Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

YANG TERPINGGIRKAN
Naira Tanggung Jawab Masyarakat Aceh Tim.....
12/04/2015 | Tengku Nasruddin

KOPI, ACEH TIMUR – Bocah perempuan berusia 3 tahun, Naira Azura, semakin menderita ketika divonis  [ ... ]


GELORA SEPEDA
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

 

Inspirasi Profil Alm. KH. Munawwir Krapyak Yogyakarta : Penjaga Kalam Agung yang Istiqomah

Alm. KH. Munawwir Krapyak Yogyakarta : Penjaga Kalam Agung yang Istiqomah

A. Ahlul Qur’an dan Pendiri Pesantren Al-Munawwir.

Siapa yang tak kenal dengan Pondok Pesantren Munawir Krapyak Jogjakarta yang telah banyak melahirkan ulama-ulama ahli quran terkemuka. Semula pesantren yang didirikan sekitar tahun 1909 oleh KH Moenawir hanya dihuni 10 santri , kini pesantren krapyak berkembang pesat dengan jumlah santri yang mencapai ratusan. Sosok KH Moenawir atau yang akrab dipanggil Mbah Moenawir merupakan sosok ulama yang oleh Rosululloh saw disebut Sebagai “Keluarga Alloh” atau “waliyulloh”, karena kemampuannya sebagai ahlul qur’an ( penghapal qur’an dan mengamalkan kandungan alqur’an)

Sejak usia 10 tahun KH Moenawir telah Hapal Quran 30 Juz dan Beliau gemar sekali menghatamkan Al-Quran , beliau dikirim ayahnya KH.Abdul Rosyad untuk belajar kepada seorang Ulama terkemuka di Bangkalan Madura KH.Muhammad Kholil , Bakat kepasihan Mbah Moenawir dalam Pembacaan Alquran memberikan kesan tersendiri dihati Gurunya (KH.Muhammad Kholil ) dan suatu ketika gurunya menyuruh KH Moenawir untuk menjadi imam Sholat sedangkan Gurunya KH Kholil menjadi Mak’mum.

Tahun 1888 KH Moenawir bermukim di Mekkah dan memperdalam ilmu-ilmu Alquran kurang lebih 20 tahun, kesempatan tersebut Beliau gunakan untuk mempelajari Ilmu Tahfizul quran , qira’at sab’ah dengan Ulama -ulama setempat. Hingga KH Moenawir memperoleh Ijazah Sanad Qira’at yang bersambung ke urutan 35 sampai ke Rosululloh SAW dari Seorang Ulama Mekkah yang termashur Syech Abdul Karim bin Umar Al Badri Ad-Dimyati .

KH. Moenawir Mampu menghatamkan Al-Quran hanya dalam Satu rakaat sholat, dan sebagai orang awan mungkin itu Mustahil dilakukan tapi bagi KH Moenawir itu mampu Kedisiplinan KH.Moenawir dalam mengajar Alquran kepada murid-muridnya sangat ketat bahkan pernah muridnya membaca Fatihah sampai dua tahun diulang-ulang karena menurut KH Moenawir belum Tepat bacaannya baik dari segi Makhrajnya maupun tajwidnya, maka tak heran bila murid murid beliau menjadi Ulama-ulama yang Huffadz ( hapal quran) dan mendirikan Pesantren Tahfizul quran seperti Pon-Pes Yanbu’ul Qur’an kudus (KH.Arwani Amin) , Pesantren Al Muayyad solo ( KH Ahmad Umar) dll.

Peristiwa menarik pernah dialami oleh murid KH Moenawir, sewaktu beliau disuruh oleh istri Mbah Moenawir untuk meminta sejumlah uang kepada Mbah Moenawir yang akan digunakan sebagai keperluan belanja sehari hari, KH Moenawir selalu merogoh sejadahnya dan diserahkan uang tersebut kepada Muridnya, padahal selama ini muruid-muridnya hanya tahu bahwa sepanjang waktu Mbah Moenawir hanya duduk saja di serambi masjid sambil mengajar alquran. KH.Moenawir wafat sekitar tahun 1942 dan dimakamkan di sekitar Pondok Pesantren Munawir Krapyak Jogjakarta

Namanya disebut-sebut dalam mata rantai guru-guru Al-Quran terkemuka di tanah air. Ia juga menjadi salah satu muara keilmuan pesantren Al-Quran di Nusantara. Matahari belum lagi sepenggalah. Sekelompok pemuda berkopiah hitam, baju koko dan kain sarung duduk bersimpuh di serambi sebuah rumah. Dengan tertib dan penuh ta’zhim pemuda beragam usia itu membentuk empat barisan memanjang. Di hadapan mereka duduk seorang ulama sepuh Kharismatik yang mengenakan kain sarung, baju dan kopiah putih serta sorban yang dikerudungkan. Satu persatu, puluhan pemuda tanggung itu membacakan ayat demi ayat Al-Quran, di luar kepala. Sepertinya tidak mudah. Terlihat dari begitu kerasnya para santri itu berusaha mengeja kata demi kata dalam kitab suci secara perlahan, benar dan fasih. Tidak jarang urat-urat leher mereka menonjol keluar, mengiringi keringat yang membanjiri tubuh. Ada juga ayat yang harus diulang berkali-kali karena menurut pandangan sang kiai belum sesuai menurut kaidah tajwid.
Begitulah pemandangan sehari-hari di pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta. Pengajian Al-Quran di pesantren yang diasuh K.H. Mufied Mas’oed itu memang sangat Khas. Ia mewakili gambaran sebagian besar pesantren tradisional Tahfizhul Quran, Penghafalan Al-Quran, yang tersebar hampir di seluruh pulau Jawa, dan Madura.

Termasyhur dengan disiplin bacaan yang sangat ketat dan teliti, pola pengajaran di pesantren Sunan Pandanaran dan beberapa pesantren tahfizhul Quran besar lain di jawa bermuara kepada satu nama, K.H.M. Moenauwir, pendiri Pesantren Krapyak, Yogyakarta.

Di paruh pertama abad dua puluh, bisa dibilang Krapyak adalah tujuan utama santri-santri yang ingin menghafalkan Al-Quran. Dan di Krapyak, sosok Kharismatik Mbah Moenauwir lah yang merupakan inti magnetnya.

Kiai sepuh kelahiran Kauman Yogyakarta itu memang luar biasa. Tanda-tanda akan menjadi ahli Al-Quran sudah nampak sejak putra Kiai Abdullah Rosyad itu masih kecil. Ia telah mengkhatamkan Al-Quran sebelum usianya menginjak delapan tahun.

Moenauwir kecil, yang merupakan cucu Kiai Kasan Besari (Senopati Pangeran Diponegoro untuk wilayah Kedu), juga pernah ditantang ayahandanya untuk mengkhatamkan pembacaan Al-Quran dalam waktu satu minggu. Waktu itu ia dijanjikan akan diberi hadiah Rp. 150,00 bila mampu. Ternyata Moenauwir berhasil memenuhi tantangan tersebut. Bahkan sejak itu ia selalu istiqamah mengKHatamkan Al-Quran seminggu sekali, meski tanpa hadiah.

Bermukim di Haramain Selepas dari Bangkalan, Kiai Moenauwir mengaji ke beberapa ulama besar seperti Kiai Soleh Darat, Semarang, dan Kiai Abdurahman, Watucongol, Muntilan, Magelang. Usai mengaji di beberapa pesantren, tahun 1888 Moenauwir muda pun bermukim di Al-Haramain selama 21 tahun. Enam belas tahun pertama dihabiskan Moenauwir di Makkah Khusus untuk mempelajari dan mendalami Al-Quran beserta cabang keilmuannya. Beberapa gurunya yang mengajarkan Tahfizh, Tafsir dan Qiraat Sab’ah di Makkah antara lain Syaikh Abdullah Sanqoro, Syaikh Sarbini, Syaikh Mukri, Syaikh Ibrahim Huzaimi, Syaikh Manshur, Syaikh Abdus Syakur dan Syaikh Musthofa. Karena kecemerlangannya dalam mengaji, guru qiraat sab’ahnya, Syaikh Yusuf Hajar, memberinya ijazah sanad qiraah yang bersambung hingga Rasulullah: sesuatu yang sangat jarang didapatkan murid-murid Syaikh Yusuf karena sangat sulit persyaratannya. Dalam silislah tersebut Kiai Moenauwir berada pada urutan ketiga puluh lima. Ada juga sanad lain yang diperolehnya dari Syaikh Abdul Karim bin Umar Al-Badri Ad-Dimyathi, yang sedikit lebih pendek.

Untuk memantapkan hafalan Al-Qurannya, Kiai Moenauwir juga melakukan Riyadhah berjenjang. Tiga tahun pertama ia Mengkhatamkan Al-Quran setiap tujuh hari sekali. Tiga tahun kedua ia mengkhatamkan Al-Quran tiga hari sekali. Dan tiga Tahun ketiga Kiai Moenauwir mengkhatamkan Al-Quran setiap hari. Riyadhah tersebut ditutup dengan membaca Al-Quran tanpa henti selama 40 hari 40 malam. Riyadhah tersebut, menurut Kiai Nur Kertosono buku Sejarah Perkembangan Krapyak, membuat mulut Kiai Moenauwir sempat terluka dan mengeluarkan darah.

Usai tirakat, Kiai Moenauwir lalu melanjutkan pengajian ilmu-ilmu syariat lain, seperti Fiqih dan Tauhid, di Madinah selama lima tahun berikutnya. Setelah itu barulah ia pulang ke kampung halamannya di Kauman, Yogyakarta.

Di Kauman ia membuka sebuah pengajian kecil di langgarnya, menambah semarak pengajian-pengajian Al-Quran di lingkungan keraton tersebut. Tahun 1909, karena jumlah santrinya semakin banyak, Kiai Moenauwir memindahkan pesantrennya ke kampung Krapyak. Menurut beberapa sumber kepindahan tersebut juga dilakukan ayahanda Kiai Warson, penyusun kamus Al-Munawwir, itu untuk menghindari kewajiban seba kepada sultan.

Pesantren Krapyak diawali dengan sepuluh orang santri dan mencapai jumlah enam puluh orang pada sepuluh tahun pertama. Setelah tahun 1920 jumlah santri Krapyak berkembang dengan sangat pesat hingga mencapai ratusan orang.

Santri-santri Kiai Moenauwir generasi awal itulah yang kemudian mengembangkan pengajian tahfizhul Quran ke seluruh penjuru tanah air. Beberapa pesantren kemudian berkembang pesat. Sebut saja Pesantren Yanbu’ul Quran, Kudus (didirikan K.H. Arwani Amin), Pesantren Al-Muayyad, Mangkudan, Solo (didirikan K.H. Ahmad Umar), Pesantren Al-Asy’ariyah, Kalibeber, Wonosobo (K.H. Muntaha), Pesantren Kempek, Cirebon (K.H. Umar Sholeh), Pesantren Benda Bumiayu, Brebes (K.H. Suhaimi) dan lain-lain. Termasuk juga Kiai Moefid Mas’oed pendiri dan pengasuh pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, yang tidak lain adalah menantu Kiai Moenauwir.

Dua Tahun Mengaji gaya Krapyak memang tidak mudah. Selain haru memperhatikan benar panjang-pendeknya bacaan, pengucapan huruf (makharijul huruf) juga diawasi dengan sangat ketat. Tidak jarang untuk mampu membaca Surah Al-Fatihah dengan benar, seorang murid harus menghabiskan waktu berbulan-bulan. Bahkan pada masa Kiai Moenauwir, pernah ada santri yang menghabiskan waktu sampai dua tahun untuk membaca surah Al-Fatihah dengan baik dan benar. Apalagi jika ingin mendapatkan ijazah silsilah sanad Al-Quran dari Kiai Moenauwir. Bukan hanya kemampuan membaca dan menjaga hafalan yang menjadi tolok ukur, tetapi juga perilaku selama nyantri di Krapyak. Ketatnya persyaratan memperoleh ijazah sanad belakangan juga diberlakukan kiai-kiai alumni Krapyak terhadap para santrinya.

Meski tidak semuanya mengantongi ijazah sanad, namun pesantren-pesantren alumni Krapyak tetap saja merupakan produsen terbesar Huffazh di tanah air. Pesantren Sunan Pandanaran, misalnya, setiap tahunnya mewisuda tidak kurang dari tiga puluh orang santri huffazh. Demikian pula di Pesantren Al-Munawwir Krapyak, dan Al-Asy’ariyyah, Kalibeber, Wonosobo. Karena bersumber dari satu almamater, program pengajian Al-Quran di Pesantren-Pesantren Tahfizhul Quran di Jawa pun rata-rata sama. Diawali dengan Tahfizh juz 30 atau Juz ‘Amma, kemudian disusul program Bin Nazhar atau membaca 30 juz dengan tartil. Dua program tersebut wajib diikuti seluruh santri. Setelah KHatam bin nazhar, barulah santri dapat mengikuti Program Bil Ghaib atau Tahfizh 30 juz.

Semua jenjang pengajian tersebut menggunakan metode pengajaran mushafahah atau sorogan, yakni satu persatu santri menghadap gurunya untuk menyetorkan bacaan atau hafalannya. Untuk program Juz ‘Amma, setoran saat mengaji biasanya per surah. Sedangkan untuk program bin nazhar batas setoran adalah per maqra’. Lain lagi dengan program bil ghaib 30 juz yang setoran mengajinya dihitung per halaman. Sebelum diijinkan meneruskan oleh sang guru, para santri akan terus mengulang-ulang bacaan atau hafalan sebelumnya.

Agar seragam, pesantren-pesantren tahfizhul Quran alumni Krapyak biasanya menggunakan Al-Quran yang sudah ditash-hih Kiai Arwani Amin, Kudus. Al-Quran tersebut lazim disebut “Al-Quran Ayat Pojok”, karena setiap halamannya ditutup dengan Akhir ayat, sehingga tidak ada potongan ayat yang berada di halaman berikutnya. Ini untuk memudahkan santri dalam menentukan batas menghafal atau menyetorkan hafalan.

Melihat masih cukup besarnya jumlah para penghafal Al-Quran yang diwisuda setiap tahunnya, sepertinya umat Islam di tanah masih bisa bernafas lega. Setidaknya satu atau dua dasawarsa ke depan negeri ini masih akan terus berhias lantunan ayat-ayat suci Al-Quran yang tersimpan dengan baik di dalam dada para huffazh. Semoga.


Mahrus Sholeh (Alumni PP. Nurul Jadid Wilayah Zaid Bin Tsabit {K} & Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir Hadits & Anggota Aktif di Unit Pengembangan Tahfidz Al-Qur'an {UPTQ} UIN Sunan Ampel Surabaya)

 

Pengamat Minta Mabes Polri Evaluasi Kinerja Kapolda Riau Brigjend Dolly Bambang Hermawan (I)
Rabu, 27 Mei 2015

Kopi, Pekanbaru- Lapor Komandan . Zaman sudah edan, aparat kepolisian dapat menangkap pelaku perampokan ,bandar narkoba dan teroris. Belum dapat menangkap Jamal dari tahun kemaren suami Nurazmi korban penganiayaan oleh istri bupati Kampar dulu  Eva  wakil ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) kabupaten Kampar dari Partai Demokrat yakni Eva Yuliana aparat . Kedua , kasus dugaan Ijazah palsu wakil bupati Rokan Hilir Erianda anak dari... Baca selengkapnya...

ICW dan KRPK Blitar Berkomitmen Dukung KPK
Selasa, 26 Mei 2015

  Blitar, KOPI - Ribuan massa antusias menghadiri diskusi publik yang digelar oleh LSM KRPK Blitar bersama Fakultas Hukum UIB Blitar. Diskusi yang digelar di Aula Kampus III Universitas Negeri Malang, di Kota Blitar tersebut, mengambil tema Rakyat Bersama KPK Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Bebas KKN.     Menurut M.Triyanto, koordinator pelaksana, bahwa diskusi tersebut digelar dalam rangka memberikan dukungan terhadap kinerja KPK... Baca selengkapnya...

Kombes Aries Syarief Hidayat Resmi Jabat Kapolresta Pekanbaru
Selasa, 26 Mei 2015

KOPI, Pekanbaru - Sertijab Kapolresta Pekanbaru dari Kombes Robert Haryanto Watratan S.Sos ke Kombes Aries Syarief Hidayat dilaksanakan di halaman Mapolresta Pekanbaru , Senen (25/5-15). Penyambutan Kapolresta Pekanbaru Kombes Aries Syarief Hidayat dihadiri oleh 12 orang Kapolsek se kecamatan Pekanbaru, serta beberapa orang Kasat , PNS dan aparat kepolisian di jajaran Polresta Pekanbaru. Pengalungan bunga dilakukan oleh Polisi cilik kepada... Baca selengkapnya...

Ditreskrimum Polda Riau Ringkus Empat Orang Perampok Sadis di Beberapa Propinsi
Selasa, 26 Mei 2015

KOPI, Pekanbaru – Jajaran anggota Direktur Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Riau, Kombes Arif Rahman Hakim, berhasil menangkap empat orang pelaku perampokan sadis Minggu (24/5/2015) yakni Tedi Kunyuk ditangkap Asahan propinsi Sumatera utara , AY alias Bagong, Eka dan Budi yang diringkus di Bandung, Propinsi Jawa Barat . Mereka ini adalah pemain antar kabupaten, dan provinsi. Keempat orang komplotan rampok tersebut beraksi dari... Baca selengkapnya...

Rahasia Dewi Soekarno Amak Tiri Megawati SP Merawat Kulit dan Wajah Tetap Kinclong
Senin, 25 Mei 2015

KOPI, Tokyo – Salut buat mendiang Presiden Republik Indonesia (RI) pertama yakni (alm) Ir Haji Soekarno. Memiliki beberapa orang istri dan satu-satunya presiden Indonesia pertama resmi memiliki istri orang asing berasal dari negara Matahari Terbit yakni Jepang. Mantab bro. Entalah mana tahu generasi Presiden yang akan datang  mewarisi dan memiliki istri resmi wanita asing untuk meneruskan jejak mantan presiden RI (red. jangan kalah Ji... Baca selengkapnya...

Oknum Perwira Menengah TNI AL Terlibat Kasus Pencucian Uang dari Bisnis Minyak
Jumat, 22 Mei 2015

KOPI, Pekanbaru- Pengamat Ajisutisyoso menyatakan  yang merusak nama institusi TNI (Tentara Nasional Indonesia) bukan berasal dari eksternal /luar, melainkan dari internal oknum anggota TNI tersebut. Kami meminta kepada Panglima TNI oknum anggota yang terlibat bisnis terlarang, pembeking , terlibat Bandar narkoba, pemakai narkoba, criminal, disersi, bisnis pengoplosan gas elpiji, pembeking bisnis minyak CPO/ minyak mentah,dll . Tangkap dan... Baca selengkapnya...

KPK Telusuri Surat Pengaduan Sengketa Pilkada Kuansing
Kamis, 21 Mei 2015

KOPI, Jakarta – Carut marut sengketa Pilkada semasa Akil Mochtar memimpin Makamah Konstitusi (MK) dulu. Berimbas kepada pasangan calon Kepala Daerah kabupaten Kuansing yakni Mursini-Gumpita. Mantan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuansing Mursini-Gumpita, melaporkan pengusaha berinisial IP ke KPK. Kasus ini terkait dugaan suap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang pernah ditangani Akil Mochtar, sewaktu masih menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi... Baca selengkapnya...

INTERNASIONAL

Mulai Rabu, Raja Maroko Kunjungi Senegal.....
21/05/2015 | Anggi Pratama Lalengke
article thumbnail

KOPI, Rabat - Raja Maroko HM Raja Mohammed VI akan memulai kunjungan kerja dan persahabatan ke Republik Senegal, Republik Pantai Gading dan Republik G [ ... ]



NASIONAL

Pemkab,Latih Aparatur Desa Kelola Keuang.....
28/05/2015 | Syamsul Kamal

    Aceh Jaya - Program pembangunan desa tahun 2015 segera  dilaksanakan seluruh desa di Kabupaten Aceh Jaya. Hal ini sesuai dengan program b [ ... ]



DAERAH

Kembali,WTP Tersandung.....
28/05/2015 | Mardinal

KOPI,Sarolangun, - Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Jambi. Kabupaten sarolangun kembali tersandung. Pasalnya tahun ini han [ ... ]



PENDIDIKAN

Jamran Dongkrak Kemandirian Cikal Bakal .....
25/05/2015 | Mardinal

KOPI, Sarolangun - Jambore ranting (Jamran) Tingkat Penggalang yang diadakan di halaman Pasantren Sarolangun, Senin (25/05), bertujuan mendongkrak ke [ ... ]



EKONOMI

Ueforia Batu Akik, Anggota DIM/0715 Kend.....
27/05/2015 | Bastomi
article thumbnail

KOPI, Kendal - Demam batu permata sepertinya sudah melanda berbagai kalangan. Ada yang menganggapnya hal biasa ada juga yang mengambil keuntungan dari [ ... ]



HANKAM

Mabes Polri Mutasi Jajaran Perwira Ting.....
15/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru- Berdasarkan telegram rahasia (TR) dari Trunojoyo I (red. Kapolri) beberapa perwira diantaranya berpangkat Komisaris Besar Polisi ( [ ... ]



OLAHRAGA

TVOne Siarkan Pertarungan Akbar Tinju Ma.....
28/04/2015 | Zohiri Kadir

KOPI, Jakarta - Penantian dan rasa penasaran panjang penggemar tinju dunia, kini mendapatkan jawaban, sebentar lagi dua pendekar kelas welter akan ber [ ... ]



PARIWISATA

Jelang Ramadhan, Disbudpar Gelar Bandun.....
28/05/2015 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung – Menjelang bulan suci Ramadhan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menggelar event ‘Bandung Ramadhan festiv [ ... ]



HUKUM & KRIMINAL

Polsek Bangko Pusako Tangkap Empat Oran.....
26/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Rokan Hilir – Jajaran aparat kepolisian Polsek Bangko Pusako menangkap beberapa orang Bajing loncat alias perampok Tempat kejadia Perkara (TKP [ ... ]



POLITIK

Anggota Komisi IV DPRD Inhil, Yuliantini.....
21/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Tembilahan Carut marut dunia pendidikan di kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum juga mendapat respon dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) I [ ... ]



OPINI

Pengamat Minta Mabes Polri Evaluasi Kine.....
27/05/2015 | Didi Ronaldo

Lawyer Nurazmi Suharmansyah Minta Dialog Terbuka dengan Kapolda Riau     KOPI, Pekanbaru Pengamat Lapor Komandan, yang kami laporkan Penguasa [ ... ]



PROFIL

Oknum Perwira Polda Riau Bertindak Berin.....
07/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Oknum aparat keamanan harusnya memberikan contoh tauladan kepada masyarakat, tidak boleh bertindak beringas dan main hakim sendiri. [ ... ]



SOSIAL & BUDAYA

Lomba Gerak Jalan Cepat Perempuan Berkeb.....
24/05/2015 | Yeni Herliani

KOPI - Menyambut hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, Majalah Puan Pertiwi menggelar lomba “Gerak Jalan Cepat” menggu [ ... ]



ROHANI

Sambut Trisuci Waisak 2559, Sangha Thera.....
11/05/2015 | Yeni Herliani

KOPI - Menyambut Tri Suci Wesak 2559, Sangha Theravada Indonesia menggelar tradisi “Pindapata Gema Wesak Nasional 2559”, bertempat di Taman Museum [ ... ]



RESENSI

Jangan Dengerin Sendiri.....
27/04/2015 | UG DANI
article thumbnail

Resensi Buku Judul :Jangan Dengerin Sendiri
Penulis : Naomi Angelia Sea
Tebal. : 200
Penerbit : Bukune Juli 2014
Harga. : Rp 41 [ ... ]



CERPEN & CERBUNG

Impian yang Luruh.....
26/05/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang - Sebut saja namaku Iren 21 tahun. Aku berkulit kuning, berbadan tinggi di atas rata-rata cewek, rambut panjang sebahu. Aku asli kelahira [ ... ]



PUISI

Namun.....
18/05/2015 | Ratu Sintanggu
article thumbnail

Aku ingin bebas, namun banyak hal yang harus kujaga
Aku ingin lepas, namun ada titik yang harus kupelihara
Aku ingin bahagia, namun ada koma yang berm [ ... ]



CURAHAN HATI

Beras Miskin bagi Warga di Kendal Tak La.....
22/05/2015 | Bastomi
article thumbnail

KOPI, Kendal - Keberhasilan Program Raskin diukur berdasarkan tingkat pencapaian indikator 6T, yaitu: tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat  [ ... ]



HIBURAN

Takut Tertangkap Totil dengan Pacar Okn.....
25/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Kisaran – Nonton film gratis nih gue he..he.. seorang oknum mahasiswi AA (22) kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta kota Kisaran, Kabup [ ... ]



KULINER

McDonald’s Tingkatkan Layanan Melalui .....
01/04/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Kini menikmati McDonald’s terasa lebih nyaman dan menguntungkan dengan hadirnya layanan terbaru “Online McDelivery Cashless Promo”. Pel [ ... ]



HIDUP SEHAT

Inovasi “LIFESAVER® Bottle”, Ciptak.....
27/05/2015 | Yeni Herliani

KOPI - ARS-Indonesia, distributor eksklusif LIFESAVER®Systems, hari ini memperkenalkan salah satu produk inovatif LIFESAVER®Bottle, produk botol  [ ... ]



SERBA-SERBI

Setahun Tidak Ngantor, PNS Ini Malah Jua.....
28/05/2015 | M. Faridz Ragil Ramdhani

KOPI, SITARO, SULUT - Kendati sudah mem­punyai penghasilan tetap setiap bulannya, na­mun rupanya tidak mem­­buat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabu [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.