Saat yang Tertunda
Tak sabar ku menunggu waktu yang dinantikan
detak jantungku bergema setinggi angan
menanti giliaran untuk dipanggil namaku
panggilan bersuarakan syahdu
halus dan tenang dalam kalbu
aku rindu saat itu, saat romansa memejam malam
tak pungkiri untuk kembali dan pulang setengah hati
aku, rindukan saat ini.
sekian lama nyawa menompang daging,
sekokoh dahan yang mengikat di kedua belah tulang rusukku
yang kian hari kian tersingkap malu
aku tak tahu, apakah saat yang tertunda ini bisa ku merasaklan lagi
hari ini, kemaren dan untuk yang akan datang.
| Comments |
|
Powered by !JoomlaComment 3.26
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
Artikel Lainnya:
- Korupsi Boleh Asal.........
- Surat untuk Kekasih (Bag.11)
- Wahai Syahid, Kunantikan Syahidmu di Peraduan Tahajjud
- Selaksa akhir Bulan; Pergilah sobat
- Kebersamaan Kita
- Mengenang Wafatnya Ibunda yang Sangat Aku Cintai
- Surat untuk Kekasih (Bag.10)
- Surat untuk kekasih (Bag. 9)
- Sekuntum Bunga Cinta
- Surat untuk Tuhan (9)
- Graha Biru di Senja Itu
- Minang di Ranah
- Prestasimu di Persimpangan Ekonomi
- Surat untuk Kekasih (Bag. 8)
- Surat untuk Kekasih (Bag. 7)


























