Sifat-Sifat Tak Terpuji: Ananiyah (Bag.1)
KOPI, Padang Panjang - Manusia adalah makhluk Allah yang sempurna, yang berbeda dengan semua makhluk Allah yang ada di alam ini. Keistimewaannya terdapat pada akal dan qalbunya. pernyataan di atas sesuai dengan Firman Allah dalam AlQur`an yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah ciptakan manusia itu sebaik-baik bentuk”. (Q.S.: 95/5).
Namun, banyak juga manusia itu tidak menyadari, Allah telah mengistimewakannya dalam kehidupan di dunia yang fana ini. Hal tersebut, terlihat dalam keangkuhannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Surat Al-‘Alaq ayat 6-7, Allah ungkapkan keangkuhan manusia: “Janganlah begitu! Sesungguhnya manusia itu sungguh durhaka. Karena merasa dirinya serba sempurna”. (Q.S.: 96/6-7).
Pertanyaannya, Apa penyebab manusia bersifat angkuh? Jawabannya adalah karena sebagian manusia itu ada yang dikuasai oleh hawanya sendiri dan dipengaruhi oleh tipu daya syetan. Apabila manusia tersebut sudah demikian keadaannya maka otomatis dia dihinggapi oleh penyakit yang bersarang di qalbu. Allah berfirman : “Dalam qalbu mereka terdapat penyakit, Allah akan menambah-nambah penyakitnya itu”. (Q.S.:2/10).
Bila kita tidak menyadari bahwa dalam qalbu itu terdapat penyakit yang berbahaya, maka Allah pasti akan membuat manusia itu mengidap penyakit Qalbu kronis dan komplikasi. Artinya bahwa bila penyakit qalbu itu tidak pernah diobati dengan terapi rohani akan bersaranglah berbagai sifat yang jelek dan merusak tatanan kehidupan ini, hal ini berbahaya dan merugikan kepada diri sendiri dan menimbulkan dampak pada orang lain. Diantara sifat-sifat yang jelek itu adalah antara lain: Sifat Ananiyah, Ghibah, Bakhil, Hiqdun, Hasad, dan yang lain-lainnya.
Pada kesempatan ini, penulis mencoba mengungkapkan salah satu dari penyakit qalbu yang di sebut dengan istilah “Ananiyah”.
Pengertian Ananiyah
Ananiyah berasal dari bahasa Arab, merupakan isim dlamir, yaitu “ANA” artinya “SAYA”, yang kemudian ditambah diakhirnya dengan yah nisbah, artinya sifat, Jadi Ananiyah itu Sifat keakuan. Apabila sifat keakuan ini yang telah bersarang dalam qalbu seseorang, dia tdak akan pernah menghargai orang lain. Malahan akan muncul dalam kesehariannya Kesombongan, suka membanggakan diri sendiri, mencemooh, tamak dan bakhli, serta sifat jelek lainnya.
Ciri-ciri Ananiyah
Ciri-ciri orang bersifat ananiyah diantaranya :
1. Sombong
Sombong adalah merupakan penyakit yang selalu membanggakan diri dan segala potensi yang dimilikinya. Namrud adalah seorang raja yang berkuasa dimasa Zaman Nabi Ibrahim a.s, pernah membanggakan dirinya sebagai penguasa dengan mengucapkan : “Ana Rabbul A’la” (saya adalah tuhan yang maha tinggi), semua rakyatnya termasuk keluarga orangtua Nabi Ibrahim a.s. ikut membanggakan dan menyembahnya. Namun kematiannya hanya diserang oleh seekor nyamuk yang tidak ada daya upaya dibanding dengan dia sebagai manusia yang memiliki power berupa akal dan pisik yang kuat. Begitu juga Firaun yang berkuasa di zaman nabi Musa a.s, tidak berbeda dengan Namrud, Firaun pun mati dengan tragis ditengah-tengah laut Merah di terpa oleh air laut tersebut bersama pengikutnya.
Dalam perjalanan sejarah kehidupan manusia, belum ada lagi manusia yang maha super mampu mempertahankan nyawanya ketika Malaikat Maut merenggut nya dari tubuh manusia tersebut. Jadi tidak ada yang pantas disombongkan dalam kehidupanan ini. Apapun yang dimiliki semuanya Allah yang punya, ilmu yang telah dikuasai juga Allah yang menganugerahkan ke dalam akal. Sombong dengan kedudukan, pada suatu saat pasti akan turun Dari jabatan.Bangga dengan kecantika abgi seorang wanita, cantik itu akan sirna bila sudah tua, yang ada hanya wajah kriput tidak bercahaya. Dan sebagainya. Allah mengingatkan kepada kita dalam firman-Nya: “Janganlah kamu palingkan wajahmu dari manusia dan jangan kamu berjalan di atas bumi ini dalam keadaan sombong. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang angkuh dan membanggakan diri”. (Q.S.: 31/18).
2. Tamak dan Bakhil
Tamak disebut juga serakah atau lobo, sifat ini menampakkan ketidak puas, atau ridak pernah merasa cukup apa yang telah diperolehnya dalam kehidupan ini. Selalu merasa kurang meskipun Emas dan Intan berlian ditelah tertumpuk di pekarang setinggi gunung. Hari demi hari hanya selalu diisi dengan menumpuk harta dan menghitung-hitungnya. Manusia seperti ini akan di sodorkan kepadanya siksaan Wail (berupa siksaan yang di datangkan Allah baik di dunia maupun di akhirat nanti). Sebagai mana Allah berfirman: “Maka Waillah bagi orang yang selalu mengumpat dan mencela, yaitu orang-orang selalu menumpuk-numpuk harta dan menghitung-hitungnya”. (Q.S.:104/1-2).
Apabila seseorang telah di hinggapi sifat serakah maka akan diserang lagi oleh penyakit bakhil atau kikir. Yang mana dia tidak akan pernah mau memberikan sebagian harta miliknya kepada orang lain. Jangankan orang lain kepada karib kerabat atau saudara sanak familinya pun tidak mau dibantunya. Datang anak yatim dihardiknya, orang miskin dilecehkannya dengan keangkuhannya.Orang seperti ini juga Allah kecam sebagaimana firmannya: “Tahukah kamu orang-orang mendustakan Agama Allah, yaitu adalah orang yang menghardik anak yatim dan tidak mau menganjurkan member makan orang miskin”. (Q.S.:107/1-3). Orang yang tamak dan bakhil ini pasti akan dibenci dan dikucilkan oleh masyarakatnya sendiri. Kalau sempat dia menghadapi musibah tidak akan pernah orang lain membantunya. Perlu kita sadari bahwa harta kekayaan itu tidak akan pernah dibawa ke dalam kuburan kita malahan nanti akan menjadi bahan bakar yang akan membakar diri orang tamak dan kikir itu sendiri.
3. Melecehkan Orang Lain dan Mau Menang Sendiri
Orang yang bersifat ananiyah ini tidak akan pernah menghargai siapapun orang yang ada dihadapannya, malahan dia lebih pintar dari orang yang paling pintar di dunia ini. Kalau dibawa berdiskusi pandapatnyalah yang benar dan harus diterima oleh flor, meskipun pendapatnya tersebut tidak masuk akal, kalau berdebat dia tidak mau kalah, siapa yang bertentangan dengannya itu dianggapnya lawan, akan dizaliminya kapan perlu lawan itu harus dilenyapkan dalam kehidupan ini.
4. Durhaka kepada Allah
Sifat ananiyah bila sudah mengusai diri seseorang sudah pasti dia tidak mau bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diterimanya, karena dia merasakan seolah apapun yang diperolehnya dalam hidup ini adalah hasil uasahanya, dan tidak ada ikut campur Allah untuk mendapatinya. Pada hal tidak ada di alam semesta ini yang milik makhluk, semuanya itu Allah yang punya. Justru itu Allah ingatkan kepada kita sebagai hamba-Nya dalam Al-Qur’an: “Dan ingatlah juiga Tuhanmu memaklumkan, Sungguh jika kamu Syukuri nikmat-Ku akan Aku tambah-tambah, tapi jika kamu ingkari, sesunguhnya Azab-Ku sangat pedih (siksaannya)” (Q.S.: 14/7).
“Barangsiapa mensyukuri nikmat Allah, faedah syukurnya adalah untuk dirinya sendiri, tapi siapa yang mengingkarinya Allah tetap Maha Kaya lagi Maha Terpuji”. (Q.S.:31/12). Jadi orang yang durhaka kepada Allah hidupnya tidak pernah mendapat kebahagiaan di dunia ini.
Bersambung >>>
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- 8 Tanda-tanda Allah Mencintai Hamba-Nya
- Waisak dan Keselarasan Alam
- 10 Ciri Wanita Idaman
- Dalam Hal Apa Sabar Dibutuhkan?
- Pembinaan Rohani Islam di Mabes TNI
- Kemenangan
- Beragama Ala Komunitas Musik Cadas
- Ust Anwari Hambali Berikan Tauziah di Mesjid Al-Ikhsan Bitung
- Tanah Bumbu Fokus pada 3 Kategori di STQ Tingkat Propinsi Kalsel Ke-18
- Gubernur Kalsel Buka STQ Ke-18 di Kandangan HSS
- Pemikiran Luar Menyelinap Masuk dalam Islam (Bagian I)
- Al-Qur'an Al-Karim: Kalamullah menurut Muhammad Abduh (Bagian Pertama)
- Belajar Islam dari John L Esposito
- Di Mana Keistimewaan Manusia?
- Janji Kebahagiaan di Ujung Kematian


























