Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta
            Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Pewarta Online
None

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Remaja Kuningan Gagas Gerakan Gemar Bers.....
22/02/2013 | Andri Ana

KOPI, Kuningan – Untuk mengurangi kenakalan remaja di jalanan, memang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan olahraga bersepeda. Hal tersebutlah yang dirintis oleh beberap [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 6211
Isi : 8770
Content View Hits : 3050101
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini2034
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin7044

Warga Online : 105
IP Kamu : 50.16.108.167
Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Puisi Proklamasi Lumpur Lapindo

Proklamasi Lumpur Lapindo

Untuk Memperingati hari proklamasi Lumpur Lapindo

dibawah langit kelabu

udara diserempet debu

tanah-tanah kejatuhan

hujan-hujan becek

gak ada ojeg

dikota yang sibuk

dan hiruk pikuk

suara-suara wanita

berjalan meninggikan celana

 

Didesa ditanah basah

Lumpur-lumpur

Sawah-sawah subur

menjadi lambang makmur

tempat petani

menanam padi.

Dan ini wajar-wajar saja

Seperti minum kopi dkala pagi

hari biasa-biasa saja

Yang istimewa hanyalah

Orang-orang yang

Berdatangan menyedot perhatian

Perhatian-perhatianpun dimusyawarahkan

diarahkan pada anggaran

Dana-dana diteteskan

sebentar lagi sesuai janji

alat-alat proyek berdatangan

Kuli-kuli dipentaskan

Mesin-mesin dihidupkan

Suara protes diredakan

Kentut-kentut ditahan

Maka tirai pesta dibuka

Dengan segera

Bumi digali kuli-kuli

digantikan mesin

Keringat dan daki

ditukar bahan bakar

Pengeboran tetap dilangsungkan

Dengan  khidmat.

Tapi apa lacur, lumpur-lumpur

Yang tadi lelap tertidur terperanjat

Muncrat dari liang keramat

Ketika mesin-mesin proyek

Menabrak atap rumahnya

Nun jauh dibawah sana

Mula-mula

bapak-bapak lumpur

Keluar pelan-pelan

Memeriksa keadaan

Kemudian mengirim surat

khusus Kilat

beralamat kawat

Berkabar diri dan beberapa instruksi

pada sanak famili :

( mendapatken

ikatan keluarga besar lumpur

Sidoarjo jawa timur

Kisanak Lumpur-lumpur yang kami muliaken !

Kami selaku sesepuh lumpur  mengabarken bahwasanya disini lumpur-lumpur seperti kita ini diterima dengan sangat baik sekali oleh matahari . karna konon katanya manusia akan menyediakan kolam penampungan berikut aliran dan kita akan mendapat perhatian besar dari negara bahkan mungkin dunia.

Untuk masalah kematian akan kekeringan dibawah matahari janganlah kisanak-kisanak Lumpur risauken karna itu sudah menjadi bagian kodrat kita sebagai lumpur yang beriman kepada alam. Begitupun juga masalah surat-surat perijinan janganlah kisanak hebohkan lagi karna kita dilindungi gas beracun kimiawi yang sedang diselidiki oleh para ahli.

polisi tidak akan menilang kita

Pamong praja-pun tak akan menggusur kita

Maka dari berbagai runding-rundingan yang telah kami mufakatken , kami selaku sesepuh lumpur yang dituaken mengharapken kisanak-kisanak dari keluarga besar lumpur tetap merapatkan barisan, menyatukan badan dan memindahkan daerah kekuasaan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya !

Sidoarjo, 29 mei 2006 )

keluarga lumpur terus

meluncur dengan ramah

memeluk tanah

mengetuk rumah

menyapa manusia

mengusik pabrik-pabrik

memenuhi undangan alam

untuk menenggelamkan

setidaknya tiga kecamatan

(jambon 3 desa

tanggulangin 4 desa

porong 9 desa)

suara protes kembali lagi

dengan volume tinggi

provokator bermunculan

mahasiswa diarahkan

warga kampung kebingungan

perusahaan melipat dada

akhirnya,

suara protes sekaligus caci-maki

yang bervolume tinggi

dibeli dengan harga  ganti-rugi

majelis dipersiapkan

pengusaha dan penguasa duduk berdampingan

wartawan-wartawan berdatangan

pertanyaan demi pertanyaan

dilancarkan kentut-kentut

kembali ditahan

ketika sorak mahasiswa mulai mereda

dan pesta kembali dibuka

dengan segera

dana-dana diteteskan lagi

korban-korban dipentaskan

dikoran-koran

internet radio televisi

anggaran dialiri

mungkin-mungkin ada juga korupsi.

yang mulia paduka

pengusaha merangkap penguasa

masih dengan getir tertawa

tatkala kamera menyorotnya

berharap-harap warga

menunggu

Lupa.

Andrizaldi,

Jl.gegerkalong girang 40 bandung

Hp; 087822932013

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."