Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Komentar Warga

Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
RatancaPembukaan Kejurnas Pencak Silat 2011 di BANKINANG Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI M.Munir
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 5025
Isi : 8250
Content View Hits : 1862171
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini2641
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4119

Warga Online : 61
IP Kamu : 38.107.179.219













Inspirasi Puisi Surat untuk Kekasih (bag. 13)
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Surat untuk Kekasih (bag. 13)

Rhein...

Berlama-lama dalam renungku, saat angin musim dingin mulai menggelisah. Meniti buih-buih rindu pada kedamaian, seperti tulisanku yang pernah kau buang di jalanan belakang pasar kumuh di kotaku.

Hari ini, masih sama seperti hari-hari kemarin, hari-hari dimana aku selalu berharap keajaiban akan hadir di pelupuk mata. Maih sama, ada rindu, ada gelisah yang menggelora, menjadi puing-puing kehampaan, menjadi garis-garis kecil menggurat.

Rhein....

Baru saja aku mendengar cerita seorang teman, tentang kisah hidupnya yang membuatku jengah. Membuat butir-butir air mata dan ketakutan menghampiri. Aku sudah lama tak lagi meneteskan air kelembutan itu, Rhein. Kini, hanya dengan cerita seorang teman yang kadang kuanggap bukan siapa-siapa, ia mengalir deras dalam dadaku.

Ada ketakutan dalam kisahnya, seorang laki-laki yang harus membanting tulang kesana-kemari demi menghidupi seorang istri dan anak tunggalnya. Ia juga seorang yang kosong dari untaian doa dan harap pada Tuhannya. Ia hanya seorang bandar judi di masanya. Tak kenal ayat-ayat Allah, tak kenal yang namanya doa, baginya, tiap ada kesempatan menipu pelanggannya, ia lakukan dengan gembira.

Rhein, memang bagimu cerita itu tak akan jadi bacaan menarik. Tapi buatku, begitukah seorang yang putus asa dalam hidupnya? Hanya berani mengambil langkah singkat, pendek, tak ada pertimbangan?

Aku takut karena aku hampir ada di sana. Aku mulai terpengaruh dunia yang tak bersahabat dengan Sunnah Nabi-Nya. Aku mulai menggeser setiap langkah pada arah yang tak pasti, arah yang hanya menuju kesalahan, dan noda.

Rhein, aku ingin kembali padamu. Pada nama yang selalu masih kusebut setiap jelang tidurku. Namamu, Rhein...

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."