Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

YANG TERPINGGIRKAN
Ketika Rasisme Dekat dengan Para Punggaw.....
26/06/2015 | Maulana Muhammad

“Il Club Più Titolato Al Mondo” merupakan sebuah ungkapan dalam bahasa Italia yang mengandung  [ ... ]


GELORA SEPEDA
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Profil Alm. KH. Munawwir Krapyak Yogyakarta : Penjaga Kalam Agung yang Istiqomah

Alm. KH. Munawwir Krapyak Yogyakarta : Penjaga Kalam Agung yang Istiqomah

A. Ahlul Qur’an dan Pendiri Pesantren Al-Munawwir.

Siapa yang tak kenal dengan Pondok Pesantren Munawir Krapyak Jogjakarta yang telah banyak melahirkan ulama-ulama ahli quran terkemuka. Semula pesantren yang didirikan sekitar tahun 1909 oleh KH Moenawir hanya dihuni 10 santri , kini pesantren krapyak berkembang pesat dengan jumlah santri yang mencapai ratusan. Sosok KH Moenawir atau yang akrab dipanggil Mbah Moenawir merupakan sosok ulama yang oleh Rosululloh saw disebut Sebagai “Keluarga Alloh” atau “waliyulloh”, karena kemampuannya sebagai ahlul qur’an ( penghapal qur’an dan mengamalkan kandungan alqur’an)

Sejak usia 10 tahun KH Moenawir telah Hapal Quran 30 Juz dan Beliau gemar sekali menghatamkan Al-Quran , beliau dikirim ayahnya KH.Abdul Rosyad untuk belajar kepada seorang Ulama terkemuka di Bangkalan Madura KH.Muhammad Kholil , Bakat kepasihan Mbah Moenawir dalam Pembacaan Alquran memberikan kesan tersendiri dihati Gurunya (KH.Muhammad Kholil ) dan suatu ketika gurunya menyuruh KH Moenawir untuk menjadi imam Sholat sedangkan Gurunya KH Kholil menjadi Mak’mum.

Tahun 1888 KH Moenawir bermukim di Mekkah dan memperdalam ilmu-ilmu Alquran kurang lebih 20 tahun, kesempatan tersebut Beliau gunakan untuk mempelajari Ilmu Tahfizul quran , qira’at sab’ah dengan Ulama -ulama setempat. Hingga KH Moenawir memperoleh Ijazah Sanad Qira’at yang bersambung ke urutan 35 sampai ke Rosululloh SAW dari Seorang Ulama Mekkah yang termashur Syech Abdul Karim bin Umar Al Badri Ad-Dimyati .

KH. Moenawir Mampu menghatamkan Al-Quran hanya dalam Satu rakaat sholat, dan sebagai orang awan mungkin itu Mustahil dilakukan tapi bagi KH Moenawir itu mampu Kedisiplinan KH.Moenawir dalam mengajar Alquran kepada murid-muridnya sangat ketat bahkan pernah muridnya membaca Fatihah sampai dua tahun diulang-ulang karena menurut KH Moenawir belum Tepat bacaannya baik dari segi Makhrajnya maupun tajwidnya, maka tak heran bila murid murid beliau menjadi Ulama-ulama yang Huffadz ( hapal quran) dan mendirikan Pesantren Tahfizul quran seperti Pon-Pes Yanbu’ul Qur’an kudus (KH.Arwani Amin) , Pesantren Al Muayyad solo ( KH Ahmad Umar) dll.

Peristiwa menarik pernah dialami oleh murid KH Moenawir, sewaktu beliau disuruh oleh istri Mbah Moenawir untuk meminta sejumlah uang kepada Mbah Moenawir yang akan digunakan sebagai keperluan belanja sehari hari, KH Moenawir selalu merogoh sejadahnya dan diserahkan uang tersebut kepada Muridnya, padahal selama ini muruid-muridnya hanya tahu bahwa sepanjang waktu Mbah Moenawir hanya duduk saja di serambi masjid sambil mengajar alquran. KH.Moenawir wafat sekitar tahun 1942 dan dimakamkan di sekitar Pondok Pesantren Munawir Krapyak Jogjakarta

Namanya disebut-sebut dalam mata rantai guru-guru Al-Quran terkemuka di tanah air. Ia juga menjadi salah satu muara keilmuan pesantren Al-Quran di Nusantara. Matahari belum lagi sepenggalah. Sekelompok pemuda berkopiah hitam, baju koko dan kain sarung duduk bersimpuh di serambi sebuah rumah. Dengan tertib dan penuh ta’zhim pemuda beragam usia itu membentuk empat barisan memanjang. Di hadapan mereka duduk seorang ulama sepuh Kharismatik yang mengenakan kain sarung, baju dan kopiah putih serta sorban yang dikerudungkan. Satu persatu, puluhan pemuda tanggung itu membacakan ayat demi ayat Al-Quran, di luar kepala. Sepertinya tidak mudah. Terlihat dari begitu kerasnya para santri itu berusaha mengeja kata demi kata dalam kitab suci secara perlahan, benar dan fasih. Tidak jarang urat-urat leher mereka menonjol keluar, mengiringi keringat yang membanjiri tubuh. Ada juga ayat yang harus diulang berkali-kali karena menurut pandangan sang kiai belum sesuai menurut kaidah tajwid.
Begitulah pemandangan sehari-hari di pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta. Pengajian Al-Quran di pesantren yang diasuh K.H. Mufied Mas’oed itu memang sangat Khas. Ia mewakili gambaran sebagian besar pesantren tradisional Tahfizhul Quran, Penghafalan Al-Quran, yang tersebar hampir di seluruh pulau Jawa, dan Madura.

Termasyhur dengan disiplin bacaan yang sangat ketat dan teliti, pola pengajaran di pesantren Sunan Pandanaran dan beberapa pesantren tahfizhul Quran besar lain di jawa bermuara kepada satu nama, K.H.M. Moenauwir, pendiri Pesantren Krapyak, Yogyakarta.

Di paruh pertama abad dua puluh, bisa dibilang Krapyak adalah tujuan utama santri-santri yang ingin menghafalkan Al-Quran. Dan di Krapyak, sosok Kharismatik Mbah Moenauwir lah yang merupakan inti magnetnya.

Kiai sepuh kelahiran Kauman Yogyakarta itu memang luar biasa. Tanda-tanda akan menjadi ahli Al-Quran sudah nampak sejak putra Kiai Abdullah Rosyad itu masih kecil. Ia telah mengkhatamkan Al-Quran sebelum usianya menginjak delapan tahun.

Moenauwir kecil, yang merupakan cucu Kiai Kasan Besari (Senopati Pangeran Diponegoro untuk wilayah Kedu), juga pernah ditantang ayahandanya untuk mengkhatamkan pembacaan Al-Quran dalam waktu satu minggu. Waktu itu ia dijanjikan akan diberi hadiah Rp. 150,00 bila mampu. Ternyata Moenauwir berhasil memenuhi tantangan tersebut. Bahkan sejak itu ia selalu istiqamah mengKHatamkan Al-Quran seminggu sekali, meski tanpa hadiah.

Bermukim di Haramain Selepas dari Bangkalan, Kiai Moenauwir mengaji ke beberapa ulama besar seperti Kiai Soleh Darat, Semarang, dan Kiai Abdurahman, Watucongol, Muntilan, Magelang. Usai mengaji di beberapa pesantren, tahun 1888 Moenauwir muda pun bermukim di Al-Haramain selama 21 tahun. Enam belas tahun pertama dihabiskan Moenauwir di Makkah Khusus untuk mempelajari dan mendalami Al-Quran beserta cabang keilmuannya. Beberapa gurunya yang mengajarkan Tahfizh, Tafsir dan Qiraat Sab’ah di Makkah antara lain Syaikh Abdullah Sanqoro, Syaikh Sarbini, Syaikh Mukri, Syaikh Ibrahim Huzaimi, Syaikh Manshur, Syaikh Abdus Syakur dan Syaikh Musthofa. Karena kecemerlangannya dalam mengaji, guru qiraat sab’ahnya, Syaikh Yusuf Hajar, memberinya ijazah sanad qiraah yang bersambung hingga Rasulullah: sesuatu yang sangat jarang didapatkan murid-murid Syaikh Yusuf karena sangat sulit persyaratannya. Dalam silislah tersebut Kiai Moenauwir berada pada urutan ketiga puluh lima. Ada juga sanad lain yang diperolehnya dari Syaikh Abdul Karim bin Umar Al-Badri Ad-Dimyathi, yang sedikit lebih pendek.

Untuk memantapkan hafalan Al-Qurannya, Kiai Moenauwir juga melakukan Riyadhah berjenjang. Tiga tahun pertama ia Mengkhatamkan Al-Quran setiap tujuh hari sekali. Tiga tahun kedua ia mengkhatamkan Al-Quran tiga hari sekali. Dan tiga Tahun ketiga Kiai Moenauwir mengkhatamkan Al-Quran setiap hari. Riyadhah tersebut ditutup dengan membaca Al-Quran tanpa henti selama 40 hari 40 malam. Riyadhah tersebut, menurut Kiai Nur Kertosono buku Sejarah Perkembangan Krapyak, membuat mulut Kiai Moenauwir sempat terluka dan mengeluarkan darah.

Usai tirakat, Kiai Moenauwir lalu melanjutkan pengajian ilmu-ilmu syariat lain, seperti Fiqih dan Tauhid, di Madinah selama lima tahun berikutnya. Setelah itu barulah ia pulang ke kampung halamannya di Kauman, Yogyakarta.

Di Kauman ia membuka sebuah pengajian kecil di langgarnya, menambah semarak pengajian-pengajian Al-Quran di lingkungan keraton tersebut. Tahun 1909, karena jumlah santrinya semakin banyak, Kiai Moenauwir memindahkan pesantrennya ke kampung Krapyak. Menurut beberapa sumber kepindahan tersebut juga dilakukan ayahanda Kiai Warson, penyusun kamus Al-Munawwir, itu untuk menghindari kewajiban seba kepada sultan.

Pesantren Krapyak diawali dengan sepuluh orang santri dan mencapai jumlah enam puluh orang pada sepuluh tahun pertama. Setelah tahun 1920 jumlah santri Krapyak berkembang dengan sangat pesat hingga mencapai ratusan orang.

Santri-santri Kiai Moenauwir generasi awal itulah yang kemudian mengembangkan pengajian tahfizhul Quran ke seluruh penjuru tanah air. Beberapa pesantren kemudian berkembang pesat. Sebut saja Pesantren Yanbu’ul Quran, Kudus (didirikan K.H. Arwani Amin), Pesantren Al-Muayyad, Mangkudan, Solo (didirikan K.H. Ahmad Umar), Pesantren Al-Asy’ariyah, Kalibeber, Wonosobo (K.H. Muntaha), Pesantren Kempek, Cirebon (K.H. Umar Sholeh), Pesantren Benda Bumiayu, Brebes (K.H. Suhaimi) dan lain-lain. Termasuk juga Kiai Moefid Mas’oed pendiri dan pengasuh pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, yang tidak lain adalah menantu Kiai Moenauwir.

Dua Tahun Mengaji gaya Krapyak memang tidak mudah. Selain haru memperhatikan benar panjang-pendeknya bacaan, pengucapan huruf (makharijul huruf) juga diawasi dengan sangat ketat. Tidak jarang untuk mampu membaca Surah Al-Fatihah dengan benar, seorang murid harus menghabiskan waktu berbulan-bulan. Bahkan pada masa Kiai Moenauwir, pernah ada santri yang menghabiskan waktu sampai dua tahun untuk membaca surah Al-Fatihah dengan baik dan benar. Apalagi jika ingin mendapatkan ijazah silsilah sanad Al-Quran dari Kiai Moenauwir. Bukan hanya kemampuan membaca dan menjaga hafalan yang menjadi tolok ukur, tetapi juga perilaku selama nyantri di Krapyak. Ketatnya persyaratan memperoleh ijazah sanad belakangan juga diberlakukan kiai-kiai alumni Krapyak terhadap para santrinya.

Meski tidak semuanya mengantongi ijazah sanad, namun pesantren-pesantren alumni Krapyak tetap saja merupakan produsen terbesar Huffazh di tanah air. Pesantren Sunan Pandanaran, misalnya, setiap tahunnya mewisuda tidak kurang dari tiga puluh orang santri huffazh. Demikian pula di Pesantren Al-Munawwir Krapyak, dan Al-Asy’ariyyah, Kalibeber, Wonosobo. Karena bersumber dari satu almamater, program pengajian Al-Quran di Pesantren-Pesantren Tahfizhul Quran di Jawa pun rata-rata sama. Diawali dengan Tahfizh juz 30 atau Juz ‘Amma, kemudian disusul program Bin Nazhar atau membaca 30 juz dengan tartil. Dua program tersebut wajib diikuti seluruh santri. Setelah KHatam bin nazhar, barulah santri dapat mengikuti Program Bil Ghaib atau Tahfizh 30 juz.

Semua jenjang pengajian tersebut menggunakan metode pengajaran mushafahah atau sorogan, yakni satu persatu santri menghadap gurunya untuk menyetorkan bacaan atau hafalannya. Untuk program Juz ‘Amma, setoran saat mengaji biasanya per surah. Sedangkan untuk program bin nazhar batas setoran adalah per maqra’. Lain lagi dengan program bil ghaib 30 juz yang setoran mengajinya dihitung per halaman. Sebelum diijinkan meneruskan oleh sang guru, para santri akan terus mengulang-ulang bacaan atau hafalan sebelumnya.

Agar seragam, pesantren-pesantren tahfizhul Quran alumni Krapyak biasanya menggunakan Al-Quran yang sudah ditash-hih Kiai Arwani Amin, Kudus. Al-Quran tersebut lazim disebut “Al-Quran Ayat Pojok”, karena setiap halamannya ditutup dengan Akhir ayat, sehingga tidak ada potongan ayat yang berada di halaman berikutnya. Ini untuk memudahkan santri dalam menentukan batas menghafal atau menyetorkan hafalan.

Melihat masih cukup besarnya jumlah para penghafal Al-Quran yang diwisuda setiap tahunnya, sepertinya umat Islam di tanah masih bisa bernafas lega. Setidaknya satu atau dua dasawarsa ke depan negeri ini masih akan terus berhias lantunan ayat-ayat suci Al-Quran yang tersimpan dengan baik di dalam dada para huffazh. Semoga.


Mahrus Sholeh (Alumni PP. Nurul Jadid Wilayah Zaid Bin Tsabit {K} & Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir Hadits & Anggota Aktif di Unit Pengembangan Tahfidz Al-Qur'an {UPTQ} UIN Sunan Ampel Surabaya)

 

Pengamat : Kerjasama PT.Telkom dengan Sing Tel = Membocorkan Rahasia Negara
Jumat, 31 Juli 2015

KOPI, Jakarta – Ajisutisyoso mengatakan Menteri BUMN Rini Soemarno menyerahkan proyek E-Budgeting Telekomunikasi kepada Singapura melalui kerjasama Telkom dan Singtel (Temasek), sama sekali tidak bisa disebut sebagai langkah korporasi, namun merupakan tindakan membantu intelijen asing dalam menguasai, memata matai, dan memporak porandakan negeri ini, Dunia Intelijen barat hanya mengandalkan perangkat elektronik canggih , alat komunikasi... Baca selengkapnya...

Akhirnya Kapolda Papua diganti oleh Brigjen Paulus Waterpaw.
Kamis, 30 Juli 2015

KOPI, Jakarta- Kapolri Jendral (pol) Badrodin Haiti melakukan pencopotan terhadap Kapolda Papua Irjen Yotje Mende. Posisi Yotje digantikan Kapolda Papua Barat Brigjen Paulus Waterpaw. Kepala Bagian Penerangan Umum Div Humas Mabes Polri, Kombes Pol Suharsono, membenarkan mutasi tesebut. Ia menerangkan, pada Jumat 31 Juli 2015 akan dilaksanakan serah-terima jabatan kepada ketiga perwira tinggi itu. “Betul, besok pagi akan dilaksanakan sertijab... Baca selengkapnya...

Pemkab Blitar Mutasi 215 Eselon III, IV Dan V
Kamis, 30 Juli 2015

KOPI, Blitar - Setelah mutasi/promosi pejabat struktural terakhir dilakukan pada 28 Februari 2014 lalu, kini Pemerintah Kabupaten Blitar, kembali lakukan mutasi/promosi Pejabat Struktural sebanyak 285 PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar, yang meliputi 215 pejabat Eselon III, IV dan V, 57 Kepala Sekolah dan 13 Pengawas.   Sebanyak 285 PNS Pejabat Struktural Eselon III, IV dan V, juga Kepala Sekolah dan  Pengawas tersebut... Baca selengkapnya...

Pilkada Kabupaten Blitar Terancam Gagal
Selasa, 28 Juli 2015

KOPI, Blitar - Sampai hari terakhir pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar di KPU Kabupaten Blitar, baru pasangan Rijanto – Marhainis Urip Widodo ( Rido ) yang mendaftarkan diri. Pasangan Rido dengan dihantarkan oleh partai pengusungnya yakni, PDI Perjuangan dan Partai Gerindra juga para relawan dan tim pemenangan, secara resmi mendaftarkan diri ke kantor KPU Kabupaten Blitar pada Selasa (28/7) sekitar pukul 02.05 wib. yang... Baca selengkapnya...

Surya Paloh Persilahkan Jokowi Copot Mentri dari Partai Nasdem
Selasa, 28 Juli 2015

KOPI, Jakarta - Surya Paloh pemilik Metro TV memberikan andil lebih kepada Jokowi saat kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014, terlebih lagi Metro TV maupun jaringan medianya membantu Jokowi dalam menghadapi serangan kampanye hitam (red.Black Campaign) dari lawan politiknya dulu.   Ajisutisyoso mengatakan Surya Paloh menantang Jokowi mencopot mentri berasal dari kader Partai Nasdem (Nasional Demokrat) bila kerjanya tidak... Baca selengkapnya...

Ketum PDIP Hj. Megawati Merekomendasi Beberapa Pasangan Calon Bupati seRiau
Minggu, 26 Juli 2015

KOPI, Pekanbaru- Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) Riau Kordias Pasaribu didampingi Sekretaris Syafrudin Poti, Bendahara Makmun Solihin serta pengurus PDIP dihadiri sejumlah bakal calon bupati/walikota yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada ) serentak tanggal 9 Desember 2015 mendatang . inilah nama-nama  dituangkan dalam surat rekomendasi DPP PDIP yang disetujui langsung Ketua Umum... Baca selengkapnya...

Polresta Pekanbaru Ringkus 2 orang Distributor Narkoba Wilayah Sumatera
Minggu, 26 Juli 2015

KOPI, Pekanbaru – Polresta Pekanbaru berhasil menangkap dua orang Bandar narkoba asal Sumatera Utara SU (35) dan SN (37) yang ingin melakukan transaksi penjualan narkoba lokasi komplek perumahaan mewah yakni di Perumahan Kuantan Regency blok B , Kecamatan Lima Puluh, Jumat (24/07/15) malam. Penangkapan ini langsung dipimpin oleh Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Aries Syarief Hidayat. Jajaran aparat Polresta Pekanbaru menyita sepucuk... Baca selengkapnya...

INTERNASIONAL

Oknum Perwira AL Korea Selatan Bocorkan.....
19/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Korea - Kepala Komando Keamanan Pertahanan, Cho Hyun-chun telah merilis sebuah pernyataan di Kementerian Pertahanan di Seoul pada Jumat (10/7)  [ ... ]



NASIONAL

IPW: Dirut Pelindo II Harus Tanggung Jaw.....
30/07/2015 | Hari Soeprijanto

KOPI, JAKARTA - Presiden Indonesia Port Watch (IPW) Syaiful Hasan mengatakan Direktur Pelindo II RJ Lino harus bertanggung jawab atas kerugian akibat  [ ... ]



DAERAH

Ormas, OKP Kota Tual Maluku Kecam Pernya.....
30/07/2015 | Zohiri Kadir

  Kopi. Jakarta.Ormas dan  dan OKP( Organisasi Kepemudaan)mengecam  pernyataan EDison Betaubun, SH.MH, angota DPR  RI dari Fraksi Golkar yang diu [ ... ]



PENDIDIKAN

Guru SMP/MTs Aceh Jaya Dilatih Modul III.....
28/07/2015 | Syamsul Kamal

KOPI, Aceh Jaya – Untuk melanjutkan program peningkatan mutu sekolah USAID PRIORITAS kembali melatih 91 orang guru SMP/MTs di Kabupaten Aceh Jaya.  [ ... ]



EKONOMI

Sikap Rini Perpanjang JICT Dipertanyakan.....
30/07/2015 | Hari Soeprijanto

KOPI, JAKARTA - Pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) mempertanyakan sikap Menteri BUMN Rini Soemarno yang akan melanjutkan perpanja [ ... ]



HANKAM

PRAJURIT KODAM JAYA ANGKAT PENA BERSAMA .....
30/07/2015 | andhika setyawan

KOPI - Sebanyak 40 Prajurit Kodam Jaya dengan sangat antusias melaksanakan praktek dari Pelatihan Jurnalistik yang diadakan oleh Pendam Jaya dan bek [ ... ]



OLAHRAGA

Polres Meranti Gelar Turnament Badminton.....
14/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, SELATPANJANG - Polisi Resort (Polres) Kepulauan Meranti menggelar Open Turnamen Badminton perdana, turnamen ini diselenggarakan di Gedung Ocean  [ ... ]



PARIWISATA

Disbudparpora Bengkalis Adakan Festival .....
27/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Bengkalis – Ribuan orang wisatawan dan masyarakat pulau Rupat berbaur menyaksikan Festival Pantai Rupat tahun 2015 berlangsung selama dua  [ ... ]



HUKUM & KRIMINAL

Pesta Narkoba di Kamar Kost, Pasangan In.....
24/07/2015 | I Wayan Wiyana
article thumbnail

KOPI, Singaraja - Dikutip dari Balibangol news, dua orang sedang berpesta narkoba di sebuah kamar kos di gerebek Polisi setelah beberapa lama di intai [ ... ]



POLITIK

Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh J.....
29/07/2015 | Syamsul Kamal

KOPI, Aceh Jaya - Rabu 29 Juli masyarakat Aceh Jaya di kejutkan dengan pengibaran bendera bulan bintang 6 titik di desa Tuwi Kareung dan desa Lhok Gu [ ... ]



OPINI

Indonesia Perlu Komisi atau Lembaga Peny.....
27/07/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang - Korupsi, korupsi dan korupsi. Di mana- mana, di beberapa media, Korupsi selalu menjadi suatu hal yang seakan menarik untuk menjadi baha [ ... ]



PROFIL

Mengenal Lebih Dekat Tri Erri Astoety, D.....
28/07/2015 | Arifin

KOPI - Prof. Drg. Tri Erri Astoety, MKes dikenal dengan keahliannya di bidang kedokteran gigi. Memahami pentingnya meningkatkan kesadaran akan masalah [ ... ]



SOSIAL & BUDAYA

Melihat Keunikan Bali dari Angkul-Angkul.....
23/07/2015 | I Wayan Wiyana

KOPI - Dikutip dari Balibangol news. Hampir disetiap rumah di Bali memiliki Angkul-angkul, ya begitulah orang Bali menyebutnya Angkul-angkul merupaka [ ... ]



ROHANI

Bupati Rohil Bawa Rombongan Open House k.....
20/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru Rombongan Bupati Rokan Hilir   H. Suyatno membawa rombongan Muspida dan ketua DPRD Rohil Nasrudin, sejumlah Kepala Dinas saat  [ ... ]



RESENSI

Jangan Dengerin Sendiri.....
27/04/2015 | Ug Dani
article thumbnail

Resensi Buku Judul :Jangan Dengerin Sendiri
Penulis : Naomi Angelia Sea
Tebal. : 200
Penerbit : Bukune Juli 2014
Harga. : Rp 41 [ ... ]



CERPEN & CERBUNG

Mbah Sarlan dan Gerojokan Sewu.....
24/07/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang - Bendosari adalah satu di antara Desa yang berada di Kecamatan Pujon Malang Barat dan telah di tetapkan sebagai salah satu Desa Wisata u [ ... ]



PUISI

Bermimpi Terjaga.....
24/07/2015 | Agus Siroj Hudi
article thumbnail

  Di ranah sendiri aku bisu aku tuli... Aku sendiri  tak mengerti.... dalam kebekuan ku coba mendekati... dalam keangkuhan ku coba mengerti..... [ ... ]



CURAHAN HATI

Operasional Fee.....
28/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Jakarta Perilaku Presiden Jokowi tidak mencerminkan seorang pemimpin yang baik kenapa ingin membantu rakyat berikan “kail” jangan beri [ ... ]



HIBURAN

Rr Eka Aslyhatin Saudiyah Putri : Pili.....
30/07/2015 | Edo Jaya

    Jakarta, 30 Juli 2015- Faika Puteri salah satu penyanyi yang sedang booming lewat lagu “masih nmencintai’ memberikan pernyataan, dia lebih [ ... ]



KULINER

McDonald’s Tingkatkan Layanan Melalui .....
01/04/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Kini menikmati McDonald’s terasa lebih nyaman dan menguntungkan dengan hadirnya layanan terbaru “Online McDelivery Cashless Promo”. Pel [ ... ]



HIDUP SEHAT

Pola Hidup Sehat, Berpuasa Saat Ramadhan.....
16/06/2015 | Mardinal

KOPI, Sarolangun - Puasa merupakan suatu kewajiban bagi Umat Islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt firmanNYA: “Hai orang-orang beriman d [ ... ]



SERBA-SERBI

Sosialisasi Humas Mabes Polri terkait Ta.....
28/07/2015 | Ug Dani
article thumbnail

KOPI, JAKRTA - Berikut adalah keterangan Humas Mabes Polri terkait tarif pembuatan sim yang dilatagorikan sebagai Tarif penerimaan Negara bukan pa [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.