Bahaya Ibadah Tanpa Ilmu
KOPI, Di dunia ini hampir tidak ada yang murni, baik atau buruknya sesuatu itu pasti ada cacatnya, tidak ada satu pun yang sempurna. Terkadang dalam sebuah kebaikan ada juga keburukan, begitu juga dalam sebuah keburukan terdapat juga secercah kebaikan.
Tidak siapapun yang dapat kita salahkan, yang jelas tugas kita bersama adalah selalu merperbaiki kesalahan-kesalahan yang sudah berlalu.
Bisa kita lihat dalam sebuah contoh sederhana, jika seseorang kaya, bahaya yang mengancamnya adalah kekikiran. Bagi orang miskin rentan dengan putus asa, lidah mudah untuk berbohong, ilmu berbahaya jika lupa, dan ibadah bahayanya hanya rutinitas dan kebiasaan belaka.
Maksudnya ibadah itu merupakan kegiatan adat saja, tidak dikerjakan tanpa keikhlasan dan ruh. Contoh puasa, kebanyakan kita menjalankan ibadah yang satu ini hanya mengikuti jadwal yang sudah ditentukan dalam kalender dan diumumkan pemerintah, kemudian untuk menyambut puasa itu beramai-ramai balimau, padahal hakikat sebenarnya yaitu menyucikan diri kita dari hal yang akan dapat mendatangkan dosa. Di sinilah terletak kelemahan kita mengikuti hal yang kurang dipahami, dan kebanyakan hanya budaya turunan orang tua dan budaya setempat. Hendaklah mengerjakan sesuatu itu tau apa makna juga tujuannya.
Dilihat lagi di sisi lain seperti zakat, pemberian zakat ini sudah ada bagian yang menanganinya, jangan berzakat ketika hendak lebaran saja tetapi ingat zakat dari hasil harta-harta kita yang didalamnya terdapat hak orang lain. Orang-orang yang berhak menerima zakat diantaranya: orang fakir, orang miskin, pengurus zakat (amil zakat), muallaf, memerdekakan budak, orang berhutang, orang yang berjuang pada jalan Allah (sabilillah), orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.
Agar ibadah tidak hanya rutinitas kuncinya adalah pahami arti bacaan shalat dan memahami makna apa shalat itu sebenarnya. Ibadah bertujuan membentuk karakter pribadi. Firman Allah: Aku hanya menerima ibadah orang-orang yang tawadu’ dan rendah hati. Untuk mencapai itu semua cuma sebuah keikhlasan, timbulkan keikhlasan itu dengan beribadah dengan maksimal. (Isi oleh Yendri, Lc)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Fikih Puasa
- Welcome to Ramadhan
- Trend Bergama yang Aneh (2)
- Ramadhan Penuh Berkah
- LDII Bersilaturrahmi dengan Ulama
- Sifat-Sifat Tak Terpuji: Ananiyah (Bag.1)
- 8 Tanda-tanda Allah Mencintai Hamba-Nya
- Waisak dan Keselarasan Alam
- 10 Ciri Wanita Idaman
- Dalam Hal Apa Sabar Dibutuhkan?
- Pembinaan Rohani Islam di Mabes TNI
- Kemenangan
- Beragama Ala Komunitas Musik Cadas
- Ust Anwari Hambali Berikan Tauziah di Mesjid Al-Ikhsan Bitung
- Tanah Bumbu Fokus pada 3 Kategori di STQ Tingkat Propinsi Kalsel Ke-18


























