Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online
None

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Resensi "Hati Merdeka", Akhir Prahara di Kancah Revolusi Indonesia
DIRGAHAYU PERSATUAN PEWARTA WARGA INDONESIA (PPWI), 11 NOVEMBER 2007 - 11 NOVEMBER 2014, SENANTIASA TEKUN BELAJAR DAN BERKARYA BAGI PENCERDASAN BANGSA-BANGSA DI NUSANTARA DAN SEANTERO BUMI BRAVO PPWI... BRAVO INDONESIA... BRAVO PEWARTA WARGA...!!!

"Hati Merdeka", Akhir Prahara di Kancah Revolusi Indonesia

KOPI, Setelah bertempur hebat lewat Merah Putih (2009) dan Darah Garuda (2010) yang lalu, kini para penonton Tanah Air akan kembali disuguhkan sekuel film epik trilogi perjuangan terakhir, para pejuang kita di Hati Merdeka (2011). Dijadwalkan, film garapan dua sutradara, Yadi Sugandi dan Conor Allyn itu, akan segera tayang serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada 9 Juni 2011 mendatang. Bagian ketiga sekaligus terakhir dari trilogi box office film perang Merah Putih ini dipersembahkan PT. Media Desa Indonesia yang menjalin kerjasama produksi dengan Margate House Films, Amerika Serikat (USA).

Dengan latar belakang masa-masa kelam revolusi di awal tahun 1948, Hati Merdeka mengikuti perjalanan sekelompok kadet Akademi Militer Tangerang yang berada di bawah komando Resimen IV Tangerang - Tentara Republik Indonesia Angkatan Darat (TRI-AD), dan kemudian hari, menjadi pasukan elit gerilya, setelah terjadinya pembunuhan massal para kadet calon prajurit di tahun 1947 - sebuah cerita yang berdasarkan kisah nyata tentang perang kemerdekaan Republik Indonesia yang mengakibatkan gugurnya kedua paman Hashim Djojohadikusumo (produser film tersebut); Letnan Soebianto Djojohadikoesoemo dan Kadet (Taruna) R.M. Soejono Djojohadikoesoemo, saat meletus Peristiwa Desa Lengkong (kini Serpong, Tangerang, Banten), 25 Januari 1946.

Diperankan secara apik oleh semua bintang film muda Indonesia berbakat (Donny Alamsyah, nominasi sebagai Aktor Terbaik untuk Merah Putih di Festival Film Bandung 2010, T. Rifnu Wikana dan Lukman Sardi, nominasi sebagai Aktor Terbaik dan Aktor Pendukung Terbaik untuk Darah Garuda baru-baru ini, di Indonesia Movie Awards, bersama Aldy Zulfikar sebagai Pendatang Baru Terbaik memerankan serdadu kecil bernama Budi), Rahayu Saraswati, pemenang Aktris Terbaik di Bali International Film Festival 2009 untuk Merah Putih dan Darius Sinathrya yang memiliki peran terbesarnya dalam film ini.

Dikemas dalam pita seluloid 35 mm dan berdurasi 97 menit ini, Hati Merdeka berhasil menyatukan para ahli terbaik di bidang efek khusus dan teknis dari sineas perfilman Hollywood (USA). Seperti; Koordinator Efek Khusus Adam Howarth (Saving Private Ryan, Blackhawk Dawn) dan Ahli Persenjataan John Bowring (The Thin Thin Red Line, Australia, Wolverine), dan Koordinator Pemeran Pengganti Scott McLean (The Pacific, Matrix).

Sekedar informasi tambahan, dua dari film trilogi ini yang sudah keluar di pasaran, Merah Putih dan Darah Garuda, telah diputar di berbagai festival film internasional seperti di Cannes (Perancis), Berlin (Jerman), Pusan (Korea Selatan), Dallas (USA), Los Angeles (USA), Amsterdam (Belanda), Mumbai (India) dan Bangkok (Thailand) dan meraih sukses besar, memenangkan penghargaan untuk Film Terbaik, Aktris Terbaik, Sutradara Terbaik, People’s Choice (Pilihan Penonton) dan banyak lagi nominasi lain, seperti Aktor Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik, Pendatang Baru Terbaik untuk para pemeran film ini, seperti Donny Alamsyah, Lukman Sardi, Rahayu Saraswati dan Aldy Zulfikar.

Hati Merdeka berkisah, usai menyelesaikan misi yang berakhir tragis dengan kehilangan anggota kelompok ini, kesetiaan kelompok ini kembali diuji dengan mundurnya pimpinan mereka, Amir (Lukman Sardi) dari kesatuan TRI Angkatan Darat. Tanpa pemimpin dan tengah dirundung kesedihan. Karena kehilangan teman-teman mereka yang gugur di medan pertempuran, para kadet yang tersisa ini membawa dendam mereka lewat perjalanan misi mereka ke pulau Bali tempat asal Dayan (T. Rifnu Wikana) yang sunyi ini tinggal, untuk membalas dendam kepada pasukan KNIL Belanda.

Mereka dikirim ke Bali untuk mencari dan menangkap Kolonel Raymer (Michael Bell, aktor berbakat dari Inggris yang meninggal April lalu), yang telah membunuh keluarga Tomas (Donny Alamsyah) di awal trilogi ini. Tomas telah dipilih sebagai pemimpin baru dari kelompok kadet ini. Dalam perjalanan laut dengan menggunakan perahu phinisi ini, Mereka menghadapi serangan meriam kapal patroli perang Belanda, Marius (Darius Sinathriya) yang playboy dan peminum, harus mengatasi rasa mindernya, lantaran persaingannya dengan Tomas, untuk memperebutkan Senja (Rahayu Saraswati), seorang gadis Jawa berdarah biru.

Setibanya di Bali, kelompok kadet ini berhasil menyelamatkan Dayu (pemeran baru Ranggani Puspandya) dari kekejaman kelompok milisi KNIL pimpinan Kolonel Raymer, dan salah satu personil dari kelompok kadet ini hampir saja mati terbunuh. Saat teman mereka sedang berjuang, antara hidup dan mati, kelompok kadet ini bertemu dengan pemimpin milisi pemberontak bawah tanah, Wayan Suta (Nugie). Tomas bentrok dengan pimpinan mereka terdahulu, Amir (Lukman Sardi) yang datang menyusul ke Pulau Bali, di saat mereka tengah merencanakan serangan terakhir untuk melawan milisi Raymer yang menimbulkan pertanyaan: Sejauh mana revolusi ini bisa menghancurkan kejahatan dan tetap mempertahankan idealismenya? (*)

(Photo : Istimewa / Dokumentasi PT. Media Desa Indonesia & Margate House Films)


Artikel Lainnya:

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.