Merdeka dalam Ejaan Kata
Dirasa semua yang pernah terkata,
sebuah negosiasi telinga tak berkompromi
satu kata dan beribu kalimat terangkai disetiap bilangan kenangan demi kenangan
tengah hari, dini hari bahkan menjelang sahur.
dua malam berlabuh di tangisan hujan,
petir dan kandas.
tak menyangka bakalan ini yang akan terangkai,
kata yang tak sempat terselesaikan dengan penjelasan,
dan kata yang tak di tuangkan dengan disertasi.
aku tak jua harus bisa bertahan,
membuat semua yang ku kata menyakitkan jiwa
menyebak hati dan memendam sayang.
aku tak tahu harus bagai mana yang jelas,
aku akan berusaha meneliti kata yang terinspirasi dari jeruji
sunggingan masa.
aku akan coba berhati di tengah kehati-hatian
walau ini saatnya memerdekakan senyuman
memerdekakan imajinasi
dan memerdekakan pendidikan.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Tercabik Kata
- Sudut Bibir Tak Bersanding
- Surat untuk Kekasih (Bag. 12)
- PPWI AWARD
- Saat yang Tertunda
- Korupsi Boleh Asal.........
- Surat untuk Kekasih (Bag.11)
- Wahai Syahid, Kunantikan Syahidmu di Peraduan Tahajjud
- Selaksa akhir Bulan; Pergilah sobat
- Kebersamaan Kita
- Mengenang Wafatnya Ibunda yang Sangat Aku Cintai
- Surat untuk Kekasih (Bag.10)
- Surat untuk kekasih (Bag. 9)
- Sekuntum Bunga Cinta
- Surat untuk Tuhan (9)


























