pengaduanku pada bulan

0
31
bulan sahabatku yang anggun,
wajah mu menjadi penyejuk hatiku malam ini.
kau seakan  putri kahyangan yang menawan,
hadirmu selalu menjadi momen yang selalu aku nantikan,
bayangmu selalu terlintas dalam benakku,
membuatku terkekeh mengingat pertemanan kita yang kaku.

bulan, aku ingin menyampaikan keluh kesah  kolibri yang kemarin aku temui
ia kini tak lagi seperti dulu, kicaunya tak lagi semerdu kolibri yang aku kenal,
ia telah berubah muram, ia tak seria kolibri yang tiap harinya menghiasi taman rumahku,
menghisap madunya, terkadang hanya sekedar berbagi indah.

bulan, aku hampir meneteskan air mata,
kolibri yang dulu dengan lincahnya memainkan pertungkaian kakinya,
kini pertungkaian itu patah karena di gigit tikus hutan.
tikus hutan yang juga sahabat iblis itu.
iblis yang kemarin menyayatku tempo hari diladang itu. kau ingatkan bulan???

bulan yang selalu membisu,
aku tak kuasa lagi menahan tetesan darah yang mengucur dari tiap persendianku
kini bukan hanya aku, belatung yang hanya ingin hidup dari gundukan bangkai,
iblis itu telah merongrong persendian kolibri yang menawan menghiasi bunga-bunga melati di taman rumahku.
andai aku bisa menjadi singa,
atau andai aku mampu mengibaskan pedang dewa Ra,
aku akan menghunuskanya pada iblis itu.
sampai HANGUS dan tak bersisa.

aku tidak ingin menjadi malaikat atau pahlawan bagi kolibri itu,
aku hanya ingin berbagi cerita padamu bulan,
tapi sayang kisahku ini adalah kisah ketidakberdayaanku,kelemahku,
atau mungkin keikhlasanku menerima perlakuan tak beradab dari peradaban ini
aku hanya ingin menjadi belatung yang bebas memilih bangkai yang aku inginkan.
selamat malam bulan, teman yang selalu diam dalam percakapanku.