Kuningan dan Obyek Wisata

0
58

Pewarta-Indonesia, Kabupaten Kuningan Propinsi Jawa Barat dengan luas wilayah 1.178,58 km, terletak di kaki gunung Ciremai.sebelah utara berbatasan dengan kab. Cirecon, sebelah timur berbatasan dengan Kab.Brees provinsi Jawa Tengah, sebelah selatan dengan Kab. Brebes Provinsi Jawa Tengah dan Kab.Ciamis. sebelh barat dengan Kab. Majalengka.

Daerah Kabupaten Kuningan terdiri ataperbukitan, lereng, lembah, daratan yang indah, berudara sejuk dengan temperature 18-30 celcius, kaya dengan obyek dan daya tarik wisata yang alami dan menyegarkan serta didukung oleh kesenian daerah yang beranekaragam.

Di bawah pimpinan Bupati H. Aang Hamid Suganda, S.Sos untuk periode keduanya, denan visi “Kuningan lebih Sejahtera Berbasis Pertanian dan Pariwisata yang Maju dalam Lingkungan Lestari dan Agamis Tahun 2013”. Dan Misi :

1. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dan memantapkan pembangunan manusia melalui akselerasi peningkatan derajat pendidikan, kesehatan, dan daya beli.

2. Meningkatkan pengembangan agropolitan dan kepariwisataan daerah melalui penguatan sarana dan prasarana, sinergitas sektor dan wilayah, serta produktvitas dengan berorientasi pada pemberdayaan perekonomian rakyat.

3. Meningkatkan kehidupan masyarakat yang agamis, harmonis, dan bersatu.

4. Meningkatkan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup dalam kerangka Kabupaten Konservasi dengan berorientasi pada perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan secara lestari.

Sebagai putra Kuningan, saya mendukung kebijakan bupati. Dalam hal ini saya, merasa terpanggil untuk mempromosikan ODTW (Obyek Daya Tarik Wisata) yang ada di Kabupaten Kuningan.

Berbekal dari data yang ada di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, saya mendapatkan profil tentang ODTW, diantaranya

1. Talaga Remis

Talaga remis adalah sebuah danau alam yang etrletak di Desa Kaduela Kec. Pasawahan.nama Talaga remis ternyata mempunyai arti tersendiri.nama tersebut diambil dari nama binatang sejenis kerang berwrarna kuning yag banyak hidup di sekitar telaga, binatang tersebut dikenal dengan sebutan “remis”. Talaga Remis merupakan perpaduan antara pesona alam pegunungan hutan serta air telaga yang jernih, bening laksana kaca didukung udara pegunungan yang sejuk menantang untuk berwarna wisata menguak misteri hutan.

2. Gedung Perundingan Linggarjati

Bangunan ini teretak di Desa Linggajati Kecamatan Cilimus di kaki Gunung Ciremai bagian tenggara. Sejarah mecatat, pada tanggal 11 s/s 15 November 1946, dipergunakan sebagai tempat perundingan antara pemerintah Indonesia dengan belanda yang diwakili oleh Dr. Van Boer sedangkan Indonesia diwakili oleh P.M. Sutan Syahrier, sebagai penengah dari Kerajaan Inggris yang diwakili oleh Lord Killearn. Dari perjanjian tersebut menghasilkan naskah perjanjian Linggarjati yang terdiri dari 17 pasal. Gedung Perundingan Linggarjati merupakan wisata sejarah kebanggan masyarakat Kabupaten Kuningan.

3. Curug Sidomba

Obyek wisata Curug Sidomba merupakan obyek wisata alam pegunungan dengan nuansa alami dan perkemahan yang berlokasi di Desa Peusing Kec. Jalaksana kabupaten Kuningan. Keberadaan kolam ikan, pertemuan 3 mata air (Cisadane, Cihaliwung dan Cikapala), air tewrjun, batu ajaib, air mancur, Menara At-Tien, tangga ular, camping round, sarana olahraga dan saung santai menjadi daya tarik wisata alami ini.

4. Waduk Darma

Waduk Darma terletak di sebelah barat daya Kota kUningan, tepatmya di Kecamatan Darma memiliki luas sekitar 425 ha. Disamping berfungsi sebagai bendungan juha sebagai tempat rekreasi yang mempersona apalagi di waktu senja di waduk Darma. Memiliki keuinkan yaitu terdapat pulau kecil ditengah danau, yang megingatkan kita pada Danau Toba.

5. Cibulan

Cibulan disebut juga kolam Cibulan terletak di Desa manis Kidul, Kec. Jalaksana Kolam Cibulan merupakan sumber air yang cukup besar dihuni oleh ikan Kancra Bodas (Labeobarbus Dounensis). Sebagian masyarakat menyebutnya ikan keramar atau ikan desa. Disekitar kola mini tumbuh pohon-pohon tropis yang rindang dan menyejukab. Disinilah terdapat “patilasan-patilasan” yang konon kabarnya merupakan patilasan “Prabu siliwangi” patilasan tersebut antara lain “Sumur Tujuh”. Merupakan tujuh buah sumur kecil (mata air) yang diberi anma Sumur Kejayaan, SUmur Kemulyan, Sumur Pangabulan, Sumur Cirancana, Sumur Cisadane, Sumur Kemudahan, Sumur Keselamatan. Kolam Cibulan dibangun menjadi kolam renang secara eprmanen tahun 1960 dan sejak itulah Ikan Dewa itu menjadi penghuni kolam renang dan menjadi teman berenang.

6. Balong Keramat Darmaloka

Balong Keramat Darmaloka terletak di Desa darma kec. Darma konon Balong Keramat Darmaloka merupakan bekas peninggalan jaman Walisanga dalam rangka penyebaran Agama islam ratusan tahun lalu. Balong Keramat Darmaloka terdiri atas ebeberapa bagian , yaitu Balong Ageung, Balong Bangsal, Balong Beunteur, Bale Kambang, Sumber Air Cibinuang. Balong Keramat Darmaloka juga dihuni oleh ikan kancra bodas (ikan dewa) disekeliling balong (kolam) ditumbuhi pepohonan tropis yang rindang dan menyejukkan.

7. Sangkanurip

Trletak di Desa Sangkanurip kec. Cilimus. Sangkanurip alami merupakan tempat rekreasi dengan pemandian air panas alami beryodium dalam kamar tertutup dan sebuah kolam air panas serta kolam air dingin. Di sekitar sangkanurip tersedia hotel melati dan hotel bintang dengan spa-nya (sante per aqua – sehat dengan air) serta restoran yang terkenal dengan ikan bakarnya.

8. Linggarjati Indah

Linggarjati Indah terletak di Desa Linggajati Kec. Cilimus memiliki luas sekitar 11,5 ha dan sebagian arealnya terdapat tumbuh-tumbuhan tropis berhawa sejuk cocok untuk temat rekreasi dan perkemahan dengan fasilitas kolam renang, kolam pemancigan, sarana akomodasi, seeda air, camping ground, dll.

9. Taman Purbakala Cipari

Taman Purbakala Cipari terletak di kampong Cipari el. Cigugur di Kai gunung Ciremai sebelah timur. Situs Purbakala Cipari dtemukan pada tahun 1972m berupa sebuah kubur batu. Penelitian secara sistematis dipimpin oleh Saudara Teguh Asmar M.A. dari lembaa Purbakala dan peninggalan Nasional (LPPN) dilaksanakan pada tahun 1975 menghasilkan temuan-temuan berupa perkakas batu, grabah perunggu dan bekas-bekas pondasi bangunan Masa Prasejarah.

Hasil penelitian menunjukkan Situs Cipari mengalami dua kali masa emukiman yaitu masa akhir neolitik dan awal pengenalan bahan perunggu berkisar pada tahun 1000 SM sampai 500 M. pada waktu itu masyaraat telah mengenal organisasi yang baik serta kepercayaan berupa pemujaan terhadap nenek moyang. Adapt mendirikan bangunan dari batu-batu besar dalam ilmu purbakala disebut Megalitik. Pembangunan Taman Purbakala Cipari berikut Museum dilaksanakan pada tahun 1976 dan diresmikan oleh menteri pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Syarief Thayeb pada tanggal 23 Februari 1978 sejak itulah tempat tersebut menjad salah satu temat untuk mengetahui peninggalan nenek moyang.

10. Cigugur

Terletak di Kel. Cigugur Kec. Cigugur. ODTW Cigugur berupa kolam yang dihiasi ikan kancra bodas. Kesenian yang unik di Cigugur adalah Tari Buyung yang menggambarkan kegiatan masyarakat tempo dulu waktu mengambil air dengan Buyung” di Kolam Cigugur.

11. Curug Landung

Wisata alam Curug Landung terletak di Dusun Palutungan Desa Cisantana Kec. Cigugur. Di lokasi ini terdapat saluran mata air untuk keperluan air mium, untuk pertanian, dl. Disana ditumbuhi oleh pohon tropis yang rindang sehingga hawanya sejuk dan nyaman untuk rekreasi remaja pecinta alam dn air terjun yang mempunyai ketinggian kurang lebih 15 m.

12. Sitonjul

Wisata pedesaan “Sitonjul” Sanngkanurip terletak di pedesaan Sangkanurip yang meliputi Dusun Simenyan Tonjong dan Dusun Munjul. Dengan berjalan kaki sepanjag kurang lebih 4 km menyusuri alam pedesaan disuguhi pesona suasana kehidupan pedesaan bebas kesibukan, keragaman hayati rona bentang alam yang indah, suara air yang mendesir, putihnya air terjun bendungan katiga, udara sejuk segar bebas polusi, kegiatan petani, menyeberang sungai ataupun mandi.

13. Lembah Cilengkrang

Secara geografis terletak di sebelah barat Desa Pajambon Kec. Kramatmulya. Memiliki keistimewaan sebagai wana wisata yag terbagi dalam 3 zona, zona untuk wisata harian dan kehidupan burung, zona untuk mandi air panas, kemah dan Curug Sabuk, zona untuk mandi air panas alami Curug Sawer.

Kabupaten Kuningan juga kaya akan kesenian dan kebudayaan, diantaranya Saptonan, tari Buyung, Tayuban, Wayang olek, Sintren, Pesta Dadung, Kuda Lumping, Goong Renteng, Cing Cowong, Gembyongan, Terbangan, Sandiwara, reog. Untuk Cinderamata asli Kabupaten Kuningan adalah Batu Onik, Batu Ali, Sui Seki, Peti Antikm Angklung. Untuk makanan dan minuman khas Kabupaten antara lain tape ketan, gemblong, leupeut, koecang, emping melinjo, gadung, opak, jeruk nipis, rujak kangkung.

Selain itu, masih banyak tempat-tempat wisata di Kabupaten Kuningan yang belum terekspos, namun mayoritas ODTW di Kabupaten Kuningan masih perlu penanganan secara professional. Dalam arti dibutuhkan investor untuk mempercantik ODTW yang ada.

Namun sebuah kebanggan , karena ODTW yang ada benar-benar alami dan menyejukkan. Sebuah kelebihan yang belum tentu dimiliki oleh daerah lain, terutama sumber mata air yang berlimpah.

Hanya sedikit informasi yang saya persembahkan tentang ODTW di Kabupaten Kuningan. Sudah saatnya untuk menjadikan Kabuaten Kuningan sebagai prioritas utama rekreasi atau untuk berlibur. Kami masyarakat Kuningan terkenal dengan adapt ketimuran yang mengutamakan sebuah kesantunan.