Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Komentar Warga

Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
Antrian di Penghujung Tahun 2011Dua Bocah PemulungTour de Singkarak 2011
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 5025
Isi : 8250
Content View Hits : 1862281
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini2757
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4119

Warga Online : 71
IP Kamu : 38.107.179.220













Inspirasi Resensi Creek, Dendam Sang Tumbal Korban Manusia Drakula
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Creek, Dendam Sang Tumbal Korban Manusia Drakula

Review Film :

 

Judul Film : CREEK AKA BLOOD CREEK AKA TOWN CREEK (2009)

Genre : Horror/Thriller/Adult.

Sutradara : Joel Schumacher.

Skenario : Dave Kajganich.

Produksi : Lionsgate.

Pemain : Dominic Purcell, Henry Cavill, Michael Fassbender, Gerard McSorley, Joy Brinn, Lazlo Matray, Rainer Winkelvoss, Emma Booth.

Durasi : 90 menit.

Sinopsis :

KOPI, Lepas dari kualitas film-film karya sutradara Joel Schumacher yang berhasil ditunjukkannya selama kurun waktu satu dekade terakhir, seperti : Tigerland (2000), Phone Booth (2003) dan Veronica Guerin (2003). Karir Schumacher lebih sering dipandang "sebelah mata", setelah beberapa film-film terakhir karyanya yang dirilis, lebih banyak mendapat kritik tajam dari para kritikus film dunia. Sekaligus, sering mengalami kegagalan dalam menarik perhatian para penikmat film-film layar lebar dunia.

Creek, atau yang dirilis lewat judul Blood Creek, atau Town Creek yang beredar di berbagai negara, adalah salah satu karya Schumacher yang hanya mendapatkan jadwal rilis tayangan layar lebar terbatas. Sebelum akhirnya, dirilis dalam format DVD. Begitu pula, bagi kalangan penikmat film-film bergenre horor, sepertinya, tak akan pernah kecewa dengan apa yang ditawarkan Creek. Memberikan sebuah narasi cerita yang baru mengenai tema NAZI, Creek memiliki beberapa momen horor yang mencekam (thriller), terlepas dari kurang konsistensi cerita yang ditunjukkan, tatkala durasi sepanjang film ini terus berjalan hingga akhir.

Dikisahkan, tahun 1936 yang lalu, secara diam-diam Hitler pimpinan tertinggi NAZI Jerman ini, menjalankan misi rahasia aneh yang melibatkan hal-hal berbau mistik. Ia mengutus seorang perwira dari kalangan cendikiawan bernama Professor Richard Wirth (Michael Fassbender) untuk mencari benda-benda kuno warisan bangsa Viking yang diduga memiliki kekuatan mistis untuk memberikan kehidupan abadi. Rupanya, misi Wirth ini tak sepenuhnya berhasil. Namun, untuk menggagalkan misi Wirth ini diperlukan banyak pengorbanan.

Di saat bersamaan, ada keluarga imigran asal Jerman yang tinggal di pedesaan Creek Town, Maryland, Virginia Barat, AS bernama Wollners, terdiri : Nyonya Wollner (Joy Brinn) yang sudah menjanda bersama anak-anaknya, Karl Wollner (Lazlo Matray), Otto Wollner (Rainer Winkelvoss) & Liese Wollner (Emma Booth). Kedatangan Wirth di AS mendapat sambutan Keluarga Wollner dan diundang sebagai pengajar tamu di sekolah daerah setempat. Wirth pun tinggal bersama Keluarga Wollner. Rupanya, Wirth yang melaksanakan misi rahasia Hitler ini membahayakan jiwa Keluarga Wollner. Sehingga tak ada jalan lain bagi Keluarga Wollner untuk tetap bertahan hidup dengan mencari korban Wirth dari orang-orang sekitarnya.

Tahun 2007, Victor Marshall (Dominic Purcell) dan Evan Marshall (Henry Cavill), dua bersaudara yang telah terpisah satu sama lain selama dua tahun. Victor Marshall telah menghilang secara misterius, setelah kembalinya dirinya dari tugasnya sebagai tentara dalam Perang Irak. Menghilangnya Victor menyebabkan renggangnya hubungan Evan dan ayahnya, Tuan Marshall (Gerard McSorley), yang terus menerus menyalahkan Evan atas menghilangnya Victor.

Dan ketika Victor akhirnya kembali, Victor – dengan amarah yang menggebu — langsung menemui Evan dan mengajaknya ke sebuah peternakan. Tidak disangka, Victor ternyata menyeret Evan ke dalam aksi balas dendamnya terhadap sebuah keluarga yang telah menahan dirinya selama dua tahun sekaligus memberikan darahnya kepada Wirth yang tengah mencari sebuah batu keramat, sebagai santapan Wirth.

Walau awalnya, Victor terus menyalahkan keluarga Wollner atas penahanan dirinya. Victor kemudian menyadari, bahwa keluarga itu sendiri sedang berada dalam ancaman Wirth yang memaksa mereka untuk terus menerus mengorbankan beberapa orang kepada dirinya. Yang lebih parah, kedatangan Victor dan Evan telah membangkitkan amarah Wirth yang kini siap untuk menghabisi siapapun yang berniat untuk mengganggunya.

Victor tak mau menceritakan apapun. Victor juga tak mau menjawab pertanyaan Evan. Victor hanya meminta Evan menyiapkan senapan dan bekal untuk perjalanan jauh. Victor membawa Evan ke Virginia Barat tempat ia tiba-tiba menghilang dulu. Di daerah pinggiran Virginia Barat inilah misteri itu terungkap. Bukan hanya misteri hilangnya Victor, namun misteri yang terjadi 75 tahun silam.(*)

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."


Artikel Lainnya: