Ironclad, Bila Sang Raja Lalim Bersiaplah Hadapi Kudeta Rakyat

Review Film :
Judul Film : IRONCLAD (2011)
Genre : Action/Thriller/Adventure.
Sutradara : Jonathan English.
Skenario : Eric Kastel & Stephen McDool.
Produksi : Mythic International Entertainment.
Pemain : Brian Cox, Paul Giamatti, James Purefoy, Derek Jacobi, Kate Mara, Vladimir Kulich.
Durasi : 121 menit.
Sinopsis :
KOPI, Jangan pernah Anda membayangkan Ironclad sebagai film kolosal besar, bersetting abad ke-13 dengan cerita seputar pergolakan di Tanah Britania (Inggris), tatkala Raja John II berkuasa. Film ini bisa dibilang sebuah kisah epik dalam skala kecil, tapi bukan berarti tidak menarik. Bagi mereka penggemar film adu pedang, diakui film ini tidak mengecewakan. Apalagi, sajian pertempurannya pun dikemas tanpa basa-basi, dalam artian, tidak sungkan-sungkan dalam memamerkan kesadisan.
Sekilas mirip dengan formula yang ditawarkan sutradara Neil Marshall lewat Centurion (2010) yang pernah di-review KOPI, 28 Oktober 2010 [http://www.pewarta-indonesia.com/resensi/3624-centurion-misteri-lenyapnya-legiun-sembilan-pasukan-romawi.html], banyak darah yang berceceran dan banyak pula tubuh yang tertusuk, terkoyak dan terpenggal sabetan pedang. Ironclad dibuka dengan sebuah narasi yang mengisahkan, Kerajaan Inggris yang tidak habis-habisnya dilanda peperangan, antara pihak pemberontak dari kalangan bangsawan yang dipimpin Baron Albany (Brian Cox) melawan raja mereka yang suka menindas dan terkenal kejam, Raja John II (Paul Giamatti). Perang demi perang terus bergejolak sampai akhirnya, pihak yang bersiteru, para bangsawan dan Raja John II, sepakat untuk mengakhiri peperangan tersebut.
Perdamaian pun tercipta berkat sebuah piagam perjanjian yang dikenal dengan sebutan Magna Charta. Selembar kertas yang dibubuhi tanda tangan Raja John II dan para bangsawan tersebut, tidak hanya mengakhiri peperangan yang berkepanjangan, tapi juga, membatasi kekuasaan Raja John II. Rupanya, Raja John II yang haus kekuasaan dan ambisi, tampaknya ingin berkuasa absolut di Inggris. Akhirnya, tidak betah dengan janjinya sendiri yang sudah ditandatanganinya.
Magna Charta pun akhirnya diabaikan Raja John II, ditambah dengan "restu" Paus di Roma, Italia yang menyatakan, bahwa piagam perjanjian tersebut sesat. King John II pun semakin menjadi-jadi, merasa dirinya paling benar dan mengatasnamakan Tuhan atas segala tindakannya. Dia pun bersiap mengambil apa yang selama ini, menjadi milik para bangsawan, bersama pasukan bayaran yang dipimpin oleh seorang pria barbar tinggi besar dengan rambut putih dan panjang, Tiberius (Vladimir Kulich).
Selain ingin menguasai setiap kastil milik para bangsawan yang berdiri di daratan Inggris, si raja juga tidak segan-segan menghabisi nyawa siapa saja yang berupaya menghalang-halangi keinginannya tersebut, termasuk para bangsawan yang diklaim sudah mengkhianati dirinya, lantaran menandatangani Magna Charta. Raja John II akan lebih mudah menguasai Inggris, bila dia berhasil merebut satu kastil yang bisa dikatakan paling strategis, Rochester Castle. Namun, satu kastil inilah yang menjadi penghalang utama bagi ambisi Raja John II untuk berkuasa.
Tentu saja, mendengar berita bahwa Raja John II telah melakukan agresi yang melanggar perjanjian, beberapa orang bangsawan berniat menghentikan tindakannya. Berlomba dengan pasukan Raja John II, Baron Albany dan para ksatrianya kemudian bergerak menuju Rochester Castle yang dianggap sebagai kastil yang menyatukan seluruh wilayah Inggris. Setelah memaksa bangsawan pemilik kastil, Baron Cornhill (Derek Jacobi) dan istrinya, Isabel (Kate Mara), untuk menggabungkan pasukan mereka dengan para ksatria yang dipimpin Baron Albany. Kini pasukan pemberontak siap menghadapi ratusan pasukan Raja John II yang bersiap pula untuk menyerang kastil tersebut.
Sekelompok ksatria, ditambah pasukan kecil, yang bila dijumlahkan, tidak lebih dari 20 orang akan mati-matian mempertahankan kastil tersebut, agar tidak jatuh ke tangan pasukan Raja John II. Walaupun diserang habis-habisan dengan jumlah pasukan yang jauh lebih besar dengan dukungan peralatan perang yang lebih lengkap. Dengan dipimpin seorang Ksatria Perang Salib, Marshall (James Purefoy), mereka harus mampu bertahan di kastil Rochester, hingga datangnya bala bantuan pasukan Prancis untuk membantu mereka menggulingkan Raja John II.
Dikatakan sebagai misi bunuh diri itu, ada benarnya juga. Marshall bersama pasukan kecilnya ini, bukan saja harus bertahan dari musuh. Tapi pula, harus mempertahankan kondisi dan stamina tubuh mereka dari kelelahan dalam menghadapi serbuan ratusan pasukan Raja John II yang tidak henti-hentinya memanjat tembok kastil untuk merebutnya. Sekaligus pula, meroboh semangat para pasukan pemberontak. Apakah Marshall berhasil mempertahankan kastil tersebut hingga bala bantuan pasukan Prancis tiba?(*)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Rabbit Hole, Sulitnya Menerima Realita Kehilangan Seseorang yang Sangat Dicintai
- The New Daughter, Upaya Sang Ayah Selamatkan Jiwa Putrinya dari Gangguan Arwah Indian Kuno
- "Di Bawah Lindungan Ka'bah", Saat Cinta Terhalang Restu Adat Maka Gapailah Restu Ilahi
- The Extraordinary, Petualangan Ajaib Adele Blanc-Sec Sembuhkan Koma Sang Adik
- Breach, Mengungkap Rahasia Sang Pengkhianat Negara
- Creek, Dendam Sang Tumbal Korban Manusia Drakula
- The Greatest, Kehadiran Cinta Kasih di Tengah Kemelut Keluarga
- The Company Men, Krisis Global Dunia Sengsarakan Kaum Eksekutif Negeri Paman Sam
- "Lima Elang", Petualangan Seru Lima Penggalang Pramuka Saat Liburan Sekolah
- Public Enemy #1 (Jilid 2), Akhir Petualangan Sang Residivis Perancis
- Salt, Aksi Agen Rahasia Cantik Bongkar Konspirasi Spionase Dunia
- After.Life, Hargailah Hidup Ini Sebelum Maut Datang Mengakhiri
- Big Stan, Narapidana Penghuni Penjara, juga Manusia
- Black Swan, Misteri Obsesi Sang Balerina Primadona
- True Grit, Mengejar Buronan Sang Pembunuh Hingga Sarang Ular


























