Ramadhan Penuh Berkah
KOPI, Puasa sudah di ujung mata. Hati ini meronta kegirangan karena tak sabar menyambut puasa menjelang. Terkadang juga sedih teringat dosa dan salah selama sebelas bulan ke belakang banyak silap kita telah buat. Sekarang hati jadi terharu dan mulai menata kembali niat agar tetap bertahta pada jalan petunjuk Illahi rabbi untuk melewati Ramadhan.
Saya mulai membuka kembali ayat Al-Qur’an bertema puasa yang biasa bapak Ustadz kita baca ketika Ramadhan hadir. Tepatnya Al Baqarah:186. Allah berfirman:
“Bulan Ramadhan ialah bulan yang didalamnya Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia sebagai keterangan-keterangan yang nyata mengenai petunjuk dan Furqan. Maka barang siapa diantaramu hadir pada bulan ini maka hendaklah ia berpuasa di dalamnya…”
Ayat di atas menggambarkan dengan jelas sekali keagungan bulan Ramadhan sehingga harus Alqur’an sendiri yang menjadi icon kedatangannya. Para ulama suci atau para sufi banyak berpendapat bahwa bulan ini merupakan bulan paling baik untuk menempa kesucian kalbu menjadi indah bersih dan suci. Sholat mengasah seorang hamba memiliki keruhanian yag mumpuni dan suci. Mumpuni dan suci dalam makna dia akan menjadikan manusia meninggalkan ego yang akan membawanya pada ranah kerugian dan keterpurukan, hingga nafsu ego dan keserakahan mulai akan menjadi majikan dalam dirinya.
Sedangkan puasa dapat membuat seorang hamba mumpuni dan suci kalbu dalam arti bahwa dengan terwujudnya kesucian kalbunya maka Allah Ta’ala akan mulai tampak dan dapat dia rasakan hadir dalam setiap lini hidupnya. Karna Allah itu latif dan bersih, maka hanya dengan kesucian dan kebersihan kalbu yang senantiasa di asah dalam kesadaran amal puasa maka ia akan mampu melihat Allah Tuhannya semakin jelas menuju ke arahnya, dan setiap detik hanya kucuran air mata melihat segala kebenaran, kekuasaan dan kebesaran Allah Ta’ala hadir begitu teduh dalam setiap langkah hidupnya.
Rasulullah SAW bersabda:
Alahuakbar, allaahumma ahillahu ‘alainaa bil amni wal iimaani, wassalaamati wal islaami, wat taufiiqi limaa tuhibbu wa tardhaa, rabbi wa rabbukallah”
Artinya: Ya Allah perlihatkanlah Hilal (bulan sabit) ini bagi kami dengan keamanan dan keimanan, keselamatan dan kedamaian serta taufiq kearah yang Engkau sukai dan Ridhai. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah (HR.Darimi)
Setiap kita sangat menginginkan untuk dapat menjalankan puasa ini satu bulan penuh. Tetapi yang perlu di ketahui dengan baik adalah semua kekuatan dan ijin adalah milik-Nya. Maka kita hanya bisa berharap agar puasa Ramadhan yang sebentar lagi Allah Ta’ala berkenan memberikan kepada kita kebaikan lebih untuk melaksanakannya. Jika tidak maka Dia telah memberikan kita kesempatan untuk menggantinya pada hari lain di luar Ramadhan.
Hal ini dimaksudkan agar kita tetap bisa melakukan puasa secara penuh dan Tuhan menginginkan kita tidak mahrum (luput) dari nikmat, berkah dan karunia yang telah Dia sediakan bagi para shaaimun (orang yang berpuasa). Sebab bagi seorang hamba yang setia, sejati dan baik tidak akan menganggap bahwa dirinya lebih kuat dari pada kondisi sakit yang sedang menimpanya. Karena Tuhan yang memerntahkan puasa maka Dia pula yang memberikan keringanan puasa ketika kondisi tidak memungkinkan. Maka Dia memerintahkan untuk mengganti pada hari yang lain agar seorang terhindar dari kemalasan dan mencari-cari alasan untuk tidak berpuasa.
Oleh karenanya Rasululah mengajarkan kepada kita doa di atas agar Allah Ta’ala berkenan meberikan kita kemudahan kekuatan dan kesehatan dalam menjalani puasa yang sebentar lagi akan kita jalankan. Marilah dengan suka cita kita melewati bulan penempaan ini untuk mengais sebanyak-banyaknya kebaikan yang dijanjikan sebagai bekal dan keuntungan kita kelak.
MARHABAN YAA RAMADHAN, RAMADHAN MUBARAK. Mohon maaf atas segala silap kata yang menggores hati, semoga kita selalu diberkati, oleh Tuhan Illahi rabbii.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- LDII Bersilaturrahmi dengan Ulama
- Sifat-Sifat Tak Terpuji: Ananiyah (Bag.1)
- 8 Tanda-tanda Allah Mencintai Hamba-Nya
- Waisak dan Keselarasan Alam
- 10 Ciri Wanita Idaman
- Dalam Hal Apa Sabar Dibutuhkan?
- Pembinaan Rohani Islam di Mabes TNI
- Kemenangan
- Beragama Ala Komunitas Musik Cadas
- Ust Anwari Hambali Berikan Tauziah di Mesjid Al-Ikhsan Bitung
- Tanah Bumbu Fokus pada 3 Kategori di STQ Tingkat Propinsi Kalsel Ke-18
- Gubernur Kalsel Buka STQ Ke-18 di Kandangan HSS
- Pemikiran Luar Menyelinap Masuk dalam Islam (Bagian I)
- Al-Qur'an Al-Karim: Kalamullah menurut Muhammad Abduh (Bagian Pertama)
- Belajar Islam dari John L Esposito


























