Gnomeo & Juliet, Jalinan Kasih dan Prahara Keluarga Kurcaci Taman Rumah

Review Film :
Judul Film : GNOMEO & JULIET 3D (2010)
Genre : Animation/Comedy/Tale.
Sutradara : Kelly Asbury.
Skenario : Kevin Cecil, Andy Riley, Mark Burton & Emily Burton.
Produksi : Rocket Pictures & Touchstones Pictures.
Pengisi Suara : James McAvoy (sebagai Gnomeo), Emily Blunt (sebagai Juliet), Jason Statham (sebagai Tybalt), Maggie Smith (sebagai Lady Bluebury), Julie Walters (sebagai Miss Montague), Richard Wilson (sebagai Mr. Capulet), Hulk Hogan (sebagai Terrafirminator V.O.), Matt Lucas (sebagai Benny), Michael Caine (sebagai Lord Redbrick), Ozzy Osbourne (sebagai Fawn).
Durasi : 84 menit.
Sinopsis :
KOPI, Touchstone Pictures kembali hadir menyuguhkan tontonan segar untuk anak-anak. Film Gnomeo & Juliet mengadaptasi tema dari roman klasik Romeo & Juliet karya pujangga Inggris, William Shakespeare, semua orang tahu cerita apa yang akan mereka dapatkan dalam Gnomeo & Juliet: sebuah kisah cinta terlarang antara dua anak manusia
yang keluarganya, semenjak lama berseteru satu sama lain. Huruf 'R' diganti kata nama manusia (Romeo) dengan patung kurcaci (Gnome), maka Anda akan mendapatkan premis dasar dari film animasi pertama karya rumah produksi milik Sir Elton John ini, Rocket Pictures.
Namun kali ini patung taman yang bercinta. Dan tentunya, tidak setragis kisah aslinya. Kisah roman yang terkenal ini dikemas untuk tontonan bagi anak-anak dan keluarga dalam bentuk animasi garapan Starz Animations. Walau begitu, premis tersebut hanyalah satu-satunya yang dapat menghubungkan film ini dengan karya Shakespeare tersebut. Sembilan orang penulis naskah telah mengubah total kisah tragedi tersebut menjadi sebuah komedi.
Sekaligus, menjadikan kisah film animasi ini menjadi lebih mudah untuk dilupakan begitu saja. Debut penyutradaraan sutradara Kelly Asbury yang sebelumnya menjabat asisten sutradara (astrada) film Shrek 2 (2004) ini, tidaklah sepenuhnya gagal. Beberapa bagian film ini mampu berhasil memberikan hiburan yang cukup mengena, khususnya bagi para penonton muda. Pemilihan untuk menggunakan teknologi 3D juga sama sekali tidak mengecewakan.
Gambar-gambar penuh warna yang disajikan di sepanjang film ini, terasa menjadi lebih hidup dan menyegarkan untuk disaksikan. Namun, sangatlah sulit untuk menemukan sisi istimewa dari film ini. Dengan durasi yang hanya mencapai sepanjang 84 menit, Gnomeo & Juliet telah terasa bagaikan sebuah naskah singkat yang ditarik sedemikian lama, agar terkesan menjadi sebuah kisah cerita yang panjang.
Seperti halnya yang terjadi di Toy Story (1995)—namun, tanpa kehadiran para mainan, tentunya—kumpulan patung kurcaci di taman halaman belakang rumah Miss Montague (disuarakan Julie Walters) dan Mr Capulet (disuarakan Richard Wilson) dapat hidup dan berinteraksi, ketika tidak ada satupun manusia yang hadir di sekitar mereka.
Layaknya dua pemilik taman halaman belakang mereka, para kumpulan kurcaci ini, juga saling berseteru satu sama lain dan terpisah menjadi kurcaci Biru yang dimiliki Miss Montague dan kurcaci Merah yang dimiliki Mr Capulet. Perseteruan yang telah lama terbentuk ini, tentu saja menjadi halangan terbesar bagi seorang kurcaci biru, Gnomeo (disuarakan James McAvoy), saat berkenalan dan jatuh hati dengan seorang kurcaci merah, Juliet (disuarakan Emily Blunt).
Sama-sama jatuh hati satu sama lain, keduanya lalu melanjutkan hubungan mereka secara diam-diam. Sementara itu, perseteruan antara kelompok kurcaci merah dan kurcaci biru semakin memanas. Ketika kurcaci merah secara diam-diam menghancurkan sebuah tanaman yang paling disayangi pemimpin kurcaci biru, yang juga ibunda dari Gnomeo, Lady Bluebury (disuarakan Maggie Smith).
Kurcaci biru, yang dipimpin oleh Benny (disuarakan Matt Lucas) pun akhirnya merencanakan sebuah serangan ke wilayah kurcaci merah untuk membalaskan dendam mereka. Suatu hal yang kemudian terbukti, justru mengancam keberadaan dua komunitas kurcaci itu sendiri. Namun, dengan hadirnya boneka plastik flamingo berwarna pink dan mesin pemotong rumput secara bergantian, dapatkah pasangan ini menemukan kebahagiaan abadi?
Pemilihan lagu-lagu lawas karya Elton John untuk mengisi deretan adegan di film ini sebenarnya tidak begitu berarti banyak. Namun ketika sebuah lagu ditempatkan dengan layak dalam sebuah adegan (seperti, Your Song dan Sorry Seems to be the Hardest Word yang diletakkan secara instrumental), lagu-lagu tersebut terbukti berhasil memberikan kedalaman emosional tersendiri. Walau kehadiran adegan musikal yang berada di akhir film terasa sedikit berlebihan.
Gnomeo & Juliet didukung sejumlah nama aktor & aktris tenar lainnya, seperti: Jason Statham, Michael Caine, Maggie Smith, James Cummings, Dolly Parton, Hulk Hogan hingga Ozzy Osbourne. Untuk sebuah film animasi yang bukan dihasilkan studio animasi ternama (seperti, Pixar atau DreamWorks), Gnomeo & Juliet mungkin, telah mampu memberikan sebuah hasil produksi yang cukup solid.(*)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Brooklyn's Finest, Upaya Kepolisian New York Redam Kejahatan Wilayah Hitam
- The King's Speech, Terapi Bagi Sang Raja yang Gagap Bicara
- The Fighter, Dilema Sang Petarung Hadapi Sebuah Pilihan: Keluarga atau Prestasi?
- 22 Bullets, Hadiah Maut Buat Sang Mafia Insyaf
- No Strings Attached, Menjalin Hasrat Ragawi Tanpa Melibatkan Naluri Cinta
- The Mechanic, Konspirasi Terselubung antar Jawara Pembunuh Bayaran
- "Hati Merdeka", Akhir Prahara di Kancah Revolusi Indonesia
- Public Enemy #1 (Jilid 1), Legenda Hidup Sang Residivis Perancis di Dunia Hitam
- Burlesque, Perjalanan Sang Diva Menuju Ketenaran Panggung Kabaret
- The American, Tiada Kedamaian bagi Sang Pembunuh Bayaran
- The Tourist, Liburan Wisata yang Mengundang Masalah
- Gulliver's Travel, Berlayar ke Segitiga Bermuda Namun Terdampar di Pulau Liliput
- Rapunzel, Dongeng Putri Rambut Emas yang Panjang Selamatkan Mahkota Kerajaan
- Campus Undercover: Kuliah apa Kuli..yah?
- 30 Kisah Keajaiban Sedekah


























