Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Doktor-doktor Fenomenal dari Al-Azhar (3)

KOPI, SYAIKHAH Rahmah El-Yunusiyyah mendirikan Perguruan Diniyyah Puteri, Padang Panjang, di usianya yang sangat belia. Baru 23 tahun! Umur semuda itu, hampir-hampir tak masuk akal pada zamannya untuk bisa menjadi pendiri lembaga pendidikan sebesar Diniyyah Puteri. Apalagi, dia adalah seorang perempuan yang tak dibolehkan berkiprah di tengah-tengah masyarakat feodal dan terjajah.

Hasil karyanya yang luar biasa itulah, membuat Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, ‘terpaut hati’ kepada Rahmah. Di usianya yang ke-57 tahun, Rahmah dianugerahi gelar doktor anugerah honoris causa atau syaikhah oleh Al-Azhar. Rahmah menjadi satu-satunya perempuan di dunia yang memperoleh gelar tersebut.

Menelusuri sepak terjang Rahmah di belantara sejarah nasional dan dunia Islam, kita akan menemukan fakta bahwa Rahmah sudah terbiasa dilamun ombak, artinya, dia sudah sering dibenam olah beragam cobaan, onak duri dan tantangan. Tidak hanya dari penjajah Belanda, tetapi juga dari berbagai kalangan yang merasa tidak senang dengan apa yang beliau perbuat.

Rahmah dilahirkan di Padang Panjang pada 1 Rajab 1318 Hijriyah, bertepatan dengan 29 Desember 1900. Di tengah-tengah masyarakat Minangkabau tempat dia dilahirkan dan dibesarkan itulah, Rahmah berjuang keras dengan tiada mengenal letih. Perlu diingat, pada zaman itu, masyarakat Minangkabau dikenal kuat adat-istiadatnya.

Kini, Rahmah dikenang sebagai seorang perempuan yang dapat melebihi apa yang bisa dilakukan kaum lelaki di zamannya. Beliau berhasil mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan lewat perjuangannya di bidang pendidikan. Rahmah tidak saja berjuang di lapangan pendidikan, tetapi juga dalam bidang pertahanan negara, sosial, agama dan kemanusiaan.

Sayang sekali, hingga kini namanya belum tercantum ke dalam daftar pahlawan nasional Bangsa Indonesia. Padahal Rasuna Said, salah seorang muridnya, secara formal telah mendapatkan Keputusan Presiden (Keppres) RI yang memasukkan namanya ke dalam deretan nama pahlawan nasional tersebut.

Informasi yang diperoleh dari Dewan Pengawas Yayasan Rahmah El-Yunusiyyah, Prof. Dr. H. Fauzan, MA, Rahmah sebenarnya adalah wanita pejuang tiga zaman: Penjajahan Belanda, Penjajahan Jepang dan masa-masa sulit mempertahankan Kemerdekaan RI. Dibanding RA Kartini, Dewi Sartika dan Cut Nyak Dien, Rahmah memang sedikit lebih beruntung. Ketiga nama besar wanita pejuang Indonesia itu tidak bisa menikmati hasil perjuangannya, sementara Rahmah berkesempatan menyaksikan buah karya yang dirintisnya sejak usia muda.

Rahmah dapat menghayati apa yang dia perjuangkan selama ini, sehingga bisa secara berkesinambungan menyempurnakan cita-citanya hingga kemudian memenuhi panggilan Allah dan berpulang ke haribaan-Nya pada Hari Rabu, 9 Zulhijjah 1388 H/26 Februari 1969 M, sekitar pukul 19.30 WIB, di Padang Panjang.

Dalam buku 55 Tahun Diniyyah Puteri yang diterbitkan Ghalia Indonesia, Desember 1978, dinyatakan, Rahmah adalah pejuang bangsa yang turut merasakan bertapa pahitnya penderitaan kaum wanita di masa Penjajahan Belanda dan Jepang. Buah dari apa yang diperjuangkannya, Rahmah berkesempatan menyaksikan adanya kaum perempuan yang diangkat menjadi menteri, pemimpin masyarakat dan agama, serta berkiprah di berbagai bidang kehidupan.

Rahmah dilahirkan oleh pasangan suami istri Rafi’ah dan Syekh Muhammad Yunus. Rafi’ah berasal dari Nagari Bukitsurungan Padang Panjang dengan suku sikumbang, sementara ayahnya adalah seorang ulama besar dengan jabatan kadi di Nagari Pandaisikek. Ayah Rahmah itu juga dikenal sebagai orang yang ahli di bidang ilmu falak.

Kakek Rahmah yang bernama Imaduddin, diketahui pula sebagai seorang pemimpin Thariqat Naqsyabandiyah yang sukses memberantas khurafat di tengah-tengah masyarakat Minangkabau. Imaduddin juga dikenal sebagai orang yang dengan gigih memberantas maksiat dan memberangus tempat-tempat maksiat.

Rahmah memiliki empat saudara, dua lelaki dan dua perempuan. Yang lelaki adalah Zainuddin Labay El-Yunuy, Mariah, Muhammad Rasyad, dan Rihanah. Zainuddin merupakan kakak tertua Rahmah. Zainuddin pada zamannya dikenal sebagai seorang tokoh muda progresif yang berhasil mengubah perguruan Islam di Minangkabau menjadi perguruan agama modern.

Zainuddin itu pulalah yang sangat berjasa atas upaya pembentukan karakter keperjuangan Rahmah, serta membuka matanya akan betapa pentingnya pendidikan. Inspirasi dari Zainuddin, dipetik Rahmah saat Zainuddin belajar di Diniyyah School.

Sama dengan kebanyakan perempuan di masa itu, Rahmah pun dinikahkan ketika masih belia, yakni berumur 16 tahun dengan seorang ulama dan dikenal berpikiran maju. Namanya adalah H. Bahauddin Latief yang berasal dari Nagari Sumpur, Tanah Datar.

Setelah mendayung bahtera rumah tangga sekitar enam bulan, pasangan muda Rahmah dan Bahauddin pun bercerai. Mereka belum sempat dikaruniai anak. Usai perceraian atas kehendak kedua belah pihak tersebut, Rahmah benar-benar mencurahkan perhatian dan tenaganya dalam berbagai lapangan kemasyarakatan, hingga kemudian dia berhasil mendirikan Perguruan Diniyyah Puteri.(Musriadi Musanif)


Artikel Lainnya:

 

Pengamat Pilkada Jawa Timur : Ramalan, Prediksi Kofifah Terpilih sebagai Gubernur Jatim
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Jawa Timur – Pimilihan Kepala Daerah (Pilkada) propinsi Jatim pertarungan dua partai besar yaitu PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dengan PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) . Teks Foto. Peserta Pilkada Jawa Timur. (foto.net) Khofifah Indar Parawangsa kader PKB, Emil Dardak (Bupati Trenggalek) merupakan kader PDI-P. Begitu pula Saefullah Yusuf yang kerap disapa Gus Ipul politisi PKB serta Puti Soekarno (PDI-P) cucu presiden NKRI... Baca selengkapnya...

Pengamat Prediksi, Ramalan Pilkada Jawa Barat : Ridwan Kamil Terpilih sebagai Gubernur
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Jawabarat - Pencabutan nomor urut peserta calon Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2018 Propinsi Jawa Barat . KPU (Komisi Pemilihan Umum) Propinsi Jawa barat akan menggelar rapat pleno pengundian nomor urut calon gubernur Jabar malam ini pukul 19.00 di Gedung Youth Centre Sport Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda nomor 140, Kota Bandung, pada Selasa malam (13/2). Teknis pengundian kali ini berbeda dengan Pilgub sebelumnya, karena... Baca selengkapnya...

Pengamat Prediksi, Ramalan Pilkada Riau: Incumbent Terpilih Kembali
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Pekanbaru – Usai sudah penetapan nomor urut pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Periode 2018-2023. Berlangsung pada hari Selasa (13/2/2018) di Hotel Aryaduta, Pekanbaru. Rapat Pleno pencabutan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, DR. H. Nurhamin, S.Pt. MH. 1). Nomor urut Satu Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Syamsuar - Edy... Baca selengkapnya...

Surat Terbuka for Dewan Pers II: Ada Saweran Berita Tayang
Sabtu, 10 Pebruari 2018

KOPI, Pekanbaru – Salam anak negeri Merdeka…merdeka 33x , Selamat Hari Pers Nasional (HPN) . Pers Indonesia belum bebas masih terkekang. Saat ini organisasi wartawan yang diakui oleh Dewan Pers hanya Tiga organisasi Pers yakni PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia, IJTI ( Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia). Yang heranya Organisasi wartawan yang lain tidak diakui oleh Dewan Pers. Tinggi pula posisi Dewan Pers... Baca selengkapnya...

“Nyanyian” Setnov Seret Nama SBY, Ibas Terkait Proyek KTP Elektronik
Sabtu, 10 Pebruari 2018

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso menuturkan “ Diluar negeri mantan Presiden masuk penjara seperti Presiden Korea Selatan Roh Tehwu, negara Maladewa. Apakah di NKRI (Negara kesatuan Republik Indonesia) ingin mengikuti jejak negara lain bro. Tanyakan kepada rumput yang bergoyang” cakap Pengamat Ekonomi dan Politik Indonesia singkatan Pepi. Jangan lupa bro bagi-bagilah komisi duit dari proyek KTP-El tersebut. Setelah... Baca selengkapnya...

Prof Dedi, Promotori Fatia hingga raih predikat Cum Laude pada bidang Ilmu Matematika
Kamis, 08 Pebruari 2018

  KOPI, Yogyakarta - Mendengar kata matematika,  sebagian  orang langsung mengurangi volume untuk meneruskan keingintahuannya  mengenai ilmu eksak yang terpersepsikan hal yang  rumit dan rumus-rumus yang sulit pula.  Namun itu tidak berlaku dengan Fatia Fatimah, ketertarikannya pada ilmu Matematika sedari Sekolah Dasar (SD) dan dilanjutkan mengambil program doktoral pada jurusan matematika.   Alhasil ilmu matematika mengantarkanya... Baca selengkapnya...

Jumpa Pers Aliansi Mahasiswa, Pemuda Dan Rakyat Papua
Jumat, 02 Pebruari 2018

KOPI, Waena - Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat Papua melaksanakan kegiatan Jumpa Pers di Primagarden Waena Kelurahan Waena, Distrik Heram terkait dengan dinamika yang berkembang di Indonesia dan Papua khususnya Fenomena Kejadian Luar biasa (KLB) di beberapa daerah di Papua, Jumat (2/2). Kegiatan Jumpa Pers tersebut dikoordinir oleh Stenly Salamhu Sayuri (Ketua Umum) di dampingi oleh Edowardo Rumatrai (Anggota), Kornelius Mandenas... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALBuku Sejarah dari Seorang Sahabat Turki.....
15/02/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Hubungan harmonis antara Aceh dan Turki sudah ada sejak dahulu. Pada zaman Sultan AlQahar kerajaan Aceh secara resmi menjalin persahab [ ... ]



NASIONALPererat Kerjasama Bilateral Indonesia-Ma.....
14/02/2018 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta - Mounia Boucetta (Sekretaris Negara Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Kerajaan Maroko) melakukan kunjungan ke beberap [ ... ]



DAERAHDiduga Kepala Desa Sibuak Alergi LSM dan.....
22/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kampar - Tiga pilar  Pemerintahan  Demokrasi  dipilih lansung oleh Rakyat yakni : Presiden dan wakil Presiden ,  Kepala Daerah  (Red. Guber [ ... ]



PENDIDIKANAlumni ITB dan Al Azhar Kukuhkan Aliansi.....
22/02/2018 | Abdullah/YM

KOPI, Jakarta - Alumni Al Azhar dan Institute Teknologi Bandung (ITB) bersinergi membentuk Aliansi Strategis untuk  “Bangun Bangsa”, Rabu (21/0 [ ... ]



EKONOMIWamenlu Bahas Kerjasama Bilateral Dengan.....
13/02/2018 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri RI, AM Fachir, Selasa (13/02) menerima kunjungan bilateral dari Wakil Menteri Luar Negeri Maroko, Mounia B [ ... ]



HANKAMOknum TNI AL Koptu AB Berpakaian Loren.....
13/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Surabaya - Ditempat kerjanya Geng Suang menuturkan “ Yang merusak nama korp TNI (Tentara Nasional Indonesia) yakni oknum personel tersebut. S [ ... ]



OLAHRAGA30 Tahun Vakum, Porwada Jabar Kembali B.....
29/01/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Sebanyak 17 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI ) Kota-Kabupaten serta dua Pokja PWI Kota Bandung dan Gedung Sate sudah menyatakan iku [ ... ]



PARIWISATAValentine’s Gala Dinner Imlek 2569 di .....
21/02/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Program acara Valentine’s Day Gala Dinner IMLEK 2569, prosesi makan malam, serta berkumpul dengan keluarga besar, sambil menikmati [ ... ]



POLITIKKubu PPP Aceh Kembali Bersatu.....
23/02/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI, Jakarta-Beberapa waktu yang lalu PPP (Partai Persatuan Pembangunan) terjadi konflik antar pengurus. Hal ini juga berimbas hingga ke seluruh Indo [ ... ]



OPINIKetika Para Guru Mengungkapkan dengan Ju.....
19/02/2018 | Mustajib Sumba
article thumbnail

KOPI, Nusa Tenggara Timur - Sumba, “Saya belum mampu mengelola kelas dengan baik ketika anak-anak ribut. Saya jarang membuat media sendiri yang bisa [ ... ]



PROFILKilas Balik 14 Tahun Usia Facebook, Dul.....
14/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Amerika Serikat – Dulu The Facebook awalnya tampilan layar biru putih untuk kalangan mahasiswa Harvard saling berkomunikasi dan bertemu den [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAAnak diberi Nama “Fastpay” Pasangan .....
15/02/2018 | Fariz Ragil Ramadhani
article thumbnail

KOPI - Apalah arti sebuah nama, begitu kata pujangga. Hal ini tidak berlaku bagi keluarga Soebarno (43) Warga Sumberjaya Majalengka Jawa Barat. Baginy [ ... ]



ROHANIDengan Shalat Masalah Mudah Terselesaika.....
23/02/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta,Namanya juga hidup di dunia fana. Pastilah selalu saja ada masalah. Baik itu masalah ringan maupun masalah berat. Aneh juga ada orang tem [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATICuitan @kun Susi Juliana Tentang Pernik.....
18/02/2018 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, Duri – Cuitan @ akun Facebook milik Susi Juliana Simanjuntak alias Dek Yuli S, viral di medsos dan sudah dibagikan oleh ribuan orang. Isi cur [ ... ]



SERBA-SERBIBupati Kampar Azis Zainal : Skala Prior.....
22/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kampar – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) wilayah Kecamatan Bangkinang Kota, Bangkinang, [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.