“BIMBANG”
#1
Sunyi, senyap di kesendirian..
Memikirkan hati yang gelisah..
Berpikir tentang suatu pilihan..
Yang harus di tentukan esok harinya.
Hati yang putih..
Bagaikan dalam sebuah ruang..
Yang menguji akan kesucian-Nya..
Tentang cinta yang tulus ini..
Kemana hati akan menghadap..
Ku terperangkap dalam penjara cinta..
Karena sidih yang tak akan pernah usai..
Antara dia atau dia yang lainnya..
Ku suka dirinya..
Namun ku mencintai dia yang lainnya..
Dan ku tak kan pernah sanggup melukai hati mereka..
Perasaan yang tak kan pernah berhenti..
Menjadikan ku dilema..
Siapa yang akan ku pilih..
Untuk sandaran hati ini..
#2
Jangan Hentikan Aku Aku goyah..
Seakan badai selalu menghadangku tiada henti..
Aku terpuruk..
Seakan cobaan selalu menghampiri..
Ku tak sanggup, bila harus berjalan kalau hanya akan membuatku terhenti kembali..
Aku gelisah, fikiranku menerawang ke sesuatu yang akan membuatku jatuh..
Ku mencari dan tak akan pernah berhenti untuk mencari..
Ku mencoba dan tak akan pernah berhenti untuk mencoba..
Agar aku mendapatkannya..
Tapi..
Jangan pernah hentikan aku..
Dalam meraih mimpi-mimpiku..
#3
Malam yang sunyi Diam..
Tak ku dengar suara lagi..
Semuanya hening dan sepi..
Di saat malam semakin larut..
Tak ada bintang..
Yang dapat berkedip yang akan menghiburku..
Tak ada bulan..
Yang bersinar terang yang akan menyapaku..
Malam sunyi..
Semuanya hanya hening, bisu,diam dan senyap..
Tak ada kicauan burung bernyanyi merdu..
Yang ada hanya suara jangkrik yang memekakkan telinga ini..
Malam sunyi..
Tak ada kabar darinya..
Tak ada pesan darinya..
Ataupun telpon darinya..
Malam sunyi..
Mataku tak akan tertidur..
Ku akan tetap menunggu..
Walaupun hanya pesan singkat darinya..
#4
Dag Dig Dug Jantung Hatiku Dag dig dug..
Berdebar kencang jantungku..
Teringat namanya..
Seakan telah tertulis dalam hatiku..
Dag dig dug..
Bedebar kencang jantungku..
Terbayang wajahnya..
Seakan telah tergambar jelas di hatiku..
Dag dig dug..
Berdebar kencang jantungku..
Terngiang-ngiang suaranya..
Di saat dia ucap kata cinta untukku..
Jantung hatiku..
Telah berisi namanya..
Telah tergambar wajahnya..
Dan telah menyimpan cinta untuknya..
Dag dig dug jantung hatiku…
Hanya dia yang dapat membuatku merasakan ini..
#5
Sepotong MAAF Dari ku Hening di kesendirian..
Sepi tanpa hiburan..
Di suatu ruang ku terdiam..
Yang penuh dengan kegalauan..
Pikirankupun menerawang tak tau arah..
Matapun bingung melihat keadaan..
Seakan rasa bersalah slalu menghantui..
Yang membayangi hari-hari ku..
Seakan hati telah terbelenggu..
Di penjarakan oleh sebuah kesalahan..
Yang entah kapan dapat bebas..
Dari rasa bersalah ini..
MAAF..
Hanya satu kata ini yang dapat ku ucap..
Hanya ini yang dapat ku beri..
MAAF..
Mungkin kata ini terlalu singkat..
Tapi inilah kata hatiku..
MAAF..
Dan ku berharap kau mengerti..
Penulis adalah Mahasiswa FKIP muhammadiyah Padangpanjang: Pendidikan Matematika