Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

YANG TERPINGGIRKAN
Ketika Rasisme Dekat dengan Para Punggaw.....
26/06/2015 | Maulana Muhammad

“Il Club Più Titolato Al Mondo” merupakan sebuah ungkapan dalam bahasa Italia yang mengandung  [ ... ]


GELORA SEPEDA
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

 

Inspirasi Profil Alm. KH. Munawwir Krapyak Yogyakarta : Penjaga Kalam Agung yang Istiqomah

Alm. KH. Munawwir Krapyak Yogyakarta : Penjaga Kalam Agung yang Istiqomah

A. Ahlul Qur’an dan Pendiri Pesantren Al-Munawwir.

Siapa yang tak kenal dengan Pondok Pesantren Munawir Krapyak Jogjakarta yang telah banyak melahirkan ulama-ulama ahli quran terkemuka. Semula pesantren yang didirikan sekitar tahun 1909 oleh KH Moenawir hanya dihuni 10 santri , kini pesantren krapyak berkembang pesat dengan jumlah santri yang mencapai ratusan. Sosok KH Moenawir atau yang akrab dipanggil Mbah Moenawir merupakan sosok ulama yang oleh Rosululloh saw disebut Sebagai “Keluarga Alloh” atau “waliyulloh”, karena kemampuannya sebagai ahlul qur’an ( penghapal qur’an dan mengamalkan kandungan alqur’an)

Sejak usia 10 tahun KH Moenawir telah Hapal Quran 30 Juz dan Beliau gemar sekali menghatamkan Al-Quran , beliau dikirim ayahnya KH.Abdul Rosyad untuk belajar kepada seorang Ulama terkemuka di Bangkalan Madura KH.Muhammad Kholil , Bakat kepasihan Mbah Moenawir dalam Pembacaan Alquran memberikan kesan tersendiri dihati Gurunya (KH.Muhammad Kholil ) dan suatu ketika gurunya menyuruh KH Moenawir untuk menjadi imam Sholat sedangkan Gurunya KH Kholil menjadi Mak’mum.

Tahun 1888 KH Moenawir bermukim di Mekkah dan memperdalam ilmu-ilmu Alquran kurang lebih 20 tahun, kesempatan tersebut Beliau gunakan untuk mempelajari Ilmu Tahfizul quran , qira’at sab’ah dengan Ulama -ulama setempat. Hingga KH Moenawir memperoleh Ijazah Sanad Qira’at yang bersambung ke urutan 35 sampai ke Rosululloh SAW dari Seorang Ulama Mekkah yang termashur Syech Abdul Karim bin Umar Al Badri Ad-Dimyati .

KH. Moenawir Mampu menghatamkan Al-Quran hanya dalam Satu rakaat sholat, dan sebagai orang awan mungkin itu Mustahil dilakukan tapi bagi KH Moenawir itu mampu Kedisiplinan KH.Moenawir dalam mengajar Alquran kepada murid-muridnya sangat ketat bahkan pernah muridnya membaca Fatihah sampai dua tahun diulang-ulang karena menurut KH Moenawir belum Tepat bacaannya baik dari segi Makhrajnya maupun tajwidnya, maka tak heran bila murid murid beliau menjadi Ulama-ulama yang Huffadz ( hapal quran) dan mendirikan Pesantren Tahfizul quran seperti Pon-Pes Yanbu’ul Qur’an kudus (KH.Arwani Amin) , Pesantren Al Muayyad solo ( KH Ahmad Umar) dll.

Peristiwa menarik pernah dialami oleh murid KH Moenawir, sewaktu beliau disuruh oleh istri Mbah Moenawir untuk meminta sejumlah uang kepada Mbah Moenawir yang akan digunakan sebagai keperluan belanja sehari hari, KH Moenawir selalu merogoh sejadahnya dan diserahkan uang tersebut kepada Muridnya, padahal selama ini muruid-muridnya hanya tahu bahwa sepanjang waktu Mbah Moenawir hanya duduk saja di serambi masjid sambil mengajar alquran. KH.Moenawir wafat sekitar tahun 1942 dan dimakamkan di sekitar Pondok Pesantren Munawir Krapyak Jogjakarta

Namanya disebut-sebut dalam mata rantai guru-guru Al-Quran terkemuka di tanah air. Ia juga menjadi salah satu muara keilmuan pesantren Al-Quran di Nusantara. Matahari belum lagi sepenggalah. Sekelompok pemuda berkopiah hitam, baju koko dan kain sarung duduk bersimpuh di serambi sebuah rumah. Dengan tertib dan penuh ta’zhim pemuda beragam usia itu membentuk empat barisan memanjang. Di hadapan mereka duduk seorang ulama sepuh Kharismatik yang mengenakan kain sarung, baju dan kopiah putih serta sorban yang dikerudungkan. Satu persatu, puluhan pemuda tanggung itu membacakan ayat demi ayat Al-Quran, di luar kepala. Sepertinya tidak mudah. Terlihat dari begitu kerasnya para santri itu berusaha mengeja kata demi kata dalam kitab suci secara perlahan, benar dan fasih. Tidak jarang urat-urat leher mereka menonjol keluar, mengiringi keringat yang membanjiri tubuh. Ada juga ayat yang harus diulang berkali-kali karena menurut pandangan sang kiai belum sesuai menurut kaidah tajwid.
Begitulah pemandangan sehari-hari di pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta. Pengajian Al-Quran di pesantren yang diasuh K.H. Mufied Mas’oed itu memang sangat Khas. Ia mewakili gambaran sebagian besar pesantren tradisional Tahfizhul Quran, Penghafalan Al-Quran, yang tersebar hampir di seluruh pulau Jawa, dan Madura.

Termasyhur dengan disiplin bacaan yang sangat ketat dan teliti, pola pengajaran di pesantren Sunan Pandanaran dan beberapa pesantren tahfizhul Quran besar lain di jawa bermuara kepada satu nama, K.H.M. Moenauwir, pendiri Pesantren Krapyak, Yogyakarta.

Di paruh pertama abad dua puluh, bisa dibilang Krapyak adalah tujuan utama santri-santri yang ingin menghafalkan Al-Quran. Dan di Krapyak, sosok Kharismatik Mbah Moenauwir lah yang merupakan inti magnetnya.

Kiai sepuh kelahiran Kauman Yogyakarta itu memang luar biasa. Tanda-tanda akan menjadi ahli Al-Quran sudah nampak sejak putra Kiai Abdullah Rosyad itu masih kecil. Ia telah mengkhatamkan Al-Quran sebelum usianya menginjak delapan tahun.

Moenauwir kecil, yang merupakan cucu Kiai Kasan Besari (Senopati Pangeran Diponegoro untuk wilayah Kedu), juga pernah ditantang ayahandanya untuk mengkhatamkan pembacaan Al-Quran dalam waktu satu minggu. Waktu itu ia dijanjikan akan diberi hadiah Rp. 150,00 bila mampu. Ternyata Moenauwir berhasil memenuhi tantangan tersebut. Bahkan sejak itu ia selalu istiqamah mengKHatamkan Al-Quran seminggu sekali, meski tanpa hadiah.

Bermukim di Haramain Selepas dari Bangkalan, Kiai Moenauwir mengaji ke beberapa ulama besar seperti Kiai Soleh Darat, Semarang, dan Kiai Abdurahman, Watucongol, Muntilan, Magelang. Usai mengaji di beberapa pesantren, tahun 1888 Moenauwir muda pun bermukim di Al-Haramain selama 21 tahun. Enam belas tahun pertama dihabiskan Moenauwir di Makkah Khusus untuk mempelajari dan mendalami Al-Quran beserta cabang keilmuannya. Beberapa gurunya yang mengajarkan Tahfizh, Tafsir dan Qiraat Sab’ah di Makkah antara lain Syaikh Abdullah Sanqoro, Syaikh Sarbini, Syaikh Mukri, Syaikh Ibrahim Huzaimi, Syaikh Manshur, Syaikh Abdus Syakur dan Syaikh Musthofa. Karena kecemerlangannya dalam mengaji, guru qiraat sab’ahnya, Syaikh Yusuf Hajar, memberinya ijazah sanad qiraah yang bersambung hingga Rasulullah: sesuatu yang sangat jarang didapatkan murid-murid Syaikh Yusuf karena sangat sulit persyaratannya. Dalam silislah tersebut Kiai Moenauwir berada pada urutan ketiga puluh lima. Ada juga sanad lain yang diperolehnya dari Syaikh Abdul Karim bin Umar Al-Badri Ad-Dimyathi, yang sedikit lebih pendek.

Untuk memantapkan hafalan Al-Qurannya, Kiai Moenauwir juga melakukan Riyadhah berjenjang. Tiga tahun pertama ia Mengkhatamkan Al-Quran setiap tujuh hari sekali. Tiga tahun kedua ia mengkhatamkan Al-Quran tiga hari sekali. Dan tiga Tahun ketiga Kiai Moenauwir mengkhatamkan Al-Quran setiap hari. Riyadhah tersebut ditutup dengan membaca Al-Quran tanpa henti selama 40 hari 40 malam. Riyadhah tersebut, menurut Kiai Nur Kertosono buku Sejarah Perkembangan Krapyak, membuat mulut Kiai Moenauwir sempat terluka dan mengeluarkan darah.

Usai tirakat, Kiai Moenauwir lalu melanjutkan pengajian ilmu-ilmu syariat lain, seperti Fiqih dan Tauhid, di Madinah selama lima tahun berikutnya. Setelah itu barulah ia pulang ke kampung halamannya di Kauman, Yogyakarta.

Di Kauman ia membuka sebuah pengajian kecil di langgarnya, menambah semarak pengajian-pengajian Al-Quran di lingkungan keraton tersebut. Tahun 1909, karena jumlah santrinya semakin banyak, Kiai Moenauwir memindahkan pesantrennya ke kampung Krapyak. Menurut beberapa sumber kepindahan tersebut juga dilakukan ayahanda Kiai Warson, penyusun kamus Al-Munawwir, itu untuk menghindari kewajiban seba kepada sultan.

Pesantren Krapyak diawali dengan sepuluh orang santri dan mencapai jumlah enam puluh orang pada sepuluh tahun pertama. Setelah tahun 1920 jumlah santri Krapyak berkembang dengan sangat pesat hingga mencapai ratusan orang.

Santri-santri Kiai Moenauwir generasi awal itulah yang kemudian mengembangkan pengajian tahfizhul Quran ke seluruh penjuru tanah air. Beberapa pesantren kemudian berkembang pesat. Sebut saja Pesantren Yanbu’ul Quran, Kudus (didirikan K.H. Arwani Amin), Pesantren Al-Muayyad, Mangkudan, Solo (didirikan K.H. Ahmad Umar), Pesantren Al-Asy’ariyah, Kalibeber, Wonosobo (K.H. Muntaha), Pesantren Kempek, Cirebon (K.H. Umar Sholeh), Pesantren Benda Bumiayu, Brebes (K.H. Suhaimi) dan lain-lain. Termasuk juga Kiai Moefid Mas’oed pendiri dan pengasuh pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, yang tidak lain adalah menantu Kiai Moenauwir.

Dua Tahun Mengaji gaya Krapyak memang tidak mudah. Selain haru memperhatikan benar panjang-pendeknya bacaan, pengucapan huruf (makharijul huruf) juga diawasi dengan sangat ketat. Tidak jarang untuk mampu membaca Surah Al-Fatihah dengan benar, seorang murid harus menghabiskan waktu berbulan-bulan. Bahkan pada masa Kiai Moenauwir, pernah ada santri yang menghabiskan waktu sampai dua tahun untuk membaca surah Al-Fatihah dengan baik dan benar. Apalagi jika ingin mendapatkan ijazah silsilah sanad Al-Quran dari Kiai Moenauwir. Bukan hanya kemampuan membaca dan menjaga hafalan yang menjadi tolok ukur, tetapi juga perilaku selama nyantri di Krapyak. Ketatnya persyaratan memperoleh ijazah sanad belakangan juga diberlakukan kiai-kiai alumni Krapyak terhadap para santrinya.

Meski tidak semuanya mengantongi ijazah sanad, namun pesantren-pesantren alumni Krapyak tetap saja merupakan produsen terbesar Huffazh di tanah air. Pesantren Sunan Pandanaran, misalnya, setiap tahunnya mewisuda tidak kurang dari tiga puluh orang santri huffazh. Demikian pula di Pesantren Al-Munawwir Krapyak, dan Al-Asy’ariyyah, Kalibeber, Wonosobo. Karena bersumber dari satu almamater, program pengajian Al-Quran di Pesantren-Pesantren Tahfizhul Quran di Jawa pun rata-rata sama. Diawali dengan Tahfizh juz 30 atau Juz ‘Amma, kemudian disusul program Bin Nazhar atau membaca 30 juz dengan tartil. Dua program tersebut wajib diikuti seluruh santri. Setelah KHatam bin nazhar, barulah santri dapat mengikuti Program Bil Ghaib atau Tahfizh 30 juz.

Semua jenjang pengajian tersebut menggunakan metode pengajaran mushafahah atau sorogan, yakni satu persatu santri menghadap gurunya untuk menyetorkan bacaan atau hafalannya. Untuk program Juz ‘Amma, setoran saat mengaji biasanya per surah. Sedangkan untuk program bin nazhar batas setoran adalah per maqra’. Lain lagi dengan program bil ghaib 30 juz yang setoran mengajinya dihitung per halaman. Sebelum diijinkan meneruskan oleh sang guru, para santri akan terus mengulang-ulang bacaan atau hafalan sebelumnya.

Agar seragam, pesantren-pesantren tahfizhul Quran alumni Krapyak biasanya menggunakan Al-Quran yang sudah ditash-hih Kiai Arwani Amin, Kudus. Al-Quran tersebut lazim disebut “Al-Quran Ayat Pojok”, karena setiap halamannya ditutup dengan Akhir ayat, sehingga tidak ada potongan ayat yang berada di halaman berikutnya. Ini untuk memudahkan santri dalam menentukan batas menghafal atau menyetorkan hafalan.

Melihat masih cukup besarnya jumlah para penghafal Al-Quran yang diwisuda setiap tahunnya, sepertinya umat Islam di tanah masih bisa bernafas lega. Setidaknya satu atau dua dasawarsa ke depan negeri ini masih akan terus berhias lantunan ayat-ayat suci Al-Quran yang tersimpan dengan baik di dalam dada para huffazh. Semoga.


Mahrus Sholeh (Alumni PP. Nurul Jadid Wilayah Zaid Bin Tsabit {K} & Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir Hadits & Anggota Aktif di Unit Pengembangan Tahfidz Al-Qur'an {UPTQ} UIN Sunan Ampel Surabaya)

 

Kapolri : Buktikan Rekrutmen Polisi Pake Duit Laporkan, Saya Kasih Rp. 1 juta
Sabtu, 04 Juli 2015

KOPI, Jakarta — " Kalau ada yang bisa buktikan rekrutmen polisi pakai duit, saya kasih satu juta," ujar Badrodin Haiti saat menyampaikan sambutan dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama dengan sejumlah LSM dan kelompok masyarakat, Jumat (3/7/2015) malam di Jakarta. Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti memastikan bahwa rekrutmen anggota Polri bebas dari pungutan liar ataupun uang pelicin. Ia menantang siapa pun yang bisa... Baca selengkapnya...

Mendagri Tjahyo Kumolo : Direktur IPDN Rohil Rizka Utama Telah Gagal
Jumat, 03 Juli 2015

KOPI, Pekanbaru- Kunjungan kerja (Kunker) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo ke bumi melayu Riau , hari Jum’at (3/7-15) memimpin rapat kerja Pemerintah Propinsi Riau dengan seluruh kepala daerah kabupaten/kota (red. Bupati, Walikota) di gedung daerah. Mendagri memberi warning kepada Direktur IPDN Rohil Rizka Utama telah gagal memimpin IPDN Rokan Hilir (Rohil), Mendagripun tidak mau membeberkan kesalahan Rizka Utama kepada Insan... Baca selengkapnya...

Pembangunan Stadion Olahraga Di Nglegok Menyalahi Perencanaan
Jumat, 03 Juli 2015

Blitar, KOPI - Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Jum’at (3/7) pagi, melakukan Inspeksi Mendadak (SIDAK) ke Pembangunan Stadion Olahraga yang berada di Desa Nglegok Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, karena Pembangunan Stadion yang menghabiskan dana APBN hingga 56 milyar tersebut, kini proses pembangunannya dinilai belum maksimal. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Endar Suparno, SH.   olitisi dari PDI P ini,... Baca selengkapnya...

Badan Anggaran Rekomendasikan Bongkar Bangunan Gedung Amphi Theater
Jumat, 03 Juli 2015

KOPI, Blitar - Sementara Pembangunan Stadion Olahraga Nglegok mendapat sorotan dari Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, kini Pembangunan Gedung Amphi Theater juga tak lepas mendapat  kritikan dan teguran dari Badan Anggaran DPRD Kabupaten Blitar, bahkan direkomendasikan untuk dibongkar, karena pengerjaannya dinilai asal-asalan.   Melihat kondisi bangunan gedung Amphi Theater di Desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, tidak sesuai... Baca selengkapnya...

Presiden Jokowi Menginstruksikan : Sutiyoso Merekrut 1.000 orang Anggota BIN Baru
Jumat, 03 Juli 2015

KOPI, Jakarta- H.Sutiyoso mengatakan ia akan mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum (Ketum) Partai PKPI (Partai keadilan dan Persatuan Indonesia) bila terpilih jadi Kepala BIN sebagai penggantinya wakil ketua umum PKPI mantan Bupati Kutai Timur Isran Noor. Presiden Jokowi memanggilnya ke Istana bahwa dirinya akan segera menduduki jabatan kepala BIN (Badan Intelijen Negara) dan Jenderal Gatot Nurmantyo akan segera menjadi panglima TNI,... Baca selengkapnya...

Puluhan SK PNS Dipalsukan untuk Pengambilan Kredit di Aceh Tamiang
Jumat, 03 Juli 2015

KOPI, ACEH TAMIANG - Dikabarkan lima oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Aceh Tamiang nekad memalsukan puluhan SK para Pegawai Negeri Sipil (PNS) lainnya yang bertugas di kabupaten setempat. Menurut informasi yang dihimpun KOPI, puluhan SK para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dipalsukan tersebut, dipergunakan untuk pencairan uang kredit bank dengan jumlah belasan milyar rupiah.   "Bank yang terlibat dalam permasahan ini adalah... Baca selengkapnya...

DPR Resmi Dukung Sutiyoso Jabat Kepala BIN
Jumat, 03 Juli 2015

  KOPI, Jakarta - Ketua Umum PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia) H. Sutiyoso memenuhi panggilan ke DPR dengan menggunakan jas hitam sekitar pukul 10 pagi. Di depan anggota-anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) komisi 1 Bang Yos sapaannya menjalani Fit and Proper Test (uji kelayakan dan kepatutan) memaparkan visi dan misinya jika diterima sebagai Kepala BIN (Badan Intelijen Negara).   Fit and proper test tersebut memakan... Baca selengkapnya...

INTERNASIONAL

Dinasti Bush yakni Jeb Bush Ikut Pilpre.....
17/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Washington - Pemilihan Presiden (Pilpres) negara Amerika Serikat (AS) dijadwalkan   pada November 2016, para capres dari Partai Republik m [ ... ]



NASIONAL

Banyak Kepala Daerah Beri Apresiasi Juma.....
03/07/2015 | Hanif Nurhidayat

KOPI, TEGAL – Kebijakan Walikota Tegal menginstruksikan jajarannya melaksanakan kegiatan Jumat Mengaji dan memakai pakaian muslim mendapat apresia [ ... ]



DAERAH

Pedagang Menolak Andes Pindah Lokasi.....
03/07/2015 | Mardinal

KOPI, Sarolangun - Rencana Pemindahan terminal Angkutan Desa (Andes) akibat dari Pembangunan 64 Kios yang akan dibangun di lokasi terminal Angkutan D [ ... ]



PENDIDIKAN

Kadisdik Kota Pekanbaru Zulfadil Dibenta.....
02/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru – DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) kota Pekanbaru banyak menerima laporan yang masuk kekami dari para tenaga pengajar/guru pe [ ... ]



EKONOMI

Jawab Tantangan, Bakmi Mi GM Buka Outlet.....
03/07/2015 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung - Bakmi GM “melayani” tantangan dengan membuka cabang di Kota Kuliner Bandung, usai berkembang hingga sekarang sejak 1959 lalu di J [ ... ]



HANKAM

Pesawat Hercules Kanibal.....
04/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Medan- Bergugurnya prajurit dan anak bangsa bukan korban peperangan, melainkan jatuh siburung besi yakni pesawat Hercules C-1310 menelan korban [ ... ]



OLAHRAGA

Polres Meranti Gelar Turnament Badminton.....
14/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, SELATPANJANG - Polisi Resort (Polres) Kepulauan Meranti menggelar Open Turnamen Badminton perdana, turnamen ini diselenggarakan di Gedung Ocean  [ ... ]



PARIWISATA

Pesan Hotel Di Ezytravel Diskon Hingga 4.....
02/07/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Di bulan suci Ramadhan 1436 H, Ezytravel bersama 40 e-commerce di Indonesia ikut serta dalam event yang diselenggarakan oleh Lazada, Zalora d [ ... ]



HUKUM & KRIMINAL

Dirnarkoba Riau: Kuartal I Januari-Mei, .....
04/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru – Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes (Pol) Hermansyah, mengatakan kuartal I bulan Januari-Mei 2015 Polda Riau menangani  6 [ ... ]



POLITIK

Pilkada Toraja Utara, Jonny Arung Mengua.....
05/07/2015 | Tommy Tiranda

KOPI - Konstalasi politik jelang Pilkada Toraja Utara makin panas. Kandidat yang akan bertarung diprediksi maksimal 3 paket. Mereka adalah calon incum [ ... ]



OPINI

Renungan Tentang Korupsi Pajak.....
27/06/2015 | Subagyo

KOPI- Tulisan ini adalah pemikiran saya, renungan tentang sebuah kasus korupsi di pengadilan. Saya bukan mau adu pinter ilmu hukum, tapi adu kepekaan  [ ... ]



PROFIL

Kuartal Pertama Th 2015 Propam Polda Ri.....
06/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru Enam belas orang oknum aparat kepolisian jajaran Polda Riau dan Polres se Riau terlibat narkoba dan di pecat urai AKBP Budi Sant [ ... ]



SOSIAL & BUDAYA

Maksud Logo “Naga Merah” Hut DKI ke-.....
25/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan logo resmi HUT DKI Jakarta ke-488 Senen 22 Juni 2015 . Dalam logo yang bisa dilihat di situs resm [ ... ]



ROHANI

I’tiraf, Bukan Sekedar Pengakuan Seora.....
03/07/2015 | Nova Indra

KOPI - Menyikapi rentang waktu yang kian layu dimakan usia mayapada, tertatih bahkan melambatnya perputaran bumi, membuktikan betapa alam telah lelah  [ ... ]



RESENSI

Jangan Dengerin Sendiri.....
27/04/2015 | UG DANI
article thumbnail

Resensi Buku Judul :Jangan Dengerin Sendiri
Penulis : Naomi Angelia Sea
Tebal. : 200
Penerbit : Bukune Juli 2014
Harga. : Rp 41 [ ... ]



CERPEN & CERBUNG

Soekarno: Mien Hessels “Bunga Tulip Be.....
19/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Tiga setengah abad atau 350 tahun negara Indonesia dijajah Belanda, berbagai penderitaan rakyat Indonesia zaman penjajah dahulu. Berbagai macam [ ... ]



PUISI

Guman Penyawang.....
03/07/2015 | Agus Siroj Hudi
article thumbnail

Di antah brantah... Tatapan sinis, acuh tak lega... Senyum tepis, hindar jika dinyana... Bungkam seribu bahasa....   Diantahbrantah. [ ... ]



CURAHAN HATI

Macapat kesenian tradisional yang hampir.....
04/07/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang   Macapat adalah tembang atau puisi tradisional jawa. Tembang macapat merupakan warisan budaya yang di gunakan sebagai metode pengaj [ ... ]



HIBURAN

Konser Galang Dana, Raisa dengan Andre H.....
21/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Kuta Bali - Bersama dengan Yayasan Sole Men Indonesia yang berlokasi di Tabanan, Bali, malam ini (Sabtu, 20/6) Dua artis senior papan atas Ind [ ... ]



KULINER

McDonald’s Tingkatkan Layanan Melalui .....
01/04/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Kini menikmati McDonald’s terasa lebih nyaman dan menguntungkan dengan hadirnya layanan terbaru “Online McDelivery Cashless Promo”. Pel [ ... ]



HIDUP SEHAT

Pola Hidup Sehat, Berpuasa Saat Ramadhan.....
16/06/2015 | Mardinal

KOPI,Sarolangun,- Puasa merupakan suatu kewajiban bagi Umat Islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt firmanNYA “ Hai orang - orang beriman [ ... ]



SERBA-SERBI

Melirik Akik Ibu-ibupun tertarik.....
04/07/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang Akik lagi, akik lagi….ngakik terus..? canda bu Minah, wanita yang keseharianya berjualan sayur keliling.  Menyapa temanya [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.