Alhamdulillah Sudah
Baru detik ini aku akan mengulang rasa,
kisah kasih yang tertuang di kalbu manja untuk orang yang ku puja
kurangkai demi izzah sang pujian agar aku bisa bersimpuh rindu dalam pelukannya,
namun kisah lama yang sempat terpusat di kaset orang tak bertuah
merangkai dan menyelipkan setangkai mawar berduri di sederetan doa.
oh, empunya raga..
mata ini tak ingin melihat wajah mulia ter-sedihkan oleh bonsornya keprihatinan,
cukup hanya sekian yang aku dapati,
aku ingin jauh di angkasa sana,
menerjang gelombang badai yang menari di dua pulau
saat itu berada di atas awan tak beriak
menatap dua asa yang jauh berbeda.
izinkan aku bisa mengulang semua yang telah kupersiapkan dihari muda menuju mati,
agar malu yang terseret luka tak seperih mengotorkan sucinya bulan
biar musafir diri menerjang keangkuhan malu,
dan aku tak kuasa menerima semua atas nikmat yang sempat terlipat di kain panjang.
ya kegungan izinkanlah semua yang terdengar oleh hati mulianya
berbalik padanya agar rasa kesedihan tak berujung pilu menutup mata
dan mengubur tanah.
Alhamdulillah sudah ku lalui dengan keter-ombang ambingan diri,
aku rela mati berkubur kafan
demi dia yang tak bersalah laku,
agar tuhan tidak sulit menerjemahkan mentari disudut tak berdaya.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Merdeka dalam Ejaan Kata
- Tercabik Kata
- Sudut Bibir Tak Bersanding
- Surat untuk Kekasih (Bag. 12)
- PPWI AWARD
- Saat yang Tertunda
- Korupsi Boleh Asal.........
- Surat untuk Kekasih (Bag.11)
- Wahai Syahid, Kunantikan Syahidmu di Peraduan Tahajjud
- Selaksa akhir Bulan; Pergilah sobat
- Kebersamaan Kita
- Mengenang Wafatnya Ibunda yang Sangat Aku Cintai
- Surat untuk Kekasih (Bag.10)
- Surat untuk kekasih (Bag. 9)
- Sekuntum Bunga Cinta


























