Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

 

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Profil Drs. H. M. Zain Katoe, Walikota Parepare Kepemimpinan Berfalsafah Budaya Bugis
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

Drs. H. M. Zain Katoe, Walikota Parepare Kepemimpinan Berfalsafah Budaya Bugis

Pewarta-Indonesia, Parepare : Dalam Pemilu Kepala Daerah Kota Parepare tahun 2003, Drs. HM. Zain Katoe terpilih sebagai Walikota Parepare periode 2003 – 2008, dan pada pemilihan Kepala Daerah tahun 2008, Drs. Zain Katoe dipercaya rakyat untuk memimpin Kota Parepare sebagai Walikota hingga tahun 2013.

Ketika Indonesia dijajah Jepang, di sebuah Kampung Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), tanggal 17 Agustus 1943 lahir seorang anak laki-laki yang kemudian diberi nama ;  Mohammad Zain Katoe.  Seperti juga anak-anak desa lainnya, Zain kecil menghabiskan waktunya untuk bermain dan tentunya membantu orang tuanya.

Ketika usianya menginjak masa sekolah, Zain Katoe masuk Sekolah Rakyat (SR) atau Sekolah Dasar (SD) seperti sekarangini. Enam tahun kemudi an, tepatnya ditahun 1956, Zain lulus SR. Karena orang tuanya boleh dibilang berkecukupan, Zain melanjutkan sekolahnya ke tingkat SLTP dan bersekolah di SMP Negeri 3 Sidrap. Tiga tahun kemudian Zain tamat. Tidak seperti anak-anak sebayanya di masa itu, Zain bertekad terus melanjutkan sekolahnya ke tingkat yang lebih tinggi, sementara teman-teman sekampungnya, ada yang terpaksa berhenti sekolah karena kurangnya faktor biaya. Zain masuk SMA Negeri 3, dan tahun 1962 berhasil lulus. Karena ingin terus maju, Zain Katoe hijrah ke Makassar tujuannya kuliah. Tahun 1966, Zain Katoe berhasil meraih Sarjana Muda Sosial Politik (Sospol) di Universitas Hasanuddin (Unhas). Kemudian tahun 1982 meraih sarjana lengkapnya (S-1) di Universitas yang sama dengan gelar Doktorandus (Drs) pada jurusan Ilmu Administrasi Negara.

Sebagai Pengusaha Dan Politisi

Drs. HM. Zain Katoe memulai kariernya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1968, sebagai Pegawai Upah Bulanan Penata Tata Usaha.

Di era Arifin Nu'mang menjabat Bupati Sidrap, Drs. HM. Zain Katoe banyak mendapatkan peluang. Peluang yang diperolehnya itu, karena Drs. HM. Zain Katoe pada masa itu adalah pegawai yang terbilang cakap dan bisa Bahasa Inggeris. Tidak mengherankan jika ketika PT. United Lives tock, sebuah perusahaan Joint Venture United State, Virgina, Texas,  yang bergerak dibidang usaha peternakan melakukan investasi (Penanaman Modal Asing - PMA) di Kabupaten Sidrap, Drs. HM. Zain Katoe, dipercaya menjabat Wakil Direktur di perusahaan PMA tersebut.

Tahun 1984, Drs. HM. Zain Katoe diperbantukan pada PT. Berdikari United Livestock (PT. BULI) berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan.

Tahun 1987, Drs. HM. Zain Katoe memasuki kancah politik sebagai Wakil Ketua DPRD dari Partai Golongan Karya (Golkar).

Tentu untuk sampai ke ujung politik tertinggi pada tingkat lokal, sudah pastilah ia telah mempunyai pengalaman yang "amat" handal, karena "menuju pucak" harus dilalui dengan jalan berliku dan rumit. Kadang menyenangkan tapi juga kadang menyedihkan.

Tidak sampai disitu. Ketika kesempatan itu telah terbuka, maka ia harus mengemukakan idenya dengan melihat kenyataan yang ada. Ide itu adalah konsep dalam bentuk Visi & misi membangun kota Parepare. Yang menarik dari konsep HM. Zain Katoe  adalah mewujudkan Kota Parepare sebagai Kota Bandar Madani, dua kata yang mengandung filosofi bugis :

Lempu  berarti jujur, Getteng mengandung pengertian ; tegas, berani dan kuat dalam pendirian, Ada Tongeng mengandung pengertian; berpegangan pada kebenaran, Temmapaisilaingeng mengandung pengertian ;  berlaku adil pada semua    pihak.

Folosofi itu mengajarkan suatu cita-cita luhur yang ingin dicapai secara bertahap.

Sasaran yang hendak dicapai itu, ada pada makna kalimat  " Bandar Madani "  yang mengandung arti : Kota Parepare dibangun oleh masyarakat agamais, demokrasi dalam suasana ; Aman, Nyaman, dan Indah.

Konsep ini merupakan konsep yang dilanjutkan dari slogan " Bersahaja" ; Bersih, Sehat, Aman bahagia, dan Sejahtera. Madani menuju tatanan kehidupan yang demokratis dalam menumnuhkan kebersamaan sekalipun berbeda suku dan agama.

Bandar, berarti kota pelabuhan yang didukung sumber daya yang ada didalamnya.

Sebagai seorang yang dibesarkan dalam ling kungan adat Bugis yang domokrasi, Drs.HM. Zain Katoe memiliki kepekaan dan responsif dalam memahami dinamika perkembangan masyarakat kota Parepare. Ajaran lontara yang diterimanya, menjadikan dirinya berpegang pada suatu sikap, bahwa " Kepemimpinan Dari Pemimpinnya ".

Filosofi ini mengajarkan, Jati diri seorang pemimpin dengan yang dipimpinnya, bukan hu bungan struktural yang mengandalkan hierarki jabatan yang mengandalkan kekuatan bahkan arogansi kepemimpinan dari pemimpinnya. Melain kan se orang pemimpin harus memiliki karakter yang arif dan bijaksana, memiliki kepekaan dan responsif dalam memahami dinamika masyarakat yang dipimpinnya.

Dengan hubungan emosional itu, Zain Katoe berharap, Good Governance dapat dicapai untuk membangun sebuah pemerintahan yang Madani.

Di era reformasi dan globalisasi, kekuatan aro gansi kepemimpinan tidak bisa lagi dipakai, sebab era sekarang Pemimpin adalah pelayan masyarakat, yang mempunyai tugas mengakomodir seluruh kepentingan dan cita-cita masyarakat.

Dan itu dipahami betul oleh HM. Zain Katoe, maka tidak mengherankan kalau diera ke pemimpinannya itu, selalu mengkedepankan fungsi pelayanan. Namun bagi Drs. HM. Zain Katoe, bahwa memberi perhatian tidak berarti selalu memenuhi kebutuhan secara menyeluruh, karena setiap pemimpin memiliki keterbatasan.

Tapi bagi HM.  Zain Katoe, keterbatasan seorang pemimpin itu dapat dipecahkan dengan melakukan pendekatan  interaksi komunikasi an tara Pemimpin dengan  yang dipimpin, Walikota dengan masyarakatnya. Dan itu pun diajarkan dalam kitab Bugis, agar dapat menumbuhkan sikap " Massidi siri, Massidi gau ".

Drs. HM. Zain Katoe yang lahir dan dibesarkan dengan suasana dan lingkungan alam Bugis, maka dalam dirinya tumbuh dengan kuat filosopi adat Bugis yang kuat. Kekuatan ini memberikannya aspirasi dan membentuk dirinya sebagai seorang pemimpin yang merakyat, apalagi dalam perjalan hidupnya, dia banyak menemukan dan mengalami kehidupan jelata, sehingga dia dapat merasakan nya dan "pengalaman" itu membuatnya makin bersahaja ketika dia berada pada posisi politik "tertinggi" sebagai Walikota Parepare.

Dengan perpegang teguh pada nilai-nilai budaya Bugis itu, Drs. HM. Zain katoe memahami betul makna nilai budaya yang berlaku di masyarakat Bugis, yakni Siri', yang merupakan nilai budaya yang bersifat sangat fundamental bagi masayarakat Bugis dan masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya.

Makna budaya Siri' mengandung filosofi; Pertama, merupakan pandangan hidup yang bertujuan untuk mempertahankan dan meningkat kan harkat dan harga diri, baik sebagai individu, maupun sebagai mahluk sosial.

Kedua, dapat diartikan sebagai perasaan yang halus dalam memelihara rasa kebersamaan dalam kedukaan dan penderitaan setiap anggota masyara kat.

Dengan nilai budaya ini, ikatan antara anggota masyarakat semakin diperkuat dan solidaritas atau kebersamaan kelompok akan dipertahankan.

Ketiga, mengandung pengertian, bahwa hanyalaah dengan bekerja keras tanpa bosan yang dapat merubah nasib seseorang.


Keterangan foto: Drs. HM. Zain Katoe, sumber image: google.co.uk

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.