Proklamasi Lumpur Lapindo
Untuk Memperingati hari proklamasi Lumpur Lapindo
dibawah langit kelabu
udara diserempet debu
tanah-tanah kejatuhan
hujan-hujan becek
gak ada ojeg
dikota yang sibuk
dan hiruk pikuk
suara-suara wanita
berjalan meninggikan celana
Didesa ditanah basah
Lumpur-lumpur
Sawah-sawah subur
menjadi lambang makmur
tempat petani
menanam padi.
Dan ini wajar-wajar saja
Seperti minum kopi dkala pagi
hari biasa-biasa saja
Yang istimewa hanyalah
Orang-orang yang
Berdatangan menyedot perhatian
Perhatian-perhatianpun dimusyawarahkan
diarahkan pada anggaran
Dana-dana diteteskan
sebentar lagi sesuai janji
alat-alat proyek berdatangan
Kuli-kuli dipentaskan
Mesin-mesin dihidupkan
Suara protes diredakan
Kentut-kentut ditahan
Maka tirai pesta dibuka
Dengan segera
Bumi digali kuli-kuli
digantikan mesin
Keringat dan daki
ditukar bahan bakar
Pengeboran tetap dilangsungkan
Dengan khidmat.
Tapi apa lacur, lumpur-lumpur
Yang tadi lelap tertidur terperanjat
Muncrat dari liang keramat
Ketika mesin-mesin proyek
Menabrak atap rumahnya
Nun jauh dibawah sana
Mula-mula
bapak-bapak lumpur
Keluar pelan-pelan
Memeriksa keadaan
Kemudian mengirim surat
khusus Kilat
beralamat kawat
Berkabar diri dan beberapa instruksi
pada sanak famili :
( mendapatken
ikatan keluarga besar lumpur
Sidoarjo jawa timur
Kisanak Lumpur-lumpur yang kami muliaken !
Kami selaku sesepuh lumpur mengabarken bahwasanya disini lumpur-lumpur seperti kita ini diterima dengan sangat baik sekali oleh matahari . karna konon katanya manusia akan menyediakan kolam penampungan berikut aliran dan kita akan mendapat perhatian besar dari negara bahkan mungkin dunia.
Untuk masalah kematian akan kekeringan dibawah matahari janganlah kisanak-kisanak Lumpur risauken karna itu sudah menjadi bagian kodrat kita sebagai lumpur yang beriman kepada alam. Begitupun juga masalah surat-surat perijinan janganlah kisanak hebohkan lagi karna kita dilindungi gas beracun kimiawi yang sedang diselidiki oleh para ahli.
polisi tidak akan menilang kita
Pamong praja-pun tak akan menggusur kita
Maka dari berbagai runding-rundingan yang telah kami mufakatken , kami selaku sesepuh lumpur yang dituaken mengharapken kisanak-kisanak dari keluarga besar lumpur tetap merapatkan barisan, menyatukan badan dan memindahkan daerah kekuasaan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya !
Sidoarjo, 29 mei 2006 )
keluarga lumpur terus
meluncur dengan ramah
memeluk tanah
mengetuk rumah
menyapa manusia
mengusik pabrik-pabrik
memenuhi undangan alam
untuk menenggelamkan
setidaknya tiga kecamatan
(jambon 3 desa
tanggulangin 4 desa
porong 9 desa)
suara protes kembali lagi
dengan volume tinggi
provokator bermunculan
mahasiswa diarahkan
warga kampung kebingungan
perusahaan melipat dada
akhirnya,
suara protes sekaligus caci-maki
yang bervolume tinggi
dibeli dengan harga ganti-rugi
majelis dipersiapkan
pengusaha dan penguasa duduk berdampingan
wartawan-wartawan berdatangan
pertanyaan demi pertanyaan
dilancarkan kentut-kentut
kembali ditahan
ketika sorak mahasiswa mulai mereda
dan pesta kembali dibuka
dengan segera
dana-dana diteteskan lagi
korban-korban dipentaskan
dikoran-koran
internet radio televisi
anggaran dialiri
mungkin-mungkin ada juga korupsi.
yang mulia paduka
pengusaha merangkap penguasa
masih dengan getir tertawa
tatkala kamera menyorotnya
berharap-harap warga
menunggu
Lupa.
Andrizaldi,
Jl.gegerkalong girang 40 bandung
Hp; 087822932013
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Puisi Berjudul Samar
- Tragedi
- Letih
- Bimbang
- Rindu yang Membekas
- Surat untuk Kekasih (bag. 13)
- Alhamdulillah Sudah
- Merdeka dalam Ejaan Kata
- Tercabik Kata
- Sudut Bibir Tak Bersanding
- Surat untuk Kekasih (Bag. 12)
- PPWI AWARD
- Saat yang Tertunda
- Korupsi Boleh Asal.........
- Surat untuk Kekasih (Bag.11)


























