Tari Kecak Persembahan Indobatt Memukau Pejabat Malaysia

0
21

Pewarta-Indonesia, Adshit Al-Qusayr (27/1) – Suasana persaudaraan tampak memenuhi ruang lobby Markas Satgas Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indobatt) di Adshit Al Qusayr Lebanon Selatan, pada hari Selasa (26/01/2010) kemarin. Pertemuan dua kontingen negara serumpun antara Kontingen Pasukan Perdamaian Indonesia dengan Kontingen Malaysia berlangsung dalam rangka silaturahmi Letkol Romainor Bin Mohamed selaku pejabat Komandan Malaysian Contingen (Malcon) yang akan memasuki masa purna tugas sekaligus perkenalan Letkol Subari bin Hj Tomo selaku pejabat baru Komandan Malcon. Komandan Satgas Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indobatt), Letkol Inf Andi Perdana Kahar didampingi Wadansatgas Letkol Mar Guslin dan para perwira staf menerima kunjungan tersebut dalam suasana hangat.

Kehadiran kedua pejabat kontingen Malaysia itu diawali dengan pertunjukan seni budaya Indonesia asli, Tari Kecak. Sebanyak 30 Prajurit Indobatt menampilkan tarian khas Bali ini dengan tetap tidak merubah cerita dan keaslian Tari Kecak itu sendiri. Meskipun disajikan secara singkat, prajurit-prajurit TNI tetap dapat memperagakan tokoh-tokoh utama dalam sendratari Ramayana tersebut dengan apik, seperti Rama, Shinta, Rahwana dan Hanuman.

Kepada kedua pejabat Malcon tersebut, Dansatgas Indobatt Letkol Inf Andi Perdana Kahar menjelaskan bahwa Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda di Lebanon Selatan selain bertugas sebagai peace keeper (penjaga perdamaian) juga bertindak sebagai duta budaya dalam mempopulerkan kesenian daerah seperti Tari Kecak. Tari Kecak adalah tarian Bali yang diciptakan oleh seorang seniman Bali bernama Wayan Limbak pada tahun 1930 berdasarkan tradisi Sanghyang pada kisah Ramayana. Hal ini merupakan program Indobatt sebagai upaya untuk mengenalkan kekayaan budaya asli Indonesia, baik kepada masyarakat Lebanon maupun sesama Peace Keeper yang sedang melaksanakan tugas di Lebanon.

Dalam kunjungan silaturahmi tersebut, Letkol Romainor menyampaikan harapan agar kedua kontingen dapat melanjutkan kerjasama yang telah terjalin sebelumnya, sehingga dapat melaksanakan tugas sebagai pasukan pemelihara perdamaian di bawah naungan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) dengan berhasil. Sebelum meninggalkan Markas Satgas Indobatt, Dansatgas Indobatt dan Letkol Romainor saling memberikan Cinderamata sebagai tanda persahabatan dan kerjasama antar kedua kontingen.