PPWI AWARD
Jemariku kian lentik mengurai bait yang tersusun,
dalam pikiranku,
dan dalam imajinasi keawamanku.
tak satupun yang bisa kurangkai,
kecuali tercipta dari rasa yang ku ciumkan dari mata.
tersengal dan tak dipenggal.
mengalir begitu saja,
lewat satu kata dari kekaguman rupa rangkaian kalimat
tak bersuara,
namun bermakna.
hal malam yang menusuk di pemandangan mata yang kuyu,
tersapu angin berpasir dan terduduk dari rupa menuntun.
untuk mu wahai pelabuhan hati,
gubuk dari segala inspirasi.
hadiah ini kudermakan untuk keridhaanmu
membaur diri dalam senyumanku,
mencicipi riak yang masih bertepi digelombang tarian persaingan
dan berhembus di tulang-tulang yang musti ditutupi dari ilmu nan bermakna.
aku harus tetap menjadi pustaka masyarakat,
membuka dan memberikan soal yang berjawaban kekerabatan,
lewat rangkaian festival bernamakan surambi makkah,
berilalang, dan berbunga wangi.
(Syukran PPWI)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Saat yang Tertunda
- Korupsi Boleh Asal.........
- Surat untuk Kekasih (Bag.11)
- Wahai Syahid, Kunantikan Syahidmu di Peraduan Tahajjud
- Selaksa akhir Bulan; Pergilah sobat
- Kebersamaan Kita
- Mengenang Wafatnya Ibunda yang Sangat Aku Cintai
- Surat untuk Kekasih (Bag.10)
- Surat untuk kekasih (Bag. 9)
- Sekuntum Bunga Cinta
- Surat untuk Tuhan (9)
- Graha Biru di Senja Itu
- Minang di Ranah
- Prestasimu di Persimpangan Ekonomi
- Surat untuk Kekasih (Bag. 8)


























