Dalam Hal Apa Sabar Dibutuhkan?
Kesabaran dalam Taat dan Ibadah
Ibadah adalah perintah Allah kepada umat manusia. Meskipun ibadah harus hanya ditujukan kepada Allah, namun sesungguhnya Allah tidak mendapatkan manfaat apapun dari ibadah hamba-Nya. Yang mendapatkan manfaat adalah manusia pelaku ibadah itu sendiri. Jika ia beribadah dan beramal saleh maka manfaatnya untuk dirinya sendiri, juga apabila ia berbuat keji maka akibat buruknya juga ditanggung sendiri.
Allah Berfirman: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri, dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hambanya. (Al Fushilat: 46)
Ibadah pada umumnya bukan amalan yang disukai oleh hawa nafsu manusia. Bahkan hawa nafsu sering merintanginya. Karena itu, kesabaran mutlak diperlukan agar ketaatan kepada Allah bisa istiqomah.
Orang mengerjakan shalat butuh sabar untuk menghasilkan shalat yang khusyuk dan tuma’ninah. Orang yang berpuasa harus sabar untuk menghasilkan puasa yang bersih lahir batin, tidak mudah emosi, apalagi sampai menyakiti hati orang lain. Berzakat membutuhkan kesabaran atas desakan rasa cinta dunia yang begitu besar hingga sulit untuk mengeluarkan uang. Apalagi ibadah haji yang dilaksanakan bersamaan dengan jamaah berjumlah jutaan. Tanpa kesabaran maka yang ada hanya rasa kesal, letih, marah, kecewa dan perasaan-perasaan negative lainnya yang justru bisa menghancurkan pahala haji. Selain itu ada amalan zikir, tilawah Al Quran, mencari ilmu, dan berbagai jenis ibadah yang lain, praktis memerlukan kesabaran agar bisa tertunaikan dengan baik.
Amalan ketaatan yang paling menghajatkan kesabaran tidak diragukan lagi adalah dakwah dan jihad di jalan Allah. Medan ibadah inilah yang paling keras dan berat. Banyak tantangan dan ujian yang menghadang di medan dakwah. Tanpa kesabaran, sulit rasanya seorang mujahid akan bertahan di medan dakwah. Lebih dari itu tanpa kesabaran maka kemenangan tidak akan pernah diperoleh. Mengapa demikian, karena kemenangan yang sesungguhnya hanya milik Allah dan Allah bersama-sama dengan orang yang sabar.
Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS Al Imron: 200).
Kesabaran Menjauhi Maksiat
Selain menjalankan ketaatan, seorang muslim diharuskan menjauhi kemaksiatan. Perintah ini ditekankan karena galibnya kemaksiatan sangat disukai oleh hawa nafsu manusia. Ketika azan berkumandang mengajak shalat, nafsu akan menghalangi manusia bersegera shalat. Berbohong itu dosa, tapi orang begitu menikmati kebohongan, apalagi jika berhasil mengelabui orang yang dibohongi. Membicarakan aib orang lain, menipu, membuka aurat, bergaul dengan lawan jenis yang bukan muhrim, berzina, berjudi dan minum khamar, semua itu merupakan perilaku yang mengasyikkan dan pasti disukai oleh hawa nafsu. Namun disinilah kita dituntut bersabar untuk tidak tergoda melakukannya.
Memang kemaksiatan selalu menggoda, apalagi jika sudah berhubungan dengan manipulasi keuangan. Banyak orang yang akhirnya menggunakan logika licik untuk membenarkan tindakannya; menipu tapi untung atau jujur tapi bunting. Karena ambisi nafsu, apalagi jika dibarengi dengan kebutuhan riil kehidupan, sering membuat nurani tertutup dan akhirnya tidak kenal lagi halal-haram. Disinilah kesabaran mendapatkan nilainya yang sangat agung.
Orang yang bersabar untuk senantiasa taat kepada Allah itu berat, namun lebih berat lagi sabar untuk tidak berbuat maksiaat sementara seseorang mampu melakukannya dan peluang juga tersedia. Maka kesabaran memang hanya milik mereka yang mendapatkan taufik dan hidayah dari Allah swt.
Allah berfirman: ”Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaran itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipudayakan (An Nahl: 127)
Kesabaran dalam Menghadapi Ujian
Seorang muslim harus memiliki kesiapan untuk menerima lelakon hidup apapun yang Allah tetapkan dan pilihkan untuknya. Semenjak awal keberadaan dirinya begitu dilahirkan, sampai bagaimana perjalanan nasib yang mengiringinya, semua ada ditangan Allah swt.
Orang-orang yang lahir dalam keadaan cacat, tentu cacat itu tidak pernah dikehendaki mereka. Mereka sudah harus menata hati untuk bersabar semenjak kesadaran pikirannya terbentuk di usia belia. Maka yang terlahir sehat harus lebih banyak bersyukur.
Alllah berfirman: Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (QS Al Baqarah: 155).
Allah swt berfirman: …dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan. (QS Luqman: 17)
Sikap yang harus dimiliki dalam bersabar:
1. -a Kekuatan Jiwa
2. b. Ketegaran dalam memegang prinsip
3. c. Pengetahuan yang baik atas apa yang menimpanya
4. d. Keyakinan yang teguh bahwa Allah swt senantiasa bersamanya
5. Azam dan tekad untuk tetap berada dalam ketaatan kepada Allah sesulit apapun kondisi yang dihadapi.
“Sesungguhnya kesabaran itu ada di awal benturan” (HR Bukhari dari Anas Bin Malik ra)
(berbagai Sumber)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Pembinaan Rohani Islam di Mabes TNI
- Kemenangan
- Beragama Ala Komunitas Musik Cadas
- Ust Anwari Hambali Berikan Tauziah di Mesjid Al-Ikhsan Bitung
- Tanah Bumbu Fokus pada 3 Kategori di STQ Tingkat Propinsi Kalsel Ke-18
- Gubernur Kalsel Buka STQ Ke-18 di Kandangan HSS
- Pemikiran Luar Menyelinap Masuk dalam Islam (Bagian I)
- Al-Qur'an Al-Karim: Kalamullah menurut Muhammad Abduh (Bagian Pertama)
- Belajar Islam dari John L Esposito
- Di Mana Keistimewaan Manusia?
- Janji Kebahagiaan di Ujung Kematian
- Agama, Jalan dan Gang ke Surga(?)
- Agama sebagai Candu bagi Rakyat
- Requeim Aeternam Deo, Istirahat Kekal bagi Tuhan, Tuhan Telah Mati
- Kehidupan Harmonis


























