Letih
LETIH
Biarkanlah aku berteduh,disini
Sementara waktu
Akan aku ciptakan puisi-puisi di dangauku
Akan ku bawakan dalam nafasku
Di setiap Langkah ku
Disepanjang hariku
Dalam alunan merdu sajakku
Biarkanlah air mataku mengalir
Membasahi luka dan dosaku
Yang menempel di sepanjang hayatku
Biarkanlah aku meratap disini
Hingga aku hilang dalam iramaku
Oleh: Rahmi Kurniawati (siswi MA-KM Muhammadiyah Padangpanjang)
LUKA KU
Luka yang memar itu
masih terasa sakit
Belum lagi luka dalam
Yang paling menyayat
Luka ku yang tak kunjung pulih
Luka ku yang tak kunjung sembuh
Luka yang telah lama kurasakan
Ntah karena duri
Ntah karena pisau
Ntah karena apa
Tak satupun yang bisa mengetahui
Kini aku diam, diam seribu bahasa
Bahasa yang tak pernah terbaca
Bahasa yang tak pernah terdengar
Bahasa yang tak pernah terungkap
oleh siapapun
Kini,……….
Luka yang tak kunjung sembuh itu
Akan aku pendam
Karena ini lukaku
Oleh: Rahmi Kurniawati (siswi MA-KM Muhammadiyah Padangpanjang)
PERANG
Perang….
Di mana-mana kini perang
Di rumah perang
Di kanor perang
Di dunia terjadi perang
Perang di mana-mana
Seperti tak ada kesudahan
Perang,…..
Yang tak ada habisnya
Semua perang…….apa yang diperangi….??
Darah berceceran
mayat bergelimpangan
ratapan,raungan ,tangisan
Disana sini……
ya…perang …..itulah perang
Oleh: Rahmi Kurniawati (siswi MA-KM Muhammadiyah Padangpanjang)
TAKKAN KEMBALI
Dia tak akan kembali
Dia tak akan kembali
Walau sekedar melihatku
Atau menjemputku
Saat pangilan itu datang
Mungkin rindu akan berkepanjangan
Tak ada batas
Yang mempertaruhkan kita
Tapi maut itu akan datang
Mengajak dengan tawa,tangis,senyum
lihatlah malaikat maut datang
Berteman dan bersahabat dengan kita
Perlahan-lahan merenggutnya
Oleh: Rahmi Kurniawati (siswi MA-KM Muhammadiyah Padangpanjang)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Bimbang
- Rindu yang Membekas
- Surat untuk Kekasih (bag. 13)
- Alhamdulillah Sudah
- Merdeka dalam Ejaan Kata
- Tercabik Kata
- Sudut Bibir Tak Bersanding
- Surat untuk Kekasih (Bag. 12)
- PPWI AWARD
- Saat yang Tertunda
- Korupsi Boleh Asal.........
- Surat untuk Kekasih (Bag.11)
- Wahai Syahid, Kunantikan Syahidmu di Peraduan Tahajjud
- Selaksa akhir Bulan; Pergilah sobat
- Kebersamaan Kita


























