. “Karena setelah Lebaran, penjualan akan menurun seperti biasanya,” tutur Yongky.

Maklum, ketika memasuki tahun ini, penjualan retail mengalami pelemahan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Meski daya beli konsumen cukup kuat, sebagian besar masih terpengaruh imbas krisis global. “Sepanjang 2009 ini, diprediksi pertumbuhan retail mencapai 9%,” kata Yongky kepada Rukmi Hapsari dari Gatra.  (Hatim Ilwan)

BAGIKAN
Berita sebelumyaSutanto dan Erry Layak Pimpin KPK
Berita berikutnyaGolkar Saring 5 Nama Calon Wakil Ketua DPR
Koran Online Pewarta Indonesia atau disingkat KOPI adalah sebuah media massa nasional berbasis jurnalisme warga (pewarta warga) yang dibangun dan dikelola oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Pimpinan redaksi KOPI adalah Wilson Lalengke, dibantu oleh ribuan penulis/pewarta lintas profesi, lintas agama, lintas strata sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain-lain dari seluruh nusantara dan luar negeri.