Surat untuk Tuhan (9)
Rabb…
Perjalananku telah jauh, menembus rentetan gelombang kemunafikan
Merambah belukar kefasikan
Meniti buih-buih noda, dalam rintihan asma tak bermakna
Rabb…
Kini aku pulang pada namaMu
Rengkuh aku wahai Rabb-ku
Tuntun aku untuk setiap langkah yang mulai goyah
Beri ampunan-Mu untukku melangkah kembali, biarpun tertatih
Rabb…
Bukankah setiap takdirmu akan mengikuti langkah-langkah makhluk-Mu?
Rabb…. Takdirkan aku untuk selalu berjalan dan melangkah menuju Asma-Mu
| Comments |
|
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
Artikel Lainnya:
- Graha Biru di Senja Itu
- Minang di Ranah
- Prestasimu di Persimpangan Ekonomi
- Surat untuk Kekasih (Bag. 8)
- Surat untuk Kekasih (Bag. 7)
- Surat untuk Kekasih (Bag. 6)
- Sebelum Hari Ini
- Fatamorgana dan Mimpi
- Surat untuk Kekasih (Bag. 5)
- Selepas Magrib..
- Surat untuk Kekasih (Bag. 4)
- Surat untuk Kekasih (Bag. 3)
- Surat untuk Kekasih (Bag. 2)
- Surat untuk Kekasih (Bag. 1)
- Kau Ajarkan Aku....


























