Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Komentar Warga

Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
Foto025Produksi Batubara PT. TIA Capai 1 Juta MT di 2010Lomba Menulis Hubungan RI-Maroko
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 5025
Isi : 8250
Content View Hits : 1862178
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini2650
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4119

Warga Online : 62
IP Kamu : 38.107.179.220













Inspirasi Puisi Rindu yang Membekas
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Rindu yang Membekas

Kenangan terindah saat aku harus berpisah sedetik menutup rindu,
Di belah jembatan yang menghubungkan dermaga senja di sunset kediaman bunga desa,
Merangkai satu yang tak berujung jua,
pada perahu ba-imbau di tengahnya bernamakan pilu berwarna surya.

Aku tak kuasa merangkai lambaian yang terkulai,
yang me-mercik-kan tangis pada bukit bertuan bunian,
disana ada sepasang tulang yang menjadi saksi adanya kota berfalsafah demokrasi.

Rambut panjang terkulai, menatahkan tanda di jemari sesak,
Tertinggal namun terpisah pada ubun-ubun malin kundang,
Dan menjilat di atas anjungan nagari.

Rinduku yang membekas,
Pada saat gelombang menampar arsinya lautan,
Dan menundukkan langkah di atas pusara ibu bapa,
Sedangkan aku belum melambang adat yang kian hari kokoh terhempas pergantian tahun,
Malu dan…, ah.., aku merindukan suasana itu lagi.

Ada nostalgia yang mengikatku untuk selalu pulang,
Dan bersimpuh pada manisnya kenagan itu,
Walau rasa ini mencemaskan raga.

(yang telah diikut sertakan dalam lomba puisi padang kota tercinta)
Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."