Surat untuk Kekasih (Bag.10)
Rhein…
Ini musim gugur pertama yang kujalani di Negeri Kincin Angin. Jalanan mulai lengang. Tak ada lagi anak-anak bermain di pelataran taman-taman kota. Tak ada lagi kulihat ibu-ibu menemani anak-anaknya bermain, sambil membaca majalah.
Rhein, di musim gugur ini, aku harus bertahan di sini, untuk melakukan sesuatu yang kau anggap penting buatku. Belajar tentang sesuatu yang menurutku tak ada manfaatnya. Tapi karenamu lah aku di sini.
Rhein…
Tadi siang aku membeli dua buah mantel berbulu tebal, satu akan kupakai saat musim dingin yang sebentar lagi menjelang, satu akan kusimpan, akan kubawakan untukmu. Dalam hayalku, betapa cantiknya, bila mantel itu kau pakai saat kita bisa duduk bersama di malam-malam seperti dulu.
Aku masih harus selesaikan kerja ini lima bulan lagi, selama itu pula aku akan selalu merindukan senyummu. Hmmmm, terlalu jauh, beribu-ribu mil dari tanah yang membesarkan kita. Tak dapat lagi aku berharap, untuk sekedar menemuimu, atau datang ke kotamu, hanya untuk melihatmu.
Rhein…
Hari-hariku terlalu sunyi, terlalu sepi dari mereka yang selama ini mengelilingiku untuk sekedar bertanya tentangmu. Karena begitu banyak dari mereka yang ternyata sangat sayang padamu.
Detik-detik yang kujalani semakin hari semakinsunyi, hanya sebuah foto berbingkai biru, yang menemaniku. Foto dirimu, yang kuabadikan saat kita melangkahi sudut-sudut kota dulu.
Ahhh, Rhein… mataku mulai tak dapat berkompromi, aku akan lanjutkan menulis surat ini, setelah tidurku, yang selalu dihiasi mimpi-mimpi tentangmu.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Surat untuk kekasih (Bag. 9)
- Sekuntum Bunga Cinta
- Surat untuk Tuhan (9)
- Graha Biru di Senja Itu
- Minang di Ranah
- Prestasimu di Persimpangan Ekonomi
- Surat untuk Kekasih (Bag. 8)
- Surat untuk Kekasih (Bag. 7)
- Surat untuk Kekasih (Bag. 6)
- Sebelum Hari Ini
- Fatamorgana dan Mimpi
- Surat untuk Kekasih (Bag. 5)
- Selepas Magrib..
- Surat untuk Kekasih (Bag. 4)
- Surat untuk Kekasih (Bag. 3)


























