Melati

0
14

Dengan apa akan kulukis kau
jika simfoni pun tak mampu kumainkan
Dengan apa akan kuucapkan kau
jika rintik pun gegap gempita
Dengan apa akan kupahatkan kau
jika granit pun luluh
:melati
tiba-tiba aku tersadar
purnama di langit telah redup
dan kini jangkrik menyanyikan balada
Lalu aku bersila di persimpangan malam
sambil mendengarkan lantunan nurani
:melati
tiba-tiba aku bergelak
jangkrik di pohonan terlelap
dan kini tinggal gemericik daun kering
angin malam
dingin
dan aku
aku bersimpuh dalam desah
mengerang tidak
menangis tidak
apalagi tertawa
:melati
kulihat kobaran api
menjilati setiap nafasku
aku terbakar
dan hampir mati
aku sekarat!
– pagi tadi seorang pengelana membangunkan aku dan menghadiahi sebuah cermin tak berbingkai tak berbayang –
bagaimana kukenal wajahku?
dan seekor kurcaci membentak
cermin retak berkeping di bebatuan
:melati
tiba-tiba kegersangan mengalirkan embun
dan bayanganmu tersenyum manis
di serpihan cermin
Dengan apa akan kutangisi diriku
jika air mataku telah kau sedot
Dengan apa akan kukasihani jiwaku
jika ragaku telah kau rampok
Dengan apa akan kubakar cintaku
jika nuraniku telah kau racuni
:melati
tiba-tiba aku tersadar
purnama dilangit itu setengah bulat
dan itu seperti dulu lagi
lalu aku bersila di senja sore
sambil menikmati deburan ombak
:melati
kapan benar-benar kau menjelma? (**)

Tateli, Jan 09/01