Rudi Prasetio Hobi Menembak Sejak Kecil
KOPI, Tanjungpinang - Siapa sangka juara I menembak dalam rangka kejuaraan menembak piala Marinir Open Cup I jenis Revolfer Reaksi Fire perorangan yaitu Ipda Rudi Prasetio dari Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Kepri adalah hobinya menembak/berburu dari semasa Kecil.
Ipda Rudi Prasetio Lahir di Blitar Jatim pada 23 Januari 1974, dibesarkan dari lingkungan TNI AD sehingga berburu selalu diajarkan dari orang tuanya yang hidup dalam asrama militer.
Rudi Prasetio mengawali kariernya pertama kalinya di Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Riau yang lulus pada Sekolah Calon Bintara (Secaba) Polri tahun 1993-1994.
Berbagai tempat tugas sudah dijalani selama menjadi Abdi Bhayangkara Negara mulai operasi Timor Timur pada tahun 97/98, lalu menangani pengungsi Vietnam dan Kamboja di Pulau Galang Kepulauan Riau saat itu masih dibawah wilayah Riau.
Dan operasi Aceh pada tahun 2001, setelah menyandang pangkat Brigadir Kepala atau Sersan Mayor pada saat itu, kurang lebih 2 tahun, meneruskan sekolah Calon Perwira pada tahun 2008 dan dinyatakan lulus dengan pangkat Ipda.
Pada pangkat Ipda ini, Rudi Prasetio menjabat sebagai Wakil Komandan Brimob di Tanjung Uban Kepulauan Riau,dan kini jabatan terakhir sebagai Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Detasemen A Satuan Brigade Mobil Polda Kepri.
Pada kejuaraan Perlombaan menembak untuk piala Marinir Open Cup I Kepri yang dilombakan jenis Revolfer Reaksi Fire perorangan, Ipda Rudi Prasetio merupakan juara I dengan nilai Slow Fire 84, Rafid Fire waktu 25.89 dengan skor 0966 lalu tembak reaksi waktu 35 12 skor 0541 total nilai 264 32.
Ipda Rudi Prasetio ini mendapatkan pendamping yang bernama Alfiah AMd dan dikarunia 2 orang Putra/i yaitu Aliya dan Bimo.
Selain sebagai Polisi yang bertugas di Sat Brimobda Kepri, Rudi Prasetio ini juga ditunjuk sebagai Ketua RT di Perumahan Taman Kota Baloi Batam selama Tiga Periode berturut turut atau 9 Tahun.Suwarno
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Jimmy Watuseke: Tanpa Rakyat, TNI Tidak Berarti
- Dibalik Kisah Lagu Denpasar Moon
- Lutfi Kinansyah Pramaditia, Ambassador of Indonesia in the International Youth Organization
- Nuku Amalia, Remaja Berprestasi dari A sampai Z
- Nuku Amalia Ingin jadi Model dan Animator
- Mengenal Kinansyah Luthfi Pramaditia – Wakil Indonesia pada Forum APXLDS 2011 di Vietnam
- Musriadi Musanif, Tokoh Muda yang Siap Pimpin Muhammadiyah Padang Panjang
- Mengenal Sosok Alfiyanto, Koreografer Tari dari Ranah Minang
- Hayati Syafri: Akademisi yang Akrab dengan Dunia Puisi
- Drs H Tengku Dahlan MT: Dari Golongan II ke Eslon II
- Desyusbar Kembali Duduki Kursi Direktur PDAM Padang Panjang
- Mengenal Sosok Indrawati Lukman Sang Maestro Tari Sunda
- Hariman Siregar dan Peristiwa Malari 1974
- Muhammad Subhan Siap Luncurkan Novel "Rinai Kabut Singgalang"
- Ni Wayan Weder Peroleh Nafkah dari Pemandian Bidadari


























