Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Komentar Warga

Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
RRRRRRRRRRRRRRRR-1Seminar International \Parepare Rebut Adipura Ketujuh Kalinya
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 5026
Isi : 8250
Content View Hits : 1862311
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini2789
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4119

Warga Online : 83
IP Kamu : 38.107.179.216













Inspirasi Resensi Ironclad, Bila Sang Raja Lalim Bersiaplah Hadapi Kudeta Rakyat
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Ironclad, Bila Sang Raja Lalim Bersiaplah Hadapi Kudeta Rakyat

Review Film  :

Judul Film  : IRONCLAD (2011)

Genre : Action/Thriller/Adventure.

Sutradara : Jonathan English.

Skenario : Eric Kastel & Stephen McDool.

Produksi : Mythic International Entertainment.

Pemain : Brian Cox, Paul Giamatti, James Purefoy, Derek Jacobi, Kate Mara, Vladimir Kulich.

Durasi : 121 menit.

 

 

Sinopsis   :

KOPI, Jangan pernah Anda membayangkan Ironclad sebagai film kolosal besar, bersetting abad ke-13 dengan cerita seputar pergolakan di Tanah Britania (Inggris), tatkala Raja John II berkuasa. Film ini bisa dibilang sebuah kisah epik dalam skala kecil, tapi bukan berarti tidak menarik. Bagi mereka penggemar film adu pedang, diakui film ini tidak mengecewakan. Apalagi, sajian pertempurannya pun dikemas tanpa basa-basi, dalam artian, tidak sungkan-sungkan dalam memamerkan kesadisan.

Sekilas mirip dengan formula yang ditawarkan sutradara  Neil Marshall lewat Centurion (2010) yang pernah di-review KOPI, 28 Oktober 2010 [http://www.pewarta-indonesia.com/resensi/3624-centurion-misteri-lenyapnya-legiun-sembilan-pasukan-romawi.html], banyak darah yang berceceran dan banyak pula tubuh yang tertusuk, terkoyak dan terpenggal sabetan pedang. Ironclad dibuka dengan sebuah narasi yang mengisahkan, Kerajaan Inggris yang tidak habis-habisnya dilanda peperangan, antara pihak pemberontak dari kalangan bangsawan yang dipimpin Baron Albany (Brian Cox) melawan raja mereka yang suka menindas dan terkenal kejam, Raja John II (Paul Giamatti). Perang demi perang terus bergejolak sampai akhirnya, pihak yang bersiteru, para bangsawan dan Raja John II, sepakat untuk mengakhiri peperangan tersebut.

Perdamaian pun tercipta berkat sebuah piagam perjanjian yang dikenal dengan sebutan Magna Charta. Selembar kertas yang dibubuhi tanda tangan Raja John II dan para bangsawan tersebut, tidak hanya mengakhiri peperangan yang berkepanjangan, tapi juga, membatasi kekuasaan Raja John II. Rupanya, Raja John II yang haus kekuasaan dan ambisi, tampaknya ingin berkuasa absolut di Inggris. Akhirnya, tidak betah dengan janjinya sendiri yang sudah ditandatanganinya.

Magna Charta pun akhirnya diabaikan Raja John II, ditambah dengan "restu" Paus di Roma, Italia yang menyatakan, bahwa piagam perjanjian tersebut sesat. King John II pun semakin menjadi-jadi, merasa dirinya paling benar dan mengatasnamakan Tuhan atas segala tindakannya. Dia pun bersiap mengambil apa yang selama ini, menjadi milik para bangsawan, bersama pasukan bayaran yang dipimpin oleh seorang pria barbar tinggi besar dengan rambut putih dan panjang, Tiberius (Vladimir Kulich).

Selain ingin menguasai setiap kastil milik para bangsawan yang berdiri di daratan Inggris, si raja juga tidak segan-segan menghabisi nyawa siapa saja yang berupaya menghalang-halangi keinginannya tersebut, termasuk para bangsawan yang diklaim sudah mengkhianati dirinya, lantaran menandatangani Magna Charta. Raja John II akan lebih mudah menguasai Inggris, bila dia berhasil merebut satu kastil yang bisa dikatakan paling strategis, Rochester Castle. Namun, satu kastil inilah yang menjadi penghalang utama bagi ambisi Raja John II untuk berkuasa.

Tentu saja, mendengar berita bahwa Raja John II telah melakukan agresi yang melanggar perjanjian, beberapa orang bangsawan berniat menghentikan tindakannya. Berlomba dengan pasukan Raja John II, Baron Albany dan para ksatrianya kemudian bergerak menuju Rochester Castle yang dianggap sebagai kastil yang menyatukan seluruh wilayah Inggris. Setelah memaksa bangsawan pemilik kastil, Baron Cornhill (Derek Jacobi) dan istrinya, Isabel (Kate Mara), untuk menggabungkan pasukan mereka dengan para ksatria yang dipimpin Baron Albany. Kini pasukan pemberontak siap menghadapi ratusan pasukan Raja John II yang bersiap pula untuk menyerang kastil tersebut.

Sekelompok ksatria, ditambah pasukan kecil, yang bila dijumlahkan, tidak lebih dari 20 orang akan mati-matian mempertahankan kastil tersebut, agar tidak jatuh ke tangan pasukan Raja John II. Walaupun diserang habis-habisan dengan jumlah pasukan yang jauh lebih besar dengan dukungan peralatan perang yang lebih lengkap. Dengan dipimpin seorang Ksatria Perang Salib, Marshall (James Purefoy), mereka harus mampu bertahan di kastil Rochester, hingga datangnya bala bantuan pasukan Prancis untuk membantu mereka menggulingkan Raja John II.

Dikatakan sebagai misi bunuh diri itu, ada benarnya juga. Marshall bersama pasukan kecilnya ini, bukan saja harus bertahan dari musuh. Tapi pula, harus mempertahankan kondisi dan stamina tubuh mereka dari kelelahan dalam menghadapi serbuan ratusan pasukan Raja John II yang tidak henti-hentinya memanjat tembok kastil untuk merebutnya. Sekaligus pula, meroboh semangat para pasukan pemberontak. Apakah Marshall berhasil mempertahankan kastil tersebut hingga bala bantuan pasukan Prancis tiba?(*)

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."


Artikel Lainnya: