Hayati Syafri: Akademisi yang Akrab dengan Dunia Puisi
KOPI, ‘Ayat.’ Demikian perempuan anggun, cantik, berjilbab dan selalu sibuk ini biasa dipanggil. Gambaran seorang perempuan modernis taat, yang sehari-hari menggeluti dunia akademisi di Kota Bukittinggi ini.
Terlahir dari pasangan H. Syafri S dan Hj. Ermiwati, Ayat tumbuh menjadi perempuan berkeyakinan tinggi, hal itu dibuktikannya dengan meraih gelar kesarjanaan di Universitas Andalas (Unand) Padang, dan strata 2 di Universitas Negeri Padang, tahun 2006 lalu. Dengan predikat cumlaude pula.
Berbekal disiplin ilmu Pendidikan Bahasa Inggris, perempuan yang lahir 33 tahun lalu, tepatnya pada 15 Pebruari 1978 itu, kini bertugas sebagai tenaga pengajar di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Bukittinggi. Selain itu, ia juga mengajar di beberapa sekolah tinggi lainnya, di kota wisata itu, seperti, di. Akademi Bahasa Asing (ABA) Haji Agus Salim, Akademi Pariwisata Paramitha Bukittinggi, Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB) Bukittinggi, STIBA dan STIE Haji Agus Salim Bukittinggi, STIKES Prima Bukittinggi, dan STIKES Perintis Bukittinggi.
Speaking, Speech, Pronounciation, TEYL, Pendidikan Agama Islam, English for Specific Purposes, Intro to English Literature, Peotry & Prose, Listening, Vocabulary,Writing, Linguistics, adalah mata kuliah yang diasuhnya pada sekolah tinggi tempatnya mengajar.
Sibuk? Tentu saja. Sangat sibuk. Bukan lagi mengejar waktu untuk sesuatu yang diinginkannya, kini, waktulah yang mengejarnya setiap saat. Lelah? Pasti. Tapi keseharian yang telah dijalaninya dengan segenap ketulusan dan keyakinan, membawanya menjadi perempuan yang tegar dan tangguh.
Soal tulis menulis? Ayat yang demikian sibuk, ternyata punya hobi menulis juga. Di sela-sela waktu luang di antara kesibukannya, perempuan bersuamikan Zulveri, SE, dan ibu empat orang putra ini, selalu menyempatkan diri untuk menulis. Cukup banyak tulisannya, Perempuan Minang, Bangkitlah (2001), Hakikat, Ciri dan Komponen Belajar Mengajar (2002), Wanita Muslimah Di Gerbang Kehancuran (2002), Pendidikan Seumur Hidup dan Berbagai Implikasinya (2002), Pengaruh Persepsi Dalam Perspektif Akuisisi Pronominal Bahasa Anak (2005), dan Menggapai Masa Depan yang Gemilang (2008), adalah tulisannya yang pernah diterbitkan di media massa seperti koran dan majalah.
Selain itu, beberapa tulisan Ayat dalam bahasa Inggris, Martin Luther King’s Intellectual Background on Nonviolence Resistance seen from the Montgomery Bus Boycott (2002), Gender Differences in Conversation Style (2005), The Study of Reason and Types that Motivate the Occurrence of Overlap and Interruption in Conversation (2005), The Contribution of English Poetry Reading Strategies and Cohesive Devices Mastery Toward English Poetry Reading Comprehension ( 2006), The Effect of English Poetry Reading Strategies to Students English Poetry Reading Comprehension (2007), Cohesive Devices as the New Subject to Make the Students Easier in Understanding English Poetry (2008).
Saat ini, di tengah kesibukannya sebagai tokoh pendidikan yang masih sangat muda dan energik, Ayat menyempatkan diri mengembangkan hobi menulisnya. Puisi. Itulah hobinya yang saat ini sedang dikembangkan. Jangan salah, selain rajin menulis artikel, ternyata puisi-pusinya, juga telah membawanya beberapa kali meraih prestasi. Tercatat, Ayat meraih juara I, pada lomba baca puisi di B-Tivi 2009, dan peringkat I lomba cipta baca puisi tingkat Sumatra Barat, yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di Bukittinggi. Puisi berjudul Jurang Keadilan, dan Penghambaan Diri, telah membawanya menjuarai lomba itu.
Saat ini, Ayat yang juga aktif sebagai pembicara pada kegiatan-kegiatan keislaman, berencana menerbitkan puisi-puisinya menjadi sebuah buku. Dan sejauh ini, Ayat juga telah aktif memberikan kontribusinya dalam dunia citizen journalist, dan segera akan bergabung dengan Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Sumatra Barat.(nova)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Drs H Tengku Dahlan MT: Dari Golongan II ke Eslon II
- Desyusbar Kembali Duduki Kursi Direktur PDAM Padang Panjang
- Mengenal Sosok Indrawati Lukman Sang Maestro Tari Sunda
- Hariman Siregar dan Peristiwa Malari 1974
- Muhammad Subhan Siap Luncurkan Novel "Rinai Kabut Singgalang"
- Ni Wayan Weder Peroleh Nafkah dari Pemandian Bidadari
- Kisah Para Istri Kustoro Raharjo Paska "Lelananging Jagad" Meninggal (1)
- Harrys Pratama Teguh, Pemantau Kemacetan di Merak
- Sekilas tentang Saya, Zainal Mubarok
- SITI NURBAYA: Perintis di Lingkungan Baru
- Bupati Pinrang Peduli Petani
- Drs. H. M. Zain Katoe, Walikota Parepare Kepemimpinan Berfalsafah Budaya Bugis
- Dialog Imaginer Bersama Cak Nur Tentang Prinsip-prinsip Pluralisme
- Teater Keliling Yayasan Cipta Budaya Indonesia
- Selamat Jalan Guru Kebebasan Beragama


























