Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Komentar Warga

Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
PENGENALAN WAYANG GOLEKXL Bantu Percepat Reformasi PendidikanKuliner Warteg 21
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 5025
Isi : 8250
Content View Hits : 1862181
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini2653
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4119

Warga Online : 63
IP Kamu : 38.107.179.216













Inspirasi Puisi Bimbang
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Bimbang

“BIMBANG”

#1

Sunyi, senyap di kesendirian..
Memikirkan hati yang gelisah..
Berpikir tentang suatu pilihan..
Yang harus di tentukan esok harinya.

Hati yang putih..
Bagaikan dalam sebuah ruang..
Yang menguji akan kesucian-Nya..
Tentang cinta yang tulus ini..
Kemana hati akan menghadap..
Ku terperangkap dalam penjara cinta..
Karena sidih yang tak akan pernah usai..
Antara dia atau dia yang lainnya..
Ku suka dirinya..

Namun ku mencintai dia yang lainnya..
Dan ku tak kan pernah sanggup melukai hati mereka..
Perasaan yang tak kan pernah berhenti..
Menjadikan ku dilema..
Siapa yang akan ku pilih..
Untuk sandaran hati ini..

#2

Jangan Hentikan Aku Aku goyah..
Seakan badai selalu menghadangku tiada henti..
Aku terpuruk..
Seakan cobaan selalu menghampiri..
Ku tak sanggup, bila harus berjalan kalau hanya akan membuatku terhenti kembali..

Aku gelisah, fikiranku menerawang ke sesuatu yang akan membuatku jatuh..
Ku mencari dan tak akan pernah berhenti untuk mencari..
Ku mencoba dan tak akan pernah berhenti untuk mencoba..
Agar aku mendapatkannya..

Tapi..
Jangan pernah hentikan aku..
Dalam meraih mimpi-mimpiku..

#3

Malam yang sunyi Diam..
Tak ku dengar suara lagi..
Semuanya hening dan sepi..
Di saat malam semakin larut..

Tak ada bintang..
Yang dapat berkedip yang akan menghiburku..
Tak ada bulan..
Yang bersinar terang yang akan menyapaku..
Malam sunyi..

Semuanya hanya hening, bisu,diam dan senyap..
Tak ada kicauan burung bernyanyi merdu..
Yang ada hanya suara jangkrik yang memekakkan telinga ini..
Malam sunyi..
Tak ada kabar darinya..
Tak ada pesan darinya..
Ataupun telpon darinya..

Malam sunyi..
Mataku tak akan tertidur..
Ku akan tetap menunggu..
Walaupun hanya pesan singkat darinya..

#4

Dag Dig Dug Jantung Hatiku Dag dig dug..
Berdebar kencang jantungku..
Teringat namanya..
Seakan telah tertulis dalam hatiku..

Dag dig dug..
Bedebar kencang jantungku..
Terbayang wajahnya..
Seakan telah tergambar jelas di hatiku..

Dag dig dug..
Berdebar kencang jantungku..
Terngiang-ngiang suaranya..
Di saat dia ucap kata cinta untukku..
Jantung hatiku..
Telah berisi namanya..
Telah tergambar wajahnya..
Dan telah menyimpan cinta untuknya..

Dag dig dug jantung hatiku…
Hanya dia yang dapat membuatku merasakan ini..

#5

Sepotong MAAF Dari ku Hening di kesendirian..
Sepi tanpa hiburan..
Di suatu ruang ku terdiam..
Yang penuh dengan kegalauan..
Pikirankupun menerawang tak tau arah..
Matapun bingung melihat keadaan..
Seakan rasa bersalah slalu menghantui..
Yang membayangi hari-hari ku..
Seakan hati telah terbelenggu..
Di penjarakan oleh sebuah kesalahan..
Yang entah kapan dapat bebas..

Dari rasa bersalah ini..
MAAF..
Hanya satu kata ini yang dapat ku ucap..
Hanya ini yang dapat ku beri..

MAAF..
Mungkin kata ini terlalu singkat..
Tapi inilah kata hatiku..
MAAF..
Dan ku berharap kau mengerti..

Penulis adalah Mahasiswa FKIP muhammadiyah Padangpanjang: Pendidikan Matematika

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."