8 Tanda-tanda Allah Mencintai Hamba-Nya
KOPI, Kita sering lupa selama ini, betapa cintanya Allah kepada hamba-Nya, dengan Rahman Rahim-Nya telah menciptakan alam semesta beserta isinya untuk kita nikmati dengan fasilitas serba gratis, Allah tidak pernah meminta apapun yang telah Allah beri kepada manusia, hanya saja Allah menginginkan hambanya kembali padanya, dengan tujuan agar manusia tersebut tidak menyalahi aturan main didunia, jika manusia itu melakukan banyak sekali kemaksiatan di atas dunia, yang rugi manusia itu sendiri, dan begitu sebaliknya, jika manusia itu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya maka kebahagiaan dunia dan akhiratlah yang akan manusia dapat.
Begitu banyak cara Allah memberikan perhatian dan cinta kepada manusia, bisa jadi lewat masalah yang datang secara silih berganti, bahkan dengan musibah yang tak henti-hentinya datang, terkadang kehilafan sebagai manusia berujung pada praduga dan prasangka kepada Allah, tak heran prasangka negatif sering memihak pada Empunya alam semesta. Mengatasi semakin larutnya praduga itu, terlihatlah tanda-tanda kebesaran Allah atas apa yang telah Allah anugerahkan kepada manusia.
Banyak tanda-tanda Allah mencintai hamba-Nya diantaranya;
1. Bertambahnya ketakwaan kepada Allah, ternyata persoalan akhlak pada dasarnya manusia, Rasulullah terkenal dengan akhlaknya sampai istrinya memberikan julukan kepada kekasih Allah yaitu alqur'an berjalan.
2. Allah memberikan kita teman, saudara, lingkungan masyarakat yang terbaik, terlihat dalam surah Alfurqan;33
3. Allah tidak pernah menjadikan agama yang kita anut sebagai musibah untuk diri kita dan masyarakat
Allah selalu mengasihkan rezki kepada hamba-Nya, namun kita sering melalaikan apapun yang Allah kehendaki, pada dasarnya anjuran Allah berguna juga buat diri kita. Kita selama ini selalu tepat waktu untuk makan, kuatir jika tidak tepat waktu makan nanti terserang penyakit magh, namun sangat lalai mengerjakan sholat.
Berdasarkan hadist Rasulullah; Allah akan memberikan dunia beserta isinya kepada siapa saja, tapi Allah tidak akan memberikan Dien (Islam) kepada sembarangan orang, kecuali hamba tersebut benar-benar telah memberikan hatinya untuk Allah.
Allah menyentakkan dan memberikan kepada kita kemampuan untuk merangkai cita-cita setinggi langit, maka raihlah ia dengan keyakinan yang tinggi, dan jangan sekali-kali mengenengahkan rasa khawatir yang berkelebihan, karena itu akan bisa mengikis rasa syukur kita, dan secara spontanitas kita termasuk kedalam hamba yang pengecut dan setengah-setengah yakin kepada Allah.
1. Allah berikan kepada kita ketenangan hati, fikiran, selalu berprasangka baik (allah lindungi hati kita dari sifat yang tak Allah sukai), Allah berikan Qonaah, dan rasa Redha, saling harga menghargai, dan saling memuji kebesaran allah yang ada pada diri kita. apapun yang dilakukan semata hanya karena Allah.
2. Di jadikan hati kita benci kepada maksiat, benci dikala melihat, mengingatnya dan membicarakannya.
3. Allah memberikan karunia yang tak ada di diri manusia lainnya yaitu :
* Orang suka curhat dengannya
* Orang suka mendoakannya
* Orang suka menasehatinya dengan penuh kasih sayang
* Orang suka menjadikannya saudara, ibu, keluarga bahkan sahabat
* Apapun yang ia lakukan selalu senang di hati orang lain.
Dengan ibadah kepada Allah orang mampu mengatur dan menyelesaikan apapun yang ada di dunia ini dengan syarat Ikhlas.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Waisak dan Keselarasan Alam
- 10 Ciri Wanita Idaman
- Dalam Hal Apa Sabar Dibutuhkan?
- Pembinaan Rohani Islam di Mabes TNI
- Kemenangan
- Beragama Ala Komunitas Musik Cadas
- Ust Anwari Hambali Berikan Tauziah di Mesjid Al-Ikhsan Bitung
- Tanah Bumbu Fokus pada 3 Kategori di STQ Tingkat Propinsi Kalsel Ke-18
- Gubernur Kalsel Buka STQ Ke-18 di Kandangan HSS
- Pemikiran Luar Menyelinap Masuk dalam Islam (Bagian I)
- Al-Qur'an Al-Karim: Kalamullah menurut Muhammad Abduh (Bagian Pertama)
- Belajar Islam dari John L Esposito
- Di Mana Keistimewaan Manusia?
- Janji Kebahagiaan di Ujung Kematian
- Agama, Jalan dan Gang ke Surga(?)


























