Aku Punya Logika (Apa Kau Suka?)

0
15

Pada sepertiga malam tiba-tiba aku terjaga dari tidur yang tadinya lelap. Kesunyian malam ini justru membangunkan aku sebab malam ini seharusnya ramai dengan orang-orang yang selama ini aku anggap dekat tetapi justru kudapati aku sendirian disini. Kesunyian ini mengganggu tidurku.

Aneh! Malam yang aneh! Bukankah aku seharusnya menjadi lelap karena tiada gangguan?

Tapi syukurlah aku terbangun malam ini karena lewat bisikan angin malam aku tersadar tentang siapa aku sebenarnya. Lewat keheningan malam ini justru aku mendengar bahwa aku bukan siapa-siapa bagi mereka dan dalam kegelapan malam aku malah melihat betapa sebenarnya mereka semua hanya rekan yang hanya pantas diajak dalam rangkaian cerita bahagia bukan dalam elemen duka.!

Maafkan aku jika kau juga bagian dari mereka yang hanya ada dalam lembaran cerita bahagia dalam perjalanan hidupku, sebab rasanya tak pantas aku anggap kita saudara seiman karena kau tak pernah meninggalkan catatan dalam hidupku pada saat dimana aku benar-benar membutuhkan kehadiranmu berbagi lelah dan duka. Rasanya persaudaraan yang selalu kau gumamkan seperti kotoran hewan yang harus disucikan.

Pada saat ini aku membutuhkanmu kawan. Aku merindukan kebersamaan yang kau dengungkan. Aku mengharapkan kau ada dan membalut luka didada dan membantuku menghapuskan air mata. Aku ingin namamu juga tercetak dalam buku kehidupanku dalam episode tentang dukaku.

Akhirnya… malam ini berhasil membuatku menangis sekaligus tertawa. Menangisi kedangkalan persahabatan ini dan menertawakan sempitnya pelaksanaan pemikiran. Kau berhasil memaksaku menjengkali dirimu sendiri. Meludahi kata-katamu yang kuanggap suci. Kau sudah berhasil memberi bukti. Bahwa hati yang kau beri adalah palsu dan tak berarti.

Logika memang tak terkalahkan kawan. Dia terbuka dan tidak munafik seperti hati yang bisa membenci. Dia punya ruang lagi dalam diriku malam ini. Teori tua malam ini kembali terbukti bahwa manusia adalah srigala terhadap manusia lainnya. Homo homini lupus.!

Terima kasih ya Allah yang memberikan logika sehingga hamba bisa menduga tentang siapa mereka. Karunia yang tak terhingga kepada hamba yang tak bisa apa-apa dan tak punya apa-apa.

Sebentar…
Mengapa kau terdengar marah? Bukankah aku telah mengungkap fakta yang ada?
Aha…!!!
Itu dia.! Kau ada dimana.? Apakah kau tetap tega mendengar aku terluka? Kalau tidak begitu, ku tunggu kau kerumah.!

Sumber image: google.co.uk