Drs H Tengku Dahlan MT: Dari Golongan II ke Eslon II
KOPI, Kepri - Drs H Tengku Dahlan MT sebelum memangku jabatan Sebagai Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Pria Kelahiran Pekan Baru 25 November 1962, memulai karier dari Golongan IIa standar pegawai biasa, karena ketekunan dan kinerja yang sangat baik kini membuahkan hasil.
Tak Pandai, Tapi Pandai Memandai-Mandai, itulah yang diungkapakan Drs H Tengku Dahlan MT kepada Pewarta saat setelah dirinya diangkat sebagai Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang.
Drs H Tengku Dahlan MT menuturkan bahwa dirinya Tidak Pandai dalam sekolah ataupun dalam melaksanakan tugas pemerintahan yang diemban hingga saat ini.
Namun dirinya hanya pandai memandai mandai dalam melaksanakan tugas sehingga tugas yang diembanya dapat terlaksana dengan baik dan mendapat dukungan dari semua pihak yang berkompeten dalam tugas.
Drs H Tengku Dahlan MT ini terlahir di Pekan Baru Provinsi Riau pada 49 tahun lalu atau tepatnya 25 November 1962, Beliau menuntasakan jenjang pendidikan SD hingga SLTAnya di Pekan Baru, Strata I di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) tahun 1992.
Lalu pada tanggal29 Agustus 2005 menyandang Gelar MT dari Program Magister Teknik Pembangunan di Universitas Diponegoro Semarang.
Sekda Kota Tanjungpinang tersebut mulai berkarier di Pemerintahan pada tahun 1987 dengan pangkat/jabatan Pengatur Muda IIa di Wilayah Kantor Gubernur Riau.
Berikutnya pernah menjabat Sekretaris Kecamatan Kundur saat Kundur dibawah Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Riau pada tahun 1994,Lalu pada tahun 1995 menjabat Camat Bunguran Timur.
Pada tahun 1998,Beliau hijrah ke Kota administratif Tanjungpinang sebagai Camat di Tanjungpinang Timur yang saat itu Kotif Tanjungpinang hanya mempunyai Dua Kecamatan Yaitu Kecamatan Tanjungpinang Timur dan Tanjungpinang Barat.
Pada tahun 2002, Drs H Tengku Dahlan MT naik Eslon IIIb menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang, lalu tahun 2009 naik Eslon menjadi Eslon IIb menjabat Badan Kepegawaian Kota Tanjungpinang, Jabatan tersebut hanya 6 bulan.
Berikutnya tahun yang sama dan Golongan yang sama menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Tanjungpinang selama kurang lebih 2 tahun.
"Saya tidak pandai, tapi pandai memandai-mandai, dan saya tidak suka dengan yang memandai-mandai," ungkapnya.
Pada tahun 2011 masih di Golongan II b, beliau menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum dan mulai kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang.Suwarno
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Desyusbar Kembali Duduki Kursi Direktur PDAM Padang Panjang
- Mengenal Sosok Indrawati Lukman Sang Maestro Tari Sunda
- Hariman Siregar dan Peristiwa Malari 1974
- Muhammad Subhan Siap Luncurkan Novel "Rinai Kabut Singgalang"
- Ni Wayan Weder Peroleh Nafkah dari Pemandian Bidadari
- Kisah Para Istri Kustoro Raharjo Paska "Lelananging Jagad" Meninggal (1)
- Harrys Pratama Teguh, Pemantau Kemacetan di Merak
- Sekilas tentang Saya, Zainal Mubarok
- SITI NURBAYA: Perintis di Lingkungan Baru
- Bupati Pinrang Peduli Petani
- Drs. H. M. Zain Katoe, Walikota Parepare Kepemimpinan Berfalsafah Budaya Bugis
- Dialog Imaginer Bersama Cak Nur Tentang Prinsip-prinsip Pluralisme
- Teater Keliling Yayasan Cipta Budaya Indonesia
- Selamat Jalan Guru Kebebasan Beragama
- Fahd Djibran: Sang Lokomotif Industri Kreatif Berbasis Penerbitan


























